MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 271.043 +2.485
  • IDX30 Index 445.177 +3.578
  • Composite Index 5089.547 +30.698
  • PEFINDO25 Listed 461.572 +3.334
  • SMI Infrastructur 359.773 +3.553
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4566.138 +16.912
  • Nikkei 225 16413.76 +755.56
  • FTSE BUR MAL KLCI 1855.15 +12.37
  • Integrated Silico 12.86 +0.15
  • S&P 500 1994.65 +12.35
  • NASDAQ-100 4100.637 +10.083

Bupati Kepulauan Yapen Tampar Karyawati Susi Air

Penulis : on January 7, 2013 at 17:46:26 WP
dominggus a mampioper

Bupati Kepulauan Yapen Provinsi Papua, Tony Tesar (jubi/ist)

Jayapura, (7/1) –– Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen-, Tony Tesar, Minggu, (6/1) melakukan penganiayaan kepada salah satu staf Susi Air di Bandara Condronegoro Serui-Papua akibat tersinggung dengan omongan korban yang dinilai Tony Tesar tidak etis. Korban yang bernama lengkap Novi Amelia bagian ticketing di penerbangan Susi Air cabang Serui itu, ditempeleng akibat mengeluarkan kata-kata tidak beretika kepada orang nomor satu di Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu pegawai negeri sipil di Kapbupaten Yapen, Serui yang enggan namanya dipublikasikan menyebutkan kalau Bupati Tony Tesar menyampaikan peristiwa penamparan itu saat apel pagi di halaman kantor Bupati Serui, Senin, (7/1).

Peristiwa ini bermula dari seorang staf ahli Bupati Tony Tesar yang sakit keras bernama Alwi. Yang bersangkutan saat dibesuk Tesar, Sabtu, (5/1) malam dan mengambil keputusan untuk yang bersangkutan harus berobat keluar Serui, tentu dengan menggunakan jasa penerbangan Susi Air Minggu (6/1) pagi.

“Terus Tony Tesar minta Susi Air supaya salah satu sheatnya itu harus diberikan kepada pasien (Alwi) untuk diberangkatkan untuk mendapatkan pengobatan di luar Serui. Nah setelah flight pertama tidak dikasih, keduapun demikian dan flight ketiga bahkan Bupati Tony Tesar sendiri ke Bandara. Kemudian Bupati minta pada Novi Amelia (korban). Tapi anehnya bahasa dari Novi Amelia yang tidak etis menurut Bupati tidak sopan kepada seorang Bupati,”bilang sumber tersebut. Sehingga Bupati merasa bahwa Novi tidak beretika dalam percakapan dengan orang nomor satu di Serui itu. “Sehingga pak  Bupati naik pitam  dan menampar dia (Novi),”ungkap sumber tersebut.

Kejadian ini kata sumber tersebut adalah salah satu dari kejengkelan Bupati Tony Tesar terhadap oknum karyawan di perusahaan  Susi Air. Pasalnya pada saat yang bersangkutan dilantik sebagai Bupati Kepulauan Yapen tanggal 7 September 2012 lalu, Bupati Tony Tesar sebagai Bupati dikecewakan.
“Pada waktu  itu (dilantik) banyak pejabat yang datang mengikuti pelantikan dirinya sebagai Bupati. Termasuk anggota DPR RI dari Jakarta. Pada waktu itu Toni Tesar minta untuk Susi Air tolong prioritas untuk tamu-tamu. Namun salah satu anggota DPR RI tidak sempat berangkat dan batal,”ungkap sumber yang enggan namanya disebut.

Bupati pun kecewa dan kembali buat surat resmi ke manajemen Susi Air agar setiap flight penerbangan setiap hari, disediakan tiga  cadangan kursi untuk pemerintah daerah dan juga pasien. “Nanti kalau 20-30 menit kursi tidak terisi oleh pejabat atau pasien yang tidak berangkat, barulah bisa dijual,”kata sumber tersebut ketika mendengar pembelaan Tony Tesar di apel pagi. Bupati kata sumber tersebut, semakin kesal karena beberapa kali ada pasien yang kritis termasuk anak-anak yang sakit, diminta prioritas tapi tidak pernah dilayani. (Jubi/Roberth Wanggai)

robert

About Robert Wanggai

Robert Wanggai has written 300 post for tabloidjubi.com.

  • http://--- Petrus Mambai

    Peristiwa ini tidak pantas terjadi, karena ini tindak pidana PENGANIAYAAN seorang kepala daerah terhadap warga masyarakatnya sendiri. Secara hukum, patut diproses peradilannya. Krn jika dibiarkan nanti akan menjadi kebiasaan dan tabiat dalam kepemimpinan daerah ke depan.
    Masyarakat justru perlu pengayomam, malah dianiaya. Saya nilai ada 3 faktor yang belum mantap dimiliki pelaku tindak pidana ini (bung Tonny Tesar(, yaitu :
    1. kepemimpinan, kurang dipahami ;
    2. managemen, kurang siap ;
    3. wibawa dimata publik, kurang dihargai ;

    Seharusnya permintaan kepala daerah itu SAKTI, artinya harus diproporsikan prioritas, apalagi sampai yang bersangkutan sendiri turun ke lapangan/TKP.

    Saya malah curiga karyawan Susi Air mungkin tdk mengenal bung Tesar… hahahahaa… yang jelas ini soal wibawa dan kepemimpinan ….. !!!!

Pilihan Editor
Back To Top