MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 279.909 +2.161
  • IDX30 Index 455.889 +3.569
  • Composite Index 5149.915 +36.57
  • PEFINDO25 Listed 474.588 +1.72
  • SMI Infrastructur 365.92 +4.033
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4748.396 +104.085
  • Nikkei 225 17621.4 +411.35
  • FTSE BUR MAL KLCI 1713.01 +13.06
  • Integrated Silico 16.67 +0.31
  • S&P 500 2061.23 +48.34
  • NASDAQ-100 4267.774 +102.676

Persipura Antara Wasit dan Faktor Non Teknis di ISL 2012-2013

Penulis : on January 7, 2013 at 14:31:33 WP
dominggus a mampioper

Persipura berlatih di Lapangan Mandala, Jumat(3/1) dan telah berangkat ke Bandung Minggu(6/1) dengan kekuatan 20 pemain.(jubi/nems)

Jayapura, (6/1)Kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) 2012-2013 baru saja bergulir dan juara bertahan ISL Sriwijaya FC bermain imbang saat menjamu tim tamu bertajuk Beruang Madu, Persiba Balikpapan. Bahkan tim asuhan Hery Kiswanto unggul lebih dulu 1-0 atas tuan rumah di Stadion Jaka Baring Palembang, namun kemudian disamakan oleh Fandi Achmad mantan gelandang asal Persisam Samarinda hingga skor imbang 1-1.

Seandainya wasit Aceng Suarlan memberikan kartu merah kepada Ferry Rontisulu akibat menyentuh bola saat striker Persiba asal Libanon Abdul Hamid Mony memiliki peluang untuk menambah pundi-pundi golnya. Mungkin skor akan berubah kalau ada hadiah finalti dan peluang besar untuk menjebol gawang Sriwijaya FC. Sayang wasit Suarlan hanya memberikan kartu kuning kepada Ferry Rontidulu dan tidak memberikan tendangan bebas. Hanya saja sebuah  tendangan bola mati dari  luar garis 16.

Komentator AntV juga memberikan pendapat miring soal kepemimpinan wasit saat pertandingan antara tuan rumah Sriwijaya FC dan Persiba pada laga pembuka ISL di Palembang, Sabtu(5/1). Sebenarnya kepemimpinan wasit sejak awal sudah banyak mendapat sorotan dari beberapa pelatih saat laga pra musim, Inter Island Cup(IIC) 2012.

Asisten pelatih Persipura, Metu Dwaramury menuding wasit telah merampok kemenangan Persipura atas Arema Malang saat laga penentu melawan Arema. Bayangkan Zah Rahan dijatuhkan pemain belakang Arema tetapi wasit tak meniup  pelanggaran tersebut.”Atau mungkin wasit pu peluit rusakah.”kata Ferdinand salah seorang siswa SSB di Kota Jayapura.

Begitupula pelatih Persija, Iwan Setiawan menyentil kepempinan wasit saat Persija melawan Sriwijaya FC dalam babak penyisihan di Stadion Jaka Baring, Palembang. Menurutnya bek Sriwijaya FC, Taufik Kisrun mestinya diberikan kartu kuning tetapi saku wasit amat berat untuk mengeluarkan kartu.

Suka atau tidak suka peran wasit sangat sentral dan penting, keputusan yang dikeluarkan tak bisa diganggug gugat oleh semua pihak termasuk klub yang merasa dirugikan. Salah satu tugas wasit yang harus diemban adalah menegakan the Laws of the Games. Selain itu berdasarkan peniliaiannya, membuat keputusan untuk menghentikan, menunda, atau meninggalkan pertandingan atas setiap pelanggaran Peraturan.  Apapun pahitnya keputusan wasit pemain dan offiial harus mendukung, hanya boleh mengirim bukti protes  kepada panitia penyelenggaran ISL.

Secara teknik dan skill individu jelas tim bertajuk Mutiara Hitam telah memilikinya. Coach Rahmad Darmawan(RD) saat pertama kali membesut Persipura menegaskan Persipura adalah sebuah tim yang telah memiliki karakter individu yang kuat. Karena itu tak heran kalau pelatih yang pertama kali membawa Persipura juara Liga Indonesia 2005-2006 hanya menajamkan potensi yang ada sambil memperkuat aspek pertahanan. Boaz T Solossa dan Ian Luiz Kabes adalah dua pemain tersisa saat Mutiara Hitam masih ditukangi coach  (RD).

Saat Persipura hendak melawan Arema dalam IIC 2012 lalu di Malang, coach RD menegaskan keuntungan sebagai tuan rumah bukan jaminan untuk Beto dan kawan-kawan menundukan  Mutiara Hitam alias mantan klubnya.

Coach RD bilang soliditas permainan Persipura tercipta karena tim asuhan JF Tiago ini jarang melakukan bongkar pasang pemain. “Hampir semua pemain Persipura masih bertahan,”tutur coach RD seraya menambahkan pemain-pemain di Persipura sudah bermain bareng selama empat hingga lima musim.

Pendapat coach RD ini ada benarnya sebab untuk membangun sebuah klub butuh waktu dan persiapan matang. Bayangkan saja Sriwijaya FC melepaskan semua materi pemain juara ISL 2011-2013 dan menyisakan Ponario Astaman, Ferri Rontisulu dan Mahadi. Begitupula dengan Arema atau Persib Bandung. Secara skill individu dan teknik semua pemain bintang itu bagus tetapi ingat sepakbola adalah permainan tim dan bukan individu.

“Individu boleh-boleh saja,asalkan itu menguntungkan bagi kemenangan tim”kata Jules Onana mantan striker Kamerun yang kini menjadi agen pemain di Indonesia. Persipura akan melakoni laga awal perdana melawan Persib Bandung. Bagi Persipura melawan Persib Bandung tak soal karena Persipura telah beberapa kali menang dan juga pernah berbagi angka di depan pendukung Bobotoh yang terkenal fanatik.

Pelatih Persib Jajang Nurjaman juga mengakui sangat penasaran untuk mengalahkan Persipura.  Tim asuhan JF Tiago ini  sudah terbiasa melawan Persib dan tak akan menjadi beban bagi Boaz T Solossa dan kawan-kawan. Sebaliknya di kubu Persib pertandingan melawan Persipura akan begitu penting dan di sini peran wasit sangat krusial dan menentukan. Hujan kartu atau mungkin keputusan yang sangat kontroversial. (Jubi/Dominggus A Mampioper)

Minggus

About Dominggus Mampioper

Dominggus Mampioper has written 221 post for tabloidjubi.com.

West Papua Daily
- tabloidjubi.com
- tabloidjubi.com
- tabloidjubi.com
Pilihan Editor
Back To Top