MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 270.358 -1.973
  • IDX30 Index 441.991 -2.246
  • Composite Index 5073.068 -30.45
  • PEFINDO25 Listed 468.426 -7.535
  • SMI Infrastructur 363.122 -1.398
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4483.715 +30.923
  • Nikkei 225 15291.64 +152.68
  • FTSE BUR MAL KLCI 1818.86 +8.18
  • Integrated Silico 12.49 -0.06
  • S&P 500 1964.58 +13.76
  • NASDAQ-100 4042.017 +29.749

MERASA DIRUGIKAN, LIMA CAGUB PAPUA TEMUI KAPOLDA

Penulis : on February 4, 2013 at 21:43:33 WP
Victor Mambor

Cagub Nomor Urut Satu, Lima dan Empat Usai Menemui Kapolda Papua. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 4/2 (Jubi) – Merasa dirugikan dan mensinyalir terjadi pelanggaran saat pemungutan suara pada Pemilukada Papua lalu, Lima pasangan calon gubernur menemui Kapolda Papua, Senin petang (4/2). Kelima pasangan calon itu yakni pasangan nomor urut satu, perwakilan pasangan nomor urut dua, pasangan nomor urut empat, pasangan nomor urut lima dan perwakilan pasangan nomor urut enam.

Calon Gubernur Papua nomor urut lima, Alex Hesegem usai pertemuan mengatakan, hal yang disampaikan ke Kapolda Papua, Irjen Pol Tito Karnavian adalah terkait sejumlah masalah yang terjadi di lapangan saat pemungutan suara.

“Kami menyampaikan, saat pemungutan suara dilakukan, banyak masyarakat yang tidak mendapat hak demokrasinya. Terjadi jual beli undangan pencoblosan. Kami sayangkan itu karena tentu saja itu melanggar aturan,” kata Alex Hesegem usai bertemu Kapolda.

Hal lain yang disampaikan kepada Kapolda Papua lanjut dia, ada beberapa kabupaten yang bupatinya mengintervensi bahkan mengintimidasi penyelenggara mulai dari tingkat PPS, PPD, kepala distrik hingga kepala kampung. “Mereka diintimidasi agar memberikan suara kepada calon tertentu. Tentu saja kami merasa sangat dirugikan. Itulah sebabnya kami menyampaikannya ke pihak Polda agar ada pembinaan dan teguran,” ucapnya.

Tidak hanya menyampaikan permasalah itu ke pihak Polda Papua, namun kelima pasangan calon ini akan menyurat secara resmi kepada  KPUD dan Panwas agar saat rekapitulasi suara dilakukan sesuai aturan dan hak demokrasi masyarakat dijamin. “Kita hargai siapapun yang terpilih. Tapi harus dangan cara demokrasi yang benar,” singkat Hesegem.

Hal nyaris senda dikatakan calon Gubernur Papua nomor urut empat, Welington Wenda. Menurut dia, pihaknya meminta agar dilakukan pemungutan suara ulang dibeberapa kabupaten.

“Ya seperti Kabupaten Puncak Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Tolikara, Wamena, Nduga bahkan Yahukimo. Kami akan mendorong ke Mahkamah Konstitusi agar dilakukan Pilkada ulang. Hak demokrasi kan salah satu hak asasi. Selain itu sistem noken perlu dikaji karena sangat rawan,” tandas Welington.

Menanggapi laporan kelima pasangan calon, pihak Polda Papua akan memilah-milah mana yang menjadi ranah mereka dan mana yang menjadi ranah lembaga terkait.

“Kalau domainnya pidana kita tangani. Kalau bukan pidana kita serahkan ke lembaga terkait seperti KPU atau Panwaslu. Jika terkait pelanggaran dan Panwaslu tidak mau menangani bisa dilaporkan ke Bawaslu. Dan jika ada data-data yang mendukung bisa dilaporkan hingga MK,” tutup Kapolda Papua, Irjen Pol Tito Karnavian. (Jubi/Arjuna) 

arjuna

About Arjuna Pademme

Arjuna Pademme has written 1180 post for tabloidjubi.com.

West Papua Daily
Ajax spinner
Pilihan Editor
Back To Top