• Ilustrasi Pemilu 2014 (beritakendal.com)
  • logo pemilu
  • Jumpa Pers LP3 NKRI (Jubi/Aprila)
  • Laporan penghitungan suara di tingkat PPD belum masuk, membuat KPU Jayawijaya harus turun ke lapangan. (Jubi/Islami)
  • Salah Satu TPS di Kabupaten Jayawijaya (Dok. Tim Hanorogo)
  • Ketua Bawaslu Provinsi Papua, Robert Horik. (Jubi/Arjuna)
  • Jumpa Pers di AlDP (Jubi/Aprila)
  • RS Jiwa Abepura. (Doc. Jubi)
  • Albert Tulihanuk (Jubi/Islami)
  • Warga Timika saat melakukan pencoblosan dalam Pemilukada lalu (Jubi/Eveert)
  • Adam Arisoy ( Albert/Jubi )
  • Pemilu 2014 (Foto: IST)
  • Enam TPS di Distrik Wamena Kota harus melakukan pemilihan ulang. (Jubi/Islami)
  • Ketua KPU Papua, Adam Arisoy (Jubi/Indrayadi TH)
  • Ketua Panwas Merauke, Benediktus Tukedjo
  • logo pemilu
  • Enam TPS di Distrik Wamena Kota harus melakukan pemilihan ulang. (Jubi/Islami)
  • Ilustrasi Pemilu 2014 (beritakendal.com)
  • Meski sudah lansia, namun janda pensiunan polisi ini tidak pernah absen untuk menggunakan hak politiknya pada setiap Pemilu dari waktu ke waktu.  (Jubi/Albert)
  • Ilustrasi Pencoblosan. (Jubi/Arjuna)
  • Ilustrasi Pemilu 2014 (beritakendal.com)
  • Pemilu 2014 (Foto: IST)
  • Pastor John Jonga (Jubi/Elisa)
  • Pemilu 2014 (Foto: IST)
  • Walikota Jayapura dalam pencoblosan di TPS terdekat (Jubi/sindung)
  • Pemilu 2014 (Foto: IST)
  • Ilustrasi
  • Petugas Panitia Pemungutan Suara TPS 16 Koperapoka, saat mengisi keterangan 4 jenis surat suara. (Jubi/Eveerth)
  • NATALIUS PIGAI (JUBI/APRILA)
  • Ketua KPPS TPS 16 Koperapoka, Mimika Baru, Yohana, saat menjelaskan prosedur pencoblosan pada Pemilu Legislatif 9 April 2014 lalu (Jubi/Eveerth)
  • Seorang warga hendak mencoblok dari data KTP dirinya (Jubi/Indrayadi TH)
  • form C1 KPU ditunjukkan ke walikota Jayapura(Jubi/sindung)
  • Ilustrasi Pemilu 2014 (beritakendal.com)
  • Warga di TPS 015 Gang Nirwana memprotes surat suara yang telah dicoblos oleh KPPS. (Jubi/Islami)
  • RM Echa - Roni (Jubi/Aprila)
  • TPS 05 DAN RUMAH WARGA YANG DI BAKAR (Jubi/Aprila)
  • Warga sedang antri untuk mencoblos
  • Suasana Penghitungan Suara di TPS 49 Kelurahan Koperapoka, Kabupaten Mimika (Jubi/Eveerth)
  • Nurmina Letsoin
  • Situasi saat pemilihan di TPS 06 Kota baru Abepura Kota Jayapura ( albert/jubi)
Ingin Menjadi Kontributor tabloidjubi.com? Kirim berita anda ke : kontributor@tabloidjubi.com

EPENKAH UJI KOMPETENSI JURNALIS ?

    http://tabloidjubi.com/2013/03/22/epenkah-uji-kompetensi-jurnalis/
    H E A D L I N E :

    Mantan Sekjen AJI Indonesia, Didik Supriyanto saat memberikan materi bagi pelatihan penguji UKJ angkatan ke tiga di Makassar.(jubi/dam)

    Jayapura, 23/3 (JUBI)–Ketua Aliansi Independen Jurnalis(AJI) Indonesia, Eko Maryadi mengatakan sebelum 2014 akan melakukan uji kompetensi bagi 6000 anggota jurnalis AJI  Indonesia. Hingga saat ini baru sekitar seribuan anggota AJI yang sudah mengikuti uji kompetensi jurnalis.

    Meski AJI- Indonesia sudah menjalankan uji kompetensi sampai angkatan ke 9 dan juga telah melakukan pelatihan bagi calon penguji UKJ angkatan ke tiga. Namum masih saja ada beberapa jurnalis yang merasa, uji kompetensi jurnalis belum begitu penting dan sangat mendesak. Bahkan ada pula jurnalis yang memandang uji kompetensi sama saja dengan pelatihan biasa guna meningkatkan kualitas seorang jurnalis. Padahal uji kompetensi ini sebenarnya menyangkut profesionalisme seorang jurnalis dalam melakukan tugas—tugas peliputannya mengelola informasi.

    Walau demikian harus diakui pula, tidak ada tolok ukur yang jelas untuk mengevaluasi kinerja pers dan preofesionalisme jurnalis. Apalagi setiap orang mengakui sebagai jurnalis dengan mudahnya menenteng kartu pers tanpa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Mungkin uji kompetensi bisa dipakai sebagai salah satu jalan untuk mencegah penumpang gelap yang ikut dalam kendaraan para jurnalis.

    Jurnalis harus profesional, bila memenuhi kriteria antara lain, pekerjaan penuh waktu(full time),praktisinya sangat berdedikasi pada tujuan profesinya, cara memasuki dan bertahan dalam prfesii diatur oleh sebuah organisasi formal yang memiliki standar profesional.(Dewan Pers, Kompetensi Wartawan, 2004).

    Dalam uji kompetensi jurnalis AJI-Indonesia di Makassar, 16-17 Maret ada beberapa jurnalis mengatakan profesionalisme jurnalis sangat tergantung dari pendapatan atau upah minimum yang diterima dari media masing-masing.”Kalau upahnya dibawah standar atau dibawah upah minimum pekerja(UMP) maka sulit bagi jurnalis untuk menjalankan profesinya secara bertanggungjawab,”kata salah seorang peserta UKJ di Makassar.

    Agaknya pendapat ini seringkali menjadi patokan untuk memberikan peluang agar jurnalis terpaksa tidak profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya. Sehingga tugas  menjalankan prinsip-prinsip jurnalis meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan hanya sebatas informasi sekadarnya.

    Lepas dari pro dan kontra, tentang pentingnya uji kompetensi bagi seorang jurnalis di Indonesia. Sebenarnya tujuan kompetensi adalah mengukur kemampuan profesional atau kompetensi jurnalis. Mengeluarkan sertifikat bagi jurnalis adalah membantu meyakinkan masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan tugas sehari-hari . Suka atau tidak profesi jurnalis akan terus mendapat pengakuan sesuai dengan tugas dan visi yang selalu dijalankannya selama menekuni profesinya sebagai penunjang kehidupan sehari-hari .(Jubi/DAM)

    Minggus

    About Dominggus Mampioper

    Dominggus Mampioper has written 101 post for tabloidjubi.com.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *

Friend: ,
UA-36245146-1