MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 275.561 +1.274
  • IDX30 Index 451.31 +1.604
  • Composite Index 5112.045 +18.479
  • PEFINDO25 Listed 465.616 +5.669
  • SMI Infrastructur 363.696 +1.849
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4712.97 +11.102
  • Nikkei 225 17357.51 +56.65
  • FTSE BUR MAL KLCI 1809.13 -13.16
  • Integrated Silico 14.18 -0.24
  • S&P 500 2063.50 +10.75
  • NASDAQ-100 4251.324 +9.233

EPENKAH UJI KOMPETENSI JURNALIS ?

Penulis : on March 22, 2013 at 09:37:16 WP

Mantan Sekjen AJI Indonesia, Didik Supriyanto saat memberikan materi bagi pelatihan penguji UKJ angkatan ke tiga di Makassar.(jubi/dam)

Jayapura, 23/3 (JUBI)–Ketua Aliansi Independen Jurnalis(AJI) Indonesia, Eko Maryadi mengatakan sebelum 2014 akan melakukan uji kompetensi bagi 6000 anggota jurnalis AJI  Indonesia. Hingga saat ini baru sekitar seribuan anggota AJI yang sudah mengikuti uji kompetensi jurnalis.

Meski AJI- Indonesia sudah menjalankan uji kompetensi sampai angkatan ke 9 dan juga telah melakukan pelatihan bagi calon penguji UKJ angkatan ke tiga. Namum masih saja ada beberapa jurnalis yang merasa, uji kompetensi jurnalis belum begitu penting dan sangat mendesak. Bahkan ada pula jurnalis yang memandang uji kompetensi sama saja dengan pelatihan biasa guna meningkatkan kualitas seorang jurnalis. Padahal uji kompetensi ini sebenarnya menyangkut profesionalisme seorang jurnalis dalam melakukan tugas—tugas peliputannya mengelola informasi.

Walau demikian harus diakui pula, tidak ada tolok ukur yang jelas untuk mengevaluasi kinerja pers dan preofesionalisme jurnalis. Apalagi setiap orang mengakui sebagai jurnalis dengan mudahnya menenteng kartu pers tanpa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Mungkin uji kompetensi bisa dipakai sebagai salah satu jalan untuk mencegah penumpang gelap yang ikut dalam kendaraan para jurnalis.

Jurnalis harus profesional, bila memenuhi kriteria antara lain, pekerjaan penuh waktu(full time),praktisinya sangat berdedikasi pada tujuan profesinya, cara memasuki dan bertahan dalam prfesii diatur oleh sebuah organisasi formal yang memiliki standar profesional.(Dewan Pers, Kompetensi Wartawan, 2004).

Dalam uji kompetensi jurnalis AJI-Indonesia di Makassar, 16-17 Maret ada beberapa jurnalis mengatakan profesionalisme jurnalis sangat tergantung dari pendapatan atau upah minimum yang diterima dari media masing-masing.”Kalau upahnya dibawah standar atau dibawah upah minimum pekerja(UMP) maka sulit bagi jurnalis untuk menjalankan profesinya secara bertanggungjawab,”kata salah seorang peserta UKJ di Makassar.

Agaknya pendapat ini seringkali menjadi patokan untuk memberikan peluang agar jurnalis terpaksa tidak profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya. Sehingga tugas  menjalankan prinsip-prinsip jurnalis meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan hanya sebatas informasi sekadarnya.

Lepas dari pro dan kontra, tentang pentingnya uji kompetensi bagi seorang jurnalis di Indonesia. Sebenarnya tujuan kompetensi adalah mengukur kemampuan profesional atau kompetensi jurnalis. Mengeluarkan sertifikat bagi jurnalis adalah membantu meyakinkan masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan tugas sehari-hari . Suka atau tidak profesi jurnalis akan terus mendapat pengakuan sesuai dengan tugas dan visi yang selalu dijalankannya selama menekuni profesinya sebagai penunjang kehidupan sehari-hari .(Jubi/DAM)

Minggus

About Dominggus Mampioper

Dominggus Mampioper has written 204 post for tabloidjubi.com.

West Papua Daily
Pilihan Editor
Back To Top