MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 275.561 +1.274
  • IDX30 Index 451.31 +1.604
  • Composite Index 5112.045 +18.479
  • PEFINDO25 Listed 465.616 +5.669
  • SMI Infrastructur 363.696 +1.849
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4712.97 +11.102
  • Nikkei 225 17357.51 +56.65
  • FTSE BUR MAL KLCI 1809.13 -13.16
  • Integrated Silico 14.18 -0.24
  • S&P 500 2063.50 +10.75
  • NASDAQ-100 4251.324 +9.233

WEIBERT IMBENAY, GURU YANG MENJUAL PERMADANI

Penulis : on March 28, 2013 at 19:04:00 WP
CUNDING LEVI

WEIBERT IMBENAY SAAT MELAYANI PEMBELI (JUBI/APRILA)

Jayapura, 28/3 (Jubi) - Sejak Agustus 2012 lalu, Weibert Imbenay, guru SD di Serui memilih untuk mulai berjualan permadani di Kota Jayapura. Dirinya melakukan hal tersebut karena enggan dipindahkan ke tepat tugas yang terpencil.

“Saya senang melakukan pekerjaan ini karena hasilnya cukup memuaskan untuk makan sehari-hari, saving, kirim untuk anak istri yang ada di Manokwari,” tutur Weibert, yang ditemui tabloidjubi.com di pertigaan jalan masuk Kampus USJT, Jalan Raya Abepura-Sentani, tepatnya di Padangbulan, Kota Jayapura, Papua, Kamis (28/3).

Weibert mengaku, pada awalnya dirinya berada kembali di Kota Jayapura karena orang tuanya yang berdomisili di Kota Jayapura sedang sakit. Kemudian dirinya sempat ikut temannya mengajar di SMK 10 Emereuw.

“Saya guru SD di Serui, tepatnya di Mambo. Lalu saya dipindahkan ke Pasir Panjang Dowai. Masa saya yang sudah ditempatkan pada awalnya di hutan sekian lama dipindahkan ke tempat yang lebih terpencil yang lebih jauh lagi. Saya berharap bisa dipindahkan ke kota mengingat banyak pegawai di kota sehingga bisa dirolling,” sesal Weibert.

Permadani yang dijual Weibert, beragam harganya, tergantung pada ukuran. Untuk yang besar, harganya Rp. 550.000,- dan Rp. 350.000,- untuk yang kecil. Harga yang ditawarkan Imbenay adalah harga yang jauh di bawah harga toko. “Waktu itu teman bilang sama saya, dari pada ko ojek, bagaimana kalau ko jual permadani saja,” katanya.

Menurut  Weibert, kebanyakan pembeli berasal dari daerah pegunungan tengah dan mereka kebanyakan tidak menawar harga yang sudah saya katakan. Bila pembelinya orang pendatang, biasanya mereka menawar harga terlalu rendah padahal modal belum kembali, tambah lagi biaya transportasi. (Jubi/Aprila Wayar)

emil

About Aprila Wayar

Aprila Wayar has written 520 post for tabloidjubi.com.

West Papua Daily
Pilihan Editor
Back To Top