MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 270.358 -1.973
  • IDX30 Index 441.991 -2.246
  • Composite Index 5073.068 -30.45
  • PEFINDO25 Listed 468.426 -7.535
  • SMI Infrastructur 363.122 -1.398
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4483.715 +30.923
  • Nikkei 225 15291.64 +152.68
  • FTSE BUR MAL KLCI 1818.86 +8.18
  • Integrated Silico 12.49 -0.06
  • S&P 500 1964.58 +13.76
  • NASDAQ-100 4042.017 +29.749

WEIBERT IMBENAY, GURU YANG MENJUAL PERMADANI

Penulis : on March 28, 2013 at 19:04:00 WP
CUNDING LEVI

WEIBERT IMBENAY SAAT MELAYANI PEMBELI (JUBI/APRILA)

Jayapura, 28/3 (Jubi) - Sejak Agustus 2012 lalu, Weibert Imbenay, guru SD di Serui memilih untuk mulai berjualan permadani di Kota Jayapura. Dirinya melakukan hal tersebut karena enggan dipindahkan ke tepat tugas yang terpencil.

“Saya senang melakukan pekerjaan ini karena hasilnya cukup memuaskan untuk makan sehari-hari, saving, kirim untuk anak istri yang ada di Manokwari,” tutur Weibert, yang ditemui tabloidjubi.com di pertigaan jalan masuk Kampus USJT, Jalan Raya Abepura-Sentani, tepatnya di Padangbulan, Kota Jayapura, Papua, Kamis (28/3).

Weibert mengaku, pada awalnya dirinya berada kembali di Kota Jayapura karena orang tuanya yang berdomisili di Kota Jayapura sedang sakit. Kemudian dirinya sempat ikut temannya mengajar di SMK 10 Emereuw.

“Saya guru SD di Serui, tepatnya di Mambo. Lalu saya dipindahkan ke Pasir Panjang Dowai. Masa saya yang sudah ditempatkan pada awalnya di hutan sekian lama dipindahkan ke tempat yang lebih terpencil yang lebih jauh lagi. Saya berharap bisa dipindahkan ke kota mengingat banyak pegawai di kota sehingga bisa dirolling,” sesal Weibert.

Permadani yang dijual Weibert, beragam harganya, tergantung pada ukuran. Untuk yang besar, harganya Rp. 550.000,- dan Rp. 350.000,- untuk yang kecil. Harga yang ditawarkan Imbenay adalah harga yang jauh di bawah harga toko. “Waktu itu teman bilang sama saya, dari pada ko ojek, bagaimana kalau ko jual permadani saja,” katanya.

Menurut  Weibert, kebanyakan pembeli berasal dari daerah pegunungan tengah dan mereka kebanyakan tidak menawar harga yang sudah saya katakan. Bila pembelinya orang pendatang, biasanya mereka menawar harga terlalu rendah padahal modal belum kembali, tambah lagi biaya transportasi. (Jubi/Aprila Wayar)

emil

About Aprila Wayar

Aprila Wayar has written 466 post for tabloidjubi.com.

West Papua Daily
Ajax spinner
Pilihan Editor
Back To Top