MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 271.969 +2.407
  • IDX30 Index 441.67 +4.248
  • Composite Index 5074.323 +44.979
  • PEFINDO25 Listed 467.25 +6.914
  • SMI Infrastructur 362.57 +3.363
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4382.847 -36.632
  • Nikkei 225 15195.77 +391.489
  • FTSE BUR MAL KLCI 1796.22 -6.92
  • Integrated Silico 12.25 -0.18
  • S&P 500 1927.11 -14.17
  • NASDAQ-100 3949.587 -21.805

PERSIBAR DIANGGAP SEBAGAI CIKAL BAKAL PERSIPURA

Penulis : on April 14, 2013 at 14:19:52 WP

Persibar saat bertanding melawan klub UNTEA, 1963. Persibar atau Persatuan Sepakbola Irian Barat (Jubi/dam)

Jayapura, 14/4 (Jubi)Persatuan Sepakbola Irian Barat (Persibar) yang kelak dikemudian hari bernama Persipura. Persibar ini pertama kali tampil pada 1963 bersamaan dengan masuknya Irian Barat ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI).

Hari itu belasan pemuda berkumpul membentuk lingkaran. Mulut mereka komat-kamit  bak melafalkan mantra. HB Samsi satu-satunya pelatih asing di tengah kerumunan pemuda itu. Beberapa buah bola berwarna putih kekuning-kuningan tampak dibelakang mereka.

Begitulah kutipan dari Tabloid Jubi edisi cetak 1999-2000 lalu saat mewawancarai Gasper Sibi salah satu pelaku dan mantan pemain Persipura era 1960 an.

Pemuda tanggung itulah yang kemudian hari dikenang sebagai pembuat sejarah sepakbola di Provinsi Irian Barat era 1963 hingga sekarang ini. Saat itu mereka memproklamasikan klub bernama Persibar atau Persatuan Sepakbola Irian Barat. HB Syamsi adalah pelatih yang menyeleksi ribuan bibit sepakbola yang kemudian memperkuat skuad Persibar.

Para pemuda yang membentuk lingkaran itu adalah Ari Sokoi (penjaga gawang); Dominggus Nay, Tony Marisan, Theo Daat,Yan Ui, Dominggus Waweyai ,Demi Rumbino,Willem Mariawasih,Gasper Sibi,Adolof Hanasbei,Barnabas Youwe, Yan Wader.

Dengan demikian, lahirnya Persipura hampir berbarengan dengan integrasi Papua ke Indonesia.”Kami tidak lupa akan peristiwa itu. Dokumen-dokumennya masih rapi kami simpan sebagai bukti perjuangan kami mengangkat daerah ini,”kata Gasper Sibi seraya menambahkan perjuangan mereka dengan melahirkan Persibar sama sekali tanpa pamrih upah, apalagi bonus. Semua dilakukan semata-mata dengan fanatisme daerah.

Berdasarkan sejarah lahirnya Persibar inilah yang menjadi cikal-bakal lahirnya era baru sepakbola di Provinsi  Irian Barat. Tim Persibar melakukan try out ke Pulau Jawa. Bukti tur ini membuka dunia sepakbola di Indonesia kalau ternyata ada bibit-bibit sepakbola dari Papua.

Tidak tanggung-tanggung empat pemain terbaik Persibar dipanggil ikut seleksi timnas Indonesia, masing-masing, Willem Mariawasih, Barnabas Youwe, Gasper Sibi dan Dominggus Waweyai. Karena Barnabas Youwe sibuk hanya tiga pemain saja yang memenuhi panggilan seleksi di timnas Indonesia.

Dari tiga pemain itu hanya Dominggus Waweyai yang terpilih memperkuat timnas Indonesia. Pemain ini dikenal dengan sebutan kelinci hitam dari Papua. Selama di timnas Dominggus Waweyai berpasangan dengan Sutjipto Suntoro alias Gareng. “Waweyai punya kemampuan melewati tiga sampai empat pemain,”kata Fred Imbiri mantan pemain Persipura era 1970 an,kepada tabloidjubi.com.

Sayangnya ketika timnas Indonesia melakukan try out ke negeri Belanda, Dominggus Waweyai tidak kembali bersama timnas Indonesia. Dia menetap dan tinggal ikut kompetisi di Liga Belanda. “Jika ini terjadi maka itulah saat pertama pemain sepakbola Papua berkiprah di Liga Belanda,”kata Gasper Sibi.

Bagi Jafet Sibi, Ketua Panitia Vanggasbu Cup 2013, tak usah berpikir soal kapan Persipura lahir atau berdiri tetapi yang jelas bagaimana kompetisi Vanggasbu ini bisa melahirkan pemain-pemain berbakat sebagai cikal bakal pemain Persipura. Cita-cita Persipura ke depan adalah jangan lagi mengontrak pemain asing. Cukup saja dengan pemain Papua bisa berprestasi dan bila perlu mengekspor pemain ke klub-klub di luar Papua.(Jubi/Dominggus A Mampioper)

Minggus

About Dominggus Mampioper

Dominggus Mampioper has written 191 post for tabloidjubi.com.

Ajax spinner
Pilihan Editor
Back To Top