• Doren Wakerkwa dan John Way dalam Persidangan, Rabu (10) - Jubi/Aprila
  • Suasana Sidang Yang Digelar DKPP di Polda Papua – Jubi/Arjuna
  • Kepala Kesbangpol Papua, Musa Isir, Selasa (30/9), Jubi/Alex
  • Ilustrasi Logo KPU - http://2.bp.blogspot.com
  • Ilutsrasi Caleg - Jubi/http://1.bp.blogspot.com
  • Ilutsrasi Caleg - Jubi/http://1.bp.blogspot.com
  • Kegiatan di DPRD Kota Jayapura. (Jubi/Sindung)
  • Gedung DPR Papua - Jubi/http://zonadamai.files.wordpress.com
  • Salah satu kegiatan di DPRD Kota Jayapura.  (Jubi/Sindung)
  • Bendera Fiji di (Jubi/Mawel)
  • Bimtek Peningkatan Kapasitas Bagi Pengurus Parpol. (Jubi-Alex).jpg
  • Hanock Mariai
  • Suasana pertemuan 35 calon legislatif terpilih Anggota DPRD Mimika (Jubi/Istimewa)
  • Andreas Gobay (JUBI/Mecky)
  • Ketua Bawaslu Papua, Robert Horik. (Jubi/Arjuna)
  • Ketua Bawaslu Papua, Robert Horik Bersam Ketua Forum Demokrasi Papua, Yanuel Matuan. (Jubi/Arjuna)
  • Caleg DPR Papua dari Partai Hanura, Kenius Kogoya. (Jubi/Arjuna)
  • Massa Pendukung Caleg Ketika Mendatangi Kantor KPU Papua. (Jubi/Arjuna)
  • Massa Pendukung Caleg Ketika Mendatangi Kantor KPU Papua. (Jubi/Arjuna)
  • Ketua KPU Papua Adam Arisoi. (Jubi/Arjuna)
  • Suasana Sidang Paripurna DPR Papua Ketika Pengesahan Raperdasus Kursi Untuk Orang Asli Papua. (Jubi/Arjuna)
  • JW DW Duduk Di Belakang Penasehat Hukun, Saat Jalani Sidang Akhir Bulan Lalu (Jubi-Aprila)
  • Novela Nawipa. (Jubi/Facebook.com)
  • Novela Nawipa. (Jubi/Facebook.com)
  • Ilustrasi Noken. (IST)
  • Ilustrasi Logo KPU. (IST)
  • Kapolda Papua, Brigjen Yotje Mende. (Jubi/Arjuna)
  • Ilustrasi Anggota Polisi. (Jubi/Arjuna)
  • Ilustrasi Pemilu 2014 (beritakendal.com)
  • KPU, Bawaslu dan Anggota KPUD Sedang Berdiskusi Untuk Mencocokan data. (Jubi/Alex)
  • Ketua BARA JP Provinsi Papua, Yakoba Lokbere (kacamata) di dampingi KEtua LMA Papua, Lenis Kogoya dan relawan Jokowi (Jubi/Indrayadi TH)
  • Foto , Jubi  Rapat Rekapitulasi  KPU Kabupaten Sorong Selatan
  • Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilpres Tingkat Provinsi. (Jubi/Alex)
  • Ketua KPU Biak Numfor, Jackson Maryen Didampingi Anggota KPU Papua, Musa Sombuk Saat Berikan Keterangan Pers. (Jubi/Alex)
  • Puncak Gunung Cartenz (belantaraindonesia.org)
  • Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilpres Tingkat Provinsi. (Jubi/Alex)
  • Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilpres Tingkat Provinsi. (Jubi/Alex)
  • Logo Kabupaten Intan Jaya (Foto: sanironni.blogspot.com)
  • Data pemilih dalam Pilpres 2014. Diolah dari hasil Pleno Pilpres Kota Jayapura (Jubi)
  • Penyamatan tanda kebesaran Papua kepada Jokowi di Kampung Harapan, Sentani (Jubi/Mecky)
Penerbit : PT. Jujur Bicara Papua - SK Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-19550.40.10.2014

WAKTU BAKAL UJI KEPEMIMPINAN LUKMEN

    H E A D L I N E :

    Saat pelantikan Gubernur Papua Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal (Jubi/Levi)

    Sentani, 14/4 (Jubi) - “Di wilayah pengunungan Papua, pemilik tradisi bakar batu, tidak pernah ada acara bakar batu dengan ratusan tungku api, ratusan kolam masak dan ribuan korban babi serta dihadiri ribuan orang.”

    Demikian ungkapan dari Oktovianus Himan, salah satu anak kepala suku Himan di Wamena yang kini menuntut ilmu di Sekolah Tinggi Fajar Timur (STFT) Papua di Jayapura saat menyaksikan syukuran pelantikan gubernur Papua, Lukas Enembe dan Klemen Tinal (Lukmen)  yang berlangsung di belakang Kompleks Lanud Sentani, Kabupaten Jayapura,  Kamis (11/4) lalu.

    Acara kali itu mengherankan.  Sejak pagi, warga sudah mendatangi tempat acara. Lokasi syukuran penuh manusia. Mereka datang dari Abepura, Jayapura dan dari sejumlah daerah di Papua yang berada diluar Jayapura. Warga berdatangan ke lokasi dengan mengunakan kendaraan pribadi dan kendaraan yang disewa, baik roda dua maupun roda empat. Kebanyakan warga menyewa taxi angkutan umum. Mobil rental juga banyak disewa. Berbagai jenis taxi dan mobil ada dilokasi Lanud Sentani.

    Karena banyaknya kendaraan yang disewa, terminal taxi angkutan umum dan terminal mobil rental, sepi. Jalan Raya disepanjang Kota Sentani, Abepura, dan Jayapura juga mengalami hal serupa yakni sepi. Memang ada kendaraan yang lalu lalang namun bisa dihitung dengan jari, tak seramai dijalanan seperti biasanya. Ketua panitia pelaksana syukuran, Timotius Murib mengaku, warga yang datang untuk mengikuti acara, baik undangan maupun simpatisan, berjumlah ribuan. “Warga masyarakat yang hadir ini jumlahnya sekitar  ribuan,” kata Timotius saat menyampaikan laporan pantia.

    Jumlah babi yang disembeli untuk disantap bersama dalam acara tersebut sebanyak  2.000 ekor. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli babi sekitar Rp. 20 juta lebih. Hitung-hitung, panitia menghabiskan anggaran sebesar Rp. 4 milyar lebih.  Jumlah kolam susunan batu bakar batu pun tidak seperti biasanya. Susunan batu pajangnya sekitar ratusan dan kolam juga mencapai ratusan. “Jumlah kolam dan susunan batu sekitar 200,” kata salah satu pemuda yang berusaha menghitung.

    Kejadian ini sangat luar biasa dari biasanya. Wilayah gunung yang dikenal dengan tradisi bakar batu, pesta babi pun tidak pernah menyelengarakan pesta besar seperti ini. Pesta kemenangan ini melampaui  pesta ala gunung.  Orang gunung akan mengerti fakta ini dengan baik, bila dihubungkan dengan pesta perayaan hidup orang Papua bersama seorang pemimpin. Orang gunung juga akan mengerti, bagaimana layaknya.

    Kebanyakan orang, kagum bercampur heran.  Lukmen benar seorang pemimpin yang merayakan kemenangan. Lukmen mulai menunjukkan wibawa pemimpin gunung. Wibawa pemimpin bisanya, menurut orang Papua, terletak pada keberanian, kemenangan dalam pertarungan dan menyelenggarakan pesta kemenangan. Wibawa pemimpin terbukti dalam diri Lukas Enembe bersama Kelemen Tinal (Lukmen). Lukmen telah berani mengambil satu langkah dalam pesta demokrasi di Papua. Keberanian mereka telah mengalahkan lawan-lawan politiknya saat bertarung dalam pesta demokrasi.

    Kedua pasangan ini berhasil mengantogi 52 % suara, usai pemilihan umum (pemilu). Lukmen menutup kemenangan itu dengan pesta babi. Dengan pendapat berbeda dan sepihak, acara  tidak berlebihan, berdasarkan pandangan dan wibawa pemimpin orang gunung.  Lukmen telah memecahkan rekor  pesta babi yang terbesar dan tercatat sebagai sejarah baru di Papua.

    Pesta ini akan susah dilupakan banyak orang. Syukuran itu merupakan sejarah yang sulit ditelan waktu. Waktu terus berganti. Waktu juga akan menguji.  Bisa jadi sejarah atau euvoria kemenangan itu hanya sesaat. Bisa jadi juga, keberhasilan sesungguhnya yang didambakan rakyat Papua,  tak dirasakan. Komitmen, ungkapan dan tindakan Lukas dan Klemen memimpin Papua selama lima tahun akan teruji oleh sang waktu.

    Sejarah baru yang ditoreh Lukmen diharapkan tidak menjadi euvoria belaka. Sebaliknya, pesta ini benar-benar menjadi pesta demokrasi rakyat Papua. Pesta ini juga betul-betul menjadi  awal persatuan, awal kekuatan rakyat Papua untuk membangun Papua sesuai visi “Papua bangkit, mandiri dan sejahtera” yang diusung sebelum pesta demokrasi berlangsung.

    Papua bangkit, mandiri dan sejahtera perlu terjemahan mendalam, detail dan tepat sasaran. Kebangkita tidak hanya kebangkitan orang gunung, peseta bakar batu melainkan lebih dari itu. Kebangkitan mesti lebih mengarah pada kebangkitan semua orang Papua, kebangkitan juga harus lebih pada kekuatan fisik dan mental orang Papua. Kekuatan otot dan mental orang Papua mesti bangkit. Otot orang Papua harus mampu mengolah seluruh alamnya.Kekuatan mental orang Papua menjadi sumber berpikir, merancang, mengolah dan menjadikan dirinya dan negerinya betul menjadi berkat bagi orang lain.

    Eksplorasi kekuatan otot dan mental orang Papua butuh persiapan. Orang Papua butuh pendidikan kejuruan, keahlian dan lebih dari itu ilmuwan yang merancang  dan mengolah  alam untuk membangun negerinya. Karena itu, tidak salah, tidak berlebihan, kalau kebangkitan Papua  itu dimulai  dari persiapan sumber daya manusia Papua. Persiapan harus dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, dari kampung ke kota, dari gunung ke pantai, anak pejabat sampai anak non pejabat, dari orang tua sampai anak-anak.

    Singkat kata, pembangunan sumber daya manusia harus dipriotitaskan.  Tanpa prioritas pembangunan manusia, kebangkitan dengan kesejahteraan, dirugukan. Kebangkitan akan berubah menjadi slogan belaka bukan kenyataan. Kebangkitan Papua bukan tergantung pada kekuatan mental dan fisik orang lain. Hingga kini, orang Papua masih mengunakan tenaga orang lain menjadi Papua mandiri dan sejahtera.

    Jika orang lain yang masih memandirikan Papua, berarti Papua belum mandiri dan sejahtera. Papua juga belum keluar seperti yang diharapkan. Sampai saat ini, hampir semua harapan masih berputar dalam lingkaran retorika yang belum sadar. Retorika ini seolah-olah sebuah kedasaran, padahal belum ada bukti. Papua sendiri belum mandiri dan sejahtera. Semoga kemadirian dan kesejahteraan tercapai. Jika tidak, maka itu menjadi impian dan dambaan baru yang akan terus mengganggu pikiran orang Papua.

    “Kita belum bangkit, kita masih tidur. Kita harap kita bangkit. Kita tidak berharap kita tidur lagi,” kata seorang warga yang enggan menyebutkan identitasnya ke tabloidjubi.com saat menghadiri syukuran. (Jubi/Mawel)

     

    benny

    About Benny Mawel

    Benny Mawel has written 270 post for tabloidjubi.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Friend: ,
UA-36245146-1