MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 269.562 -0.746
  • IDX30 Index 437.422 -1.053
  • Composite Index 5029.344 -11.188
  • PEFINDO25 Listed 460.336 -1.197
  • SMI Infrastructur 359.207 -1.026
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4390.317 +74.242
  • Nikkei 225 14804.28 -306.95
  • FTSE BUR MAL KLCI 1796.22 -6.92
  • Integrated Silico 12.34 +0.03
  • S&P 500 1932.26 +28.25
  • NASDAQ-100 3943.20 +73.123

YPKM LOKAKARYA UJI COBA MEDIA HIV/AIDS

Penulis : on April 16, 2013 at 17:57:37 WP
CUNDING LEVI

Suasana Lokakaraya Uji Coba Media di kantor KPA Papua (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, 16/4 (Jubi) – Lokakarya hasil uji coba media tentang HIV/AIDS yang diprakarsai Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat (YPKM) Papua. Lokakarya ini digelar di ruang rapat KPA Provinsi Papua, di Dok II Kota Jayapura, Papua, Selasa (16/4).

Uji coba media dalam bentuk leaflet itu menyangkut pesan pencegahan untuk remaja dalam hubungan seks dalam kaitannya dengan pencegahan HIV/AIDS. Dalam format lokakarya itu, peserta yang terdiri dari 30 orang dibagi dalam 3 kelompok diskusi.

Mereka membahas tentang isi pesan dari isi leaflet, apakah pesan sudah dapat dimengerti, atau pesan itu sudah relevan dengan kelompok sasaran dan apakah bahasa yang digunakan sudah tepat.

Pada kelompok diskusi lain menyangkut desain dan lay out (tata letak) menyangkut model huruf, warna huruf dengan latar belakang, tata letak foto dan teks, foto atau gambar yang digunakan serta kombinasi warna lay out.

“Kalau kita lihat modul untuk remaja, saya lihat kita masih berputar pada peningkatan pengetahuan. Harusnya kita melihat areal kita pada perspektif yang lebih luas dalam hal ini hak kesehatan seksual dan reproduksi. Karena itu dia (remaja) akan berusaha mandiri dan berupaya menuntut. Saya lihat pada dua hal itu,” ungkapnya Roby  Tampono dari PKBI Papua mengomentari isi leaflet tersebut.

Lain halnya dengan Tahi Butar-Butar. Dia menilai hak-hak reproduksi belum banyak terlihat, baik perempuan maupun laki-laki dalam leaflet tersebut. “Saya kira ini menjadi catatan dari kami untuk menambahkan, “ungkapnya. Roberth Sihombing wakil dari Jayapura Suport Group (JSG) mengkritisi daftar pustaka yang dipakai. “Contoh beresiko dan tidak beresiko. Resiko rendah dan tidak beresiko rendah menggunakan daftar pustaka apa atau referensi apa,” tanya Rosi panggilan akrabnya.

Manajer Program YPKM Papua, Joiz Erlely kepada tabloidjubi.com mengatakan lokakarya itu diikuti oleh KPA kabupaten/kota dan provinsi, kelompok sasaran baik para pendeta, remaja gereja dan komunitas HIV positive. “Ini sudah uji coba ke kelompok sasaran. Kali ini untuk perbaiki leaflet supaya bisa dipakai masyarakat untuk pencegahan HIV/AIDS,” ungkap Joiz Elely. (Jubi/Roberth Wanggai)

robert

About Robert Wanggai

Robert Wanggai has written 264 post for tabloidjubi.com.

Pilihan Editor
Back To Top