MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 279.346 +1.598
  • IDX30 Index 454.269 +1.949
  • Composite Index 5144.621 +31.276
  • PEFINDO25 Listed 479.574 +6.706
  • SMI Infrastructur 364.546 +2.659
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4765.38 +16.983
  • Nikkei 225 17621.4 +411.35
  • FTSE BUR MAL KLCI 1715.99 +16.04
  • Integrated Silico 16.50 -0.17
  • S&P 500 2070.65 +9.42
  • NASDAQ-100 4281.783 +14.008

HA HA HA HATIKU SUDAH TERLANJUR CINTA PASUKAN MUTIARA HITAM

Penulis : on April 25, 2013 at 15:19:05 WP

Coach JF Tiago saat memberikan keterangan pers usai pertandingan melawan South China di Stadion Mandala pada 2011 lalu.(Jubi/dam)

Jayapura, 25/4 (Jubi)Dua minggu lalu, tepatnya pada Enam  April 2013  sebelum keputusan PSSI menunjuk pelatih Persipura JF Tiago membesut timnas Indonesia, tabloidjubi.com mengontak coach Jacksen yang waktu itu sedang di Jakarta mengurus KITAS atau Kartu Ijin Tinggal Terbatas di Indonesia. Secara bercanda tabloidjubi.com menulis pesan singkat  kepada coach Jacksen, jangan-jangan coach dipanggil untuk melatih  timnas.

“Ha ha ha hatiku sudah terlanjur cinta pasukan Mutiara Hitam,”jawab coach Jacksen melalui pesan singkatnya pada 6 April lalu kepada tabloidjubi.com. Tak beberapa lama waktu berselang ternyata coach Jacksen terpilih melatih kapten timnas Indonesia Boaz T Solossa dan kawan-kawan untuk Pra Piala Asia 2015.

Prestasi ini patut diacungi jempol bagi pelatih asing asal Brasil Jacksen F Tiago karena selama 20 tahun berkarier di Indonesia mendapat kesempatan melatih timnas  Indonesia . Walau berat tugas yang akan diemban coach Jacksen F Tiago karena Indonesia sudah kalah lawan Iraq dan lawan Saudi Arabia dengan dua pelatih kepala yang berbeda.

Meski sudah dipilih melatih timnas, ayah kandung dari Matehus Tiago dan Ayub Tiago mengaku belum memikirkan penunjukan membesut timnas Indonesia.

Badan Tim Nasional memilih Jacksen sebagai pelatih timnas pada Kamis (18/4) dan menurut. Ketua BTN, La Nyalla Matallitti,alasan pemilihan Jacksen sebagai pelatih Boaz T Solossa dan kawan-kawan lantaran  dinilai memiliki pengalaman melatih di Indonesia.

Ketua Harian Persipura yang juga anggota exco PSSI La Siya mengatakan masakan Arema Indonesia bisa mengijinkan coach RD melatih timnas SEA GAMES masakan manajemen Persipura tak mengijinkan karena ini semua demi kepentingan negara. Sedangkan Sekretaris Umum Persipura M Thamrin Sagala bilang coach JF Tiago akan membesut timnas setelah kompetisi LSI berakhir.

Pelatih kelahiran Rio de Jeneiro, 28 Mei 1968 ini,  mulai bermain bola berusia tujuh tahun di Ellemantari School atau sekolah setingkat sekolah dasar di Rio de Jeneiro . Jacksen terpilih memperkuat tim sekolahnya mengikuti turnamen antar sekolah. Usia 11 tahun pelatih asal Brasil ini bergabung dengan tim profesional Flamengo Junior untuk memperkuat Brazil mengikuti Turnamen Amerika Cup Junior Tahun 1982.”Saya diundang seorang pemandu bakat untuk bermain di klub Flamenggo. Saya mendapat suatu kehormatan di Flamengo,”kenang Jacksen F Tiago.

Pada 1990 Jacksen menjadi pemain profesional dan berhasil meraih prestasi di tingkat regional di Rio de Jeneiro. Dua tahun kemudian mantan bomber Persebaya ini memperkuat klub Botafogo meriah runner up Liga Brazil.”Saya bangga menjadi pemain cadangan dalam satu partai, tapi saya sangat bangga dapat memperkuat Botafogo,salah satu klub paling populer di Brazil,”ungkap Jacksen dengan mata berbinar.

Pelatih yang pernah membawa Persipura dua kali juara ISL ini menyadari jalan hidupnya penuh lika-liku, tapi dia tak pernah melupakan Sang Pencipta dan yang selalu keluar dari mulutnya hanya kata-kata yang memuji Tuhan sebab sampai sekarang dia bisa bertahan karena berkat Tuhan untuk dia dan keluarganya.”Semuanya mengalir bagaikan air di sungai,”ungkap Jacksen seraya bersyukur karena sampai sekarang masih terus menggeluti sepakbola.

Bagi anak-anak di Brazil bermain bola adalah sebuah kesenangan baik di rumah atau pun di sekolah.”Tidak gaul kalau anak-anak tidak menyepak bola,”kenang dia. Jacksen kecil pun menikmati masa-masa indah bersama teman-teman sebayanya di daerah kelahirannya Rio de Jeneiro. Dia bebas bermain bola, di sekitar rumahnya. Apalagi di kampungnya, animo masyarakat terhadap sepakbola sangat tinggi.”Nama saya terkenal karena walaupun usia muda, tetapi mampu bersaing melalui skill, speed and power dengan lawannya yang tengah beranjak dewasa,”kata Jacksen F Tiago. Satu hal yang tak bisa dilupakannya adalah sewaktu peristiwa kejuaraan Piala Dunia 1978 di Buenos Aires, Argentina.”Aku baru berusia 10 tahun dan aku masih ingat betul bagaimana masyarakat Brazil merayakan kemenangan tim” Samba Brazil” dengan mengecat jalan dan dinding rumah mereka dengan warna kuning biru. “Warna Bendera Brazil,”katanya.”Saat itu orang tuaku membelikan kostum untukku begitu juga teman-temanku yang lain, kostum sesuai pemain favoritnya. Teman-temanku menjuluki aku Amaral.Salah seorang lini belakang Brazil yang juga hitam seperti saya,”katanya.

Bagi anak anak di Brazil adalah suatu impian untuk memperkuat Klub Flamengo dan bermain di Stadion Maracana. Stadion kebanggaan masyarakat Brazil.”Apabila Flamenggo bermain di Maracana, saya dan teman-teman selalu menonton serta memakai kostum Flamengo,”ujar berguman suatu saat akan bermain di situ bersamaan klub kebanggaannya.(Jubi/dominggus a mampioper)

Minggus

About Dominggus Mampioper

Dominggus Mampioper has written 221 post for tabloidjubi.com.

West Papua Daily
- tabloidjubi.com
- tabloidjubi.com
- tabloidjubi.com
Pilihan Editor
Back To Top