ORANG ASLI PAPUA DIAKOMODIR BERJUALAN DI PASAR WAMANGGO

share on:

Bupati Merauke bersama Muspida tinjau Pasar Wamanggo (Jubi/Ans)

Merauke, 25/4(Jubi) –  Data  korban kebakaran Pasar Ampera tahun 2002 silam adalah 253 orang. Hanya saja, tak ada satupun nama orang asli Papua  yang ada di dalamnya.

Sehingga kebijakan yang diambil adalah memberikan kesempatan kepada orang asli agar mendapat tempat  agar bisa beraktivitas untuk berjualan sebagaimana biasa.

Hal itu disampaikan Bupati Merauke,  Romanus Mbaraka ketika memberikan sambutan pada peresmian Pasar Wamanggo, Kamis (25/4). “Memang berdasarkan data yang saya peroleh sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Merauke sebelumnya, terdapat 253 orang. Hanya saja, setelah diteliti kembali, ternyata tak ada satupun nama dari orang asli Papua. Dengan demikian, saya mengambil kebijakan untuk mengakomodir mereka,” katanya.

Dengan mengakomodir orang asli Papua, lanjut Bupati Merauke, agar adanya perimbangan di Pasar Wamanggo. Sehingga pada waktu-waktu mendatang, tidak  ada kata-kata keluar dan mengatakan, pasar  yang dibangun ini untuk siapa?  Sedangkan penempatan lainnya akan melalui proses  pengundian secara transparan oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda).

Dalam pengarahan kepada para pedagang beberapa waktu lalu, demikian Bupati Merauke, pemerintah mengambil kebijakan agar adanya pemerataan, sehingga semua orang dapat menikmatinya. “Memang banyak orang mengatakan jika dalam pembagian los maupun kios, dilakukan dengan tidak adil.  Jika dilihat dari kepentingan pribadi, tak adil, tetapi kalau dikaji dari kebijakan umum, pemerintah mengambil  langkah agar agar semua unsur terakomodir di dalam pasar,” katanya. (Jubi/Ans)

Tags:
Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  ORANG ASLI PAPUA DIAKOMODIR BERJUALAN DI PASAR WAMANGGO