LAMADI PERTANYAKAN GELAR PUREK II UNCEN

share on:
Loggo Uncen (Jubi/ist)

Jayapura, 3/5 (Jubi) –  Pemerhati pendidikan di Papua, Lamadi de Lamato meragukan gelar profesor doktor yang disandang Pembantu Rektor II Universitas Cenderawasih (Purek II Uncen), Yohanes Rante.

Pasalnya, tahun 2012, Yohanes Rante baru menyelesaikan studi doktornya. Berarti hanya dalam waktu dua tahun sudah mendapat gelar profesor.

“Rasanya sangat cepat. Saya kaget dan tidak percaya ketika menonton berita di TVRI Papua yang menyebut Yohanes Rante telah bergelar profesor,” kata Lamadi, ketika menghubungi tabloidjubi.com, di Jayapura, Papua, Jumat 3/5) sore.

“Setahu saya, gelar tersebut diperoleh dengan kriteria yang cukup rumit. Barangkalai saya tidak tahu mekanisme pemberian gelar di Uncen. Karena itu, tolong pihak Uncen mengklarifikasi masalah ini,” lanjut dia.

Menurut Lamadi, ada yang aneh di universitas negeri tertua di Tanah Papua ini. Hingga berita ini ditulis, soal kebenaran informasi ini, Yohanes Rante dan pihak Uncen belum dikonfirmasi.

Namun, dalam website resmi Uncen (http://unicen.ac.id/profil-universitas/manajemen/) disebutkan, Pembantu Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha, Dr. Y. Rante, M.Si semasa Festus Simbiak sebagai Rektor sementara. (Jubi/Timoteus Marten)

Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  LAMADI PERTANYAKAN GELAR PUREK II UNCEN