MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 269.562 -0.746
  • IDX30 Index 437.422 -1.053
  • Composite Index 5029.344 -11.188
  • PEFINDO25 Listed 460.336 -1.197
  • SMI Infrastructur 359.207 -1.026
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4387.90 +71.825
  • Nikkei 225 14804.28 -306.95
  • FTSE BUR MAL KLCI 1796.22 -6.92
  • Integrated Silico 12.51 +0.20
  • S&P 500 1928.11 +24.10
  • NASDAQ-100 3936.678 +66.60

POLISI KLAIM PENEMBAKAN SORONG SESUAI PROSEDUR

Penulis : on May 4, 2013 at 21:50:56 WP
Victor Mambor

Jenazah Yang Diduga Korban Penembakan. (Suarapapua.com)

Jayapura, 4/5 (Jubi) – Pihak kepolisian mengklaim penembakan yang menewaskan dua warga Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat, Abner Malagawak (22) dan Thomas Blesua (28), 1 Mei lalu udah sesuai prosedur.

Juru Bicara Polda Papua, Kombes Pol I Gede Sumerat Jaya mengatakan, penembakan itu sesuai prosedur yang diatur undang-undang yakni pasal 48 dan 49 KUHP, dimana saat polisi terancam sesuai diskresinya bisa melakukan pembelaan dengan mengeluarkan tembakan melumpuhkan.

“Polisi terpaksa harus melakukan pembelaan diri dengan mengeluarkan tembakan, karena ratusan massa yang menggelar aksi demo menyerang menggunakan senjata tajam. Massa anarkis, menyerang anggota yang sedang berpatroli, serta membakar mobil Wakapolres Aimas, sehingga sesuai prosedur dikeluarkan tembakan pembelaan diri,” kata I Gede saat dikonfirmasi tabloidjubi.com, Sabtu malam (4/5).

Menurutnya, polisi juga sudah melakukan olah TKP, Sabtu (4/5) pukul 10.00 WIT di kediaman IK yang diduga sebagai pimpinan Papua Merdeka wilayah Aimas yang memimpin aksi demo saat peristiwa penembakan terjadi. Olah TKP dipimpin langsung Wakapolda Papua, Brigjen Paulus Waterpauw.

“Dari lokasi ditemukan ratusan amunisi senjata laras panjang dan pendek, sepucuk senjata api rakitan jenis FN, senjata tajam, bendera Bintang Kejora, serta kartu anggota Papua Merdeka. Sedangkan IK sampai saat ini belum diketahui keberadaannya. Dia menghilang dan masih dicari. Namun polisi akan mengedepankan cara persuasif dengan meminta tokoh agama menjadi fasilitator agar IK dan kelompoknya menyerahkan diri secara sukarela. Jika tidak akan dijadikan buron,” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya hingga kini juga belum mengetahui keberadaan kedua jasad yang disebut-sebut sebagai korban penembakan. Selain itu, pihak kepolisian belum memeriksa seorangpun saksi apalagi menetapkan tersangka.

“Informasinya sudah dikubur. Namun belum bisa dipastikan. Sebenarnya kami ingin jasadnya diotopsi guna mengetahui jenis proyektil yang bersarang di tubuh keduanya. Untuk penyelidikan lebih lanjut, kami masih menunggu hasil pertemuan yang akan dilakukan, Senin (6/5) yang difasilitasi pemuka agama setempat dengan Wakapolda dan dari pihak TNI,” katanya.

Sebelumnya dua warga Aimas yang diklaim pihak kepolisian sebagai aktivis Papua merdeka Abner Malagawak (22) dan Thomas Blesua (28) tewas ditembak saat keduanya bersama ratusan rekannya menggelar aksi demo memperingati hari aneksasi Papua ke dalam NKRI, I Mei lalu. (Jubi/Arjuna)    

arjuna

About Arjuna Pademme

Arjuna Pademme has written 1170 post for tabloidjubi.com.

Pilihan Editor
Back To Top