MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 271.043 +2.485
  • IDX30 Index 445.177 +3.578
  • Composite Index 5089.547 +30.698
  • PEFINDO25 Listed 461.572 +3.334
  • SMI Infrastructur 359.773 +3.553
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4630.742 +64.604
  • Nikkei 225 16413.76 +755.56
  • FTSE BUR MAL KLCI 1855.15 +12.37
  • Integrated Silico 13.58 +0.72
  • S&P 500 2018.05 +23.40
  • NASDAQ-100 4158.21 +57.574

OPM BUKA KANTOR DI INGGRIS, DUBES INGGRIS : “DEWAN TAK DIARAHKAN OLEH PEMERINTAH”

Penulis : on May 5, 2013 at 10:20:10 WP
-

Dubes Inggris untuk Indonesia, Mark Canning (British Embassy)

Jayapura, 5/5 (Jubi) – Menanggapi rencana pemanggilan Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Joko Suyanto, Kedutaan Besar Inggris (Kedubes) mengatakan Dewan di Inggris tak diarahkan dengan cara apapun oleh pemerintah.

“Saya berharap untuk menjelaskan posisi kami terhadap subjek, yang kami tahu adalah salah satu yang sensitif buat Pemerintah Indonesia.” demikian disampaikan Dubes Inggris, Mark Canning melalui rilis persnya di laman facebook Kedubes Inggris, Sabtu (4/5).

Rilis pers ini diterbitkan oleh Kedubes Inggris berkaitan dengan rencana pemanggilan Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan untuk meminta penjelasan resmi dari pemerintah Inggris menyusul kabar pembukaan kantor perwakilan Papua Merdeka di kota Oxford, Inggris baru-baru ini.

“Seperti yang kami jelaskan kepada Duta Besar Indonesia Bapak Thayeb di London, Jumat (3/5) pandangan dari Dewan Oxford dan Bapak (Benny) Wenda, tidak harus dilihat sebagai cerminan Pemerintah Inggris. Dewan, seperti semua dewan di Inggris, bebas untuk mendukung apa pun. Mereka bukan bagian dari pemerintah. Mereka tidak diarahkan dengan cara apapun oleh pemerintah.” kata Canning dalam rilis pers itu.

Dubes Inggris juga menyampaikan bahwa pemerintah Inggris menganggap Papua sebagai bagian dari Indonesia dan ingin menikmati kedamaian dan kemakmuran sebagai bagian Indonesia.

Meski demikian, Canning mengakui bahwa mereka tak bisa menampikan pernyataan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Navi Pilay Jumat (3/5) yang mengkhawatirkan penanganan hak asasi manusia di Papua.
“Kami, bagaimanapun, berbagi sentimen yang diungkapkan oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Navi Pilay Jumat (3/5/13) ketika ia mengatakan bahwa ada kekhawatiran hak asasi manusia yang perlu ditangani. Saya tentu saja menyadari bahwa upaya sedang dilakukan untuk memperbaiki ini, serta untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi dan sosial, dan kami sepenuhnya mendukung mereka. Kami tetap berhubungan dengan semua orang yang mencoba untuk bergerak maju Papua, termasuk Gubernur baru, yang saya temui minggu lalu.” kata Canning.

Sebelumnya, diberitakan oleh berbagai media, Kantor perwakilan Papua Merdeka secara resmi dibuka di Oxford, Inggris pada 28 April lalu. Pembukaan kantor ini dihadiri Walikota Oxford Mohammaed Niaz Abbasi, anggota Parlemen Inggris, Andrew Smith, dan mantan Walikota Oxford, Elise Benjamin. Andrew Smith dalam kesempatan tersebut, menegaskan kembali komitmennya untuk terus membantu Papua melalui Parlemen Internasional Untuk Papua yang telah dibentuk dua tahun lalu. (Jubi/Victor Mambor)

victo

About Victor Mambor

Victor Mambor has written 145 post for tabloidjubi.com.

Ajax spinner
Pilihan Editor
Back To Top