MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 268.558 -0.709
  • IDX30 Index 441.599 -1.651
  • Composite Index 5058.849 -15.207
  • PEFINDO25 Listed 458.238 -1.565
  • SMI Infrastructur 356.22 -0.857
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4541.556 -7.67
  • Nikkei 225 15658.2 +104.29
  • FTSE BUR MAL KLCI 1842.78 +3.23
  • Integrated Silico 12.41 -0.30
  • S&P 500 1986.03 +3.73
  • NASDAQ-100 4081.78 -8.773

INSIDEN PENEMBAKAN DI SORONG TELAN SATU KORBAN JIWA LAGI

Penulis : on May 7, 2013 at 00:27:57 WP
Victor Mambor

Dua jenazah korban tembakan aparat keamanan di Soong, 30 April lalu. (Suarapapua.com)

Jayapura, 06/05 (Jubi) – Insiden penembakan terhadap warga Sorong di Distrik Aimas pada tanggal 30 April 2013 lalu, hari ini menelan korban jiwa lagi. Salomina Kalaibin, seorang ibu berusia 42 tahun malam ini (Senin, 6/5) meninggal dunia setelah dioperasi tanggal 3 Mei karena peluru yang bersarang di perutnya.

Salomina Kalaibin, menurut seorang aktivis LSM di Sorong bernama Fredi, meninggal dunia di Rumah Sakit Sele Bessu, Sorong pukul 22.00 WIT.
“Ibu dioperasi tanggal 3 Mei karena peluru yang bersarang di perutnya dan juga mengenai tangan kanannya. Tapi tadi dia sudah meninggal sekitar pukul 20.00 WIT.” kata Fredi kepada Jubi, Senin (6/5) malam.

Menurut Fredi, peluru yang bersarang di perut Salomina diduga peluru dari aparat keamanan yang ditembakkan sewaktu insiden antara aparat keamanan dengan warga Distrik Aimas tanggal 30 April lalu. Ibu Salomina, yang merupakan satu dari tiga orang yang terluka akibat tembakan tersebut, sempat dirawat terlebih dulu di Rumah Sakit, sebelum kemudian dokter melakukan operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di perutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tanggal 30 April lalu, terjadi insiden penembakan oleh aparat keamanan di Distrik Aimas, Sorong. Aparat keamanan mengklaim melakukan penembakan tersebut untuk membela diri karena ratusan massa yang sedang mempersiapkan aksi demo untuk tanggal 1 Mei, menyerang menggunakan senjata tajam dan menyerang anggota yang sedang berpatroli serta membakar mobil Wakapolres Aimas. Namun tembakan tersebut malah mengakibatkan dua warga Sorong, yakni Abner Malagawak  (22 tahun) dan  Thomas Blesia (28 tahun) tewas saat berada dalam posko aksi. Tak hanya itu, tiga  warga lainnya yang berada dalam posko itu, mengalami luka-luka akibat kena tembakan. Salah satunya, Salomina Kalaibin.

Robert Djitmau, Dosen Universitas Cenderawasih yang berasal dari Sorong, meminta Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat bertanggungjawab terhadap insiden ini.
“Semestinya, otoritas sipil bertindak tegas dalam kasus seperti ini. Sebagai anak Sorong, saya menuntut Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat bertanggungjawab terhadap insiden ini.” kata Robert. (Jubi/Benny Mawel)

benny

About Benny Mawel

Benny Mawel has written 340 post for tabloidjubi.com.

Ajax spinner
Pilihan Editor
Back To Top