MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 270.358 -1.973
  • IDX30 Index 441.991 -2.246
  • Composite Index 5073.068 -30.45
  • PEFINDO25 Listed 468.426 -7.535
  • SMI Infrastructur 363.122 -1.398
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4469.264 +16.472
  • Nikkei 225 15291.64 +152.68
  • FTSE BUR MAL KLCI 1818.86 +8.18
  • Integrated Silico 12.50 -0.05
  • S&P 500 1959.56 +8.74
  • NASDAQ-100 4027.502 +15.234

IPMADO DILANTIK, KELUHKAN PERHATIAN PEMDA SETEMPAT

Penulis : on May 7, 2013 at 20:32:02 WP
CUNDING LEVI

Pengurus IPMADO (Jubi/Timoteus)

Jayapura, 7/5 (Jubi) - Pengurus Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Dogiyai (IPMADO) dilantik Selasa (7/5). Namun mereka masih merindukan perhatian pemerintah daerah (Pemda) setempat.

Pasalnya, hingga kini, belum ada asrama bagi mahasiswa. Banyak di antara mereka yang terpaksa tinggal di rumah kontrakan atau indekos. Bahkan ada yang ‘nempel’ di asrama mahasiswa Pemda Nabire.

“Kami mahasiswa sebagai tali bagi kabupaten Dogiyai. Kami meminta pemerintah daerah untuk perhatikan kami, terutama beassiwa, asrama dan studi langka,” kata Damianus W. Dogomo, Ketua Rumpun Pelajar

Mahasiswa Siriwo Mapia Piyaiye Topo Wanggar (RPM Simapitowa), kepada wartawan usai pelantikan, di Kampkei, Kota Jayapura, Selasa (7/5) sore.

Selain itu, beasiswa juga harus diberikan kepada sejumlah mahasiswa yang sedang belajar di Jayapura. Hingga kini, tercatat 700-an mahasiswa asal kabupaten Dogiyai yang belajar di Jayapura. Undang-undang dasar negara Indonesia menyatakan, semua warga berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

Wakil Ketua terpilih IPMADO, Philemon B. Keiya berupaya untuk mengusulkan Pemda Dogiyai untuk pengadaan asrama bagi mahasiswa asal kabupaten itu. “Kami akan memperjuangkan hak-hak mahasiswa. Dan kami yakin, pemerintah siap memperhatikan kami,” kata Philemon.

Sebagai penerus generasi, mahasiswa diharapkan menjadi corong dan agen perubahan. Karena itu, Ketua Dewan Pertimbangan IPMADO, Stefanus Iyai berharap, mahasiswa tetap menjalankan fungsi kontrol untuk mengkawal jalannya roda pemerintahan di kabupatennya. “Ini (IPMADO) wadah fungsi kontrol. Jika Pemda tidak memperhatikan masyarakat, kita bisa memprotes,” kata Stefanus. (Jubi/Timoteus Marten)

timo

About Timoteus Marten

Timoteus Marten has written 11 post for tabloidjubi.com.

West Papua Daily
Ajax spinner
Pilihan Editor
Back To Top