MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 279.346 +1.598
  • IDX30 Index 454.269 +1.949
  • Composite Index 5144.621 +31.276
  • PEFINDO25 Listed 479.574 +6.706
  • SMI Infrastructur 364.546 +2.659
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4765.38 +16.983
  • Nikkei 225 17621.4 +411.35
  • FTSE BUR MAL KLCI 1715.99 +16.04
  • Integrated Silico 16.50 -0.17
  • S&P 500 2070.65 +9.42
  • NASDAQ-100 4281.783 +14.008

LMA JAYAWIJAYA PERTANYAKAN PENGURANGAN DANA OPERASIONAL

Penulis : on May 7, 2013 at 20:26:38 WP
Victor Mambor

Aksi demo LMA Jayawijaya di Kantor DPRD Jayawijaya yang menuntut hak mereka yaitu dana operasional yang semakin tahun terus menurun. (Jubi/Islami)

Wamena, 7/5 (Jubi) – Para Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) dari 40 Distrik se – Kabupaten Jayawijaya mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Jayawijaya, hari ini, Selasa (7/5) untuk mempertanyakan pengurangan dana operasional anggota LMA sejak 2011 hingga 2013.

Dengan menggelar aksi demo di halaman Kantor DPRD Jayawijaya, seluruh anggota LMA se Kabupaten Jayawijaya meminta kepada anggota dewan agar memperjuangkan tuntutan mereka.

Menurut Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Jayawijaya, Kayoh Hubi, kehidran seluruh anggota LMA di Jayawijaya ini untuk menuntut dan mempertanyakan pemotongan dana operasional anggota LMA sejak tahun 2011 yang angkanya terus turun hingga 2013 ini.
“Sejak tahun 2007 ditetapkan dana operasional untuk LMA Jayawijaya sebesar Rp.3 Milliar per satu tahun anggaran sesuai SK, namun sejak tahun 2011 hingga 2013 ini anggarannya terus turun,” ujar Kayoh Hubi kepada wartawan usai menyampaikan aspirasi kepada anggota Dewan, kemarin.

Diakui Kayoh Hubi, pada tahun 2011 dana operasional LMA Jayawijaya dari Rp.3 Milliar menjadi Rp.800 juta-an, tahun 2012 turun lagi Rp.700 juta-an dan 2013 ini hanya diterima sebesar Rp.200 juta-an. Maka dari itu, LMA kabupaten, LMA distrik hingga LMA kampung di 40 Distrik datang ke DPRD Jayawijaya untuk menuntut hak mereka, karena pengurangan atau pemotongan anggaran ini tidak jelas.
“Kalau pemerintah Kabupaten Jayawijaya tidak menjawab tuntutan ini, kami akan lanjut lagi ke provinsi,” tandasnya.
Sementara Anggota Komisi A DPRD Jayawijaya, Jimi Asso yang menerima aspirasi tuntutan LMA didampingi Sekwan DPRD Jayawijaya, Tony Mayor, S.Pd mengatakan, aspirasi yang disampaikan akan diteruskan ke pimpinan dewan dan juga akan meminta keterangan pihak eksekutif.

“Kami tanggapi positif, mereka juga sudah kerja maksimal. Pemerintah sudah memberikan SK untuk LMA melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan adat, tetapi anggaran yang pernah mereka usulkan sebesar Rp. 3 Milliar sangat drastis turunnya, makanya kita perlu pertanyakan ke pihak eksekutif dalam hal ini tim anggaran,” tegas Jimi Asso kepada wartawan.

Ditambahkan Jimi Asso, dari dana Rp.200 juta-an yang diterima LMA tahun ini dirasakan tidak cukup untuk memberikan operasional LMA di 40 Distrik di Kabupaten Jayawijaya.
“Oleh karena itu, DPRD akan meninjau kembali setelah menerima aspirasi dari seluruh Ketua LMA, kami akan laporkan ke pimpinan DPRD kemudian ambil langkah dengan semua anggota LMA di 40 Distrik termasuk pemerintah daerah,” tandasnya. (Jubi/Islami)

islami

About Islami Adisubrata

Islami Adisubrata has written 247 post for tabloidjubi.com.

West Papua Daily
- tabloidjubi.com
- tabloidjubi.com
- tabloidjubi.com
Pilihan Editor
Back To Top