full screen background image
ORANG PAPUA BACA JUBI tabloidjubi.com

Orang Papua Baca Jubi”

Liputan Khusus
“Tindak Lanjut Kebijakan Presiden Jokowi Untuk Papua Tanah Damai”

MASYARAKAT LOKAL HARUS DIDAMPINGI UNTUK TANAM PADI

SAYA KOMEN!!!


Kepala Distrik Elikobel, Fransiskus Kamijay. Jubi/Ans

Merauke, 8/5 (Jubi) – Masyarakat  asli Papua yang tinggal di kampung-kampung di Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, memiliki niat dan keinginan sangat besar untuk membuka lahan agar ditanami padi. Hanya saja, persoalan yang mereka alami dan rasakan selama ini adalah tidak adanya pendampingan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Kepala Distrik Elikobel, Fransiskus Kamijay yang ditemui tabloidjubi.com di Kantor Bappeda Merauke, Selasa (7/5) menjelaskan, pihaknya sudah melakukan kunjungan kerja di kampung-kampung terutama yang dihuni oleh orang asli Papua dan mereka mempunyai keinginan sangat besar untuk membuka lahan agar dapat ditanami padi. “Saya sudah menyampaikan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Bambang Dwiatmoko penempatan tenaga PPL dan telah diresponi dengan baik,” katanya.

Dalam waktu dekat juga, lanjut Frans, akan dibuka tujuh hektar di Bupul Kampung yang melibatkan secara langsung masyarakat lokal. “Ya, sudah pasti pendampingan secara melekat akan dilakukan oleh instansi terkait, termasuk juga penempatan petugas. Sehingga mereka membantu untuk memberikan serta melatih warga setempat tentang cara menanam  padi yang baik dan benar,” ujarnya.

Home content advertisement before tabbed

Lebih lanjut Frans menjelaskan, dalam tahun 2012 lalu, hasil cetak sawah yang dilakukan adalah kurang lebih 450 hektar. Namun, itu lebih banyak dilakukan oleh orang-orang di lokasi trans. “Saya punya strategi khusus sekarang  untuk bagaimana memberikan dorongan serta motivasi kepada masyarakat asli Papua agar mereka membuka lahan dengan tetap dilakukan pendampingan secara melekat oleh instansi terkait,” tandasnya.

Selain pembukaan lahan untuk ditanami padi, demikian Frans, masyarakat juga didorong mengembangkan tanaman karet. Karena memiliki prospek sangat menjanjikan. Secara umum di dua belas kampung yang tersebar di Distrik Elikobel, masyarakat sudah mulai menanam. Hanya masih dalam jumlah yang sangat terbatas. “Ada juga yang sedang dipanen tetapi itu adalah  hasil kerja keras dari para pendahulu,” tuturnya. (Jubi/Ans)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT © JUBI 2015
QR:  MASYARAKAT LOKAL HARUS DIDAMPINGI UNTUK TANAM PADI


Teras Lampung | Ekuatorial | Berita Lingkungan | DeGorontalo | Kabar Kota | Berita Bali | Kalteng Pos | News Balikpapan | Sultra Satu | Suara Kendari | Celebes.Co | Kabar Selebes | Suara Papua | Majalah Selangkah | Cahaya Papua | Aceh Traffic | Aceh Baru | Ranah Minang | News Balikpapan | Suara | Suara Kendari | Sultra Satu | Kabar Makassar | Kabar Medan | Kabar Pulau | Merdeka | Radio New Zealand | Solomon Star | Vanuatu Daily | PINA | Islands Business | Fiji Sun | Maori Television | Post Courier

Copyright All rights reserved 2015 tabloidjubi.com. Dedicated for West Papuan | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua