MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 271.043 +2.485
  • IDX30 Index 445.177 +3.578
  • Composite Index 5089.547 +30.698
  • PEFINDO25 Listed 461.572 +3.334
  • SMI Infrastructur 359.773 +3.553
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4630.742 +64.604
  • Nikkei 225 16413.76 +755.56
  • FTSE BUR MAL KLCI 1855.15 +12.37
  • Integrated Silico 13.58 +0.72
  • S&P 500 2018.05 +23.40
  • NASDAQ-100 4158.21 +57.574

POLA PIKIR PEKERJA ASLI PAPUA HARUS DIRUBAH

Penulis : on May 7, 2013 at 20:49:57 WP
CUNDING LEVI

Kepala Disnakerduk Papua, Yan Piet Rawar (Jubi/Alex)

Jayapura, 7/5 (Jubi) - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Provinsi Papua Yan Piet Rawar mengatakan, pola pikir para pekerja asli Papua harus terus dirubah dengan pembinaan-pembinaan. Hal ini penting dilakukan agar ketrampilan kerja yang didapat dari pelatihan bisa digunakan untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.
 
“Ini perlu dilakukan terobosan-terobosan. Setidaknya apa yang diperoleh dari pelatihan-pelatihan dapat digunakan untuk membuka lapangan kerja sendiri, sehingga mampu bersaing dengan sesamanya dari luar yang datang bekerja di Papua,” kata Yan Piet Rawar kepada wartawan, di Jayapura, Selasa (7/5).

Menurut Dia, berbeda dengan saudara-saudara bukan asli Papua yang datang ke Papua, dimana ketika mereka tiba di Papua sudah tertanam motivasi untuk berwirausaha dalam menciptakan lapangan pekerjannya sendiri dan mampu menghasilkan kinerja usaha yang baik pula.

“Saudara-saudara kita dari luar Papua ketika datang ke sini sudah ada motivasi dan mampu melihat potensi yang ada dan mereka menyatakan ini sebagai lahan subur yang bisa dikelola untuk hasilkan pendapatan ekonomi yang besar. Sedangkan para pekerja asli Papua ini melihat sebagai lahan tandus, sehingga bingung dari mana memulai usahanya. Pola pikir ini yang harus dirubah,” tandasnya.

Dikatakannya, kita perlu belajar dari negara-negara yang rakyatnya mulai bangkit seperti Afrika dan sebagainya, yang mana pemerintahnya terus berusaha merubah cara pikir mereka dalam memajukan usahanya, juga tidak terlepas dari pihak perbankan yang memberikan ruang untuk rakyat di negara tersebut berakses untuk mendapatkan modal usaha.

“Jumlah para Pencaker di Papua ini sangat tinggi, meski telah dilatih ketrampilan teknisnya maupun ketrampilan manajemen usahanya, tapi kendalanya adalah selain permodalan, tapi juga pola berpikir untuk usahanya maju masih sangat minim, dalam hal ini motivasi berusahanya,” katanya. (Jubi/Alex)

alex

About Alexander Loen

Alexander Loen has written 580 post for tabloidjubi.com.

Ajax spinner
Pilihan Editor
Back To Top