• Bendera Fiji di (Jubi/Mawel)
  • Bimtek Peningkatan Kapasitas Bagi Pengurus Parpol. (Jubi-Alex).jpg
  • Hanock Mariai
  • Suasana pertemuan 35 calon legislatif terpilih Anggota DPRD Mimika (Jubi/Istimewa)
  • Andreas Gobay (JUBI/Mecky)
  • Ketua Bawaslu Papua, Robert Horik. (Jubi/Arjuna)
  • Ketua Bawaslu Papua, Robert Horik Bersam Ketua Forum Demokrasi Papua, Yanuel Matuan. (Jubi/Arjuna)
  • Caleg DPR Papua dari Partai Hanura, Kenius Kogoya. (Jubi/Arjuna)
  • Massa Pendukung Caleg Ketika Mendatangi Kantor KPU Papua. (Jubi/Arjuna)
  • Massa Pendukung Caleg Ketika Mendatangi Kantor KPU Papua. (Jubi/Arjuna)
  • Ketua KPU Papua Adam Arisoi. (Jubi/Arjuna)
  • Suasana Sidang Paripurna DPR Papua Ketika Pengesahan Raperdasus Kursi Untuk Orang Asli Papua. (Jubi/Arjuna)
  • JW DW Duduk Di Belakang Penasehat Hukun, Saat Jalani Sidang Akhir Bulan Lalu (Jubi-Aprila)
  • Novela Nawipa. (Jubi/Facebook.com)
  • Novela Nawipa. (Jubi/Facebook.com)
  • Ilustrasi Noken. (IST)
  • Ilustrasi Logo KPU. (IST)
  • Kapolda Papua, Brigjen Yotje Mende. (Jubi/Arjuna)
  • Ilustrasi Anggota Polisi. (Jubi/Arjuna)
  • Ilustrasi Pemilu 2014 (beritakendal.com)
  • KPU, Bawaslu dan Anggota KPUD Sedang Berdiskusi Untuk Mencocokan data. (Jubi/Alex)
  • Ketua BARA JP Provinsi Papua, Yakoba Lokbere (kacamata) di dampingi KEtua LMA Papua, Lenis Kogoya dan relawan Jokowi (Jubi/Indrayadi TH)
  • Foto , Jubi  Rapat Rekapitulasi  KPU Kabupaten Sorong Selatan
  • Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilpres Tingkat Provinsi. (Jubi/Alex)
  • Ketua KPU Biak Numfor, Jackson Maryen Didampingi Anggota KPU Papua, Musa Sombuk Saat Berikan Keterangan Pers. (Jubi/Alex)
  • Puncak Gunung Cartenz (belantaraindonesia.org)
  • Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilpres Tingkat Provinsi. (Jubi/Alex)
  • Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilpres Tingkat Provinsi. (Jubi/Alex)
  • Logo Kabupaten Intan Jaya (Foto: sanironni.blogspot.com)
  • Data pemilih dalam Pilpres 2014. Diolah dari hasil Pleno Pilpres Kota Jayapura (Jubi)
  • Penyamatan tanda kebesaran Papua kepada Jokowi di Kampung Harapan, Sentani (Jubi/Mecky)
  • Ilustrasi Kotak Suara (Jubi/Indrayadi TH)
  • Logo KPK (IST)
  • Jokowi-JK (Net)
  • Real Count Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di Provinsi Papua Barat (IST)
  • Sekretariat KPU Papua di Hotel Merbau Sentani. (Jubi/Albert Yomo)
  • Ketua KPU Jayawijaya, Adi Wetipo (Jubi/Islami)
  • Rapat pleno terbuka KPU Kota Jayapura Rekapitulasi dan Sertifikasi Perolehan suara Pilpres Kota Jayapura(jubi/Sindung)
  • Pelaksanaan pleno yang berlangsung di Aula BEla Fiesta
Penerbit : PT. Jujur Bicara Papua - SK Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-19550.40.10.2014

PROYEKTIL DI TUBUH SOLOMINA BUKAN STANDAR APARAT

    H E A D L I N E :

    Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya. (Jubi/Arjuna)

    Jayapura, 7/5 (Jubi) – Pihak kepolisian mengklaim, proyektil  yang bersarang di tubuh Solomina Kalabin (42 tahun), salah satu korban penembakan di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat bukan amunisi standar yang biasa digunakan TNI/Polri.

    Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya mengatakan, proyektil yang dikeluarkan dari tubuh Solomina bukan amunisi senjata organik standar TNI/ Polri. “Informasi yang kami peroleh seperti itu. Hanya saja belum diketahui secara pasti jenis kaliber proyektil itu karena kami belum menerima hasil otopsi yang dilakukan dokter,” kata I Gede, Selasa (7/5).

    Menurutnya, saat penyisiran anggota juga menyita amunisi. Namun amunisi itu bukan standar senjata api organik yang dipakai TNI/Polri. Kaliber yang disita, yakni kaliber 30 dan 32 dan tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yan bermain, karena saat itu kisruh dan gelap. “Bisa saja amunisi itu berasal dari Senpi rakitan. Namun untuk yang dua orang meninggal lalu kita tidak tahu apakah karena ditembak atau apa. Harusnya saat itu dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebabnya agar jelas dan tidak saling tuduh,” ujarnya.

    Dikatakan, ketika penyisaran lalu anggota polisi juga juga menyita peta Polres dan instalasi militer. Dari keterangan keenam orang yang ditetapkan sebagai tersangka ditahui itulah lokasi yang akan diserang. “Jadi memang ada rencana penyerangan. Memang keenam tersangka itu aktif melakukan perlawan kepada pemerintah. Mereka adalah ikut merencakan pengibaran bendera Bintang Kejora di Aimas lalu,” kata I Gede.

    Sementara itu salah satu aktivis LSM di Sorong, Fredi mengatakan, Salomina Kalaibin dioperasi 3 Mei guna mengelurkan proyektil peluru yang bersarang di perut dan juga mengenai tangan kanannya.

    “Dia meninggal, Senin malam (6/5) sekitar pukul 20.00 WIT. Peluru yang bersarang di perutnya diduga peluru aparat keamanan yang ditembakkan saat terjadi insiden antara aparat dengan warga Distrik Aimas, 30 April lalu. Ibu Salomina, yang merupakan satu dari tiga orang yang terluka akibat tembakan tersebut, sempat dirawat terlebih dulu di Rumah Sakit, sebelum kemudian dokter melakukan operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di perutnya,” kata Fredi ke tabloidjubi.com, Senin (6/5) malam. (Jubi/Arjuna) 

    arjuna

    About Arjuna Pademme

    Arjuna Pademme has written 1032 post for tabloidjubi.com.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Friend: ,
UA-36245146-1