MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 272.561 +0.592
  • IDX30 Index 443.125 +1.455
  • Composite Index 5090.423 +16.1
  • PEFINDO25 Listed 471.134 +3.884
  • SMI Infrastructur 362.853 +0.283
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4382.847 -36.632
  • Nikkei 225 15108.94 -86.829
  • FTSE BUR MAL KLCI 1808.55 +12.33
  • Integrated Silico 12.25 -0.18
  • S&P 500 1927.11 -14.17
  • NASDAQ-100 3949.587 -21.805

PENGAJUAN RAPBD KABUPATEN PUNCAK CAPAI 1,2 TRILIUN

Penulis : on May 8, 2013 at 19:01:57 WP
CUNDING LEVI

Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik, saat di wawancara (Jubi/Eveerth)

Jayapura, 8/5 (Jubi) - Sidang Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Puncak, Provinsi Papua mengajukan total Rp 1, 2 triliun, yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan keamanan setempat.

Hal ini terungkap dalam sidang RAPBD tahun 2013, yang dihadiri seluruh anggota DPRD Kabupaten Puncak, serta beberapa pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Puncak di Hotel Sahid Papua, Entrop, di Kota Jayapura, Papua, Rabu (8/5).

Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik mengatakan, dalam sidang RAPBD telah dibahas RAPBD bersama dengan DPRD setempat senilai Rp 1,2 triliun. “Dari total dana APBD itu,  nantinya akan terserap paling banyak untuk pemulihan keamanan, pembukaan keterisolasian dengan peningkatan infrastruktur, penyediaan tenaga kesehatan serta pendidikan,” katanya, usai acara sidang di Hotel Sahid, Entrop, Kota Jayapura, Papua, Rabu (8/5).

Pihaknya mengakui, alasan pembahasan RAPBD dilakukan di Jayapura lantaran keamanan daerah tersebut belum kondusif, namun dengan total dana yang besar ini, kiranya cukup untuk membuka keterisolasian di daerah. “Dengan dana 1,2  triliun yang akan kita kelola dalam tahun 2013. Dapat keterisolasian daerah serta bidang infrastruktur lainnya untuk membangun, keyakinan Tuhan bersama kami dalam membangun,” paparnya.

Sebagai informasi, APBD yang kini tercatat merupakan yang pertama sejak bupati definitive pertama, Willem Wandik bersama Wakil Bupati, Refinus Telenggen, yang dilantik pada tanggal 26 April 2013 lalu. Kabupaten Puncak mulai dimekarkan pada tahun 2008 dari Kabupaten Puncak Jaya. Saat ini kabupaten yang luasnya mencapai 8000-an KM2, terdiri dari 80 kampung yang tersebar di 8 distrik dengan jumlah penduduk lebih dari 170 ribu jiwa.

Menurut Willem, dalam 100 hari ini, pihaknya juga akan mencoba reorganisasi sesuai dengan kebutuhan yang ada di Puncak. Sedangkan terkait keamanan, dirinya juga akan membuka jalur antar satu sama lain. Karena jika keamanan berjalan baik, maka semua yang direncanakan bisa berjalan. Ini sudah menjadi tugas bupati dan wakil bupati, sesuai arahan dari gubernur sebagai anak daerah disana.

“Saya minta dukugan dari masyarakat saya, karena kami ini kalian punya bupati dan wakil bupati yang di tunggu-tunggu. Kalau orang tua kami menerima kami dengan sungguh-sungguh, maka kami juga bisa membuat apa yang diharapkan masyarakat dengan kemampuan kami,” tandasnya.

Kabupaten Puncak adalah sebuah kabupaten di Provinsi Papua, Indonesia. Kabupaten ini dibentuk pada tanggal 4 Januari 2008 berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2008, bersama-sama dengan pembentukan 5 kabupaten lainnya di Papua. Peresmiannya dilakukan oleh Mendagri Mardiyanto pada tanggal 21 Juni 2008. Kabupaten Puncak adalah hasil pemekaran dari Kabupaten Puncak Jaya. (Jubi/Eveerth)

eveert

About Eveert Joumilena

Eveert Joumilena has written 376 post for tabloidjubi.com.

West Papua Daily
Pilihan Editor
Back To Top