MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 270.358 -1.973
  • IDX30 Index 441.991 -2.246
  • Composite Index 5073.068 -30.45
  • PEFINDO25 Listed 468.426 -7.535
  • SMI Infrastructur 363.122 -1.398
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4483.715 +30.923
  • Nikkei 225 15291.64 +152.68
  • FTSE BUR MAL KLCI 1818.86 +8.18
  • Integrated Silico 12.49 -0.06
  • S&P 500 1964.58 +13.76
  • NASDAQ-100 4042.017 +29.749

LONGSOR DI FREEPORT MURNI KECELAKAAN KERJA BUKAN BENCANA

Penulis : on May 15, 2013 at 13:22:24 WP
Abe Yomo

Kepala BPBD Papua, Didi Agus Prihatno (Jubi/Alex)

Jayapura (15/5) — Dua karyawan PT Freeport yang terjebak longsoran di areal Underground QMS Biggosan Mill 74, pada Selasa (14/5) sekitar Pukul 09.00 Wit kemarin, dinyatakan tewas, yakni atas nama Andarias Msen dan Kenny Wanggai. Dimana dari 40 orang karyawan yang tertimbun longsor, enam orang berhasil ditemukan, namun dua orang dinyatakan tewas, sementara empat orang lainnya selamat dan kini sedang dirawat intensif di rumah sakit setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua, Didi Agus Prihatno kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (15/5) mengatakan, longsor di areal PT Freeport adalah murni kecelakaan kerja bukan bencana, karena kalau bencana sesuai amanat Undang-Undang adalah suatu kejadian yang disebabkan oleh fenomena alam, non alam atau ulah manusia yang mengakibatkan terhentinya kehidupan masyarakat, dimana dampaknya muncul korban jiwa, rusaknya prasarana umum/penghunian dan lingkungan serta infrastruktur.

“Jadi dalam konteks longsor di fasilitas pelatihan pertambangan bawah tanah PT Freeport, tepatnya mill 74 lebih kepada kecelakaan kerja. Misalnya dia dikatakan sebagai bencana karena ulah manusia berarti ini kegagalan teknologi, tetapi kasus ini tidak mengganggu dan menghambat kehidupan masyarakat, maka itu belum masuk kategori bencana. Dampaknya kan lokal, ini baru kasus kecelakaan kerja yang dalam hal ini domainnya dari sisi struktur kenapa itu longsor kementerian pertambangan, dari sisi manusianya tenaga kerja,” katanya.

Akibat adanya kejadian itu, ujar Didi, ada laporan resmi dari PT Freeport, yang isinya adalah sekitar 40 pekerja tambang terjebak didalam areal fasilitas pelatihan tambang bawah tanah di mill 74. Dimana sementara ini sedang dilakukan upaya pencarian dan evakuasi. “Dari 40 orang, enam orang sudah terevakuasi, empat orang dinyatakan hidup dan dua orang lainnya meninggal. Saat ini korban selamat sedang dirawat secara intensif di rumah sakit setempat,” ujarnya.

Dikatakannya, disaat longsoran ini diatasi, kondisi 34 orang karyawan yang masih terjebak di bawah tanah belum diketahui pasti, karena sampai saat ini masih dilakukan pencarian. “Yang paling tahu adalah manajemen Freeport bukan kami, karena ini adalah kecelakaan kerja, maka menjadi domainnya perusahaan, dalam hal ini yang menjadi rujukan adalah Kementerian Pertambangan dan Tenaga Kerja,” katanya.

Berikut daftar nama seluruh korban yang terjebak dalam terowongan yang dilansir polisi :

1. Muhtadi
2. Leonardus sparta
3. Aan nugraha
4. Soleman
5. Hasbullah
6. Herman susanto
7. Aris tikupasan
8. Ahmad rusli
9. Roy kailuhu
10. Amir tika
11. Febri tandungan
12. Petrus marengkerena
13. Jhoni tulak
14. Towali
15. Montahdim ahmad
16. Victoria sanger
17. Ferry edison pangaribuan
18. Lestari siahaan
19. Gito sikku
20. Wandi
21. Petrus duli
22. Retno bone
23. Alham
24. Rudi sitorus
25. Murdani tamanthi
26. Joni v. Gadje
27. Makmur
28. Florentinus kakupu
29. Kenny wanggai
30. Daud gobay
31. Selvianus edoway
32. Yatinus tabuni
33. Matheus marandok
34. Frelthon wanggai
35. Daniel eramuri
36. Yusak deda
37. Hengki hendambo
38. Ronny dolame
39. Andarias msen
40. Lewi mofu
41. Arinus maga
(Jubi/Alex)

alex

About Alexander Loen

Alexander Loen has written 557 post for tabloidjubi.com.

Pilihan Editor
Back To Top