MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 276.879 +0.315
  • IDX30 Index 452.812 +0.448
  • Composite Index 5123.743 +4.798
  • PEFINDO25 Listed 468.939 +0.443
  • SMI Infrastructur 365.321 +0.054
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4758.252 +3.36
  • Nikkei 225 17391.43 -16.189
  • FTSE BUR MAL KLCI 1841.48 +2.92
  • Integrated Silico 14.65 +0.06
  • S&P 500 2067.03 -2.38
  • NASDAQ-100 4288.229 +3.911

SATELIT ORARI MAMPU MENEMBUS BELAHAN DUNIA

Penulis : on May 19, 2013 at 21:05:11 WP
dominggus a mampioper


Musda Orari-se Papua di Swisbelt Hotel-Merauke. Jubi/ans

Merauke, 19/5(Jubi)Bertempat di Swisbelt Hotel Minggu (19/5), berlangsung Musyawara Daerah (Musda) Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) yang diikuti oleh para pengurus dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Papua. Musda itu bertujuan untuk memantapkan program kerja,  sekaligus mendukung laporan pembangunan daerah.

Ketua DPD Orari Provinsi Papua, Yanuaris Resubun yang ditemui tabloidjubi.com, Minggu (19/5) mengungkapkan, pihaknya menyadari jika tidak bisa akan bekerja secara sendiri-sendiri, tetapi perlu dukungan dari komponen terkait lain terutama aparat keamanan.

“Kami juga akan terus berbenah untuk mempersiapkan anggota agar melatih diri agar tanggap dalam berbagai permasalahan terutama berkaitan dengan bencana. Disamping itu juga, mengangkat serta mempromosikan daerah pariwisata  yang tersebar,” katanya.

Lebih lanjut Resubun mengungkapkan, Orari memiliki peralatan sangat sederhana, namun satelit  yang luar biasa. Dimana saja baik di hutan maupun tempat lain yang tak ada jaringan, orang  bisa berkomunikasi bersama siapa saja baik di Papua, Jakarta hingga sampai ke luar negeri dengan biaya sangat murah. Dalam lima sampai enam tahun, iuran yang dipungut hanya berkisar antara tiga ratus ribu hingga empat ratus ribu rupiah.

Diakui jika pada tahun 1980-an, gaung dari Orari menggema dimana-mana  dengan jumlah anggota hingga ribuan orang. Namun dalam perkembangan setelah adanya handphone, anggota mengalami penurunan sangat drastis dan hanya tersisa  kurang lebih  200 orang. Meski demikian, Orari tetap berjalan sebagaimana biasa. Dalam Musda sekarang, jumlahnya sudah mencapai 1500 orang. “Ya, jumlah yang ada akan terus meningkat, karena banyak sudah mengikuti ujian dan akan terdaftar juga,” tandasnya.

Ditambahkan, dalam lima tahun kedepan, keanggotaan bisa mencapai ribuan lagi. “Saya punya komitmen agar mengembalikan Orari seperti tahun 1980-an dengan jumlah banyak. Karena manfaat Orari sangat besar dan orang dengan leluasa berkomunikasi kapan saja hingga berjam-jam tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” tuturnya. (Jubi/Ans)

frans

About Ans K

Ans K has written 661 post for tabloidjubi.com.

West Papua Daily
Pilihan Editor
Back To Top