<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tabloidjubi.com &#187; Pengalaman</title>
	<atom:link href="http://tabloidjubi.com/?feed=rss2&#038;cat=19" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tabloidjubi.com</link>
	<description>The Papua News Portal</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 May 2013 02:52:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.2</generator>
		<item>
		<title>KAREL SESA : ANALISIS MANFAAT DAN DAMPAK LINGKUNGAN PT FREEPORT</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/04/11/karel-sesa-analisis-manfaat-dan-dampak-lingkungan-pt-freeport/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/04/11/karel-sesa-analisis-manfaat-dan-dampak-lingkungan-pt-freeport/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Apr 2013 17:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dominggus Mampioper</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor Uncen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=20399</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 10/4 (Jubi)—Walaupun PT Freeport Indonesia  telah melakukan investasi asing langsung sangat besar di Provinsi... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/04/11/karel-sesa-analisis-manfaat-dan-dampak-lingkungan-pt-freeport/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_20400" class="wp-caption alignleft" style="width: 259px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://tabloidjubi.com/2013/04/11/karel-sesa-analisis-manfaat-dan-dampak-lingkungan-pt-freeport/sesa-karel/" rel="attachment wp-att-20400"><img class="size-medium wp-image-20400" title="sesa karel" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/04/sesa-karel-249x250.jpg" alt="" width="249" height="250" /></a><p class="wp-caption-text">Prof Dr Karel Sesa, terpilih sebagai Rektor Universitas Cenderawasih(Uncen) Periode 2013-2018(Jubi/dam)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura, 10/4 (Jubi)</strong><em>—Walaupun PT Freeport Indonesia  telah melakukan investasi asing langsung sangat besar di Provinsi Papua, namun tak mampu menggerakan dan mendorong akselerasi pembangunan ekonomi khususnya di Kabupaten Mimika serta secara umum di Provinsi Papua. </em><br />
<br />
<em>“</em>Secara teoritis keberadaan PT Freeport Ind di Kabupaten Mimika tidak memberikan signifikansi yang berarti. Sumbangan PT FI terhadap Produk Domestik Regional Bruto(PDRB) Provinsi Papua dan Kabupaten Mimika sangat besar, namun karena diesport langsung maka dampak langsung dan tidak langsungnya terhadap masyarakat rendah,”tulis Rektor Uncen terpilih Prof Dr Karel Sesa dalam disertasinya berjudul Analisis Manfaat Ekonomi dan Dampak Lingkungan PT Freeport Indonesia Tembagapura Timika Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.<br />
<br />
Ketua Program Studi Pasca Sarjana Magister Manajemen Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua,  Karel Sesa menyebutkan berdasarkan pengamatan perkembangan investasi langsung PT FI terus meningkat dari tahun ke tahun, namun dalam kenyataan tidak mampu menggerakan dan .mendorong akselarasi pembangunan terutama kebijakan pembangunan ekonomi khususnya di daerah di Kabupaten Mimika dan secara umum di Provinsi Papua.<br />
<br />
Menurut Karel Sesa, penelitian analisis Dampak Lingkungan terhadap PT Freeport dalam disertasinya karena beberapa alasan antara lain pertama, terjadinya perubahan paradigma pembangunan dari pertumbuhan ekonomi ke paradigma pembangunan berkelanjutan(suistanable development), kedua keberlangsungan hidup suatu perusahaan Multi Nation Corporation(MNCs) sehingga perlunya menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan ekosistemnya, ketiga masyarakat pemiliki hak ulayat (tanah adat)di sekitarnya perlu mendapatkan manfaat yang lebih besar dari kehadiran perusahaan raksasa tersebut dan terkahir keempat, masalah lingkungan hidup merupakan masalah global dan bukan lagi persoalan lokal atau daerah saja.<br />
<br />
Dia menambahkan dengan kehadiran PT FI di Kabupaten Mimika jelas akan memberikan dampak positif maupun negatif. Namun kata dia dampak negatif terutama segi dampak lingkungan hidup akan menimbulkan dampak yang besar dan penting karena perusahaan meningkatkan produksi dari 240.000 ton perhari hingga mencapai kapasitas maksimal 300.000 ton per hari atau 300 K sesuai KEPMENLH  Nomor: KEP.55/MNLH/12/1997, tanggal 22 Desember 1997.<br />
<br />
Karel Sesa yang baru saja terpilih sebagai Rektor Uncen Periode 2013-2018 ini menyelesaikan sarjana dari Universitas Brawijaya, Malang pada 1982-1984 dan melanjutkan program pasca sarjana di Universitas Indonesia, pada 1990-1992. Selanjutnya Karel Sesa menyelesaikan program doktor di Universitas Hasannudin Makassar pada 2004 lalu.<br />
<br />
Setelah menyelesaikan program Doktor di Unhas Makassar, peneliti dan Ketua Program Studi Pasca Sarjana Magister Manajemen Universitas Cenderawasih ini lebih menitik beratkan pada keahlian di bidang Ekonomi Lingkungan dan Ekonomi Regional.<strong>(Jubi/Dominggus A Mampioper)</strong><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F04%2F11%2Fkarel-sesa-analisis-manfaat-dan-dampak-lingkungan-pt-freeport%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/04/11/karel-sesa-analisis-manfaat-dan-dampak-lingkungan-pt-freeport/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WEIBERT IMBENAY, GURU YANG MENJUAL PERMADANI</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/03/28/weibert-imbenay-guru-yang-menjual-permadani/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/03/28/weibert-imbenay-guru-yang-menjual-permadani/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Mar 2013 10:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aprila Wayar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=17700</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 28/3 (Jubi) - Sejak Agustus 2012 lalu, Weibert Imbenay, guru SD di Serui memilih... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/03/28/weibert-imbenay-guru-yang-menjual-permadani/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_17902" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a class="highslide" href="http://tabloidjubi.com/2013/03/28/weibert-imbenay-guru-yang-menjual-permadani/weibert-imbenay-saat-melayani-pembeli-jubi-aprila/" rel="attachment wp-att-17902"><img class="size-medium wp-image-17902" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/03/WEIBERT-IMBENAY-SAAT-MELAYANI-PEMBELI-JUBI-APRILA-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">WEIBERT IMBENAY SAAT MELAYANI PEMBELI (JUBI/APRILA)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura, 28/3 (Jubi) -</strong><em> Sejak Agustus 2012 lalu, Weibert Imbenay, guru SD di Serui memilih untuk mulai berjualan permadani di Kota Jayapura. Dirinya melakukan hal tersebut karena enggan dipindahkan ke tepat tugas yang terpencil.</em><br />
<br />
“Saya senang melakukan pekerjaan ini karena hasilnya cukup memuaskan untuk makan sehari-hari, saving, kirim untuk anak istri yang ada di Manokwari,” tutur Weibert, yang ditemui <em>tabloidjubi.com</em> di pertigaan jalan masuk Kampus USJT, Jalan Raya Abepura-Sentani, tepatnya di Padangbulan, Kota Jayapura, Papua, Kamis (28/3).<br />
<br />
Weibert mengaku, pada awalnya dirinya berada kembali di Kota Jayapura karena orang tuanya yang berdomisili di Kota Jayapura sedang sakit. Kemudian dirinya sempat ikut temannya mengajar di SMK 10 Emereuw.<br />
<br />
“Saya guru SD di Serui, tepatnya di Mambo. Lalu saya dipindahkan ke Pasir Panjang Dowai. Masa saya yang sudah ditempatkan pada awalnya di hutan sekian lama dipindahkan ke tempat yang lebih terpencil yang lebih jauh lagi. Saya berharap bisa dipindahkan ke kota mengingat banyak pegawai di kota sehingga bisa dirolling,” sesal Weibert.<br />
<br />
Permadani yang dijual Weibert, beragam harganya, tergantung pada ukuran. Untuk yang besar, harganya Rp. 550.000,- dan Rp. 350.000,- untuk yang kecil. Harga yang ditawarkan Imbenay adalah harga yang jauh di bawah harga toko. “Waktu itu teman bilang sama saya, dari pada ko ojek, bagaimana kalau ko jual permadani saja,” katanya.<br />
<br />
Menurut  Weibert, kebanyakan pembeli berasal dari daerah pegunungan tengah dan mereka kebanyakan tidak menawar harga yang sudah saya katakan. Bila pembelinya orang pendatang, biasanya mereka menawar harga terlalu rendah padahal modal belum kembali, tambah lagi biaya transportasi. <strong>(Jubi/Aprila Wayar)</strong><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F03%2F28%2Fweibert-imbenay-guru-yang-menjual-permadani%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/03/28/weibert-imbenay-guru-yang-menjual-permadani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Viktor Kaisiepo Msn:  Salah Satu Pejuang Bangsa-bangsa  Pribumi  di PBB</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/01/03/viktor-kaisiepo-msn-salah-satu-pejuang-bangsa-bangsa-pribumi-di-pbb/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/01/03/viktor-kaisiepo-msn-salah-satu-pejuang-bangsa-bangsa-pribumi-di-pbb/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2013 06:03:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dominggus Mampioper</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Melalui Hak Bangsa Pribumi Orang Papua Bisa Injak Kakinya di PBB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=8095</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, (3/1)&#8212;Dua tahun lalu tepatnya,  7 Desember 2010, pada pertemuan puncak iklim di Cancun, Meksiko,... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/01/03/viktor-kaisiepo-msn-salah-satu-pejuang-bangsa-bangsa-pribumi-di-pbb/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_8096" class="wp-caption aligncenter" style="width: 492px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://tabloidjubi.com/?attachment_id=8096" rel="attachment wp-att-8096"><img class=" wp-image-8096" title="kaisiepo" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/01/kaisiepo-480x349.jpg" alt="" width="482" height="350" /></a><p class="wp-caption-text">Anggota Land is Life dalam demonstrasi di Cancun, Meksiko, 7 Desember 2010 membawa foto alm.Viktor Kaisiepo (1948-2010) karena selama hidupnya banyak bekerja sama dengan organisasi ini.(Jubi/ist)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura, (3/1)</strong>&#8212;<em>Dua tahun lalu tepatnya,  7 Desember 2010, pada pertemuan puncak iklim di Cancun, Meksiko, organisasi Land is Life berpartisipasi dalam satu demonstrasi yang dihadiri sekitar delapan ribu orang. Selama hidupnya Viktor Kaisiepo banyek bekerja sama dengan organisasi ini. Anggota Land is Life merasa bahwa Viktor hadir di tengah mereka dengan kekuatan rohnya, dan mereka menggotong satu foto besar Viktor Kaisiepo  (1948-2010).</em><br />
<br />
Mendiang Viktor Kaisiepo adalah salah satu putra tokoh Papua, alm Markus Kaisiepo yang pernah menulis surat untuk mengusulkan nama Papua diganti dengan nama Irian yang artinya tanah Panas. Putera ke enam dari pasangan Markus Kaisiepo dan Mientje Mandowen ini dilahirkan di Kampung  Korido, 14 September 1948,  sangat dikenal sebagai pejuang hak-hak bangsa pribumi dan bekerja bagi bangsa pribumi di Filipina, Amerika dan juga aktivis lingkungan bagi warga di Pasifik Selatan menentang percobaan nuklir di wilayah Pasifik.<br />
<br />
Tabloidjubi.com pertama kali bertemu dengannya saat memberikan penjelasan tentang hak-hak ekonomi, sosial dan budaya ( Ekosob)  di PBB pada salah satu Hotel Berbintang di Kota Timika pada 2000 atau 12 tahun lalu. “Inilah peluang untuk kita menginjakan satu kaki di PBB,”katanya melalui hak-hak Ekosob dan bangsa-bangsa Pribumi.  Orangnya sangat enerjik jika berbicara mengenai hak-hak dasar pendidikan dan juga ekonomi serta kebutuhan dasar bagi masyarakat adat Papua.<br />
<br />
“Anda, sebagai anggota suatu bangsa pribumi, ingin dapat berburu, mengumpulkan, mencari ikan. Kalau anda mau menghormati pola yang sudah berabad-abad itu, maka negara harus menghormatinya,”kata Viktor Kaisipo dalam bukunya berjudul <em>Satu Perspektif untuk Papua,</em> dicatat oleh Willem Camschreur.<br />
<br />
Dia menambahkan kalau negara meniadakan hak-hak anda dan mengambil tanah anda, sehingga anda tidak dapat melanjutkan kehidupan tradisional, maka anda dapat merenggut paksa hak-hak anda dari penguasa-penguasa baru anda. “Belum begitu lama di Amerika semboyan kolonial adalah <em>no better indian than a dead indian</em>. Dari posisi itu orang-orang Indian mulai balik menghantam, “ungkapnya seraya menambahkan bagi warga Indian hal itu sudah menyangkut tempat-tempat suci mereka, di mana para leluhur mereka dimakamkan, dan tanah dari mana mereka dapat hidup dan mencari, sesuai dengan cara hidup mereka.<br />
<br />
Negara tidak boleh mengganggu tanah itu lanjut Kaisiepo  dan tidak boleh mendudukinya tetapi kemudian ternyata di dalam tanah-tanah orang Indian itu tersembunyi  emas, perak dan urainium. “Akan tetapi persoalan bukan berawal dari situ,”kata Kasisiepo<br />
<br />
Situasi ini kata dia dapat dibandingkan pula dengan kondisi di tanah Papua di mana terdapat kelompok-kelompok masyarakat yang juga terusir dari tanah-tanah mereka dan sarana kehidupan mereka dibinasakan untuk membuka tambang-tambang bagi penghasilan yang masuk ke dalam kas negara.<br />
<br />
Yang memikat bagi Kaisiepo dalam diskusi soal bangsa-bangsa pribumi adalah, cara bagaimana orang berbicara tentang waktu.”Colombus menemukan benua Amerika tahun 1492,”kata mereka. Dan mereka menegaskan, “kami sudah lima ratus tahun sibuk.” Secara moril pernyataan bangsa pribumi Indian memberi dampak besar bagi Viktor Kaisiepo. Persoalannya adalah bukan seluruh sejarah harus diputar kembali dan semua orang yang pergi meninggalkan tanahnya harus kembali. Akar masalahnya adalah pengakuan terhadap keberadaanmu, bangsamu, tanahmu, hak mu untuk ada di sini, seperti kehendak anda.<br />
<br />
Tidak seorang pun dapat membuat undang-undang lain, yang menggilas undang-undang mu. Lima orang kepala suku Indian pada 1977 di Amerika mulai melobi PBB untuk menempatkan masalah pribumi  menjadi agenda di PBB. Barulah 30 tahun kemudian, 2007 dideklarasi pengumuman mengenai hak-hak bangsa pribumi diterima.<br />
<br />
Kisah perjalanan Viktor Kaisiepo telah ditulis kembali oleh Willem Camshreur yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berjudul, <em>Satu Perspektif untuk Papua : Cerita Kehidupan dan Perjuanganku. </em><br />
<br />
Yang menarik dari Viktor Kaisiepo adalah berjuang untuk  mencari berbagai jalan guna  memenuhi hak hak bagi bangsa Papua.<em> (<strong>Jubi/Dominggus A Mampioper)</strong></em><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F01%2F03%2Fviktor-kaisiepo-msn-salah-satu-pejuang-bangsa-bangsa-pribumi-di-pbb%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/01/03/viktor-kaisiepo-msn-salah-satu-pejuang-bangsa-bangsa-pribumi-di-pbb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Titus Pekei: &#8220;Berjuang Selama Empat Tahun Bawa Noken Papua ke Unesco &#8220;</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2012/12/18/titus-pekei-berjuang-selama-empat-tahun-bawa-noken-papua-ke-unesco/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2012/12/18/titus-pekei-berjuang-selama-empat-tahun-bawa-noken-papua-ke-unesco/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2012 10:29:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arjuna Pademme</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Empat Berjuang Bawa Noken ke Unesco]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=7189</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura (18/12) &#8212; Noken Papua telah mendapat pengakuan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2012/12/18/titus-pekei-berjuang-selama-empat-tahun-bawa-noken-papua-ke-unesco/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_7190" class="wp-caption alignleft" style="width: 489px"><a class="highslide" href="http://tabloidjubi.com/?attachment_id=7190" rel="attachment wp-att-7190"><img class="wp-image-7190 " src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2012/12/Arjuna-Jubi-Titus-Pekei.jpg" alt="" width="479" height="319" /></a><p class="wp-caption-text">Peneliti Ekologi dan Penggagas Noken Papua, Titus Pekai. (Jubi/Arjuna)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura (18/12) &#8212;</strong> <em>Noken Papua telah mendapat pengakuan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Namun perjuangan untuk mendapat pengakuan warisan budaya dunia tidaklah muda. Dari Indonesia sendiri noken harus bersaing dengan Tari Bali dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk direkomendasikan ke UNESCO.</em><br />
<br />
Namun berkat perjuangan yang tak kenal lelah  sejak 2008 dari Peneliti Ekologi dan Penggagas Noken Papua, Warisan Budaya Takbenda, Titus Pekei, noken Papua akhirnya menyingkirkan Tarian Bali dan TMII.<br />
<br />
“Diwaktu yang bersamaan, dari Indonesia selain noken Papua ada juga TMII dan Tari Bali yang diajukan. Ini menjadi perdebatan karena ada pihak yang juga mendorong Tari Bali dan TMMI. Namun saya terus berusaha memperjuangkan agar noken Papua bisa lolos. Bahkan saya membuat buku noken untuk dibagikan. Namun akhirnya mereka disepakatilah mendahulukan noken,” kata Titus Pekei, Selasa (18/12).<br />
<br />
Perjuangan Titus akhirnya berbuah hasil, tangal 4 Desember 2012 lalu, Pukul 09.00 waktu Prancis atau pukul 05.00 WIT, UNESCO menetapkan noken Papua sebagai salah satu warisan budaya dunia.<br />
<br />
“Tidak ada yang keberatan saat penetapan, sehingga langsung disahkan. Ada delapan budaya dari beberapa negara lain yang diajukan ke UNESCO,  tapi lima ditolak karena hal-hal teknis. Saya terus memperjuangkan jangan sampai noken terlewatkan. Sayangnya mama-mama pembuat noken mengaku belum diperhatikan pemerintah. Ini jadi satu pernyataan karena kedepan noken akan jadi icon Papua,” ujarnya.<br />
<br />
“Noken adalah sebuah benda yang dimana dilakukan kajian lalu dikelompokkan dan noken masuk diwarisan budaya tak benda karena noken adalah buatan manusia. Sebelumnya kami terlebih dahulu melakukan penelitian di dua provinsi yang ada di Papua, sambil mengisi kuisioner yang dibutuhkan UNESCO. Menjadi pijakan syarat utama, unik, khas dan tak tergantikan. Jadi harus ada alasan yang kuat dan bisa dibuktikan untuk merekomendasikannya ke UNESCO,” lanjut Titus.<br />
<br />
Titus juga berpedapat, noken sangat tepat menggantikan mahkota burung Cenderawasih yang disematkan ke setiap tamu atau pejabat yang datang ke Papua, guna tetap melestarikan keberadaan burung Cenderawasih.<br />
<br />
“Noken sangat tepat mengganti burung Cenderawasih karena noken simbol kebudayaan. Jadi bisa dijadikan penggantinya kepada tamu yang datang ke Papua. Selain itu saya juga ke kementerian Kehutanan dan Bagian Penerbitan agar ada penyadaran pemahaman bahwa Noken Papua sudah diakui sehingga kita harus lakukan sosial reboisasi. Sekarang tanggung jawab Pemprov di Papua adalah kembali melakukan reboisasi bahan-bahan noken serta menjaga alam yang masih utuh. Juga melakukan riset tentang pendataan jenis noken di Papua agar kedepannya orang tidak ragu bahan noken seperti apa tapi bisa langsung dijelaskan,” tandas Titus Pekei.<strong> (Jubi/Arjuna)</strong><br />
<br />
&nbsp;<br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2012%2F12%2F18%2Ftitus-pekei-berjuang-selama-empat-tahun-bawa-noken-papua-ke-unesco%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2012/12/18/titus-pekei-berjuang-selama-empat-tahun-bawa-noken-papua-ke-unesco/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maks Kabes :  Dua  Tahun Magang di Jepang, Pulang  ke Jayapura Bikin Bengkel Mobil</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2012/11/27/maks-kabes-dua-tahun-magang-di-jepang-pulang-bikin-bengkel-jayapura/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2012/11/27/maks-kabes-dua-tahun-magang-di-jepang-pulang-bikin-bengkel-jayapura/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2012 11:36:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dominggus Mampioper</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Montir Bengkel Orang Papua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=4421</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, (27/11)&#8212;Setelah dua tahun di Jepang (1997-1999) akhrnya pulang ke Jayapura. Selama di Jepang tinggal... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2012/11/27/maks-kabes-dua-tahun-magang-di-jepang-pulang-bikin-bengkel-jayapura/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_4422" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2012/11/maks-kabes.jpg"><img class="size-medium wp-image-4422" title="maks kabes" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2012/11/maks-kabes-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Maks Kabes, kepercayaan sebagai modal utama membuka bengkel. Ingat pekerjaan jasa membutuhkan pelayanan yang terbaik dan jangan mengecewakan pelanggan..(Jubi/dam)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura, (27/11)</strong>&#8212;<em>Setelah dua tahun di Jepang (1997-1999) akhrnya pulang ke Jayapura. Selama di Jepang tinggal di Provinsi  Chiba dekat ibukota Jepang, Tokyo.  Tiba di Jayapura semangat untuk membikin bengkel sendiri semakin  mengebu-gebu.  Padahal selama di Jepang bekerja dia bekerja di bagian konstruksi. Tak ada hubungan dengan mengutak atik mesin mobil. Tak soal baginya yang penting pengetahuan montir sudah diperoleh sejak masih SMP  membantu ayahnya bekerja di bengkel keluarga.  Bahkan semangat wiraswasta di Negara Sakura itu begitu kuat membekas dihati kecilnya sehingga membuat dia bertekad  berusaha sendiri secara mandiri.</em><br />
<br />
Itulah Maks Kabes lelaki kelahiran Fakfak empat puluh tahun lalu memulai merintis usaha bengkelnya hingga akhirnya berkembang dan banyak pelanggan yang datang. Bukan hanya orang Papua saja tetapi seluruh warga Indonesia mulai dari Sumatera, Jawa dan Sulawesi. Itu semua karena modal kepercayaan saja<em></em><br />
<br />
“Kebetulan keahlian saya  mengutak -atik mesin mobil sehingga tak sulit memulai usaha memperbaiki kendaraan beroda empat,”tutur Maks Kabes kepada tabloidjubi di bengkelnya yang letaknya  dekat Graha Joutefa di pinggir jalan Raya SPG Taruna Bhakti Waena, Selasa (27/11).<br />
<br />
Bengkel ini diberi nama, Bengkel Rehobot dan tidak menerima pekerjaan kalau Hari Minggu tetapi hari lain tetap dibuka. “Saya tidak akan kerja kalau Hari Minggu karena itu istirahat dan berdoa ke gereja,”katanya.<br />
<br />
Menurut lelaki asal Fakfak ini usaha bengkel termasuk menjual jasa sehingga kepercayaan dari para pelanggan harus tetap dijaga agar mereka selalu mau datang memperbaiki kendaraan mereka.”Saya selalu menjaga kepercayaan pelanggan karena itu sebagai modal utama. Pasalnya kalau mereka sudah tidak percaya tentu saya akan kehilangan pelanggan,”tutur Maks Kabes lulusan STM Bangunan.<br />
<br />
Soalnya lanjut dia kepercayaan itu sangat penting karena jangan  sengaja atau mempreteli alat-alat kendaraan milik pelanggan nanti akan memberikan pengaruh buruk terutama hilangnya rasa percaya mereka terhadap bengkel. Dia juga mengaku sudah beberapa kali anak-anak dari STM Kotaraja magang di bengkel ini. Dia mengaku selalu mendorong agar anak-anak Papua juga harus punya keberanian untuk membuka bengkel. Jangan hanya mau bekerja untuk orang lain tetapi beranilah untuk berusaha agar mandiri.<br />
<br />
“Saya mulai menekuni profesi sebagai montir sejak masih sekolah di STM,”tutur Kabes tamatan STM Kotaraja jurusan bangunan. Aneh memang lanjut dia sebab selama masih sekolah di STM jurusan bangunan dan bukan teknik mesin tetapi justru membuka bengkel sendiri.”Saya bukan jadi tukang bangunan tapi memperbaiki kendaraan alias buka bengkel,”tambah Kabes.<br />
<br />
Lebih lanjut urai ayah dari enam anak ini pengalaman bekerja di bengkel dimulai sejak membantu ayahnya di bengkel milik keluarga. “Bahkan saya juga sempat buka bengkel di Fakfak,”tutur Maks Kabes seraya menambahkan  akhirnya kembali lagi ke Jayapura sampai sekarang. Dia juga merasa senang karena kedua anak laki-lakinya akan meneruskan bengkel usaha keluarga ini. Apalagi lanjut dia keduanya pilih jurusan yang tepat  jurusan mesin dan elektro.”Mudah-mudahan keduanya bisa lebih tekun agar usaha bengkel keluarga ini semakin berkembang,”tambah Maks Kabes.<br />
<br />
Menanggapi pertanyaan tabloidjubi.com tentang keberangkatannya ke Jepang selama dua  tahun di sana? Menurut Kabes keinginan magang diawali sejak mengikuti training di Balai Latihan Kerja(BLK) milik Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua. “Waktu itu banyak anak-anak termasuk saya tertarik untuk magang kerja di Jepang,”tutur Maks Kabes.<br />
<br />
Dia menambahkan banyak pengalaman yang bisa didapat di negara Sakura itu, antara lain bisa mengerti sedikit bahasa Jepang dan memahami etos kerja masyarakat di sana.”Mereka tidak pernah santai dan kalau kerja mereka akan serius bekerja,”kata Kabes yang memperistri perempuan asal Kampung Waena, Mama Hendambo ini.<br />
<br />
Dia juga mengaku telah beberapa kali meminta bantuan modal usaha kepada pihak pemerintah Kota Jayapura dan juga Provinsi Papua memang pernah mendapat jawaban tapi kurang sesuai dengan kebutuhan kerja. “Saya pernah menolak bantuan dari Dinas Sosial Kota Jayapura yang memberikan bantuan kompressor,”katanya seraya menambahkan bantuan itu tak sesuai dengan kebutuhan.  Masakan bantuan itu diberikan kepada warga yang ingin membuka pencucian motor. “Saya bilang kepada pemimpin proyek ini tak sesuai sebaiknya dikembalikan saja,”katanya. Dia menerangkan terpaksa mereka dengan berat hati mengambil barang-barang bantuan yang telah diberikan. “Saya selalu berangan-angan suatu saat bengkel ini terus berkembang dan punya mesin bubut sendiri agar mampu mengerjakan semua mobil yang hendak diperbaiki di bengkel saya ini,”katanya.(<strong>Jubi/Dominggus A Mampioper</strong>)<br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2012%2F11%2F27%2Fmaks-kabes-dua-tahun-magang-di-jepang-pulang-bikin-bengkel-jayapura%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2012/11/27/maks-kabes-dua-tahun-magang-di-jepang-pulang-bikin-bengkel-jayapura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yohana Yembise Perempuan Papua Pertama Jadi Guru Besar</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2012/11/14/yohana-yembise-perempuan-papua-pertama-jadi-guru-besar/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2012/11/14/yohana-yembise-perempuan-papua-pertama-jadi-guru-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2012 09:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Musa Abubar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=3053</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura (14/11) &#8212; Yohana Susana Yembise, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2012/11/14/yohana-yembise-perempuan-papua-pertama-jadi-guru-besar/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3054" class="wp-caption alignleft" style="width: 234px"><a class="highslide" href="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2012/11/Yohana-Yembise.jpg"><img class="size-medium wp-image-3054" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2012/11/Yohana-Yembise-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Yohana Yembise (Jubi/Musa)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura (14/11)</strong> &#8212;<em> Yohana Susana Yembise, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih Jayapura, Papua ternyata perempuan Papua pertama yang diberi gelar guru besar oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai profesor doktor bidang silabus desain dan material development.</em><br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Isteri dari Leo Danuwira ini lahir, di Kota Buah-buahan  Manokwari, 01 Oktober 1958 ini dikukuhkan menjadi profesor doktor oleh Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua, Festus Simbiak, di Auditorium Uncen, Rabu (14/11) . Sebelum Yohana didaulat menjadi profesor, ia memiliki segudang pengalaman, jabatan dalam pekerjaan. Dosen perempuan Papua pertama bergelar profesor ini pertama menuntut ilmu di Sekolah Dasar (SD) Padang Bulan Jayapura, tahun 1971. Lalu, melanjutkan studinya di SMP Negeri 1 Nabire. Ia menyelesaikan pendidikan di sekolah tahun 1974. Pendidikan selanjutnya di bangku SMA Negeri Persiapan Nabire.<br />
<br />
Setelah lulus sekolah, tahun 1985, Yohana melanjutkan pendidikan sarjana/undergrauduate/S1 (Dra) di program studi bahasa Inggris jurusan pendidikan bahasa dan seni FKIP Uncen. Semasa kuliah, dia bekerja sebagai asisten dosen di program studi yang digelutinya selama tiga tahun yakni sejak 1983-1986. Menjadi dosen tetap pada program studi itu sejak 1987 sampai sekarang. Selain dosen, pernah memegang jabatan sebagai kepala Laboratorium Bahasa Uncen setahun, yakni 1991.<br />
<br />
Lompatan jabatan perempuan asli Papua ini boleh dibilang cepat. Tahun 1992 menjadi Diplomat Applied Linguistic TEFL (Dip. TEFL) dari Regional English Language Centre (RELC), SEAMEO Singapore. Meski sudah bekerja, ia tetap bertekad untuk melanjutkan pendidikan. Pada 1994 ia menyelesaikan pendidikan di Faculty of Education, Simom Fraser University British Colombia Canada dengan gelar Master of Art (MA).<br />
<br />
Ribuan pengalaman semasa sekolah hingga menjajaki dunia kerja baik dalam negeri maupun luar negeri sudah dialami Yohana. Diantaranya, menjabat sebagai ketua tim seleksi guru bahasa inggrish SMP, SMK, SMA di kabupaten Merauke untuk persiapan pengiriman guru bahasa inggris ke Sunshine Coast University Australia.Pengalaman luar negeri diantaranya, pernah sebagai anggota Joint Selection Team (JST) Australian Development Scholarship beasiswa ADS/USAID tahun 2011.<br />
<br />
Segudang pengalaman organisasi juga dialami Yembise. Beberapa pengalaman organisasinya diantaranya terlibat dalam kegiatan kesenian yang disponsori badan kesenian Daerah Kabupaten Paniai di Nabire sejak 1974-1978. Pernah menjadi wakil ketua KNPI Kabupaten Paniai tahun 1984. Dari sejumlah pengalaman dan pekerjaan yang dialami, perempuan Biak ini menerima ratusan penghargaan dari berbagai pihak. Salah satu diantaranya adalah menerima surat tanda penghargaan pernyataan lulus seleksi sebagai mahasiswa teladan sejak 1981-1982 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Bukan hanya itu sejak masih kuliah termasuk salah satu peserta pertukarang pemuda antara Indonesia dan Canada. Yohana Yembise juga terpilih mewakili Papua bersama pemuda Indonesia ke Canada. <strong>(Jubi/Musa)</strong><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2012%2F11%2F14%2Fyohana-yembise-perempuan-papua-pertama-jadi-guru-besar%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2012/11/14/yohana-yembise-perempuan-papua-pertama-jadi-guru-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Kopsus Mama Yuliana Bonsapia</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2012/11/04/nikmatnya-kopsus-mama-yuliana-bonsapia/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2012/11/04/nikmatnya-kopsus-mama-yuliana-bonsapia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2012 10:27:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robert Wanggai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=1725</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, (4/11) –&#8211; Setelah ditinggal pergi suami tercintanya, almarhum Marthen Ruatakurey, mama Yuliana Bonsapia banting... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2012/11/04/nikmatnya-kopsus-mama-yuliana-bonsapia/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2142" class="wp-caption alignleft" style="width: 269px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2012/11/mama.jpg"><img class="size-full wp-image-2142" title="mama" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2012/11/mama.jpg" alt="" width="259" height="194" /></a><p class="wp-caption-text">Mama Yuliana Bonsapia (berdiri) dan anaknya sedang duduk, melayani pembeli di warung Kopsus miliknya di pasar mama-mama Papua (Jubi/Roberth Wanggai)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura, (4/11)</strong> –&#8211;<em> Setelah ditinggal pergi suami tercintanya, almarhum Marthen Ruatakurey, mama Yuliana Bonsapia banting setir membuka  warung kopi alias kopi susu(kopsus). Bersama anak sulungnya, mama Yuliana Bonsapia berusaha menghidupi ketiga anaknya. Sayangnya, pada tahun lalu, anak keduanya meninggal. Kini dia menatap hidupnya dengan optimis bahwa dengan jualan, satu-satunya yang bisa menghidupi beban hidupnya bersama kedua anaknya.</em><br />
Mama Yuliana Bonsapia bergabung di pasar sementara mama-mama Papua di jalan Percetakan Jayapura. Mulanya dia hanya menjual pinang di depan jalan Irian. Namun akibat dilarang pemerintah, dia pun bersama ratusan mama-mama Papua menggelar jualannya di eks kantor Departeman Penerangan Papua itu.<br />
Mulai dari menjual kopi susu (kopsus), teh, kopi serta roti dan pisang goreng, mama Yuliana Bonsapia juga memperlebar usahanya dengan menjual papeda. “Papeda satu porsi sepuluh ribu,”bilang mama Yuliana Bonsapia. Satu paket atau porsi itu meliputi, papeda, ikan dan sayur. Untuk ikan, baik ikan batu, ikan ekor kuning dan tergantung konsumen, mau kua asam atau kua kuning, bilang mama Yuliana Bonsapia.<br />
Menariknya kopi susu buatan mama Yuliana. Segelas dihargai Rp 500 ribu. Walau pun murah, soal rasa, dijamin enak. Pasalnya yang diutamakan adalah kualitas dari rasa. Artinya disesuaikan dengan keinginan konsumen atau pembeli. Yang jelas kopi susu ala mama Yuliana manisnya bukan karena pekai gula. Akan tetapi manisnya akibat susu. Konsekuensinya, susu lebih banyak. Hal ini berbeda dengan warung kopi pedagang lainnya. Kopi susu menjadi manis akibat disuplai dengan gula.<br />
“Disini kitong tidak pakai gula,”bilang mama Yuliana Bonsapia. Hampir setiap hari lima  kaleng susu habis. Para pengunjung warung kopi mama Yuliana Bonsapia tidak hanya menyediakan minuman panas, aneka makanan dan minuman lainpun dijual, termasuk mie rebus. Untuk air mineral sedang dijual per botol Rp 3000.<br />
Pisang goreng dan roti pun disiapkan sebagai selingan santap sore dan malam bagi para penjual di pasar mama-mama Papua juga pengunjung dari luar. Pisang goreng dihargai Rp 1000. Kue panada dihargai Rp 2000. Dari hasil jualan sehari keuntungan bersih yang bisa didapat mama Yuliana Bonsapia berkisar Rp 600 ribu.<br />
<br />
“Kebanyakan (pengunjung) juga datang dari kantor dan para penjual,”bilang perempuan asal Biak itu. Sukses warung kopi mama Yuliana Bonsapia juga disesuaikan dengan selera konsumen.”Kami buat kopi sesuai dengan dorang punya permintaan,”ungkap perempuan 50 tahun itu. (<strong>Jubi/Roberth Wanggai)</strong><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2012%2F11%2F04%2Fnikmatnya-kopsus-mama-yuliana-bonsapia%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2012/11/04/nikmatnya-kopsus-mama-yuliana-bonsapia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjuangan Emsyk Uni Papua Menuju Singapura</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2012/10/30/perjuangan-emsyk-uni-papua-menuju-singapura/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2012/10/30/perjuangan-emsyk-uni-papua-menuju-singapura/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2012 09:54:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Jubi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=1136</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Petrus Benny Pepuho Jayapura (30/10) &#8212; Sejarah pernah mencatat tim Persipura Jayapura mewakili 1977-... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2012/10/30/perjuangan-emsyk-uni-papua-menuju-singapura/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1139" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a class="highslide" href="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2012/10/Arjuna-Jubi-Emsyk-Uni-Papua.jpg"><img class="size-medium wp-image-1139" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2012/10/Arjuna-Jubi-Emsyk-Uni-Papua-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Siswa, Pelatih dan Jajaran Manajemen Emsyk Uni Papua. (Arjuna/Jubi)</p></div><br />
<br />
<strong>Oleh: Petrus Benny Pepuho</strong><br />
<br />
<strong>Jayapura (30/10) &#8212;</strong> <em>Sejarah pernah mencatat tim Persipura Jayapura mewakili 1977- 1978 mewakili Indonesia mengikuti kejuaraan di Vietnam Selatan, Saigon. Di sana Persipura meraih juara kedua setelah difinal kalah 2-1 melawan tim tuan rumah. Selanjutnya Persipura mewakili Indonesia di Kings Cup di Thailand.</em><br />
<br />
<em>Tim PON Irian Jaya pada tahun 1992 pernah juga melakukan uji coba internasionalnya ke Australia. Kali ini di akhir tahun 2012 tepatnya tanggal 12 dan 13 oktober 2012 tim Sekolah Sepak Bola (academy) Emsyk Uni Papua kembali mengukur sejarah dalam dunia sepak bola di Papua. Sekolah Sepakbola asal Papua mewakili Indonesia dan Papua melakukan pertandingan ujicoba International.</em><br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Hal ini berawal dari undangan Fandy Ahmad Akademi (FAA) datang pada bulan Februari tahun 2012, di mana FAA mengharapkan agar kehadiran Emsyk Uni Papua(EUP) di Singapura untuk  melakukan uji coba persahabatan. Pertandingan  dikenal sebagai friendly Match Internasional bertempat di lapangan stadion Safra Tampines Singapura.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Mencermati perlunya berbagai uji coba baik lokal maupun internasional bagi kemajuan EUP terlebih mengasah mental bertanding. Gayungpun bersambut, manajemen menerima undangan tersebut.  Berbagai persiapan pun dilakukan, mulai dari pengajuan proposal pendanaan, rekrutmen pemain yang  dilakukan internal EUP hingga penunjukan pelatih dan valuasi program. Semua ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi uji coba internasional ini.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Memulai kegiatan dengan persiapan tim dan pengajuan Proposal ke sejumlah Perusahaan seperti PT.Freeport Indonesia, Bank Papua, Gubernur Papua, Ketua DPRD Provinsi, Wali Kota Jayapura, Ketua DPRD Kota Jayapura, MRP dan sejumlah Kantor Dinas di lingkungan Provinsi Papua. Begitu pula dengan mengajukan proposal ke sejumlah Perusahaan di Kota Jayapura, mulai dari distributor mobil dan motor, perusahaan Asuransi, Perusahaan Telekomunikasi, sampai kepada media cetak dan media elektronik dilakukan.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Sementara itu para pelatih tetap tekun mempersiapkan pemain secara skill, fisik dan mental, berbagai uji coba dilakukan tanpa memilih lawan dengan harapan dapat membentuk karakter tim dan mengetahui kelemahan dan kekuatan diri sendiri.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Tidak terasa tanggal pertandingan persahabatan semakin dekat yaitu pada tanggal 11, 13 dan 15 Agustus 2012 semakin dekat. Proposal sudah lebih dari 100 exemplar terdistribusi ke seluruh komponen yang disebutkan di atas. Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan. Jawaban yang sama kami dapatkan dari satu kantor ke kantor lain dari satu bank ke bank lain, dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Bukan hanya waktu dan tenaga yang terkuras tapi juga uang yang hanya sedikit untuk keluarga juga terpakai untuk transportasi dan makan siang setiap hari.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Mengecek dan mengecek proposal yang sudah diajukan, jawaban selalu sama: ”maaf kami belum bisa membantu” dan “maaf tidak terprogram dalam DPA kami” Jawaban ini adalah jawaban yang paling sering kami terima. Hal ini semakin diperburuk saat terjadi kerusuhan tertembaknya aktivis Papua di Perumnas III Waena. Atas situasi yang berkembang maka manejemen memutuskan untuk menunda rencana Friendly Match Internasional tersebut sampai dengan bulan Oktober 2012. Dalam masa penantian itu beberapa pemain mengundurkan diri dengan berbagai macam alasan. Pendidikan, pekerjaan, masa depan, aturan yang terlalu keras dan sebagainya diajukan oleh pemain sehingga terjadi pengunduran diri hingga mencapai setengah dari 18 pemain yang telah dipersiapkan sejak bulan Februari. Bukan hanya pemain saja tetapi hal itu juga terjadi pada pelatih yang mengundurkan diri dengan alasan akan fokus kepada pekerjaan kantor.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Halangan dan ujian tersebut tidak mengendorkan semangat kami untuk terus berusaha mencapai mimpi dan merubah orientasi pengurus Sekolah Sepak Bola (SSB) yang hanya puas menjadi juara dan bertanding di dalam negeri saja. Justru tantangan, halangan dan ujian ini membuat kami manejemen semakin termotivasi untuk membuktikan bahwa kami bisa, Papua Pasti Bisa. Lalu diputuskan oleh manajemen setelah melakukan komunikasi ulang dengan pihak FAA di Singapura maka disepakati Friendly Match Internasional diadakan pada bulan Oktober tanggal 12 dan 13. Dengan gerak cepat pelatih, beberapa pemain diganti.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Manajemen melakukan rasionalisasi program disana sini termasuk melakukan evaluasi anggaran dan sponsorship. Sampai dengan awal bulan September 2012 seluruh atlet yang berjumlah 18 anak dilakukan penampungan atau Training terpusat yang bermarkas di Mess EUP yang letaknya di samping lapangan sepak Bola EUP di Obhokhouw.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Selama bulan September tersebut sejak tanggal 1 sampai dengan 30 manajemen EUP melakukan pergumulan dalam doa pagi dan malam secara sungguh-sungguh selama kurun waktu 30 hari.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Makan ala kadarnya, pakaian bekas dan program apa adanya. Yang terpenting seluruh pemain ada dalam satu sikap yaitu semangat untuk go to Singapore. Sesuatu yang tidak mungkin terjadi pada tim manapun karena tim sekecil apapun di Kota Jayapura selalu dilengkapi dengan Jersey latihan komplit dan baru serta makanan bergizi tinggi yang akan dikonsumsi para atlit. Hal ini tidak ditemukan pada tim EUP yang dipersiapkan menuju Singapura. Tetapi apa mau dikata, layar telah terkembang pantang surut kembali. Tekad sudah dikumandangkan pantang berbalik.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
<strong>Menuju Singapura</strong><br />
<br />
Tanggal 3 Oktober 2012 acara Pelepasan Tim EUP dilaksanakan. Kisah sedih masih mewarnai acara ini. Saat tiba di Singapura, kami disambut oleh duta besar berkuasa penuh untuk Republik Indonesia yang dipertuan agung Mr. Ambazador Andri Hady. Beliau menjemput dan menyediakan waktu khusus menerima kami. Namun ironisnya di tanah sendiri, Gubernur kami menganggap uji coba Internasional yang mempertemukan dua negara sebagai hal yang biasa-biasa saja dengan menunjuk Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Provinsi Papua.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Jika saja ada insiden yang memalukan bangsa dan Negara, tentunya Gubernur Papua yang akan ditanya kenapa, bagaimana dan siapa yang melepaskan anak-anak Papua ini keluar Negeri. Aspek ini saja tidak diperhatikan oleh tuan agung Gubernur Papua. Sekali lagi untung saja insiden pengibaran Bintang Kejora ketika Persipura bermain di Australia tidak terjadi, seandainya itu terjadi, siapa yang akan dipermalukan?<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Syukur Tuhan maha Besar dan maha Penyayang. Dr. James Modouw, MM sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga yang pada saat melepaskan tim EUP memberikan wejangan dan juga arahan untuk mengharumkan nama Papua dan Indonesia serta mengingatkan bahwa EUP tidak mewakili namanya sendiri melainkan seluruh warga Papua. Sekaligus secara spontan memberikan dana bantuan kepada tim EUP guna mendukung terealisasinya program ini karena mendengar laporan manajemen EUP bahwa anak-anak ini mengalami kekurangan dana sebesar 156 juta rupiah  untuk tiket kembali. Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Papua mendonasikan dana Rp.50 juta dan juga Bank BNI Jakarta Rp. 50 juta serta Dikpora Provinsi Papua Rp.100 juta ini yang menjadi penopang terselenggaranya kegiatan internasional friendly match tanggal 12 dan 13 Oktober.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Tim EUP berjumlah 18 pemain dan 3 Officcial ( 1 manejer, 1 pelatih dan 1 pembantu umum) berangkat bersama-sama dengan menggunakan Merpati Airline menuju Jakarta pada hari sabtu tanggal 6 Oktober 2012. Sesampainya di Jakarta tim bergerak menuju penampungan yang terletak di Kebun jeruk Jakarta Barat di ruko-ruko pada kawasan/kompleks Intercon yang adalah sumbangan dari pengusaha Kristen asal Jakarta yaitu Pak Susanto yang peduli dengan EUP. Dalam kondisi yang cukup lelah karena perjalanan pesawat yang memakan waktu lebih kurang enam setengah jam Jayapura–Jakarta maka tim langsung istirahat.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Keesokan harinya pukul 10.00 WIB tim mengikuti ibadah di gereja berbahasa inggris di Karawaci Universitas Pelita Harapan. Jamuan makan siang dan aktifitas lain –lain bersama masyarakat Kristen di gereja tersebut maka anak-anak diajak menonton film pada Studio 21 Mall Puri Indah, diakhiri dengan makan malam dan anak-anak kembali ke Intercon kompleks penampungan dan beristirahat sampai dengan senin tanggal 8 Oktober 2012. Pada hari senin agenda tim adalah melakukan silaturahmi dan sekaligus permohonan ijin dengan Ketua UmumPSSI Prof. Arifin Djohar. Dalam sambutan dan arahannya Ketum PSSI mengharapkan tim EUP tidak menganggap sepele dengan Friendly Match Internasional ini sebab EUP tidak hanya membawa nama SSB/Akademi saja tetapi juga membawa nama Papua, Indonesia dan PSSI ke laga Internasional.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Ketum PSSI juga berharap anak-anak EUP untuk tetap bersemangat dan berdisiplin tinggi dan harus bisa menjaga etika di negara orang sehingga tujuan Friendly Match Internasional ini bukan hanya hasil bagus yang diperoleh tetapi mendapat kesan mendalam berupa simpati masyarakat Singapura secara khusus Mauoun Internasional secara umum. Acara di lanjuntukan dengan foto bersama serta kunjungan dan sosialisasi ke ruangan-ruangan kantor PSSI dan di perkenalkan kepada seluruh jajaran pengurus PSSI kepemimpinan Prof.Arifin Djohar tersebut.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Selasa (9/10) tim berangkat menuju ke Singapura dengan menggunakan 2 pesawat yaitu Air Asia dan Tiger Airline. Tepat jam 11 siang waktu Singapura tim tiba di Hostel Ferntloft di jalan Besar kawasan Litle India. Setelah menurunkan barang bawaan tim mencari makan siang sambil berkeliling Kota Singapura sampai dengan malam hari. Tim masih melakukan berbagai kegiatan rekreasi seperti mengunjungi Marina Bay tempat wisata lainnya.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Pada hari rabu 10 Oktober 2012 tim masih melanjutukan acara wisata dengan menuju Pulau Buatan Sentosa Island. Hal yang mengejutukan dalam kunjungan ini adalah kenyataan bahwa seluruh jenis tanaman hutan buatan di pulau buatan ini adalah hutan Asli dari tanah Papua. Apabila kita perhatikan lebih jauh maka kita akan melihat hutan ini persis hutan-hutan di sekitar kaki gunung Syklop mulai dari daerah Renawen/Robhong/Bumi Perkemahan Jayapura sampai dengan daerah Kampwolker pada tahun 1980an, hal ini menjadi jelas ketika ada penjelasan dari salah satu Chief Senior pada tim EUP yang tertarik dengan kunjungan tim dalam jumlah besar dan terdiri dari orang- orang keriting dan berkulit hitam.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Beliau dengan bahasa Inggris dan sedikit bahasa melayu terbata- bata memperkenalkan diri dan bertanya asal dari mana rombongan ini, yang kemudian di jawab Indonesia from Papua oleh anggota tim. Dengan antusias beliau menjelaskan bahwa hutan buatan ini adalah hasil Budidaya hutan Asli Papua yang sampelnya diambil dari Kaki Gunung Syklop dan Arfak. Maka terkuak jelas teka-teki tentang asal-usul hutan buatan yang mengusik hati kami seluruh tim karena sangat familier dengan hutan yang terlihat sepanjang perjalanan di pulau buatan di Singapura ini.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Berbagai fasilitas rekerasi seperti Tower menara, trem, under water dan Lumba-lumba serta anjing laut menjadi menu wisata bagi tim EUP selama berkunjung ke Sentosa Island sambil menikmati makanan kecil dan foto bersama di tugu/patung simbol Negara Singapura yaitu Singa Raksasa atau yang dikenal dengan Merlion.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Hari kamis tanggal 11 Oktober 2012 tim melakukan Latihan pagi mulai jam 07.00 sampai dengan jam 09.00 bertempat di lapangan sekolah sport yang bermarkas di Wenfrieds Street, dilanjuntukan dengan makan siang di kedutaan besar Republik Indonesia sekaligus dengan Media Konfrensi dengan media Nasional Singapura. Tim EUP diberi istirahat sampai jam 3 sore waktu Singapura dan menuju stadion sepak bola Serangon untuk melakukan latihan pada sore harinya.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Hari Jumat tanggal 12 Oktober 2012 tim melakukan uji coba lapangan di stadium Safra Tampines sekaligus melakukan Ikrar untuk mengharumkan nama Indonesia yang kesemua kegiatan itu di lakukan dokumentasi dalam shooting video oleh Production House (PH) Andi Bahtir Yusuf, setelah melakukan latihan tim bersiap menuju kembali ke kedutaan besar RI untuk jamuan makan siang bersama Duta Besar Berkuasa Penuh untuk Singapura oleh Yang di pertuan Agung Mr.Ambazi Andri Hady beliau dengan antusias menerima dan memberikan wejangan kepada seluruh tim dan Official bahwa EUP telah menjadi Duta Baru bidang olah raga sepak bola yang harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi nilai sportivitas karena masyarakat Singapura adalah masyarakat dengan karakter dan disiplin tinggi serta sangat menjujung tinggi sportivitas maka sangat di harapkan tim EUP pun dapat melakukan hal yang sama sehingga akan mampu merebut simpati dari masyarakat Singapura agar nantinya kedepan kerja sama ini akan terus terjalin karena nilai sportivitas dan beretika yang telah di tunjukan oleh tim, beliau juga secara langsung melepaskan tim untuk dapat berlaga pada malam hari di stadium Bukit Timah.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
<strong>Uji Coba Yang Berbuah Manis</strong><br />
<br />
Malam hari jam 07.30 waktu Singapura tim EUP dan Dare To Dream (D2D) yang adalah salah satu tim senior peserta dari Nasional Football League Singapore. Klub ini sering mencetak para pemain Nasional. Saat melawan EUP klub ini diperkuat oleh 2 pemain timnas Singapura, 2 pemain asal Brazil dan 2 Pemain asal Jepang. Pada laga ini tim EUP sedikit gugup pada 20 menit pertama.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Namun setelah terbiasa dengan cahaya lampu dan rumput sintetik maka ritme permainan mulai berbalik dari yang awalnya ditekan lawan maka selanjutnya tim EUP berhasil mengendalikan jalannya pertandingan. menit ke 35 babak pertama dengan umpan pendek satu dua sentuhan dari kaki ke kaki akhirnya tim EUP berhasil membobol gawang tim lawan melalui serangan cepat dari sayap kanan dimana sebuah umpan trupass dari Rafel Ohee kepada Nathan Kepno di luar kotak finalti dengan kecepatan tinggi.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Nathan Menggiring bola masuk ke sisi kiri gawang serta melakukan shootingan keras dan gol. Bola tidak dapat diantisipasi oleh penjaga gawang asal Brasil skor berubah menjadi 0-1 untuk EUP. Memasuki menit ke 39 kembali jala gawang D2D bergetar kembali, Nathan Kepno menjadi mimpi buruk bagi tim lawan dimana shooting-an keras dari Yance Matindas dari sisi kanan gawang berhasil ditepis oleh penjaga gawang D2D tapi sayang bola mental (rebound) kembali disambar oleh Nathan Kepno dan merubah kedudukan menjadi 0-2 untuk EUP. Skor 0-2 bertahan hingga babak II berakhir dengan kemengan buat EUP.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Pada hari Sabtu tanggal 13 Oktober 2012 pada pagi hari jam 07.00 waktu Singapura, tim EUP melakukan latihan ringan masih ditempat yang semalam di lakukan partai perdana yaitu stadium Bukit Timah untuk persiapan malam hari bertanding di stadium Safra Tampines. Pada jam 09.00 tim kembali ke Hostel dan beristirsahat serta makan siang sambil menunggu waktu jemputan. Tepat jam 17.00 tim berangkat menuju Satdium Safra Tampines, disana telah berkumpul mahasiswa dan pelajar asal Indonesia, supporter Persib Bandung Bobotoh, warga Indonesia yang bekerja di Singapura dan juga tokoh asal Papua bapak Freddy Numberi (mantan Menteri Perhubungan RI) dan juga saat yang bersamaan sejumlah tokoh-tokoh asal Indonesia seperti Penasehat EUP Bapak E.E . Mangindaan (Menteri Perhubungan RI), Bpk. Andry Hadi (Duta Besar RI) beserta staf, bapak Albert Inkiriwang ( Pelindung EUP) dan petinggi Federasi Assosiasi of Singapura Football (FAS) yang turut hadir pada laga malam itu.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Pertandingan di mulai jam 19.30 waktu Singapura, anak-anak Papua terlihat kelelahan akibat waktu recoveri yang sangat singkat, terlihat jelas dari passing-passing dan umpan-umpan yang sering salah, namun memasuki pertengahan babak I arus bola mulai mengalir secara teratur serangan silih berganti dari masing-masing tim dan kedua tim mampu memberikan tekanan yang berarti sehingga pertandingan babak I berjalan dalam ritme dan gaya yang enak di tonton, namun sampai dengan babak I berakhir skor kacamata 0-0.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Memasuki babak II beberapa pemain EUP yang sudah terlihat sangat kelelahan dilakukan pergantian oleh pelatih, Yance Rumbino. Serangan mulai menjadi hidup tekanan demi tekanan datang silih berganti, namun belum juga tercipta gol sampai dengan menit ke 86 babak ke II. Tim H20 melalui gelandangnya berhasil memanfaatkan bola rebound yang dengan sekali tendangan keras walaupun sudah ditepis oleh penjaga gawang EUP Enneko Bahabol namun bola meluncur masuk ke dalam gawang dan merubah skor menjadi 1-0 buat H20. Ketegangan mulai meliputi seluruh penonton asal Indonesia tidak terkecuali, teriakan-teriakan yang memberi dukungan tidak datang dari masyarakat Indonesia saja tetapi juga datang dari supporter asal Singapura.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Memasuki menit 89 melalui suatu proses yang sama berawal dari sepak pojok di sisi kiri gawang H20 Singapura, bola melambung menuju daerah gawang dan disundul keluar garis kotak 16 tanpa melakukan kontrol lagi (first time) Marshel Kambu melakukan shooting keras ke gawang lawan dan bola sekalipun ditepis tetap saja masuk ke arah pojok kiri gawang H20 dan skor berubah menjadi 1-1. Sampai dengan pluit babak ke II berbunyi, skor tetap 1-1. Berhubung karena pihak panitia telah menyediakan Trophy Juara dan Medali Emas serta Perak bagi laga Friendly Match ini maka partai uji coba ini dilanjuntukan dengan adu finalti. Pada adu finalti ini tim EUP berhasil berturut-turut meciptakan 3 gol. Penendang pertama masing-masing Calus Pepuho, Agung DwiIrianto dan Arnold Patiran, sementara penendang ke 4 Anis Almung gagal mengeksekusi.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Sementara dari 4 penendang H20 hanya satu pemain yang berhasil menyarangkan bola ke gawang Enneko Bahabol sementara 2 bola berhasil di tepis dan satu bola melenceng di atas mistar gawang. Dengan demikian skor akhir 2-4 bagi kemenangan EUP dan dilakukan penyerahan Piala dan Medali serta dilakukan tukar menukar cindera mata, dimana EUP memyerahkan Bendera EUP dan Tifa dengan tulisan Academy Emsyk Uni Papua bagi panitia pelaksana Friendly Match Internasional ini. Dengan demikian kembali sejarah baru mencatat bahwa salah satu sekolah Sepak Bola/Akademy Emsyk Uni Papua mampu menunjukan kualitas pembinaan secara berjenjang baik di dalam negeri maupun sampai ke tingkat Asia atau ke luar Negeri.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Maka terkuak jelas teka-teki tentang asal-usul hutan buatan yang mengusik hati kami seluruh tim karena sangat familier dengan hutan yang terlihat sepanjang perjalanan di pulau buatan di Singapura ini.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
<strong>Kembali Ke Papua Dengan Kepala Tegak</strong><br />
<br />
Minggu (14/10) jam 17.00 waktu Singapura tim EUP meninggalkan Bandara Internasional Changi Di Singapura dan menuju Jakarta. Keesokan harinya senin 15 Oktober 2012 kembali tim melaporkan hasil Friendly Match Internasional ini ke PSSI yang di terima oleh Wakil Sekjen bapak Andriansah sekaligus tim EUP pamitan untuk kembali keesokan harinya ke Papua.<br />
<br />
Bersamaan dengan keberhasilan tim EUP melakukan Friendly Match Internasional dengan hasil yang memuaskan ini maka dampak yang muncul adalah :<br />
<br />
1. Adanya undangan Negara seperti Portugal, Australia dan Singapura sendiri;<br />
<br />
2. Undangan Mewakili Indonesia pada ajang internasional yang mempertemukan Malaysia, Thailand, Singapura dan Indonesia dengan kelompok usia 13, 15 dan 18 tahun;<br />
<br />
3. Permintaan pemain antara 5-7 pemain untuk bergabung dengan klub di S-liga. Demikian laporan pandangan mata Tour EUP ke Singapura dari tanggal 6 &#8211; 17 Oktober 2012, sekaligus Hadiah hari jadi istimewa yang ke-9 bagi EUP tanggal 17 Oktober 2012. <strong></strong><br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
<strong>(Penulis Adalalah Direktur Emsyk Uni Papua)</strong><br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2012%2F10%2F30%2Fperjuangan-emsyk-uni-papua-menuju-singapura%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2012/10/30/perjuangan-emsyk-uni-papua-menuju-singapura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Kisah Marion Dogopia Memajukan Distrik Bouwobado</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2012/06/04/mengenal-kisah-marion-dogopia-memajukan-distrik-bouwobado/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2012/06/04/mengenal-kisah-marion-dogopia-memajukan-distrik-bouwobado/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jun 2012 02:45:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eveert Joumilena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, (4/6)&#8212;Marion Dogopia adalah nama kepala Distrik pertama setelah Kabupaten Deiyai, Papua, menjadi Kabupaten sendiri... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2012/06/04/mengenal-kisah-marion-dogopia-memajukan-distrik-bouwobado/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_85" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2012/10/marion-dogopia.jpg"><img class="size-medium wp-image-85" title="marion dogopia" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2012/10/marion-dogopia-300x234.jpg" alt="" width="300" height="234" /></a><p class="wp-caption-text">Kadistrik Bouwobado, Marion Dogopia (Jubi/Eveerth)</p></div><br />
<br />
<em><strong>Jayapura, (4/6)</strong>&#8212;Marion Dogopia adalah nama kepala Distrik pertama setelah Kabupaten Deiyai, Papua, menjadi Kabupaten sendiri dilantik pada 19 September 2009, bersama 200 orang dilingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai, di Aula Kingmi Waghete, kini dirinya bertekad membangun daerahnya.</em><br />
Berbicara Kabupaten Deiyai memiliki keunikan dalam penempatan Distrik. Kabupaten ini dimekarkan  berdasarkan UU Nomor.55 tahun 2008. Ketikan itu pula terpisah dengan kabupaten Paniai sebagai kabupaten induk.<br />
<br />
Kabupaten  Paniai telah mempersiapkan perangkat pemerintahan distrik sebelum dimekarkan, diantaranya Distrik Kapiraya, Distrik Bouwobado, Distrik Tigi Barat, Distrik Tigi dan Distrik Tigi Timur. Tepatnya tanggal 26 Mei 2008 sejak ditetapkan UU Nomor 55 Tahun 2009 saat itulah kelima Distrik itu menjadi wilayah Kabupaten Deiyai.<br />
<br />
Distrik Bouwobado dimekarkan tahun 2003, bersama 9 Distrik yang lain. Kepala perwakilan pertama di Distrik itu ayahnya kandungnya yang  dikenal dengan nama Piet  Dogopia. Pemerintahan berjalan terus hingga dilantiknya Naftali Tobay, S.Sos (2005-2009). Sedangkanya Marion Dogopia adalah kepala Distrik pertama setelah Kabupaten Deiyai menjadi Kabupaten sendiri dilantik pada 19 September 2009, bersama 200 orang dilingkungan pemkab Deiyai di Aula Kingmi Waghete.<br />
<br />
Berbicara Distrik yang satu ini menurut Marion sangat rumit. Soalnya gunung Kaitaka membatasi ruang gerak pemerintah Kabupaten Deiyai guna memajukan distrik tersebut. Gunung tersebut boleh dikata gunung yang memiliki nilai-nilai mitos oleh warga setempat dan ketinggiannya mencapai 25 ribu meter diatas permukaan air laut.<br />
<br />
Marion Dogopia menceritakan sepak terjang perjalan menuju Bouwobado, kepala Distrik harus melewati kabupaten Mimika jika hendak bepergian ke tempat tugas.  Kondisi alam selalu melintasi dipandanganku. “tak bisa jalan kaki dari Timika ke Bouwobado,” paparnya.<br />
<br />
Solusinya, kata pimpinan kepala wilayah itu adalah harus ditempuh melalui sejumlah kali. Dimana, Kali Iripau sebagai pelabuhan  menuju kampus biru kali Tapare (daka), Mimige, berakhir di dermaga Atapo (Kokonau) distrik Mimika Barat. Tidak hanya di kali itu namun masih ada perjalan menuju pusat pemerintahan yakni melalui kali Tapare dan Mimige, dalam bahasa Mee disebut kali Yewaa dan kali Dakaa. Lanjut perjalanan akan tembus di kali Yepo, Dogomo hingga di pusat ibukota Distrik Bouwobado.<br />
<br />
Marion Dogopia yang mantan Sekretaris Pribadi Asisten I Kabupaten Paniai itu menguraikan lebih jauh,  perjalanan yang menghabiskan 4-5 jam itu 800 liter bensin campur. “Bisa tempat dalam sekian jam jika cuaca alam menjanjikan kalau tidak harus bermalam di Kokonau,” ungkapnya merenungkan pengalamannya.<br />
<br />
Pemerintah kampung sebagai perpanjangan pemerintahan distrik disana terdapat 3 Kampung, Kampung Kopai I, Kampung Kopai II dan kampung Wogee.  Suku Mee dan Moni sebagai penghuni alam disana. Alam yang kaya dengan potensi bumi itu sesuai data BPS tahun 2011, 7.546. ribu jiwa manusia.<br />
<br />
Penyelenggarahan penduduk tidak lepas dari sejumlah bidang pemerintahan lain.  Yakni bidang Pendidikan dan Kesehatan. Hingga saat ini belum ada gedung sekolah. Di tahun 2011 sudah ada rencana pembangunan  Sekolah Dasar (SD), namun belum berjalan dengan maksimal, dengan kata lain mubasir.  Bidang kesehatan sudah ada Puskesmas pembantu namun tidak berjalan dengan baik, sekalipun ada petugas namun mengingat medan para petugas  jarang ke tempat tugas.<br />
<br />
Guna merobek kondisi wilayah kekuasaannya,  Marion Dogopia yang juga anak negeri Bouwobado kini tengah berupaya mendekatkan diri kepada para kepala pimpinan Satuan kerja Dinas (SKPD)  melalui program-program tahunan. “kalau di tahun 2010 saya ke tempat tugas mengunakan transportasi sewaan berupa speeadbooath,  di tahun 2011 saya bisa mengunakan speedboath plat merah(red.dinas),”terangnya mengisahkan masa lalu, seraya menambahkan program yang terus berjuang adalah pembukaan infrastruktur. <strong><em>(Jubi/Eveerth Joumilena)</em></strong><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2012%2F06%2F04%2Fmengenal-kisah-marion-dogopia-memajukan-distrik-bouwobado%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2012/06/04/mengenal-kisah-marion-dogopia-memajukan-distrik-bouwobado/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
