<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tabloidjubi.com &#187; Artikel</title>
	<atom:link href="http://tabloidjubi.com/?feed=rss2&#038;cat=3" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tabloidjubi.com</link>
	<description>The Papua News Portal</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 May 2013 12:16:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.2</generator>
		<item>
		<title>BIG GOSSAN : METODE BARU, TAPI FREEPORT SANGAT &#8220;PERCAYA DIRI&#8221;</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/05/22/big-gossan-metode-baru-tapi-freeport-sangat-percaya-diri/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/05/22/big-gossan-metode-baru-tapi-freeport-sangat-percaya-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 03:23:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Victor Mambor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indepth]]></category>
		<category><![CDATA[Big Gossan]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=28017</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 21/05 (Jubi) &#8211; Freeport sangat percaya diri dengan proyek Big Gossan selama beberapa tahun... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/05/22/big-gossan-metode-baru-tapi-freeport-sangat-percaya-diri/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_28023" class="wp-caption alignleft" style="width: 350px"><img class="size-medium wp-image-28023" title="big gossan 2" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/05/big-gossan-2-340x239.jpg" alt="" width="340" height="239" /><p class="wp-caption-text">Lokasi tambang Big Gossan (Freeport Indonesia)</p></div><br />
<br />
<em>Jayapura, 21/05 (Jubi) &#8211; Freeport sangat percaya diri dengan proyek Big Gossan selama beberapa tahun ini. Setelah beroperasi, Majalah International Mining, edisi Februari 2010, menyebutkan Freeport menganggap Big Gossan sangat mapan dan kokoh karena sebagian besar keahlian mereka digunakan di Big Gossan.</em><br />
<br />
Grasberg, kompleks tambang dimana sebagian besar lokasi pertambangan Freeport Indonesia, termasuk Big Gossan, di semester pertama tahun 2016 akan berhenti beroperasi. Semua tambang Freeport akan dialihkan ke bawah tanah. Inilah sebabnya Freeport terus menggenjot persiapan dan produksi mereka. Mereka membangun terowongan yang akan menghubungkan semua kompleks penambangan bawah tanah mereka yaitu Grasberg Block Cave (GBC), Kucing Liar (KL), Mill Level Zone (MLZ), Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan (BG).<br />
<br />
Banyak orang akan setuju jika pertambangan bawah tanah (underground mining) adalah salah satu keahlian Freeport Indonesia. Sejak 30 tahun lalu mereka melakukannya. Mulai dari Eastberg pada tahun 1980 yang berkapasitas puncak 30 ribu metrik ton/hari. Lalu berlanjut ke Intermediate Ore Zone (IOZ) dengan kapasitas  puncak 19 ribu mt/hari tahun 1994-2003. Kemudian tahun 2003 mereka telah menambang lebih dalam lagi di Deep Ore Zone (DOZ) yang berkapasitas 25 ribu hingga mencapai 80 ribu mt/hari. Kompleks DOZ ditargetkan mencapai total produksi 282 juta metrik ton pada tahun 2020. DOZ saat ini merupakan tambang bawah tanah terbesar di dunia. Semua operasi ini dilakukan pada ketinggian 3.125 m-2.590 meter.<br />
<br />
Big Gossan sedikit berbeda dengan lokasi pertambangan Freeport lainnya karena merupakan tambang bawah tanah yang menggunakan open stoping dengan hasil pengurukan sebagai metode pertambangan, bukan caving. Pembangunan modal dan konstruksi dasar untuk BG dilakukan oleh kontraktor PT Redpath Indonesia. Tambang bawah tanah ini diperkirakan memiliki cadangan 55 Mt dan diharapkan akan di produksi selama lebih dari 20 tahun. Produksi dirancang untuk mencapai titik puncak produksi 7.000 t/d di pertengahan tahun 2013, dengan tenaga kerja diperkirakan 600 orang selama produksi penuh.<br />
<br />
Big Gossan diyakini merupakan tambang bawah tanah yang memiliki deposit bermutu tinggi yang terletak dekat kompleks pertambangan Freeport Indonesia  di  Grasberg. Big Gosan akan terus dikembangkan menjadi open stoping mine dengan menggunakan hasil pengurukan tailing dan semen, sebuah metodologi pertambangan baru buat Freeport sendiri. Produksi, yang dimulai pada kuartal keempat 2010, dirancang mencapai puncak hingga 7.000 metrik ton bijih per hari pada pertengahan tahun 2013.  Ini setara dengan rata-rata agregat produksi tambahan tahunan, 125 juta pon tembaga dan 65.000 ons emas. PT Freeport Indonesia menerima 60 persen dari jumlah ini. Investasi modal untuk proyek ini diperkirakan sekitar $550.000.000, dimana saham PT Freeport Indonesia mencapai total nilai sekitar $518.000.000. Biaya proyek $494.000.000 telah dikeluarkan hingga 31 Desember 2011 ($50.000.000 selama 2011).<br />
<br />
Meski Big Gossan merupakan metode tambang yang baru bagi operasi Freeport Indonesia, namun Freeport sangat percaya diri selama beberapa tahun ini. Freeport menganggap Big Gossan sangat kokoh dan mapan karena sebagian besar keahlian digunakan di situs Big Gossan. Dan mineral yang akan ditambang kompatibel dengan fasilitas pabrik yang mereka miliki. Metode pertambangan di Big Gossan juga menyediakan profil produksi yang fleksibel yang bisa dimulai dan berhenti, tanpa berdampak kepada cadangan modal kerja, karena permintaan tenaga kerja dan peralatan yang berfluktuasi oleh blok gua yang lebih besar lainnya yang juga sedang dikembangkan oleh Freeport.<br />
<br />
Beberapa wartawan yang pernah berkunjung ke lokasi tambang bawah tanah ini, mengakui bahwa kompleks di bawah perut bumi tampak kokoh dan dibuat nyaman untuk  para pekerjanya, termasuk ada fasilitas makan siang. Big Gossan, misalnya, dihubungkan dengan Terowongan Ali Budiardjo (AB Tunnel) sehingga membuat para wartawan yang berkunjung mengakui kompleks yang berada tepat di bawah perut open pit Grasberg itu aman.<br />
<br />
Tambang bawah tanah ini dimulai sekitar tahun 1990. Tahun 1991, sebuah proyek pengeboran dengan dukungan helikopter mulai dilakukan untuk mengeksplorasi kandungan mineral di Big Gossan. Pengeboran ini menemukan menemukan kandungan mineral yang berkisar antara 4,25% sampai 5,33% Cu dan 0,044 oz / ton menjadi 0,28 oz/ton Au di kedalaman 33-170 kaki pada tahun 1992. Ditahun yang sama, ditemukan lagi 12,9% Cu dan 0,108 oz / ton Au di kedalaman lebih dari 42 ft saat dilakukan pengeboran 500 ft di bagian timur kegiatan eksplorasi awal. Freeport lalu memulai pengembangan Big Gossan ditehaun berikutnya. Kegiatan awal ini ditandai dengan pemindahan arah terowongan dari wilayah pabrik ke zona mineral di ketinggian 2.900 meter. Freeport terus melakukan pengeboran hingga tahun 1995. Di akhir tahun 1995 ini, total lebih dari 200 lobang telah digali oleh Freeport.<br />
<br />
Studi kelayakan Freeport, hingga tahun 2002 masih belum dirilis oleh Freeport. Di tahun itu, Freeport mengumumkan studi kelayakan dan pembaharuan rencana pengembangan Big Gossan akan selesai pada tahun 2003, saat mereka menentukan tahun awal produksinya. Tahun 2007 Freeport merilis ambisi proyek dengan belanja modal $550.000.000 ini, yang disebut-sebut akan mencapai puncak produksi 7.000 metrik ton per hari pada akhir tahun 2010. Dan tahun 2012, Freeport merilis laporan tahunan yang memuat proyek Big Gossan didalamnya.<br />
<br />
<strong>Kecelakaan demi kecelakaan di Freeport</strong><br />
<br />
Jelas, tragedi Big Gossan, bukanlah kejadian longsor pertama kali di lokasi pertambangan PT Freeport Indonesia (PTFI). Pada tahun 2011, terjadi 2 kali longsor di sekitar Grasberg. Yang pertama terjadi sekitar bulan Maret 2011. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Freeport hanya melaporkan jika longsor telah menutup pintu masuk ke areal pertambangan Grassberg. Satu bulan kemudian, tepatnya tanggal 19 April 2011, kejadian yang sama terjadi lagi. Kejadian ini menyebabkan satu orang hilang dan satu orang tewas. Penyebab kejadian ini adalah peledakan tambang yang berakibat runtuhnya atap tambang bawah tanah di DOZ.Hingga saat ini, tak ada laporan lanjut tentang korban yang hilang karena insiden ledakan DOZ ini.<br />
Mundur ke belakang, bulan Mei 2000, empat orang yang tercatat sebagai karyawan kontraktor PT Freeport tewas karena batu-batu yang menjadi limbah tambang runtuh dan menimpa keempat orang itu. Batu-batu ini jatuh dari overburden ke arah danau Wanagon. Kejadian lebih parah lagi, terjadi pada 9 Oktober 2003. Longsor besar di open pit Grasberg sisi selatan menyebabkan 2,3 juta ton batuan dan lumpur runtuh. Reruntuhan ini menewaskan 8 orang dan melukai 5 lainnya. Pihak perusahaan menyatakan 5 tewas, 5 terluka dan 6 lainnya belum ditemukan dan diduga tewas. Freeport menyatakan kecelakaan terjadi karena adanya slippage material.<br />
<br />
Tanggal 24 Maret 2006 terjadi lagi longsor di sekitar tambang Grasberg. Kali ini menewaskan tiga orang dan melukai empat orang lainnya. Karyawan yang tewas saat itu adalah Harsono Mokoginta, Tomas S Toatubun dan Wecky Sianturi. Semuanya karyawan PT Pontil, perusahaan subkontraktor Freeport.<br />
<br />
Lima tahun kemudian, berselang empat bulan setelah kejadian di DOZ, karyawan Freeport berkewarganegaraan Australia tewas saat mengendarai mobil. Mobil Ford yang dikendarainya dihantam longsoran batuan di Mile 73 hingga jatuh ke dalam jurang sedalam 150 meter.<br />
<br />
Selain longsor, pertambangan Freeport setidaknya telah berulangkali membawa masalah besar bagi masyarakat disekitar areal tambang itu. Bulan Juni 1998 gelombang air bercampur lumpur setinggi 6 meter meluap dari Danau Wanagon dan membanjiri Desa Waa. Setahun kemudian, terjadi lagi luapan air di danau Wanagon. Namun tak ada laporan adanya korban jiwa. Di tahun yang sama, lima orang penduduk asli sekitar tambang dilaporkan tewas keracunan tembaga dari biota yang mereka makan.<br />
<br />
Di awal tahun 2013, tepatnya tanggal 19 Januari, empat orang karyawan Freeport terkena gas beracun di areal tambang. Satu meninggal di tempat, tiga lainnya berhasil dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Tembagapura. Korban yang tewas bernama Dony Asmon (38), karyawan di Departemen Geologi. Ia diduga kuat keracunan gas di terowongan Midle Low Area (MLA), Cross Cut 25 Amole Under Ground. selain Dony Asmon, semburan gas beracun ini juga menimpa Pahma, Awa Mardiana, dan Hery Purwanto. Ketiganya selamat karena segera mendapat pertolongan.<br />
<br />
Dan insiden longsor di Big Gossan, yang terjadi pada tanggal 15 Mei 2013, menelan korban jiwa hingga 28 orang dan 10 lainnya berhasil diselamatkan, bisa jadi bukanlah kecelakaan terakhir di lokasi pertambangan PT Freeport Indonesia. Meski secara teknis, ambruknya material yang sebagian besar adalah bebatuan alamiah dan tanah itu mengindikasikan hilangnya daya dukung atau kohesifitas batuan yang disebabkan oleh air permukaan dan udara yang meresap melalui proses kimiawi atau oksidasi di sepanjang rekahan atau patahan yang mengakibatkan kekuatan batuan menjadi lemah dan menyebabkan terjadi runtuh, sebagaimana penjelasan Vice President (VP) Geo Services PT Freeport Indonesia, Wahyu Sunyoto, kepada wartawan, Selasa (21/05), tetap saja nyawa manusia bukanlah taruhan untuk ribuan ton emas dan tembaga.<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
<strong>Big Gossan dari 1991 &#8211; 2012</strong><br />
<br />
* <strong>1991-92</strong>, program pengeboran dengan dukungan helikopter berlangsung.<br />
* <strong>1992</strong>, pengeboran silang di beberapa zona mineralisasi menemukan kandungan mineral yang berkisar antara 4,25% sampai 5,33% Cu dan 0,044 oz / ton menjadi 0,28 oz / ton Au di kedalaman 33-170 ft<br />
* <strong>Akhir 1992</strong>, pengeboran 500 ft di bagian timur kegiatan eksplorasi awal menemukan kandungan mineral yang setara dengan setidaknya dua dari zona mineral yang ditemukan dalam lubang inti awal. Pengeboran di lubang #2-1 menemukan kisaran hingga 12,9% Cu dan 0,108 oz / ton Au di kedalaman lebih dari 42 ft.<br />
* <strong>1993</strong>, awal pengembangan tambang bawah tanah dimulai, ketika terowongan diarahkan dari wilayah pabrik ke zona mineral di tingkat elevasi 2.900 M. Berbagai &#8220;stopping metode&#8221; digunakan untuk menambang deposit yang ditemukan di Big Gossan, dengan harapan produksi bisa dimulai dalam sepuluh tahun ke depan saat tambang bawah tanah lainnya tak lagi berproduksi.<br />
*<strong>1994</strong>, program penggalian, eksplorasi bawah tanah di zona silang Big Gossan kembali menemukan cadangan kandungan mineral emas dan tembaga.<br />
*<strong>January 31, 1995</strong>, pengeboran pada sisi barat deposit Gossan Big memastikan kandungan tembaga dan emas berkualitas tinggi.<br />
* <strong>Desember 31, 1995</strong>, lebih dari 200 lubang pengeboran telah dilakukan.<br />
* <strong>Tahun 2002</strong>, Freeport McMoran mengatakan studi kelayakan dan pembaharuan rencana pengembangan Big Gossan akan selesai pada tahun 2003 untuk menentukan kapan produksi dimulai.<br />
*<strong>Maret 31, 2007</strong>, Freeport McMoran mulai merilis ambisi proyek Big Gossan. Freeport menyebutkan belanja modal untuk Big Gossan mencapai sekitar $ 20 juta pada kuartal pertama 2007. Produksi diharapkan mencapai puncak produksi 7.000 metrik ton per hari pada akhir tahun 2010.<br />
*<strong>Februari 2012</strong>, Freeport McMoran merilis laporan tahunannya. Ini laporan tahunan pertama yang memuat proyek Big Gossan didalamnya.<br />
<br />
<em>(Jubi/Victor Mambor)</em><br />
<strong>Referensi :</strong><br />
1. John Chadwick, International Mining Magazine; Freeport Indonesia’s next underground mine, Februari 2010<br />
2. FREEPORT MCMORAN COPPER &amp; GOLD INC (FCX ), 10−K Annual report pursuant to section 13 and 15(d); Filed on 2/27/2012, Filed Period 12/31/2011<br />
3. Richard C Adkerson, Freeport-McMoRan Copper &amp; Gold Presentation; RBC Capital Global Mining &amp; Materials Conference, Toronto, Canada, June 2009.<br />
4. http://energitoday.com ; Bencana Freeport dalam catatan<br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F05%2F22%2Fbig-gossan-metode-baru-tapi-freeport-sangat-percaya-diri%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/05/22/big-gossan-metode-baru-tapi-freeport-sangat-percaya-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(LONGSOR) FREEPORT DAN PERSEKONGKOLAN JAHAT PEMODAL-MILITER-PEMERINTAH ATAS PAPUA</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/05/21/longsor-freeport-dan-persekongkolan-jahat-pemodal-militer-pemerintah-atas-papua/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/05/21/longsor-freeport-dan-persekongkolan-jahat-pemodal-militer-pemerintah-atas-papua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 12:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Jubi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Big Gossan]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[Freeport]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=27940</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Zely Ariane Berduka cita mendalam atas tewasnya para pekerja peserta pelatihan standar prosedur... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/05/21/longsor-freeport-dan-persekongkolan-jahat-pemodal-militer-pemerintah-atas-papua/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_27584" class="wp-caption alignleft" style="width: 350px"><img class="size-medium wp-image-27584" title="Grasberg Orie" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/05/Grasberg-Orie-340x261.jpg" alt="" width="340" height="261" /><p class="wp-caption-text">Lokasi Big Gossan di area Grasberg (PTFI)</p></div><br />
<br />
<strong>Oleh : Zely Ariane</strong><br />
<br />
Berduka cita mendalam atas tewasnya para pekerja peserta pelatihan standar prosedur keselamatan kerja PT Freeport Indonesia (PT. FI) sejak 14/5 hingga 21/5 di fasilitas pelatihan Big Gossan milik Freeport di Tembagapura, Mimika. Diberitakan bahwa sekitar 38 orang telah tertimbun keruntuhan terowongan tambang bawah tanah tersebut, dan hingga saat ini 21 orang telah ditemukan meninggal, 10 orang mengalami cidera dan dalam perawatan, sementara 7 lainnya masih dalam upaya pencarian, dan kecil kemungkinan akan ditemukan selamat. Bencana longsor ini telah mengakibatkan kematian terbesar yang diketahui dalam sejarah kelongsoran tambang PT. FI.<br />
<br />
Peristiwa ini sudah selayaknya membawa kembali perhatian masyarakat, khususnya para pekerja kemanusiaan yang peduli Papua, pada PT. Freeport dan Papua: dua nama besar yang memainkan peran penting dalam sejarah politik ekonomi Indonesia.Peristiwa ini juga terjadi di tengah rencana perpanjangan kontrak karya PT.FI dan negosiasi royalti dengan pemerintah Indonesia, serta negosiasi pembaruan kontrak kerja bersama dengan para pekerja SPSI PT. FI yang sempat melakukan pemogokan di penghujung 2011 lalu untuk menuntut peningkatan upah dan keselamatan kerja.<br />
<br />
Kita belum lupa, bahwa di dalam pemogokan tersebut Petrus Ayamseba ditembak, dan hingga saat ini proses penyidikan tidak jelas dan tak ada satupun pelaku yang ditangkap. Kita belum lupa bahwa PT Freeport Indonesia adalah perusahaan yang terdaftar sebagai salah satu perusahaan multinasional terburuk tahun 1996. Keuntungan ekonomi yang dibayangkan tidak seperti yang dijanjikan, dan malah harus dibayar dengan kerusakan lingkungan dan memburuknya kondisi masyarakat disekitar lokasi pertambangan. Freeport telah seringkali menjadi sasaran protes akibat berbagai pelanggaran hukum dan HAM serta dampak lingkungan dan pemiskinan masyarakat. Emas dan tembaga Freeport tidak ada hubungannyadengan peningkatan kesejahteraan rakyat Papua. Papua tetap propinsi termiskin di Indonesia, dengan tingkat resiko penyakit dan kematian tertinggi, dan kekerasan oleh tentara yang terbanyak di seluruh wilayah Indonesia—telah 100.000 kematian rakyat sejak Freeport dioperasikan.<br />
<br />
Setiap hari operasi penambangan Freeport membuang 230.000 ton limbah batu ke sungai Aghawagon dan sungai-sungai disekitarnya. Pengeringan batuan asam—ataupembuangan air yang mengandung asam—sebanyak 360.000-510.000 ton per hari telahmerusak dua lembah yang meliputi 4 mil (6,5Km) hingga kedalaman 300 meter. Cadangan Grasberg sebegitu besarnya hingga eksplorasinya akan menghasilkan 6milyar ton limbah industri.<br />
<br />
<strong>Bukan kali pertama</strong><br />
<br />
Menurut laporan Sapariah Saturi di Mogabay-Indonesia, longsor tambang Freeport bukanlah kali pertama, dan bukan kali pertama pula kasusnya menghilang tanpa kejelasan begitu saja. Pada 23 Maret 2006 tiga pekerja perusahaan PT. Pontil, subkontraktor PT. Freeport, tewas akibat longsor di areal pertambangan. Seperti halnya kejadian longsor Big Gossan, PT. FI menyatakan bekerjasama dengan kementerian ESDM untuk mencari penyebab longsor, namun hasilnya tak pernah diketahui publik. Pada 9 Oktober 2003, menurut laporan Down To Earth, longsor besar di Grasberg mengakibatkan 8 orang tewas dan 5 luka-luka. Dinding selatan galian tambang runtuh dan 2,3 juta ton batuan dan lumpur menggelosor menerjang para pekerja tambang. Ironis, karena menurut Sydney Morning Herald, Freeport sebetulnya telah mengetahui peringatan bencana namun membiarkan para pekerja memasuki wilayah bahaya, padahal para pekerjapun telah memberi peringatan pada pimpinan operasi tentang potensi bahaya tersebut.Kementerian Energi dan Pertambangan membentuk tim penyelidik, namun tidak jelas siapa yang dimintai pertanggungjawaban.<br />
<br />
Sementara Rozik B Soethibto, Presiden Direktur PT. FI, mengatakan akan melakukan penyelidikan menyeluruh pasca penyelamatan dengan melibatkan tenaga ahli internasional dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta akan memastikan kejadian ini tidak terulang. Demikian pula SBY dalam pesan twitternya. Namun tak satupun dari mereka yang mengingatkan kita pada nasib penyelidikan 7 tahun sebelumnya, yang berujung tidak jelas. Tentu kita kerap mengerti bahwa dalam setiap tragedi yang menewaskan orang-orang tidak bersalah seperti ini, dimana para pemangku kepentingan dan pertanggungjawaban menjadi sorotan publik, janji-janji penyelidikan akan diumbar, dan ketika sorotan itu meredum dan menghilang, janji tinggallah janji tak bertuan.<br />
<br />
Sekarang berbondong-bondong pejabat datang menyetor muka dan belasungkawa ke lokasi kejadian. Setelah CEO dan Presiden perusahaan induk Freeport McMoran dan Gold Inc Richard Adkerson datang ke Timika 18 Mei lalu, Tim Pemantau Otonomi Khusus Papua dan Aceh didampingi Wakil ketua DPR dan tim DPR lainnya juga tak ketinggalan berencana mengunjungi.<br />
<br />
Terakhir dikabarkan Menteri ESDM, Jero Wacik, dan Menteri Tenaga Kerja, Muhaimin Iskandar, ditolak kedatangannya oleh PT. FI dengan alasan proses evakuasi yang masih berlangsung. Walau SBY menyatakan akan tetap mengirimkan kedua menteri tersebut, namun tetap saja permintaan Freeport tersebut diindahkan pemerintah untuk tak segera mendatangani lokasi kejadian tersebut. Memang kuasa Freeport sudah seperti negara di dalam negara, apalagi jika kita usut sejarahnya berikut ini.<br />
<br />
<strong>‘Tembaga, Emas dan Minyak Berdarah’</strong><br />
<br />
Sengketa politik Papua sangat erat kaitannya dengan kekayaan mineral yang dikandung tanah itu. Kontrol terhadap Papua adalah ladang bisnis menggila yang ada dihadapan kita saat ini.<br />
<br />
Tahun 1935, NNGPM (the Nederlandsche Nieuw-Guinee Petroleum Maatschappij) mulai mengeksplorasi bagian barat Papua (Vogel Kop – Bird’s Head, alias Kepala Burung) seluas 10 juta hektar. Kemudian ditemukannya mineral Ore di Ertsberg tahun 1936 menjadi awal dari bencana kemanusiaan di Papua masa kini. Perlu diingat bahwa Papua tidak serta merta menjadi bagian Indonesia setelah kemerdekaan defacto tahun 1945—seperti halnya orang-orang di pulau cenderawasih itu tidak menjadi bagian dari proses pembangunan nasionalisme Indonesia di tahun 1928.Belanda mempertahankan Papua dengan sengit dalam perundingan Meja Bundar 1949, dan memulai 10 tahun proses Papuanisasi di tahun 1957, dan untuk pertama kalinya bendera bintang kejora berkibar pada 1 Desember 1961.<br />
<br />
Erstberg yang sempat terbengkalai selama 20 tahun mulai diperhatikan kembali setelah diketemukan juga cadangan emas di sekitar laut Arafura. Dan Freeport McMoran Copper and Gold dari Amerika Serikat pun turut mengambil kesempatan secara langsung bekerjasama dengan Soeharto untuk menyelidiki Erstberg. Dalam situasi demikian New York Agreement 15 Agustus 1962 dilahirkan, dan UNTEA menyerahkan administrasi Papua (saat West New Guinea) pada Indonesia[1].Hasilnya “integrasi” Papua ke Indonesia, didalam todongan senjata, melalui yang dianggap sebagai jajak pendapat (PEPERA) 1969 yang diikuti sekitar 1026 ( orang Papua dewasa dari 815.000 penduduk Papua dewasa saat itu.<br />
<br />
Kita ingat dua tahun sebelum PEPERA, justru UU PMA No 1 1967 telah lahir dan PT. Freeport mendapat berkah kontrak eksplorasi penuh di Erstberg Papua. Dalam konteks politik Indonesia peristiwa ini dapat terjadi setelah Soeharto-Orde baru berhasil menjadi pemenang dari malapetaka pembantaian tak kurang dari 1 juta manusia pendukung Soekarno dan Partai Komunis Indoensia (PKI). Bagaimana mungkin suatu kontrak eksplorasi sumberdaya alam ditandatangani terhadap wilayah yang belum menjadi bagian Indonesia secara hukum? Dalam semua bisnis ekonomi keruk inilah, sejak potensinya diketemukan tahun 1936 di areal wilayah yang kini menjadi Papua, rakyat Papua asli telah sejak awal ditinggalkan dan diabaikan. Korporasi-korporasi Indonesia, Amerika Serikat, Belanda dan Inggrislah pemain-pemainnya, sementara di saat yang sama wilayah-wilayah lain Indonesia pun menjadi permainan ekonomi keruk negara-negara semacam itu.<br />
<br />
PEPERA adalah tonggak dimulainya penghancuran ekonomi dan sosial budaya masyarakat asli Papua.Tak kurang dari 100.000 manusia Papua asli tewas dibunuh dalam berbagai operasi pembersihan gerakan Papua Merdeka di berbagai wilayah Papua sejak Orde Baru berkuasa.Diantara operasi militer terbesar yang pernah dilakukan adalah Operasi Sadar (1965-1967), Operasi Brathayudha (1967-1969), Operasi Wibawa (1969), Operasi Jayawijaya (1977), Operasi Sapu Bersih I dan II (1982), Operasi Galang I dan II (1982), Operasi Tumpas (1983-1984), Operasi Sapu Bersih (1985), Daerah Operasi Militer (1989-1998), dan pembatasan kunjungan internasional sejak 2003.<br />
<br />
Dalam seting semacam itulah ekplorasi ekonomi keruk dan perampasan tanah orang asli Papua menghebat. Pemodal-pemodal dari Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jepang, Cina, dan Indonesia sendiri bersaing memperebutkan kontrol sumber daya Papua. Dan hasilnya, menurut laporan Forest Watch Indonesia, dari 79,62% tutupan hutan Papua di tahun 2000-2009, 38,72% telah mengalami deforestasi—terbesar dari semua wilayah.<br />
<br />
<strong>Akumulasi profit diatas pelanggaran HAM</strong><br />
<br />
Grasberg milik PT.FI adalah tambang emas terbesar di dunia. Manurut laporannya tahun 2010 keuntungan yang didapat PT.FI sebesar RP. 4000 trilyun. Terakhir eksploitasi tambang ini sedang dalam pembicaraan untuk diperpanjang lagi hingga 2041. Dari sejak empat dasawarsa beroperasi, total kontribusi (royalti, deviden, PPH badan dan karyawan) yang dibayar FI pada pemerintah hingga Juni 2011 sebesar 12,8 miliar USD[2]. Sementara gaji karyawan hanya berkisar 3,5-5,5 juta rupiah. Daisy Primayanti, kepala komunikasi korporat PT. FI mengatakan bahwa produksi emas Gasberg tahun 2013 ditargetkan naik 39,2%menjadi 1,2 juta ons dari sebelumnya 862 ribu ons. Sementara produksi tembaga 2013 dipatok meningkat menjadi 58,5% menjadi 1,1 miliar pound dibanding sebelumnya 694 juta pound.<br />
Dalam situasi itu, berbicara Freeport, bahkan juga seluruh investasi raksasa ekonomi keruk Papua dalam road map MP3EI, tak boleh dilepaslan dari tinjauan sejarah, seting sosial budaya dan ekologi serta dampak kemanusiaan yang terjadi hingga saat ini. Oleh karena itu, tak dapat dibiarkan lagi pembicaraan terkait ekonomi ekstraktif ini menjadi sekadar kalkulasi dan bagi keuntungan bagi pertumbuhan ekonomi.<br />
<br />
Sejarah masuknya Freeport adalah jejak perampasan, pendudukan, kontrol terhadap tanah dan alam orang-orang Amungme dan Komoro, menghancurkan ekonomi dan mata pencarian masyarakat asli. Orang-orang Amungme dan Komoro terus tergusur dan dipinggirkan secara ekonomi, politik, sosial dan budaya oleh invasi kapital yang menjanjikan pertumbuhan ekonomi di kota-kota yang diciptakan oleh pertambangan dan infrastrukturnya, termasuk pemindahan besar-besaran penduduk dari P. Jawa ke Papua oleh pemerintahan Orba. Di tahun 1990-an di sekitar area tersebut populasi membuncah menjadi lebih dari 60.000 orang, membuat Timika menjadi “zona ekonomi” yang tumbuh paling cepat di seluruh nusantara (culturalsurvival.org). Satu persen royalti masyarakat asli adalah kembang gula yang tidak jelas dan pada prakteknya ditujukan untuk memecah belah orang-orang Papua sendiri[3].<br />
<br />
Pelanggaran HAM terhadap orang asli Papua terus terjadi dalam berbagai bentuk yang paling jahat: penyiksaan, pemerkosaan, diskriminasi, penyingkiran, pembunuhan, penghilangan paksa, penangkapan sewenang-wenang, intimidasi, pengawasan dan pengamcaman, serta penutupan ruang demokrasi yang parah, menghambat akses untuk duduk di perwakilan, penghancuran sumber2 kehidupan mereka, kejahatan terhadap hak-hak kebudayaan dan spiritualitas, serta pemindahan paksa komunitas-komunitas masyarakat.<br />
<br />
Sebagian besar dari kejahatan ini&#8211;termasuk yang menyebabkan kerusakan lingkungan&#8211;merupakan produk dari operasi pertambangan Freeport. Dan kejahatan lainnya&#8211;seperti kekerasan&#8211;adalah hasil dari penggunaan kekuatan militer Indonesia terhadap rakyat. Saat ini tak satupun data bisa dengan dengan terang menunjukkan berapa sesungguhnya tentara Indonesia yang ditempatkan di Papua. Yang tentara organik dan non organik bertambah, pasti pos-pos tentara dan komando teritorial bertambah[4], orang-orang dibunuh, dipenjarakan karena sikap politik, hak berekspresi dan berkumpul, juga bertambah. Sejak tahun 2003, sebanyak 40 orang sudah dipenjarakan karena sikap politik, dan sejak 1 Mei 2013 bertambah lagi setidaknya 29 orang. Sehingga tampak jelas, reformasi yang sudah 15 tahun di Indonesia tidak berlaku di Papua.<br />
<br />
Di dalam seting ekonomi politik seperti inilah longsor Big Gossan terjadi. Kematian 21 orang adalah yang terbesar dalam sejarah keselamatan kerja Freeport yang kita ketahui. Sehingga Freeport, sebagai yang paling monumental daya rusak sosial dan ekologinya, tak bisa tidak, harus segera dikontrol melalui penghentian operasi untuk audit keseluruhan terkait pelanggaran HAM dan ekologi yang dilakukannya. Siapa yang bisa melakukannya? Yang pasti bukan pemerintah Jakarta saat ini, otonomi khusus, pemekaran, UP4B maupun otonomi khusus plus ala Lucas Enembe dan SBY, melainkan rakyat Papua sendiri yang bersatu dan berkehendak secara politik.***<br />
<br />
<em>Penulis adalah Koordinator National Papua Solidarity (NAPAS).</em><br />
<br />
<a href="[1] http://infonapas.blogspot.com/2013/04/1-mei-biarkan-rakyat-papua-berekspresi.html" target="_blank">[1] http://infonapas.blogspot.com/2013/04/1-mei-biarkan-rakyat-papua-berekspresi.html</a>. Sesuai dengan perjanjian New York (New York Agreement), Belanda menyerahkan administrasi  wilayah New Guinea Barat ke suatu badan Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) bernama: United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA), yang kemudian diserahkan ke Indonesia pada 1 Mei 1963. Empat poin Perjanjian New York (New York Agreement) yang hendak kami garisbawahi pada peringatan 50 tahun ini adalah sebagai berikut: (1) Penyerahan tersebut terbatas pada “tanggung jawab administrasi seluruhnya”, bukan penyerahan kedaulatan (Pasal XIV); (2) Selama periode transisi, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menjalankan “intensifikasi terhadap pendidikan rakyat, memberantas buta huruf, dan pemajuan pembangunan ekonomi, sosial dan kebudayaan” (Pasal XV); (3) Di akhir tahun 1969, dibawah pengawasan Sekretaris Jenderal PBB, diselenggarakan the act of free choice akan bagi rakyat Papua untuk menentukan status politiknya “apakah mereka hendak tetap bersama Indonesia atau mereka memutuskan ikatan mereka dengan Indonesia (Pasal XVIII); (4)  Indonesia “akan menghormati komitmen tersebut” (Pasal XXII paragraf 3) untuk menjamin sepenuhnya hak rakyat Papua, termasuk hak-hak atas kebebasan pendapat dan kebebasan berkumpul dan melakukan pergerakan (Artikel XII paragaf 1).<br />
<a href="[2] http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?category=18&amp;newsnr=4975" target="_blank">[2] http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?category=18&amp;newsnr=4975</a><br />
<a href="[3] http://z.tabloidjubi.com/index.php/2012-10-23-00-07-55/jubi-utama/9345-freeport-berapa-kontribusimu" target="_blank">[3] http://z.tabloidjubi.com/index.php/2012-10-23-00-07-55/jubi-utama/9345-freeport-berapa-kontribusimu</a><br />
<a href="[3] http://z.tabloidjubi.com/index.php/2012-10-23-00-07-55/jubi-utama/9345-freeport-berapa-kontribusimu" target="_blank">[4] http://www.imparsial.org/id/2010/executive-summary-penelitian-papua-tahun-2011-kebijakan-keamanan-militer-di-papua-dan-implikasinya-terhadap-ham.html</a><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F05%2F21%2Flongsor-freeport-dan-persekongkolan-jahat-pemodal-militer-pemerintah-atas-papua%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/05/21/longsor-freeport-dan-persekongkolan-jahat-pemodal-militer-pemerintah-atas-papua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ADA APA DI  TEROWONGAN BIG GOSSAN ?</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/05/18/ada-apa-di-terowongan-big-gossan/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/05/18/ada-apa-di-terowongan-big-gossan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 15:37:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dominggus Mampioper</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indepth]]></category>
		<category><![CDATA[big gossan mining]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=27341</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 17/5 (Jubi)&#8212;Terowongan tambang Big Gossan sudah dimulai dengan pembuatan terowongan utamanya sejak 2006 dan... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/05/18/ada-apa-di-terowongan-big-gossan/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_27342" class="wp-caption alignleft" style="width: 350px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://tabloidjubi.com/2013/05/18/ada-apa-di-terowongan-big-gossan/garsberg-3/" rel="attachment wp-att-27342"><img class="size-medium wp-image-27342" title="garsberg" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/05/garsberg-340x234.jpg" alt="" width="340" height="234" /></a><p class="wp-caption-text">Open Pit Mining di Grassberg berakhir 2015 dan under ground mining menjadi salah satu produksi tambang PT Freeport Ind. Big Gossan sebagai gambaran awal tragedi bawah tanah di perusahaan tambang emas, perak dan tembaga di Tanah Papua.(Jubi/ist)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura, 17/5 (Jubi)&#8212;</strong><em>Terowongan tambang Big Gossan sudah dimulai dengan pembuatan terowongan utamanya sejak 2006 dan sudah berproduksi pada 2009 lalu. Secara geologis, Big Gossan adalah bagian dari zona cebakan bijih yang disebut Distrik Gunung Bijih Timur yang punya kadar tembaga dan emas yang tinggi dan mengandung mineral logam ikutan lainnya.</em><br />
<br />
Frank Nelson yang pertama kali menemukan blok penambangan baru, tubuh bijih Big Gossan pada 1976. Big Gossan setelah melalui beberapa studi kelayakan dan eksplorasi ternyata  punya potensi cadangan sebesar 55 juta ton dengan kadar tembaga(Cu) 2,3 persen dan emas(Au) 1, 1 gram per ton bijih.<br />
<br />
Meskipun cadangan Big Gossan lebih kecil dari<em> open pit mining</em> Grasberg maupun tambang bawah tanah DOZ . Namun yang jelas Big Gossan dari kajian ekonomi menguntungkan untuk ditambang karena tingginya kadar tembaga(Cu) dan emas(Au). Apalagi Big Gossan ini akan menutupi penurunan produksi dari <em>open pit mining</em> Grassberg pada 2015 mendatang.<br />
<br />
Melihat potensi Big Gossen yang tabloidjubi.com kutip dari buku berjudul<em> Dari Grassberg Sampai Amamapare Proses Penambangan Tembaga dan Emas Mulai Hulu Hingga Hilir</em> yang ditulis Armando Mahler dan Nurhadi Sabirin. Menunjukan kalau Big Gossen ini termasuk salah satu potensi tambang yang dimiliki PT Freeport untuk terus digali dan diproduksi.<br />
<br />
Big Gossan termasuk salah satu lokasi tambang yang termasuk dalam perluasan areal Kontrak Karya II PT Freeport Ind. Adapun areal dengan kontrak karya kedua antara lain Deep Area, DOM dan Big Gossan. Sebelumnya areal Kucing Liar dan Intermediate Ore Zine (IOZ) masih terus beroperasi.<br />
<br />
Big Gossan ini sangat penting karena pada saat yang bersamaan<em> open pit mining</em> di Grasberg sudah berkurang produksinya dan akhirnya akan ditutup pada 2015. Longsornya bawah tanah di area Big Gossan menyebabkan lima orang tewas dan puluhan karyawan terjebak dalam terowongan bawah tanah telah menunjukan tingkat produksi yang tinggi jelang <em>open pit mining</em> Grassberg ditutup.<br />
<br />
Walau demikian menurut Presiden Direktur PTFreeport Indonesia Rozik B. Soetjipto runtuhnya sebagian terowongan di area fasilitas pelatihan Big Gossan terjadi di area yang letaknya jauh dari lokasi pertambangan aktif. Lebih lanjut urai Rozik  diperkirakan tidak akan memiliki dampak yang signifikan terhadap kegiatan operasional dan perkembangan.<br />
<br />
Apakah ini karena gejala alam, faktor <em>human error</em> atau akibat kejar produksi jelang 2015 hingga mengabaikan faktor-faktor keselamatan? Bahkan Gubernur Enembe memperingatkan PT FI agar lebih memperhatikan keselamatan manusia khususnya karyawan yang bekerja di<em> under ground mining</em>. Sedangkan dugaan lain menyebutkan  faktor curah hujan yang tinggi di areal penambangan. Bahkan ada yang bilang insiden ini murni kecelakaan kerja dan bukan bencana alam di dalam terowongan bawah tanah Big Gossen.<br />
<br />
Pakar geologi dan tambang menyebutkan kalau prinsip-prinsip  yang digunakan dalam melakukan tambang bawah tanah adalah selalu mengikuti jalur air tanah. Ini artinya setiap penggalian tambang selalu ada jalur air tanah untuk memudahkan penggalian tambang. Cilakanya kalau curah hujan yang tinggi di wilayah sekitar tambang akibatnya bisa runtuh dan memutuskan terowongan bawah tanah.<br />
<br />
Yang jelas wajah Grasberg dan Ersberg sudah berlobang menyerupai danau diketinggian ribuan meter. Sedangkan areal bawah tanah atau <em>under ground mining</em> tampak berupa  jalur tikus yang mengikuti jalur air tanah.  Pasalnya seberapa jauh dampak yang akan terjadi pasca penambangan PT Freeport di daerah Bumi Amungsa.<br />
<br />
Wajah gunung sudah berbopeng-bopeng  dan banyak jalur bawah tanah sedangkan daerah dataran rendah di Bumi Kamoro terus semakin dangkal akibat proses sedimentasi. Ironi memang daerah gunung berlobang sedangkan di daerah dataran rendah tertimbun tailing.<br />
<br />
Andaikata PT Freeport pergi tahun 2041 tetapi dikabarkan akan menambah 30 tahun lagi sehingga tahun 2071 baru hengkang dari tanah Papua.  Bagi orang-orang pertambangan mengembalikan ke bentangan awal sudah tak mungkin lagi tapi bagi mereka adalah bagaimana memperbaikinya agar aman dan tak memberikan dampak negatif.<br />
<br />
Walau PT FI telah menegaskan tak ada <em>ghost town</em> alias kota hantu pasca tambang dan semua itu dijamin. Paling tidak semua pihak berharap agar  masyarakat di Bumi Kamoro dan Amungsa  bisa mendapat setetes emas (Au), perak(Ag) dan tembaga (Cu) di tengah hijaunya hutan dan salju abadi pasca tambang di sana.(<strong>Jubi/Dominggus A Mampioper</strong>)<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F05%2F18%2Fada-apa-di-terowongan-big-gossan%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/05/18/ada-apa-di-terowongan-big-gossan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ARTON KOGOYA DITEMBAK DUA KALI, DI KAKI DAN DI DADA</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/05/15/arton-kogoya-ditembak-dua-kali-di-kaki-dan-di-dada/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/05/15/arton-kogoya-ditembak-dua-kali-di-kaki-dan-di-dada/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 15:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Benny Mawel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indepth]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=26663</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 14/05 (Jubi) &#8211; Hari Sabtu,  11 mei  2013 jam 09:30 WIT tepat di Jalan... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/05/15/arton-kogoya-ditembak-dua-kali-di-kaki-dan-di-dada/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_26664" class="wp-caption alignleft" style="width: 350px"><img class="size-medium wp-image-26664" title="Korban" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/05/Korban-340x228.jpg" alt="" width="340" height="228" /><p class="wp-caption-text">Jenazah Arton Kogoya saat diperabukan oleh keluarganya (Dok. Jubi)</p></div><br />
<br />
<em>Jayapura, 14/05 (Jubi) &#8211; Hari Sabtu,  11 mei  2013 jam 09:30 WIT tepat di Jalan Yosudarso, depan Warnet Rafi RT 01/RW 06 Distrik Wamena Kota, Jayawijaya, Papua, Arton Kogoya tewas ditembak oleh anggota Batalion756 Wimane Sili yang berada di pos Napua distrik Napua Kabupaten Jayawijaya.</em><br />
<br />
Berikut beberapa keterangan saksi mata yang dihimpun Jubi, terkait penembakan yang dilakukan oleh enam anggota Batalion756 Wimane Sili, Wamena.<br />
<br />
<strong>Identitas Korban:</strong><br />
Nama         : Arton Kogoya<br />
Umur         : 26 Tahun<br />
Alamat         : Jln Yos Sudarso RT 01/RW 06 Distrik Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya<br />
Agama         : Kristen Protestan<br />
Status         : Nikah<br />
Istri         : 1 orang<br />
Anak         : 2 (Perempuan)<br />
Suku         : Lani Papua<br />
<br />
Arton Kogoya adalah Kader Kesehatan gereja di pos Lelam, Kampung Lelam, Distrik Maki Kabupaten Lani Jaya dan Majelis di Gereja Yilan.<br />
<br />
<strong>Saksi  I</strong><br />
&#8220;Saya dari arah Sinakma sedang dorong motor ke arah kota. Sedangkan korban berjalan dari arah Sinakma. Samapi di depan Warnet Rafi, korban bertemu dengan 6 orang anggota TNI dan satu anak dari anggota TNI. Korban yang sedang dalam keadaan mabuk berkata kepada anggota TNI itu, “ Kamu dari mana, kamu mau kemana?” sambil bergaya menantang dan mau memukul  6 anggota TNI itu. Keenam anggota TNI bersama 1 anak dari anggota kemudian mencabut sangkur dan mulai mengurung korban. Karena situasinya terlihat seakan anggota TNI mau menikam korban maka saya dan teman saya menarik korban dan menyuruhnya pulang. Saya yang membawa korban ke rumahnya di Lorong Mata Air. Namun tak sampai dirumahnya. Saya suruh korban pulang dan saya kembali ke jalan utama, jalan Yos Sudarso karena motor saya ada di situ. Saya pikir korban pulang ke rumah. Ternyata tidak, dia kembali lagi ke jalan Yos Sudarso. Saya melihat anggota TNI datang dengan senjata lengkap, jadi saya balik. Sementara saya sedang mendorong korban ke lorong mata air dan menyuruhnya lari, salah satu anggota TNI melihat kami. Anggota TNI ini berteriak, “oh dia ada disana”.  Saya terus mendorong korban untuk lari hingga korban lari ke arah rumah dan saya tetap berdiri di jalan Yos Sudarso. Anggota TNI yang kejar korban itu 4 orang pegang senjata dan 2 orang tidak pegang senjata,  tidak lama kemudian saya dengar bunyi tembakan sebanyak 6 kali.&#8221;<br />
<br />
<strong>Saksi II </strong><br />
&#8220;Saya  biasa main di warnet dari jam 06:00-09:30 malam. Saya lihat ada dua orang anggota TNI yang keluar dari warnet karena ada informasi dari pemilik warnet bahwa ada orang bikin ribut di depan warnetnya. Saya juga keluar. Di luar saya lihat, 6 orang anggota TNI dan 1 orang anak TNI pegang sangkur sedang mengurung korban. Mereka seperti akan menikam korban namun tampak ragu-ragu, karena korban pegang pisau dan batu. Saya bilang kepada anak tentara itu yang bernama Canggi dan 6 anggota TNI untuk menghentikan aksi mereka. Saya dan seorang teman kemudian menarik korban. Teman saya lalu mengajak  korban pulang ke rumah korban. Setelah itu, salah satu anggota tersebut menyuruh saya untuk angkat motor yang ada di pinggir jalan. Saya mendengar salah satu anggota batalion (anggota TNI) bilang hendak ambil senjata di Kodim. Lalu tiga motor berjalan ke Kodim untuk ambil senjata. Satu anggota lainnya menelpon teman-teman mereka di pos Napua. Saya kembali ke dalam warnet lagi. Tidak lama kemudian saya dengar bunyi tembakan 6 kali.&#8221;<br />
<br />
<strong>Saksi III</strong><br />
&#8220;Saya melihat di samping rumah Bapak Yenis Wenda,  aparat (anggota TNI) sedang mengejar korban. Mereka menembak korban di kakinya. Namun korban mengambil batu untuk membalas. Anggota menembak lagi. Tembakan kedua ini mengenai tangan korban hingga tembus ke dada korban. Anggota TNI yang menembak korban masih terus mengejar korban yang berlari ke arah rumahnya. Sampai di depan rumahnya, korban terjatuh dan meninggal. Melihat korban jatuh, para anggota berlari ke arah jalan Yos Sudarso. Masyarakat mengejar keenam anggota TNI ini. Tapi mereka semua kabur dengan motor mereka. Satu motor tak sempat mereka kendarai.<br />
Saat masyarakat melihat korban tewas, sekitar 15 orang mengejar pelaku- pelaku penembakan itu. Tapi mereka tidak bisa menemukan pelaku-pelaku tersebut karena mereka melarikan diri ke Kodim 1702 Jayawijaya. Saya mau keluar tapi karena takut, saya tidak keluar. Tak lama kemudian 3 orang datang angkat korban dan kami yang antar ke RSUD Wamena jam 22:00, Minggu, 12-05- 2013. Saat dokter Santy melihat kondisi korban,  dokter menjelaskan kepada keluarga korban bahwa korban terkena benda tumpul.&#8221;<br />
<br />
<strong>Saksi IV</strong><br />
&#8220;Waktu malam penembakan itu saya di depan jalan Yos Sudarso, tepat di jalan masuk Gang Mata Air. Ada satu anggota TNI yang sambil berdiri di jalan masuk Gang menelpon teman-temannya dan berkata : &#8220;Itu sudah bunyi tembakan. Jadi kalau sebentar masyarakat menyerang keluar kamu siap-siap supaya kita serang dari arah atas (arah sinakma) dan dari Kodim kamu siap-siap saja.&#8221; Saya sempat dengar sendiri dan saya menghindar ke arah rumah warga samping gang situ. Tidak lama<br />
kemudian tentara yang kejar korban itu lari keluar mengendarai motor mereka ke arah Kodim.&#8221;<br />
<br />
<strong>Keluarga korban:</strong><br />
&#8220;Kami di rumah sakit. Karena alat ronsent tidak ada maka kami antar korban ke Apotik Baliem untuk ronsent.<br />
Keluarga  minta ke dokter untuk diotopsi.  Tapi kata dokter Santy, ada prosedur yang mengharuskan adanya surat keterangan tertulis dari keluarga korban, jika hendak diotopsi. Kami, pihak keluarga kemudian menandatangani surat untuk melakukan atopsi. Atopsi yang pertama tidak menemukan timah panas sehingga keluarga korban mengijinkan dokter membedah tubuh korban dari dada sampai perut. Tapi tetap hasilnya tidak ditemukan juga proyektil peluru. Maka kami menyuruh dokter menjahit tubuh korban untuk melakukan pemakaman.&#8221;<br />
<br />
<em>Penjelasan Dandin 1702 dan Danyon 756 Wimane Sili pada hari Minggu, 12 mei 2013 di halaman Polres Jayawijaya.</em><br />
<br />
<strong>Danyon Batalion 756 WMS</strong><br />
&#8220;Atas nama pimpinan batalion Wimane  Sili, saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan anggota saya. Yang jelas anggota kami sudah salah. Maka kami akan mengambil tindakan tegas dan memproses hukum. Sekali lagi saya secara pribadi dan institusi mohon maaf kepada seluruh masyarakat dan keluarga korban.&#8221;<br />
<br />
<strong>Dandim 1702</strong><br />
&#8220;Saya akan menjelaskan kronologis kejadian. Kejadian sekitar jam 08:00 anggota kami berada di warnet. Kemudian korban dalam keadaan mabuk menyerang duluan ke anggota kami dan anggota kami ada yang kena. Maka untuk menyelamatkan diri, anggota kami melakukan penembakan 2 (dua) kali. Tembakan pertama, anggota kami menembak ke arah aspal. Pantulan peluru dari aspal kena kaki dan tembakan ke dua kena dada kiri. Maka kami akan memproses hukum dan pelaku sudah kami tahan untuk proses hukum. &#8220;<em> (Jubi/Benny Mawel) </em><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F05%2F15%2Farton-kogoya-ditembak-dua-kali-di-kaki-dan-di-dada%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/05/15/arton-kogoya-ditembak-dua-kali-di-kaki-dan-di-dada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PESAN ARNOLD AP UNTUK ANAK MUDA PAPUA</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/05/13/pesan-arnold-ap-untuk-anak-muda-papua/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/05/13/pesan-arnold-ap-untuk-anak-muda-papua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 23:35:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Timoteus Marten</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Arnold Ap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=26189</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 13/5 (Jubi) – Siapa yang tidak mengenal Mambesak, grup musik kebanggan orang Papua era... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/05/13/pesan-arnold-ap-untuk-anak-muda-papua/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_26190" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><a class="highslide" href="http://tabloidjubi.com/2013/05/13/pesan-arnold-ap-untuk-anak-muda-papua/arnold-clemens-ap-2/" rel="attachment wp-att-26190"><img class="size-medium wp-image-26190" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/05/Arnold-Clemens-Ap-209x270.jpg" alt="" width="209" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Arnold Clemens Ap (Jubi/ist)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura, 13/5 (Jubi)</strong> – <em>Siapa yang tidak mengenal Mambesak, grup musik kebanggan orang Papua era pemerintahan presiden Soeharto? Arnold Ap adalah pendiri Mambesak.</em><br />
<br />
Dalam kesempatan beberapa waktu lalu di Jayapura<em>, tabloidjubi.com</em> menemui Yunus Wayar, teman dekat almarhum Arnold Ap. Yunus mengatakan, orang Papua harus meneruskan perjuangannya dan melestarikan budaya Papua, seturut pesan Arnold kepada dia.<br />
<br />
“Ia (Arnold Ap) datang ke rumah. Pesan-pesan terakhirnya, teruskan perjuangan ini,” kata Yunus Wayar.<br />
<br />
Menurut Yunus, Arnold Ap adalah seorang budayawan dan intelek Papua yang sangat mencintai budayanya. Karena itu, ia mendirikan grup musik dengan nama Mambesak. Mambesak berasal dari bahasa Biak yang berarti Cenderawasih. Ia menerjemahkan lagu-lagunya ke dalam 250 bahasa di Papua kala itu. Bahkan mereka sering show keliling Papua.<br />
<br />
“Kalau bawakan lagu-lagu, dia santai saja, dengan ukulele, dia bayangkan suasana kampung, bulan terang. Mereka santai. Tidak usah terlalu formal. Ala kampung saja,” kenang Yunus.<br />
<br />
Mereka pernah rekam di museum, Lokabudaya, dengan suasana ala kampung, volume IV. Bahkan pesan-pesannya bergaung hingga ke Eropa, seperti Belanda.<br />
<br />
Mambesak didirikan dengan latar belakang, bahwa budaya Papua saat itu nyaris tenggelam dan tidak diangkat ke publik. Bahasanya tidak mengandung politik. Itu lagu-lagu kampung yang mengenang masa-masa dulu, dimana anak muda yang merantau.<br />
<br />
“Tidak semua mengandung politik. Ada lagu bahasa Biak, itu lagu mengenang masa merantau. Tapi ada yang selalu menerjemahkan ke dalam politik. Tetapi  ada judul lagu dari bahasa Mor, ‘Nona Wakulabuwa’, yang artinya ‘Itu Saya Punya Tanah’,” kata Yunus. Semasa dia, di Universitas Cenderawasih diadakan program khusus ‘Gema Universitas’. Acara itu disenangi seluruh masyarakat di tanah Papua.<br />
<br />
Menurut Yunus, tidak benar jika orang mencuriga upaya Arnold untuk mengkampanyekan Papua Merdeka. Lagu-lagunya malah lagu-lagu budaya. “Saya bertemu dia, dia lagu kirim ke Jerman. Mungkin karena itu, orang beranggapan, ah ini kampanye. Padahal ini budaya yang orang dengar,” tegas Yunus.<br />
<br />
Arnold Ap tewas ditembak pada 26 April 1984. “Kurang lebih 30 tahun ia meninggal. &#8220;Belum ada figur seperti dia. Dia itu orang yang mencintai tanah ini. Makanya ia mengangkat budaya tanah ini. Budi bahasanya baik, bicara tidak kasar,” katanya.  <strong>(Jubi/Timoteus Marten)</strong><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F05%2F13%2Fpesan-arnold-ap-untuk-anak-muda-papua%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/05/13/pesan-arnold-ap-untuk-anak-muda-papua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SECERCAH HARAPAN UNTUK MASYARAKAT ADAT DAN AGAMA</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/05/08/secercah-harapan-untuk-masyarakat-adat-dan-agama/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/05/08/secercah-harapan-untuk-masyarakat-adat-dan-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 00:53:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Jubi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=25414</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ponto Yelipele Dinamika hubungan agama-agama di Papua yang menjurus pada ketegangan antar pemeluknya... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/05/08/secercah-harapan-untuk-masyarakat-adat-dan-agama/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_25415" class="wp-caption alignleft" style="width: 350px"><img class="size-medium wp-image-25415" title="ponto" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/05/ponto-340x233.jpg" alt="" width="340" height="233" /><p class="wp-caption-text">Ponto Yelipele (Dok. Pribadi)</p></div><br />
<br />
<strong>Oleh : Ponto Yelipele</strong><br />
<br />
Dinamika hubungan agama-agama di Papua yang menjurus pada ketegangan antar pemeluknya merupakan suatu keniscayaan. Bahwa, harmonisasi hubungan antar kelompok agama yang ada saat ini lebih ditopang oleh nilai-nilai kultural masyarakat adat Papua. Namun demikian, transformasi nilai-nilai baru yang cenderung kapital dengan semangat uang nyaris sebagai agama, telah dan sedang memporak-porandakan sendi-sendi kearifan lokal yang menjadi semangat kebersamaan. Di sisi lain, Majelis Rakyat Papua (MRP) sebagai lembaga representasi kultural, agama-agama, dan perempuan yang menjadi harapan rakyat Papua belum mampu memproteksi kemungkinan-kemungkinan buruk dan atau merekonstruksi berbagai pendekatan melalui regulasi Perdasus yang sesuai dengan tuntutan dan tantangan peradaban kekinian.<br />
<br />
Secercah harapan telah terpampang di hadapan seluruh rakyat Papua dengan tekad yang di usung oleh Gubernur baru yang dengan tegas mengatakan bahwa,   Visi dan Misi besar dirinya yakni Papua Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera untuk menata pembangunan Papua menuju Peradaban Baru dengan merangkul adat dan agama, koordinasi yang konstruktif antara Gubernur, DPRP, dan MRP patut disambut oleh seluruh rakyat Papua. Kelompok masyarakat agama-agama di Papua mesti pro aktif dalam mengawal visi pro rakyat yang di usung oleh Gubernur Lukas Enembe, sehingga keharmonisan antar agama yang ada ini tetap terjaga dan lebih baik lagi di masa mendatang.<br />
<br />
Namun demikian, menurut hemat kami hampir sebagaian besar tokoh-tokoh sentral kelompok sosial kemasyarakatan dan agama-agama yang ada di Papua tampak terpolarisasi dalam dinamika politik pragmatis dan melupakan fungsi utamanya sebagai penerang jalan kebenaran, sehingga umat tidak lagi menaruh kepercayaan dan lalu menerjemahkan nilai-nilai kebenaran secara serampangan sesuai dengan kadar pengetahuan mereka. Melihat kenyataan ini, maka pemerintah mesti memperkuat isntitusi kelompok sosial masyarakat dan agama-agama tentunya. Pemerintah juga mesti memberikan perhatian ekstra pada pertumbuhan kelompok sosial kemasyarakatan dan agama-agama di Papua yang sangat pesat, karena sejauh ini belum ada kontrol yang efektif dari pemerintah. Sikap tegas pemerintah dibutuhkan dalam hal menertibkan pertumbuhan seperti jamur ini.<br />
<br />
Satu hal lain yang miris dan luput dari perhatian pemerintah Provinsi Papua di masa-masa yang lalu adalah kelompok masyarakat adat minoritas dan aviliasinya dalam dinamika kelompok sosial masyarakat dan agama-agama pada peradaban terkini. Pemetaan yang jelas terhadap kelompok masyarakat adat dalam dinamika ini menjadi sangat penting guna ketercapaian program pemberdayaan pada masyarakat adat secara proporsional dan tepat guna.<br />
<br />
Arus urbanisasi harus dan sesegera mungkin dikendalikan, jika Pemerintah Provinsi Papua dalam kepemimpinan anak Koteka, Kakak Lukas Enembe hendak memaksimalkan fungsi proteksi dan program afirmative action dapat berhasil guna sesuai dengan amanat undang-undang nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Kesenjangan sosial ekonomi yang tampak sangat tidak seimbang harus diantisipasi dengan regulasi ketenagakerjaan yang berpihak pada masyarakat adat Papua.<br />
<br />
Kebijakan Gubernur Lukas Enembe dengan membagi anggaran 80% untuk Kota/Kabupaten dan 20% untuk Provinsi sangat mengagumkan karena sampai sekarang masyarakat adat masih pakai koteka dan Mayoritas buta aksara. Rumah mereka masih tradisional (honai/lese), masyarakat adat masih  menanam ubi jalar dan menokok sagu hanya untuk makanan sehari-hari dan belum mampu menanam tanaman yang bernilai ekonomis, Mereka memikul kayu buah, balok/papan, kayu bakar dan lainnya ke Kota berkilo-kilo untuk dijual. Bila uangnya cukup, mereka membeli parang, sekop, garam vetsin dan lainnya. Bila ditelisik lebih dalam. Masyarakat adat memiliki daya untuk maju, namun ada kesan pembiaran, maka menjadi PR besar untuk Kakak Enembe dan Klemen Tinal.<br />
<br />
Masyarakat adat juga masih sangat resisten dengan semua transformasi nilai-nilai baru dan sebagian besar kebijakan pembangunan yang digalakan oleh Pemerintah, tetapi mereka juga tidak memiliki daya untuk menolak kesemuanya. Berbagai pola pendekatan yang digunakan oleh banyak pihak untuk membangun masyarakat adat nyaris tak menghasilkan apa-apa dan sebaliknya, keadaan mereka kian terperosok dan terpuruk oleh mayoritas kebijakan yang anti realitas ditambah dengan arus globalisasi yang sangat deras. Proses Difusi oleh agennya (pemerintah) lebih menempatkan masyarakat adat tidak sebagai subjek tetapi sebagai objek sehingga kehendak Adopsi lebih sebagai sikap mencoba-coba dan kepasrahan, hasilnya adalah masyarakat konsumtif dan anti inovasi yang tetap berpedoman pada pola hidup warisan leluhur. Masyarakat adat harus dibangun berdasarkan daya yang ada pada mereka sehingga alasan geografis, topografi, dan etnografi tidak lagi menjadi taruhan para elit. Masyarakat Adat Papua adalah masyarakat yang tingkat kebudayaannya sangat tinggi dan masih orisinil di peradaban kini. Aset Bangsa yang sangat berharga tentunya, sangat disayangkan dan bahkan naif jika dibiarkan tertelan oleh arus globalisasi.<br />
<br />
Hari ini masyarakat adat Papua bagaikan telur di ujung tanduk, mereka terasing di tanah kelahirannya, ditengah-tengah eufhoria Otonomi Khusus (Otsus). Secara kualitas dan kuantitas terus berkurang. Realitas terkini masyarakat adat Papua, terutama generasi mudanya “di persimpangan jalan”, mereka sulit dikontrol dengan nilai leluhur (adat) maupun agama, karena orang tua mereka bimbang. Mayoritas tetua/sesepuh adat ingin mewariskan seluruh nilai dan praktek ritual adat kepada anak-anak mereka disatu sisi dan disisi lain mereka juga merelakan anak-anaknya ke sekolah formal terdekat, namun anak-anak menjumpai pengajar yang berbeda dengan dirinya dan juga dengan pendekatan serta metodenya yang “anti realitas”. Tentu bisa dibayangkan, ouput seperti apa dari situasi pembelajaran seperti itu. Tak perlu repot-repot untuk dibayangkan, karena secara kasat mata anda akan banyak menjumpai anak-anak usia 6 s/d 16 tahun yang mencuri uang orangtuanya dan juga orang lain atau bekerja apapun. Bukan untuk membeli makan, tetapi untuk membeli lem perekat merek “Aibon” lalu mereka isap sampai habis. Julukan keren mereka adalah “anak-anak aibon”, dan ironisnya, julukan semacam itu gemar diucapkan oleh para pengkhotbah dan juga pembuat kebijakan pembangunan. “Miris, Ironis, dan Bom Waktu”.<br />
<br />
Semua ini menjadi tanggungjawab kita semua tentunya, terutama kelompok sosial masyarakat, adat, dan agama-agama dengan mengefektifkan perannya, karena kitalah yang lebih dekat dengan mereka dan sekali lagi di bawah kepemimpinan Kakak Lukas Enembe dan Klemen Tinal, kami (masyarakat adat) gantungkan harapan.*<br />
<br />
<strong><em>Penulis adalah Pemerhati Perubahan Sosial dan Mutu Pendidikan</em></strong><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F05%2F08%2Fsecercah-harapan-untuk-masyarakat-adat-dan-agama%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/05/08/secercah-harapan-untuk-masyarakat-adat-dan-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KRONOLOGIS KASUS PENEMBAKAN 1 MEI 2013 DI SORONG PAPUA BARAT</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/05/01/kronologis-kasus-penembakan-1-mei-2013-di-sorong-papua-barat/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/05/01/kronologis-kasus-penembakan-1-mei-2013-di-sorong-papua-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 12:42:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Victor Mambor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indepth]]></category>
		<category><![CDATA[1 Mei]]></category>
		<category><![CDATA[Represif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=24253</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 1/5 (Jubi) &#8212; Menjelang  01 Mei, aparat TNI dan POLRI kembali melakukan tindakan represif... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/05/01/kronologis-kasus-penembakan-1-mei-2013-di-sorong-papua-barat/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_24256" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-24256" title="sorong tw" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/05/sorong-tw-300x230.jpg" alt="" width="300" height="230" /><p class="wp-caption-text">Jenazah Apner Malagawak dan Tomas Blesya, dua warga yang dilaporkan tewas karena ditembak aparat keamanan pada malam tanggal 30 April 2013 (suarapapua.com)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura, 1/5 (Jubi)<em> &#8212; </em></strong><em>Menjelang  01 Mei, aparat TNI dan POLRI kembali melakukan tindakan represif terhadap Masyarakat Sipil Papua. Akibatnya terjadi korban kekerasan hingga tewas  di Kabupaten dan Kota Sorong, Provinsi Papua Barat.</em><strong><em>
</em></strong><br />
<br />
Dari informasi yang dihimpun tabloidjubi.com, sejak akhir  April, seluruh sudut kota dibanjiri pamflet dan spanduk serta aksi-aksi lain yang bertuliskan selamat merayakan jubelium Kembalinya Papua ke NKRI. Hal ini berkaitan dengan penempatan Kota Sorong sebagai pusat peringatan Kembalinya Papua ke NKRI pada, 1 Mei 2013.<br />
<br />
Tepat Satu hari sebelum tgl 01 Mei, aparat gabungan TNI/POLRI melakukan pawai, konvoi dan terjun payung di kota dan kabupaten Sorong dalam rangka 01 Mei sebagai hari bersejarah di Indonesia. Warga di Distrik Aimas, mengatakan pada 30 April itu, sekitar pukul 20.00 WP aparat gabungan TNI/POLRI menggunakan satu buah mobil Avanza, satu mobil Inova dan satu buah mobil patroli jenis pikc-up milik Kepolisian mendekati sejumlah warga yg sedang berada dalam tenda yg berukuran 6&#215;3. Tenda ini merupakan posko Satgas Papua.<br />
<br />
Menurut warga, aparat gabungan ini tiba-tiba keluar dari mobil dengan senjata lengkap menembak ke arah warga. Penembakan ini mengakibatkan dua (2) orang meninggal dunia dan tiga (3) orang luka-luka. Peristiwa ini terjadi di Jalan Klailin RT 3 Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Jarak dari tempat kejadian ke Mapolres Aimas Sorong sendiri, sekitar 800 meter.<br />
<br />
Data korban dari peristiwa tersebut adalah sebagai berikut :<br />
<br />
01. Apner Malagawak, 22 tahun<br />
Warga Distrik Makbon Kab. Sorong<br />
Jl. Klailin RT 3 Distrik Aimas Kab. Sorong<br />
<strong>Korban tewas dengan luka tembak di ketiak kiri tembus kanan</strong><br />
<br />
02. Tomas Blesya, 28 tahun<br />
Warga Distrik Fkour Kab. Sorong Selatan<br />
Jl. Klailin RT 3 Distrik Aimas Kab. Sorong<br />
<strong>Korban tewas dengan luka tembakan di kepala belakang tembus di kening.</strong><br />
<br />
03. Salomina Klaibin,   37 tahun<br />
Warga Distrik Aimas Kab. Sorong<br />
Jl. Klailin RT 3 Distrik Aimas Kab. Sorong<br />
<strong>Luka tembak di perut, lengan kanan dan paha kanan</strong><br />
<br />
04. Herman Lokden, 18 tahun<br />
Kampung Flek Distrik Fkour kab Sorong selatan<br />
Jl. Klailin RT 3 Distrik Aimas Kab Sorong<br />
<strong>Luka tembak di betis kanan hingga tembus</strong><br />
<br />
05.    Andreas Sapisa, 32 tahun<br />
Warga Kampung batu lobang Distrik Makbon kab Sorong<br />
Jl. Klailin RT 3 Distrik Aimas kab Sorong.<br />
Luka di Ibu jari kaki kiri<br />
<br />
Tiga korban luka-luka di atas masih dirawat di Rumah Sakit milik pemerintah daerah kabupaten Sorong Selebesolu, Jln Klasaman Km 12 Sorong. Sedangkan Korban yang ditahan di Mapolres Kabupaten Sorong sebanyak 7 orang, namun hingga sekarang belum tahu identitasnya. <strong><em>(</em>Jubi/Victor Mambor)</strong><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F05%2F01%2Fkronologis-kasus-penembakan-1-mei-2013-di-sorong-papua-barat%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/05/01/kronologis-kasus-penembakan-1-mei-2013-di-sorong-papua-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PAPUA PUNYA 598 PULAU KECIL</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/04/28/papua-punya-598-pulau-kecil/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/04/28/papua-punya-598-pulau-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Apr 2013 08:39:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Victor Mambor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernik Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=23541</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 28/4 (Jubi) &#8211; Di sekitar provinsi Papua dan provinsi Papua Barat, ternyata ada sekitar... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/04/28/papua-punya-598-pulau-kecil/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_23542" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-23542" title="Papua" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/04/Papua-300x238.jpg" alt="" width="300" height="238" /><p class="wp-caption-text">Peta Papua (google map)</p></div><br />
<br />
<em>Jayapura, 28/4 (Jubi) &#8211; Di sekitar provinsi Papua dan provinsi Papua Barat, ternyata ada sekitar 598 pulau-pulau kecil. 549 pulau sudah memiliki nama dan sisanya, 49 pulau belum punya nama. </em><br />
<br />
Apa saja pulau-pulau tersebut dan dimana pulau-pulau itu berada?<br />
<br />
Berikut ini adalah nama-nama pulau tersebut dan dimana pulau-pulau tersebut berada.<br />
<br />
1    Pulau Aamone    Kab.    Nabire    Yaur<br />
2    Pulau Abum    Kab.    Supiori    Supiori Selatan<br />
3    Pulau Abumamborbdi    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
4    Pulau Abumbaryabo    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
5    Pulau Abumbawe Beba    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
6    Pulau Abumbawe Kasun    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
7    Pulau Abumbruyadori    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
8    Pulau Abumdafi Beba    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
9    Pulau Abumdafi Kasun    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
10    Pulau Abumduai    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
11    Pulau Abuminasi    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
12    Pulau Abummansaman    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
13    Pulau Abumsandau    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
14    Pulau Abumwarberikdi    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
15    Pulau Abumyena    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
16    Pulau Adiataf, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
17    Pulau Adorwiarek    Kab.    Biak Numfor    Biak Barat<br />
18    Pulau Afurandof    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
19    Pulau Ahe    Kab.    Nabire    Napan<br />
20    Pulau Ahiba    Kab.    Nabire    Napan<br />
21    Pulau Aibai    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Pom<br />
22    Pulau Aibondeni    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
23    Pulau Aiborambondi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
24    Pulau Aimi, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kosiwo<br />
25    Pulau Airif, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
26    Pulau Aiwapi Besar    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
27    Pulau Aiwapi Kecil    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
28    Pulau Aiwar    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
29    Pulau Ajakua    Kab.    Jayapura    Raveni Rara<br />
30    Pulau Ajava    Kab.    Jayapura    Raveni Rara<br />
31    Pulau Ajawawa    Kab.    Nabire    Yuar<br />
32    Pulau Amamapare    Kab.    Mimika    Mimika Timur Jauh<br />
33    Pulau Amawi    Kab.    Biak Numfor    Oridek<br />
34    Pulau Ambai    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
35    Pulau Ambaruref    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
36    Pulau Aminbekar    Kab.    Biak Numfor    Yendidori<br />
37    Pulau Anai    Kab.    Jayapura    Yokari<br />
38    Pulau Anggopi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
39    Pulau Anggrameos    Kab.    Nabire    Telukumar<br />
40    Pulau Anjing    Kab.    Mimika    Mimika Timur Jauh<br />
41    Pulau Ansus    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
42    Pulau Anus    Kab.    Sarmi    Bonggo<br />
43    Pulau Anyamdi Beba    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
44    Pulau Anyamdi Kasun    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
45    Pulau Apanderap    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
46    Pulau Apupi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
47    Pulau Arer    Kab.    Jayapura    Demta<br />
48    Pulau Arfui    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
49    Pulau Arif    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
50    Pulau Arif Selatan    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
51    Pulau Arif Tengah    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
52    Pulau Arif Timur    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
53    Pulau Arif Utara    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
54    Pulau Arimi    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
55    Pulau Armo    Kab.    Sarmi    Sarmi<br />
56    Pulau Armu    Kab.    Jayapura    Demta<br />
57    Pulau Arowesi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
58    Pulau Aroya    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
59    Pulau Arpos    Kab.    Supiori    Supiori Selatan<br />
60    Pulau Arurempi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
61    Pulau Aruri    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
62    Pulau Arwai Beba    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
63    Pulau Arwai Bedar    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
64    Pulau Arwai Kasun    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
65    Pulau Auki    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
66    Pulau Awanuap    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Telukampimoi<br />
67    Pulau Awatiri    Kab.    Mimika    Mimika Timur Jauh<br />
68    Pulau Awenuaf    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
69    Pulau Awin Beba    Kab.    Biak Numfor    Biak Barat<br />
70    Pulau Awin Kasun    Kab.    Biak Numfor    Biak Barat<br />
71    Pulau Awini    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
72    Pulau Ayami    Kab.    Supiori    Supiori Utara<br />
73    Pulau Ayawi    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
74    Pulau Baiwawa    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
75    Pulau Baramyasi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
76    Pulau Bari, Nuta    Kab.    Nabire    Yuar<br />
77    Pulau Batumandi    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
78    Pulau Batunukaifui    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
79    Pulau Batupendeta    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
80    Pulau Bawe Beba    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
81    Pulau Bawe Kasun    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
82    Pulau Bawei    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
83    Pulau Bedewen Oser    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
84    Pulau Bedewen Suru    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
85    Pulau Befondi    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
86    Pulau Besifer Kior    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
87    Pulau Besifer Oser    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
88    Pulau Besifer Suru    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
89    Pulau Biak    Kab.    Biak Numfor<br />
90    Pulau Bidadari    Kab.    Mimika    Mimika Timur Jauh<br />
91    Pulau Binar    Kab.    Asmat    Sawaerma<br />
92    Pulau Biri    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
93    Pulau Bobyor    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
94    Pulau Boinupi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
95    Pulau Bokakotu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
96    Pulau Bon    Kab.    Nabire    Yuar<br />
97    Pulau Bonsfori    Kab.    Supiori    Supiori Selatan<br />
98    Pulau Borontoroif    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
99    Pulau Botre    Kab.    Nabire    Yuar<br />
100    Pulau Botre Kecil    Kab.    Nabire    Yuar<br />
101    Pulau Bras    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
102    Pulau Bromsi    Kab.    Biak Numfor    Aimando Padaido<br />
103    Pulau Bruibekwan    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
104    Pulau Bua, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
105    Pulau Bukofni    Kab.    Biak Numfor    Yendidori<br />
106    Pulau Bum Beba    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
107    Pulau Bum Kasun    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
108    Pulau Bumbui    Kab.    Nabire    Telukumar<br />
109    Pulau Bumsi    Kab.    Biak Numfor    Numfor Barat<br />
110    Pulau Buri, Nu    Kab.    Nabire    Yuar<br />
111    Pulau Daido    Kab.    Jayapura    Yokari<br />
112    Pulau Dawi    Kab.    Biak Numfor    Aimando Padaido<br />
113    Pulau Deniaje    Kab.    Nabire    Yuar<br />
114    Pulau Diataf Besar, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
115    Pulau Diataf Kecil, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
116    Pulau Diawai    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Pom<br />
117    Pulau Dua Eser    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
118    Pulau Dua Suru    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
119    Pulau Duwandiru    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
120    Pulau Enamdi    Kab.    Supiori    Supiori Selatan<br />
121    Pulau Enamdi Aruri    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
122    Pulau Enamnbi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
123    Pulau Ensasre    Kab.    Biak Numfor    Oridek<br />
124    Pulau Epyar    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
125    Pulau Faknikyadori Beba    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
126    Pulau Faknikyadori Kasun    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
127    Pulau Fandas    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
128    Pulau Fandus    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
129    Pulau Fani Beba    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
130    Pulau Fani Kasun    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
131    Pulau Fanildo    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
132    Pulau Farai Besar, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
133    Pulau Farai Kecil, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
134    Pulau Faraifaf    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
135    Pulau Farpyai    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
136    Pulau Fayowi    Kab.    Biak Numfor    Biak Barat<br />
137    Pulau Fiawow, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
138    Pulau Frindisba    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
139    Pulau Frindisbari    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
140    Pulau Fumirpits    Kab.    Asmat    Sawaerma<br />
141    Pulau Fun Besar    Kota    Jayapura    Muaratami<br />
142    Pulau Fun Selatan    Kota    Jayapura    Muaratami<br />
143    Pulau Fun Tengah    Kota    Jayapura    Muaratami<br />
144    Pulau Fun Timur    Kota    Jayapura    Muaratami<br />
145    Pulau Fun Ujung    Kota    Jayapura    Muaratami<br />
146    Pulau Fun Ujung Kecil    Kota    Jayapura    Muaratami<br />
147    Pulau Fun Utara    Kota    Jayapura    Muaratami<br />
148    Pulau Guri    Kota    Jayapura    Kota Jayapura<br />
149    Pulau Habe    Kab.    Merauke    Tubang<br />
150    Pulau Hamadi    Kota    Jayapura    Kota Jayapura<br />
151    Pulau Hanana, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
152    Pulau Harang, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
153    Pulau Harawiri, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Pom<br />
154    Pulau Hariti    Kab.    Nabire    Napan<br />
155    Pulau Hawaik    Kab.    Supiori    Supiori Selatan<br />
156    Pulau Here    Kab.    Nabire    Napan<br />
157    Pulau Here Uti    Kab.    Nabire    Napan<br />
158    Pulau Hibiru    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Windesi<br />
159    Pulau Hinabua    Kab.    Nabire    Telukumar<br />
160    Pulau Horendaupi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
161    Pulau Hreng Hre    Kota    Jayapura    Kota Jayapura<br />
162    Pulau Imbidar Kior    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
163    Pulau Imbidar Oser    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
164    Pulau Imbidar Suru    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
165    Pulau Impurmi    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
166    Pulau Imsomdi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
167    Pulau Imsomfari    Kab.    Supiori    Supiori Timur<br />
168    Pulau Inampek    Kab.    Biak Numfor    Numfor Barat<br />
169    Pulau Ineki Beba    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
170    Pulau Ineki Kasun    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
171    Pulau Inji    Kab.    Jayapura    Raveni Rara<br />
172    Pulau Injros    Kota    Jayapura    Abepura<br />
173    Pulau Inkakeri    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
174    Pulau Insandewi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
175    Pulau Insarauki Kior    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
176    Pulau Insarauki Oser    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
177    Pulau Insarauki Suru    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
178    Pulau Insarfuri    Kab.    Biak Numfor    Aimando Padaido<br />
179    Pulau Insari    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
180    Pulau Insaryonfundi    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
181    Pulau Insefndi    Kab.    Supiori    Supiori Selatan<br />
182    Pulau Insenfdi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
183    Pulau Insnessofi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
184    Pulau Insomandi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
185    Pulau Insombabi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
186    Pulau Insubendi Beba    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
187    Pulau Insubendi Kasun    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
188    Pulau Insumandundi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
189    Pulau Insumekem    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
190    Pulau Insumnaki    Kab.    Supiori    Supiori Selatan<br />
191    Pulau Inswebndi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
192    Pulau Insymoch    Kota    Jayapura    Abepura<br />
193    Pulau Inumberi Beba    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
194    Pulau Inumberi Kasun    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
195    Pulau Inwansundi    Kab.    Supiori    Supiori Timur<br />
196    Pulau Iwowaje    Kab.    Nabire    Yuar<br />
197    Pulau Jarurempi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
198    Pulau Jarurempi Kecil    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
199    Pulau Jouwindi    Kab.    Biak Numfor    Aimando Padaido<br />
200    Pulau Kabuai    Kab.    Nabire    Telukumar<br />
201    Pulau Kaduki    Kab.    Biak Numfor    Oridek<br />
202    Pulau Kafiaf    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
203    Pulau Kamemborif    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
204    Pulau Kamunuri    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Pom<br />
205    Pulau Kandari, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
206    Pulau Kandorwai    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
207    Pulau Kapisamor    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
208    Pulau Karaumpi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
209    Pulau Karboi    Kab.    Biak Numfor    Oridek<br />
210    Pulau Karel    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
211    Pulau Kariori    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
212    Pulau Kaririai    Kab.    Nabire    Telukumar<br />
213    Pulau Kariye Besar, Kepou    Kab.    Jayapura    Yokari<br />
214    Pulau Kariye Kecil, Kepou    Kab.    Jayapura    Yokari<br />
215    Pulau Karmonsaren Oser    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
216    Pulau Karmonsaren Suru    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
217    Pulau Karoupi Besar    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
218    Pulau Karoupi Kecil    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
219    Pulau Karuati    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
220    Pulau Karui    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
221    Pulau Karwar Oser    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
222    Pulau Karwar Suru    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
223    Pulau Kasei    Kab.    Biak Numfor    Biak Barat<br />
224    Pulau Katora, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
225    Pulau Kaudifu    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
226    Pulau Kawayumi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
227    Pulau Kayari Miosnum, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
228    Pulau Kayari,Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
229    Pulau Kaycebo    Kab.    Sarmi    Bonggo<br />
230    Pulau Kbori    Kab.    Biak Numfor    Aimando Padaido<br />
231    Pulau Keakereiati    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
232    Pulau Kikir    Kab.    Nabire    Yaur<br />
233    Pulau Kimaam    Kab.    Merauke    Kimaam<br />
234    Pulau Koiburi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
235    Pulau Kolepon    Kab.    Merauke    Kimaam<br />
236    Pulau Komolom    Kab.    Merauke    Waan<br />
237    Pulau Kondireng    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
238    Pulau Konggoni    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
239    Pulau Konwaf    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
240    Pulau Kopafudi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
241    Pulau Kopbarai    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
242    Pulau Kopowi    Kab.    Biak Numfor    Numfor Barat<br />
243    Pulau Kornu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
244    Pulau Kosong    Kab.    Sarmi    Sarmi<br />
245    Pulau Kowei    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Pom<br />
246    Pulau Kowei Miosnum    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
247    Pulau Krei    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
248    Pulau Krisiro    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
249    Pulau Ku    Kab.    Jayapura    Depapre<br />
250    Pulau Kubuy    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
251    Pulau Kufredi    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
252    Pulau Kumburi    Kab.    Nabire    Yuar<br />
253    Pulau Kumkum    Kab.    Waropen    Sawai<br />
254    Pulau Kunrofki    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
255    Pulau Kunure    Kab.    Nabire    Napan<br />
256    Pulau Kurudu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Raimbawi<br />
257    Pulau Kutuaf, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
258    Pulau Kuwam    Kab.    Nabire    Telukumar<br />
259    Pulau Kwa, Kepou    Kab.    Jayapura    Depapre<br />
260    Pulau Kwairim    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
261    Pulau Laag    Kab.    Asmat    Sawaerma<br />
262    Pulau Liki    Kab.    Sarmi    Sarmi<br />
263    Pulau Madiana    Kab.    Nabire    Yuar<br />
264    Pulau Maidurip    Kab.    Biak Numfor    Biak Kota<br />
265    Pulau Mainu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
266    Pulau Maipi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
267    Pulau Maiwani    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
268    Pulau Mamei    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
269    Pulau Manairu    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
270    Pulau Manbagas    Kab.    Biak Numfor    Yendidori<br />
271    Pulau Mandena    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
272    Pulau Mandui    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
273    Pulau Mandundi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
274    Pulau Manem    Kab.    Biak Numfor    Numfor Barat<br />
275    Pulau Mangga    Kab.    Nabire    Yaur<br />
276    Pulau Manggabua Beba    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
277    Pulau Manggabua Kasun    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
278    Pulau Mangkahani    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
279    Pulau Mangkubuy    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
280    Pulau Mani Barat, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
281    Pulau Mani Kecil, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
282    Pulau Manimaje    Kab.    Nabire    Yaur<br />
283    Pulau Manis    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
284    Pulau Manisrui    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
285    Pulau Mansari    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
286    Pulau Mansorom    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
287    Pulau Mansurbabo    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
288    Pulau Mansurbabo    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
289    Pulau Manufarayaf    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
290    Pulau Manupampi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
291    Pulau Manupi, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
292    Pulau Marab    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
293    Pulau Marikiob    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
294    Pulau Marua    Kab.    Nabire    Yuar<br />
295    Pulau Marupi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
296    Pulau Masimasi    Kab.    Sarmi    Pantaitimur<br />
297    Pulau Matiru, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
298    Pulau Mawampi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Selatan<br />
299    Pulau Mawampondi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
300    Pulau Mawoni    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
301    Pulau Mengge    Kab.    Sarmi    Bonggo<br />
302    Pulau Menyusfus    Kab.    Supiori    Supiori Timur<br />
303    Pulau Metureby    Kota    Jayapura    Abepura<br />
304    Pulau Mgafaki    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
305    Pulau Mgasai    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
306    Pulau Mgasaki    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
307    Pulau Mini, Nu    Kab.    Nabire    Napan<br />
308    Pulau Miosabyab    Kab.    Biak Numfor    Bondifuar<br />
309    Pulau Miosafyak    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
310    Pulau Miosarwai    Kab.    Supiori    Supiori Timur<br />
311    Pulau Miosaviak    Kab.    Biak Numfor    Bondifuar<br />
312    Pulau Miosbeba    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
313    Pulau Miosbebur    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
314    Pulau Miosbekarna Beba    Kab.    Supiori    Supiori Timur<br />
315    Pulau Miosbekarna Besafer    Kab.    Supiori    Supiori Timur<br />
316    Pulau Miosbemgir    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
317    Pulau Miosbendi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
318    Pulau Miosbepampam Beba    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
319    Pulau Miosbepampam Fadu    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
320    Pulau Miosbepampam Kasun    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
321    Pulau Miosbeprefi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
322    Pulau Miosbesyom Eser    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
323    Pulau Miosbesyom Suru    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
324    Pulau Miosbo    Kab.    Biak Numfor    Oridek<br />
325    Pulau Miosburua    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
326    Pulau Miosdafi    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
327    Pulau Miosdosori    Kab.    Supiori    Supiori Timur<br />
328    Pulau Miosfaknik    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
329    Pulau Miosfuar    Kab.    Biak Numfor    Numfor Barat<br />
330    Pulau Miosfuar    Kab.    Supiori    Supiori Utara<br />
331    Pulau Mioskambraoindi    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
332    Pulau Mioskansai    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
333    Pulau Mioskapaf Oser    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
334    Pulau Mioskapaf Suru    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
335    Pulau Mioskapapu    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
336    Pulau Mioskapar    Kab.    Biak Numfor    Bruyadori<br />
337    Pulau Mioskapar Kior    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
338    Pulau Mioskapar Oser    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
339    Pulau Mioskapar Suru    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
340    Pulau Mioskodon Oser    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
341    Pulau Mioskodon Suru    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
342    Pulau Mioskondam    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
343    Pulau Mioskondi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
344    Pulau Mioskori    Kab.    Supiori    Supiori Selatan<br />
345    Pulau Mioskredori    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
346    Pulau Miosmandun    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
347    Pulau Miosmandun    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
348    Pulau Miosmangguandi    Kab.    Biak Numfor    Aimando Padaido<br />
349    Pulau Miosmaninei    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
350    Pulau Miosmansaro    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
351    Pulau Miosmaondi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
352    Pulau Miosmawa    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
353    Pulau Miosmrap Beba    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
354    Pulau Miosmrap Kasun    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
355    Pulau Miosnggun Kior    Kab.    Biak Numfor    Warsa<br />
356    Pulau Miosnggun Oser    Kab.    Biak Numfor    Warsa<br />
357    Pulau Miosnggun Suru    Kab.    Biak Numfor    Warsa<br />
358    Pulau Miosnusbundi    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
359    Pulau Miospisan    Kab.    Supiori    Supiori Timur<br />
360    Pulau Miospondi    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
361    Pulau Miospraf Beba    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
362    Pulau Miospraf Kasun    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
363    Pulau Miospuri    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
364    Pulau Miossipu    Kab.    Biak Numfor    Biak Kota<br />
365    Pulau Miossokiri    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
366    Pulau Miossrai    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
367    Pulau Mioswandebori    Kab.    Supiori    Supiori Selatan<br />
368    Pulau Mioswarek    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
369    Pulau Mioswarek Bondi    Kab.    Biak Numfor    Aimando Padaido<br />
370    Pulau Miosyerri    Kab.    Supiori    Supiori Selatan<br />
371    Pulau Misrow    Kab.    Jayapura    Demta<br />
372    Pulau Mnudu    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
373    Pulau Momi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
374    Pulau Mora    Kab.    Nabire    Napan<br />
375    Pulau Moturaf    Kab.    Jayapura    Demta<br />
376    Pulau Mowirin    Kab.    Nabire    Napan<br />
377    Pulau Mundaung    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
378    Pulau Munsaki    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
379    Pulau Munsaki Fadu    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
380    Pulau Musampi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
381    Pulau Mutdrau    Kota    Jayapura    Kota Jayapura<br />
382    Pulau Napundai    Kab.    Biak Numfor    Biak Barat<br />
383    Pulau Nau    Kab.    Waropen    Waropen Bawah<br />
384    Pulau Nerimios    Kab.    Supiori    Supiori Timur<br />
385    Pulau Ngonakiek    Kab.    Biak Numfor    Numfor Barat<br />
386    Pulau Nikiapi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
387    Pulau Nufadudi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
388    Pulau Nufuri    Kab.    Biak Numfor    Numfor Barat<br />
389    Pulau Nukaifui    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
390    Pulau Nukori    Kab.    Biak Numfor    Aimando Padaido<br />
391    Pulau Nukori    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
392    Pulau Numfor    Kab.    Biak Numfor<br />
393    Pulau Numfor Bepon    Kab.    Biak Numfor    Orkeri<br />
394    Pulau Nurprur Besar    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
395    Pulau Nurprur Kecil    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
396    Pulau Nusamba    Kab.    Biak Numfor    Numfor Barat<br />
397    Pulau Nusi    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
398    Pulau Nusom Beba    Kab.    Biak Numfor    Biak Barat<br />
399    Pulau Nusom Kasun    Kab.    Biak Numfor    Biak Barat<br />
400    Pulau Obsibori    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
401    Pulau Oransbari    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
402    Pulau Oraraoni    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
403    Pulau Orif, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
404    Pulau Ounangko    Kab.    Jayapura    Depapre<br />
405    Pulau Owi    Kab.    Biak Numfor    Biak Timur<br />
406    Pulau Padaidori    Kab.    Biak Numfor    Aimando Padaido<br />
407    Pulau Pai    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
408    Pulau Paipiai    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
409    Pulau Pakemi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
410    Pulau Pakreki    Kab.    Biak Numfor    Aimando Padaido<br />
411    Pulau Pane    Kab.    Jayapura    Demta<br />
412    Pulau Pane Barat    Kab.    Jayapura    Demta<br />
413    Pulau Pane Tengah    Kab.    Jayapura    Demta<br />
414    Pulau Pane Timur    Kab.    Jayapura    Demta<br />
415    Pulau Pane Ujung    Kab.    Jayapura    Demta<br />
416    Pulau Papare    Kab.    Supiori    Supiori Selatan<br />
417    Pulau Papari, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
418    Pulau Pasi    Kab.    Biak Numfor    Aimando Padaido<br />
419    Pulau Pasibui    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
420    Pulau Pegun    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
421    Pulau Peiapi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
422    Pulau Pepaya    Kab.    Nabire    Yuar<br />
423    Pulau Pindotu,Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
424    Pulau Podena    Kab.    Sarmi    Bonggo<br />
425    Pulau Poiwai    Kab.    Waropen    Sawai<br />
426    Pulau Pomi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
427    Pulau Ponantabai    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
428    Pulau Prafyabo    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
429    Pulau Pramios    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
430    Pulau Puduar    Kab.    Biak Numfor    Yendidori<br />
431    Pulau Pudwar Kior    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
432    Pulau Pudwar Oser    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
433    Pulau Pudwar Suru    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
434    Pulau Puriri    Kab.    Mimika    Mimika Timur Jauh<br />
435    Pulau Purure    Kab.    Nabire    Yuar<br />
436    Pulau Rage    Kab.    Nabire    Yaur<br />
437    Pulau Rani    Kab.    Supiori    Supiori Selatan<br />
438    Pulau Rarsbari    Kab.    Biak Numfor    Bondifuar<br />
439    Pulau Rarsbari    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
440    Pulau Rasi    Kab.    Biak Numfor    Aimando Padaido<br />
441    Pulau Ratewa    Kab.    Nabire    Napan<br />
442    Pulau Refaurarif    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
443    Pulau Remoi, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
444    Pulau Remoipi, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
445    Pulau Rep Yam    Kab.    Merauke    Naukenjerai<br />
446    Pulau Risenwamurem Kior    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
447    Pulau Risenwamurem Oser    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
448    Pulau Risenwamurem Suru    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
449    Pulau Roene    Kab.    Nabire    Napan<br />
450    Pulau Rori    Kab.    Nabire    Yaur<br />
451    Pulau Roriegi    Kab.    Nabire    Telukumar<br />
452    Pulau Rorobo    Kab.    Nabire    Telukumar<br />
453    Pulau Ruber    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
454    Pulau Rui, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Pom<br />
455    Pulau Runggawor    Kab.    Nabire    Yaur<br />
456    Pulau Runi    Kab.    Biak Numfor    Aimando Padaido<br />
457    Pulau Rurbas Beba    Kab.    Biak Numfor    Biak Timur<br />
458    Pulau Rurbas Bedar    Kab.    Biak Numfor    Biak Timur<br />
459    Pulau Sabukan    Kab.    Biak Numfor    Aimando Padaido<br />
460    Pulau Sakukir    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
461    Pulau Samakuri    Kab.    Biak Numfor    Aimando Padaido<br />
462    Pulau Samios    Kab.    Biak Numfor    Biak Barat<br />
463    Pulau Samoni    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
464    Pulau Sampokar    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
465    Pulau Sapomi    Kab.    Biak Numfor    Biak Kota<br />
466    Pulau Sariasi Beba    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
467    Pulau Sariasi Kasun    Kab.    Supiori    Supiori Barat<br />
468    Pulau Sariwe    Kab.    Nabire    Napan<br />
469    Pulau Sarwandori    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kosiwo<br />
470    Pulau Sarwori Beba    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
471    Pulau Sarwori Fadu    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
472    Pulau Sarwori Kasun    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
473    Pulau Sawaki    Kab.    Biak Numfor    Oridek<br />
474    Pulau Sawar    Kab.    Sarmi    Sarmi<br />
475    Pulau Saweru    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
476    Pulau Sayonufori    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
477    Pulau Sebani    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
478    Pulau Senemi    Kab.    Supiori    Supiori Selatan<br />
479    Pulau Sensau    Kab.    Jayapura    Depapre<br />
480    Pulau Serpondi    Kab.    Biak Numfor    Orkeri<br />
481    Pulau Si    Kab.    Nabire    Makimi<br />
482    Pulau Sibir    Kota    Jayapura    Muaratami<br />
483    Pulau Siran Keribo    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
484    Pulau Snebai    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
485    Pulau Somerwoo    Kab.    Asmat    Sawaerma<br />
486    Pulau Somresi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
487    Pulau Sosbari    Kab.    Supiori    Supiori Selatan<br />
488    Pulau Sowek    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
489    Pulau Sowi, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
490    Pulau Suandei    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
491    Pulau Sunggindi    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
492    Pulau Supiori    Kab.    Supiori<br />
493    Pulau Suwoi    Kab.    Supiori    Supiori Selatan<br />
494    Pulau Taba, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
495    Pulau Tekopi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Timur<br />
496    Pulau Temangtemang    Kab.    Jayapura    Depapre<br />
497    Pulau Tenggere    Kab.    Biak Numfor    Oridek<br />
498    Pulau Tomai    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
499    Pulau Toroa, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
500    Pulau Tumamori    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
501    Pulau Tumpapa    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Pom<br />
502    Pulau Uari    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
503    Pulau Urampi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
504    Pulau Urampi Kaitui    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
505    Pulau Ureb    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
506    Pulau Urepi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
507    Pulau Uti, Nuta    Kab.    Nabire    Napan<br />
508    Pulau Wakde Besar    Kab.    Sarmi    Pantaitimur<br />
509    Pulau Wakde Kecil    Kab.    Sarmi    Pantaitimur<br />
510    Pulau Wamari    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
511    Pulau Wamori    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
512    Pulau Wamsoi    Kab.    Biak Numfor    Aimando Padaido<br />
513    Pulau Wanandief    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
514    Pulau Wanaponoi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
515    Pulau Wandarwa Beba    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
516    Pulau Wandarwa Kasun    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
517    Pulau Wandi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
518    Pulau Warahire    Kab.    Nabire    Napan<br />
519    Pulau Warenuf    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Telukampimoi<br />
520    Pulau Warikumandefaf    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
521    Pulau Waru    Kab.    Nabire    Napan<br />
522    Pulau Wawaruk    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
523    Pulau Wiyoi, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
524    Pulau Womofre    Kab.    Biak Numfor    Numfor Barat<br />
525    Pulau Womsibri    Kab.    Biak Numfor    Oridek<br />
526    Pulau Wonawai, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
527    Pulau Wondeni    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Kepulauanambai<br />
528    Pulau Wopiwore    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
529    Pulau Wori Ansus    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
530    Pulau Wori Papuma    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
531    Pulau Worondaundeni    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
532    Pulau Wowa, Nu    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
533    Pulau Wowinbori    Kab.    Biak Numfor    Biak Barat<br />
534    Pulau Wundi    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
535    Pulau Yabor    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
536    Pulau Yamna Besar    Kab.    Sarmi    Pantaitimur<br />
537    Pulau Yamna Kecil    Kab.    Sarmi    Pantaitimur<br />
538    Pulau Yapen    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)<br />
539    Pulau Yapero    Kab.    Mimika    Mimika Timur Jauh<br />
540    Pulau Yenusi Marau    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
541    Pulau Yenusi Sasawa    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Yapen Barat<br />
542    Pulau Yeri    Kab.    Biak Numfor    Aimando Padaido<br />
543    Pulau Yeromi    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
544    Pulau Yersun    Kab.    Sarmi    Bonggo<br />
545    Pulau Yeruboi    Kab.    Biak Numfor    Warsa<br />
546    Pulau Yerui    Kab.    Kepulauan Yapen (Yapen Waropen)    Wonawa<br />
547    Pulau Yerumi    Kab.    Supiori    Kep. Aruri<br />
548    Pulau Yo, Kepou    Kab.    Jayapura    Depapre<br />
549    Pulau Yumndi    Kab.    Biak Numfor    Padaido<br />
<br />
<em>(Jubi/Victor Mambor)</em><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F04%2F28%2Fpapua-punya-598-pulau-kecil%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/04/28/papua-punya-598-pulau-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PROBLEM UMUM RAKYAT PAPUA DAN SOLUSI DEMOKRATIS</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/04/27/problem-umum-rakyat-papua-dan-solusi-demokratis/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/04/27/problem-umum-rakyat-papua-dan-solusi-demokratis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2013 07:14:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Jubi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Papua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=23469</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rinto Kogoya “Tulisan ini saya persembahkan kepada Rakyat Papua dalam perayaan 50 Tahun... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/04/27/problem-umum-rakyat-papua-dan-solusi-demokratis/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_23470" class="wp-caption alignleft" style="width: 273px"><img class="size-medium wp-image-23470" title="DSCF001" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/04/DSCF001-263x250.jpg" alt="" width="263" height="250" /><p class="wp-caption-text">Rinto Kogoya (Dok. Pribadi)</p></div><br />
<br />
<strong>Oleh : Rinto Kogoya</strong><br />
<br />
“Tulisan ini saya persembahkan kepada Rakyat Papua dalam perayaan 50 Tahun Aneksasi atau Pendudukan Indonesia di Tanah Papua. Dan refleksi bagi rakyat dan organisasi-organisasi Perlawanan di Papua yang mencita-citakan Pembebasan Nasional Rakyat dan Bangsa Papua dari Penidasan oleh Kolonialisme Indonesia, Imperialisme dan Militerisme”<br />
<br />
Situasi Papua dewasa ini yang diperhadapkan dengan berbagai persoalan dalam berbagai segi kehidupan baik dari aspek ekonomi politik maupun sosial dan kebudayaan tidak terlepas dari sejarah perkembangan kehidupan Rakyat Papua. Jika kita menyimak bagaiman awal gagasan pembentukan Bangsa Papua oleh kaum intelektual Papua pada dekade 1960an tentunya mereka memiliki cita-cita agar Rakyat Papua dapat membangun Bangsa dan Tanah Airnya dengan lebih baik, lebih demokratis, lebih adil dan lebih manusiawi dan lebih sejahtera di negerinya.<br />
<br />
Walaupun tidak dapat kita temukan catatan sejarah tentang rumusan negara yang dikehendaki para pengagas Bangsa Papua, tapi keinginan mereka untuk memerdekakan Rakyat dan membentuk suatu negara adalah wujud cita-cita yang mulia karena menghendaki agar Rakyatnya terbebas dari sebuah penjajahan. Salah satu gagasan dari Resolusi Kongres Nederland Nieuw Guinea Raad (Dewan Niuew Guinea) yang memiliki arti penting bagi Rakyat Papua saat ini adalah semboyan “One People One Soul” yang artinya Satu Rakyat Satu Jiwa. Semboyan ini mengartikan persatuan.<br />
<br />
Namun, kita tau bersama dimana Indonesia yang dipimpin oleh Soekarno yang egois dan angkuh telah melancarkan sebuah usaha untuk mengagalkan lahirnya negara Papua. Yang mana setelah deklarasi kemerdekaan Bangsa Papua Barat 1 Desember 1961, kemudian pada tanggal 19 Desember 1961 Indonesia melalui Soekarno mengumandangkan TRIKORA. Yang diikuti oleh mobilisasi militer dan para militer untuk menguasai Papua dari tangan Belanda. Tentu hal yang tidak disadari Soekarno adalah gagasan membentuk sebuah negara Papua Barat adalah murni kehendak Rakyat Papua yang dipelopori oleh kaum intelektualnya diantaranya N. Jouwe, M.W. Kaiseppo, P. Torei,  M.B. Ramendey, A.S. Onim, N. Tanggakma, F.Poana dan Andullah Arfan. Sejak saat itu, Indonesia selalu mengunakan militer sebagai tameng untuk menghadapi perlawanan Rakyat Papua yang tidak menghendaki kehadiran Indonesia.<br />
<br />
Hingga saat ini, dapat kita saksikan sendiri bagaimana marginalisasi terhadap Rakyat Papua dari segi ekonomi terjadi di depan mata kita, bagaimana prilaku aparat militer Indonesia terhadap Rakyat Papua, bagaimana tanah-tanah adat dijadikan lahan investasi, bagaimana tingginya kematian di Papua khususnya kematian Ibu dan Anak, bagaimana lapangan pekerjaan yang ada cuma PNS dan buruh perusahaan milik negara-negara Imperialis, bagaimana minimnya tenaga guru dan prasarana pendidikan didaerah-daerah pelosok dan masih banyak lagi persoalan lain yang sedang membelenggu Rakyat Papua saat ini. Hal yang demikian terjadi diseluruh Papua dan tetap akan dipertahankan, guna kepentingan penguasaan terhadap Tanah Papua.<br />
<br />
Terbelenggunya Rakyat Papua dalam sebuah penjajahan, penindasan dan diskriminasi dikarenakan kita diperhadapkan pada musuh bersama seluruh Rakyat Papua yang menghambat laju kemajuan dan perkembangan hidup Rakyat Papua. Berikut kita akan menyimak bagaimana ketiga musuh Rakyat Papua tetap berusaha menancapkan cakarnya di atas Tanah Papua.<br />
<br />
<strong>Kolonialisme Indonesia</strong><br />
Pengertian Kolonialisme adalah “kebijakan dan praktek kekuatan dalam memperluas kontrol atas masyarakat lemah atau daerah”. Kolonialisme selalu memiliki sifat yang arogan dan ekspansionis. Tujuan utama kolonialisme adalah menguras sumber kekayaan, sedangkan kesejahteraan dan pendidikan rakyat daerah koloni, tidak diutamakan.<br />
<br />
Kolonialisme Indonesia di Papua Barat dimulai ketika adanya infasi militer ke Papua sejak TRIKORA 1961 dengan pembentukan Komando Mandala untuk melancarkan operasi “Mandala” yang dipimpin oleh Letjend. Soeharto. Ini bertujuan untuk melakukan ekspansi (peluasan wilayah kekuasaan) negara Indonesia.  Ini dilakukan berdasarkan klaim yang tidak logis dan sepihak dari Soekarno, bahawa jauh sebelum Indonesia lahir, papua adalah bagian dari kerajaan  majapahit dan beberapa klaim lainnya.<br />
<br />
Nyatanya dalam Konfrensi Meja Bundara hanya meliputi Hindia Belanda (meliputi Sabang sampai Amboina) tidak termaksud Nederland Niue Guinea (Papua Barat). Namun karena Indonesia yang keras kepala hendak menguasai Papua, dan Belanda yang mengalami resesi ekonomi akibat perang, maka pada 1 Mei 1963 terjadi penyerahan kekuasaan dari pemerintahan sementara PBB, UNTEA kepada Indonesia. Indonesia yang hadir di Papua dengan alasan mempersiapkan pelaksanaan Hak Menentukan Nasib Sendiri sesuai Perjanjian New York, nyatanya merekayasanya menjadi Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA). Tentunya dapat kita pastikan bagaimana proses dan hasilnya.<br />
<br />
Hingga kini, untuk menjalankan kolonisasi dan mempertahankan kekuasaannya atas Tanah Papua, mesin birokrasi, sistem politik seperti pemilu  dan militer digunakan untuk melegitimasi keberadaan Indonesia di Papua. Birokrasi merupakan mesin legal Indonesia untuk menjadikan Papua bagian dari NKRI dan militer merupakan alat reaksioner yang digunakan untuk mempertahankan Papua apapun caranya. Dan sistem politik seperti pemilu untuk menunjukan kalau Rakyat Papua patuh akan sistem politik yang berlangsung di Indonesia.<br />
Selain kedua mesin itu, produk politik seperti UU N0 21 Tahun 2001 tentang Otsus, UU Pemekaran Wilayah, UP4B dan kebijakan lain hanya merupakan upaya untuk mempertahankan Papua tetap dalam kekuasaan Indonesia. Sehingga jelas, bahwa setiap kebijakan yang diterapkan di Papua oleh Indonesia adalah untuk menguasai.<br />
<br />
<strong>Imperialisme</strong><br />
Imperialisme adalah tahapan tertinggi dari kapitalisme atau kapitalisme monopoli. Sedang kapitalisme adalah paham yang meyakini bahwa pemilik modal dapat melakukan usahanya untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya. Imperialisme atau kapitalisme monopoli tidak hanya menghisap kaum buruh tapi juga menguasai wilayah-wilayah penghasil bahan mentah bagi Industrinya secara tidak langsung.<br />
Kehadiran Imperialisme di Papua diawali dengan penandatanganan Kontrak Karya PT Freeport milik Imperialis Amerika dengan pemerintahan Soeharto pada tahun 1967. Kehadiran Freeport telah mengabaikan hak-hak demokratis Rakyat Papua untuk merdeka sebagai sebuah negara.<br />
<br />
Kepentingan Imperialisme atas Papua sesuai dengan ciri-cirinya yaitu :<br />
1.    Konsentrasi produksi dan kapital sehinga menciptakan monopoli yang berperan penting dalam kehidupan monopoli. Artinya, konsentrasi produksi hanya berpusat di Negara kapitalis. Mereka juga menguasai pasar dengan menentukan harga.<br />
2.    Perbaduan antar kapital bank dan kapital industry menciptakn basis yang menamakan kapital finace. Contoh: Bank Dunia, Bank IMF. Bank tidak akan hanya sekedar memberikan pinjaman kepada suatu negara. Ia mengharapkan ada imbal balik dari sebuah negara, dan mengharapakan adanya jaminan. Dari permutran modal dan uang, itu akan kembali kepada kapitalis itu sendiri.<br />
3.    Ekspor kapital berbeda dengan ekspor komoditi.<br />
Artinya: Mereka hanya akan mengeskpor kapital kepada negara-negara lain agar mereka menyediakan bahan komoditi bagi mereka.<br />
4.    Pembentukan kapitalisme monopoli internasional dan pembagian dunia di antara mereka.<br />
5.    Pembagian teritori di seluruh dunia di antara kekuatan kapitalis besar telah selesai.<br />
<br />
Dari penjelasan ciri-ciri Imperialisme, menunjukan bahwa Papua saat ini sedang berada dalam cengkraman negara-negara Imperialis. Hal ini ditunjukan dengan masuknya berbagai perusahaan-perusahaan berskala Multy National Coorporation (MNC) seperti BP di Bintuni dan LNG Tangguh di Sorong Selatan serta pembukaan perkebunan skala luas seperti MIFEE di Maroke dan Corindo dan Medco yang sudah ada jauh sebelumnya. Untuk mengamankan keberlangsungan aktifitas eksploitasi perusahaan-perusahaan milik Imperialis ini, militer (TNI-Polri) selalu digunakan untuk menghalau perlawanan Rakyat pemilik hak ulayat. Nyatanya, keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut tidak dapat mensejahterakan seluruh Rakyat Papua yang berjumlah kurang lebih tiga juta jiwa.<br />
<br />
<strong>Militerisme</strong><br />
Militerisme adalah suatu pemerintahan yang didasarkan pada jaminan keamanannya terletak pada kekuatan militernya dan mengklaim bahwa perkembangan dan pemeliharaan militernya untuk menjamin kepentingan masyarakat. Militerisme memiliki sifat dasar yaitu represif dan reaksioner.<br />
<br />
Keberadaan militerisme di Papua sudah dimulai dengan masuknya penjajah Belanda, baru kemudian sifat reaksionernya muncul ketika Indonesia hadir di Papua. Militerisme Indonesia memulai aksinya di Papua paska TRIKORA 19 Desember 1961 dengan adanya seruan untuk memobilisasi umum rakyat Indonesia untuk merebut Papua Barat oleh Soekarno.<br />
<br />
Indonesia melalui kekuatan militer lewat penerapan kebijakan Daerah Operasi Militer (DOM) dan berbagai operasi lain untuk melakukan teror, intimidari, pengejaran, pemenjarahan, pemerkosaan, pembunuhan, pembakaran fasilitas umum dan kampung, dan aksi kejahatan militer yang lainnya. Selain itu, dalam Operasi Koteka pada tahun 1970-an, Rakyat Papua dipaksa untuk mengenakan pakaian ala orang Indonesia yang terbuat dari kain.<br />
<br />
Akibat Operasi Militer banyak rakyat Papua Barat yang telah menjadi korban. Hal dapat dilihat dari laporan Amnesty International yang mengemukakan bahwa telah terjadi 100 ribu rakyat Papua Barat dibantai oleh militer Indonesia.  Aksi militerisme ini terus terjadi di Papua hingga saat ini dalam era reformasi di Indonesia dan dilakukan untuk mempertahankan kepentingan pendudukan Indonesia di Papua dan melindungi kepentingan industri kapitalis milik negara-negara Imperialis untuk mengekploitasi kekayaan alam Papua.<br />
<br />
<strong>Solusi Demokratis Untuk Rakyat Papua</strong><br />
Tentu tidak mudah melawan sistem yang sudah sekian lama menghisap dan menindas rakyat Papua untuk segera angkat kaki dari Tanah Papua. Butuh persatuan diantara rakyat melalui organisasi atau faksi perlawanan rakyat Papua yang ada dengan satu program perjuangan yang tegas dan kesadaran bersama tentang siapa sejatinya musuh rakyat Papua. Bagaimana segala daya upaya difokuskan pada kesatuan program perjuangan yang telah disepakati bersama.<br />
<br />
Menurut saya, memperjuangkan Hak Menentukan Nasib Sendiri (The Right to Self Determination) bagi rakyat Papua merupakan satu-satunya tawaran solusi demokratis dalam penyelesaian persoalan Papua. Dan harus diperjuangkan terus menerus oleh seluruh organisasi perlawanan rakyat Papua secara sinergis baik di Tanah Air Tercinta Papua, Indonesia dan dunia Internasional hingga cita-cita Pembebasan Sejati Rakyat Papua terwujud. Dan hari depan yang lebih baik dapat dinikmati oleh generasi Papua yang akan datang.<br />
<br />
Akhirnya, selamat menyonsong 50 Tahun Aneksasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semoga tulisan ini dapat membantu langkah kita kedepan.<br />
<br />
Jayalah Rakyat Papua! Jayalah Perempuan Papua! Jayalah Mahasiswa Papua!  Jayalah seluruh Rakyat Papua!<br />
<br />
Salam!<br />
<br />
<strong>Penulis adalah Ketua Komite Pimpinan Pusat AMP [Ketum KPP AMP]</strong><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F04%2F27%2Fproblem-umum-rakyat-papua-dan-solusi-demokratis%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/04/27/problem-umum-rakyat-papua-dan-solusi-demokratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ARNOLD AP DIBERI GELAR ‘BAPAK IDENTITAS PRIBUMI PAPUA’</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/04/26/arnold-ap-diberi-gelar-bapak-identitas-pribumi-papua/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/04/26/arnold-ap-diberi-gelar-bapak-identitas-pribumi-papua/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 06:02:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Musa Abubar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Arnold C. AP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=23351</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 26/4 (Jubi) – Dalam rangka peringatan 29 tahun kematian Arnold Clemens AP, tokoh budayawan... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/04/26/arnold-ap-diberi-gelar-bapak-identitas-pribumi-papua/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_23011" class="wp-caption alignleft" style="width: 203px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://tabloidjubi.com/2013/04/24/kematian-arnold-ap-akan-diperingati/arnold-clemens-ap/" rel="attachment wp-att-23011"><img class="size-medium wp-image-23011" title="Arnold Clemens Ap" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/04/Arnold-Clemens-Ap-193x250.jpg" alt="" width="193" height="250" /></a><p class="wp-caption-text">Arnold Clemens AP (IST)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura, 26/4 (Jubi)</strong> – <em>Dalam rangka peringatan 29 tahun kematian Arnold Clemens AP, tokoh budayawan Papua pada, 26 April 1984, akademisi menyatakan Arnold  pantas diberi gelar ‘bapak indentitas pribumi Papua.’ Selain Arnold, group Blacbrothers, Rio Grime, dan Persipura juga pantas menyandang gelar tersebut.</em><br />
<br />
Hal ini dikemukakan Musa Sombuk, mewakili akademisi dari Universitas Negeri Papua (Unipa) Manokwari, Papua Barat, saat ditemui <em>tabloidjubi.com</em> di Abepura, Kota Jayapura, Jumat (26/4).  Menurutnya, dihari kematian Arnold C. AP, 26 April 1984, dirinya pantas diberi gelar ‘bapak identitas pribumi Papua.’ “Selain Arnold, persipura, group blacbrothers dan rio grime juga pantas diberi gelar itu,” kata Sombuk.<br />
<br />
Sombuk menilai, group mambesak yang pelopori Arnold Ap, group blacbrothers, group rio grime dan  persipura  serta Otsus dan Majelis Rakyat Papua (MRP) adalah satu garis kontrol melanesia. Kemudian, lanjut dia, Arnold di zamannya dicap sebagai separatis dan pemberontak. Zaman sekarang, bagi mereka yang mengkritisi soal MRP dan Otsus juga dicap sebagai sepratis dan diklaim sebagai kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). Sementara, persipura adalah tim kebanggaan orang Papua saat ini.<br />
<br />
Menurut dia, model yang dilakukan mambesak kala itu adalah model yang unik di Papua dan tak ada di daerah lain diluar Papua. Bertolak dari itu, pelopor mambesak, Arnold C. AP pantas dilihat sebagai indentitas pribumi Papua atau diberi gelar identitas pribumi Papua. Persipura, Blacbrathers dan Rio Grime juga pantas menyandang gelar yang sama.<br />
<br />
Sombuk mengatakan, dari sisi akademisi, Arnold meletakan dasar atropologi atau meletakan dasar etnopsikologi yang merupakan ciri tersendiri dari bagian antropologi. Gerakan yang dilakukan saat itu oleh AP adalah gerakan anropologi namun tak mendapat ruang. Akhirnya, dipandang sebagai gerakan politik. Selanjutnya, Arnold AP sekeluarga diincar. Alhasil, Arnold AP terpaksa harus dibunuh dengan cara ditembak di Pasir II Jayapura sejak itu.<br />
<br />
Pada Jumat, 26 April 2013 kali ini adalah peringatan ke 29 tahun kematian sang budayawan Papua ini. Penangkapan Arnold C. AP sendiri terjadi pada 30 November 1983 dalam Operasi Tumpas dibawa kendali Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopasandha). AP dibunuh oleh kopasandha (kini kopasus) pada 26 April tahun 1984. <strong>(Jubi/Musa)</strong><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F04%2F26%2Farnold-ap-diberi-gelar-bapak-identitas-pribumi-papua%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/04/26/arnold-ap-diberi-gelar-bapak-identitas-pribumi-papua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
