<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tabloidjubi.com &#187; Indepth</title>
	<atom:link href="http://tabloidjubi.com/?feed=rss2&#038;cat=4" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tabloidjubi.com</link>
	<description>The Papua News Portal</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 May 2013 16:04:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.2</generator>
		<item>
		<title>ADA APA DI  TEROWONGAN BIG GOSSAN ?</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/05/18/ada-apa-di-terowongan-big-gossan/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/05/18/ada-apa-di-terowongan-big-gossan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 15:37:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dominggus Mampioper</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indepth]]></category>
		<category><![CDATA[big gossan mining]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=27341</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 17/5 (Jubi)&#8212;Terowongan tambang Big Gossan sudah dimulai dengan pembuatan terowongan utamanya sejak 2006 dan... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/05/18/ada-apa-di-terowongan-big-gossan/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_27342" class="wp-caption alignleft" style="width: 350px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://tabloidjubi.com/2013/05/18/ada-apa-di-terowongan-big-gossan/garsberg-3/" rel="attachment wp-att-27342"><img class="size-medium wp-image-27342" title="garsberg" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/05/garsberg-340x234.jpg" alt="" width="340" height="234" /></a><p class="wp-caption-text">Open Pit Mining di Grassberg berakhir 2015 dan under ground mining menjadi salah satu produksi tambang PT Freeport Ind. Big Gossan sebagai gambaran awal tragedi bawah tanah di perusahaan tambang emas, perak dan tembaga di Tanah Papua.(Jubi/ist)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura, 17/5 (Jubi)&#8212;</strong><em>Terowongan tambang Big Gossan sudah dimulai dengan pembuatan terowongan utamanya sejak 2006 dan sudah berproduksi pada 2009 lalu. Secara geologis, Big Gossan adalah bagian dari zona cebakan bijih yang disebut Distrik Gunung Bijih Timur yang punya kadar tembaga dan emas yang tinggi dan mengandung mineral logam ikutan lainnya.</em><br />
<br />
Frank Nelson yang pertama kali menemukan blok penambangan baru, tubuh bijih Big Gossan pada 1976. Big Gossan setelah melalui beberapa studi kelayakan dan eksplorasi ternyata  punya potensi cadangan sebesar 55 juta ton dengan kadar tembaga(Cu) 2,3 persen dan emas(Au) 1, 1 gram per ton bijih.<br />
<br />
Meskipun cadangan Big Gossan lebih kecil dari<em> open pit mining</em> Grasberg maupun tambang bawah tanah DOZ . Namun yang jelas Big Gossan dari kajian ekonomi menguntungkan untuk ditambang karena tingginya kadar tembaga(Cu) dan emas(Au). Apalagi Big Gossan ini akan menutupi penurunan produksi dari <em>open pit mining</em> Grassberg pada 2015 mendatang.<br />
<br />
Melihat potensi Big Gossen yang tabloidjubi.com kutip dari buku berjudul<em> Dari Grassberg Sampai Amamapare Proses Penambangan Tembaga dan Emas Mulai Hulu Hingga Hilir</em> yang ditulis Armando Mahler dan Nurhadi Sabirin. Menunjukan kalau Big Gossen ini termasuk salah satu potensi tambang yang dimiliki PT Freeport untuk terus digali dan diproduksi.<br />
<br />
Big Gossan termasuk salah satu lokasi tambang yang termasuk dalam perluasan areal Kontrak Karya II PT Freeport Ind. Adapun areal dengan kontrak karya kedua antara lain Deep Area, DOM dan Big Gossan. Sebelumnya areal Kucing Liar dan Intermediate Ore Zine (IOZ) masih terus beroperasi.<br />
<br />
Big Gossan ini sangat penting karena pada saat yang bersamaan<em> open pit mining</em> di Grasberg sudah berkurang produksinya dan akhirnya akan ditutup pada 2015. Longsornya bawah tanah di area Big Gossan menyebabkan lima orang tewas dan puluhan karyawan terjebak dalam terowongan bawah tanah telah menunjukan tingkat produksi yang tinggi jelang <em>open pit mining</em> Grassberg ditutup.<br />
<br />
Walau demikian menurut Presiden Direktur PTFreeport Indonesia Rozik B. Soetjipto runtuhnya sebagian terowongan di area fasilitas pelatihan Big Gossan terjadi di area yang letaknya jauh dari lokasi pertambangan aktif. Lebih lanjut urai Rozik  diperkirakan tidak akan memiliki dampak yang signifikan terhadap kegiatan operasional dan perkembangan.<br />
<br />
Apakah ini karena gejala alam, faktor <em>human error</em> atau akibat kejar produksi jelang 2015 hingga mengabaikan faktor-faktor keselamatan? Bahkan Gubernur Enembe memperingatkan PT FI agar lebih memperhatikan keselamatan manusia khususnya karyawan yang bekerja di<em> under ground mining</em>. Sedangkan dugaan lain menyebutkan  faktor curah hujan yang tinggi di areal penambangan. Bahkan ada yang bilang insiden ini murni kecelakaan kerja dan bukan bencana alam di dalam terowongan bawah tanah Big Gossen.<br />
<br />
Pakar geologi dan tambang menyebutkan kalau prinsip-prinsip  yang digunakan dalam melakukan tambang bawah tanah adalah selalu mengikuti jalur air tanah. Ini artinya setiap penggalian tambang selalu ada jalur air tanah untuk memudahkan penggalian tambang. Cilakanya kalau curah hujan yang tinggi di wilayah sekitar tambang akibatnya bisa runtuh dan memutuskan terowongan bawah tanah.<br />
<br />
Yang jelas wajah Grasberg dan Ersberg sudah berlobang menyerupai danau diketinggian ribuan meter. Sedangkan areal bawah tanah atau <em>under ground mining</em> tampak berupa  jalur tikus yang mengikuti jalur air tanah.  Pasalnya seberapa jauh dampak yang akan terjadi pasca penambangan PT Freeport di daerah Bumi Amungsa.<br />
<br />
Wajah gunung sudah berbopeng-bopeng  dan banyak jalur bawah tanah sedangkan daerah dataran rendah di Bumi Kamoro terus semakin dangkal akibat proses sedimentasi. Ironi memang daerah gunung berlobang sedangkan di daerah dataran rendah tertimbun tailing.<br />
<br />
Andaikata PT Freeport pergi tahun 2041 tetapi dikabarkan akan menambah 30 tahun lagi sehingga tahun 2071 baru hengkang dari tanah Papua.  Bagi orang-orang pertambangan mengembalikan ke bentangan awal sudah tak mungkin lagi tapi bagi mereka adalah bagaimana memperbaikinya agar aman dan tak memberikan dampak negatif.<br />
<br />
Walau PT FI telah menegaskan tak ada <em>ghost town</em> alias kota hantu pasca tambang dan semua itu dijamin. Paling tidak semua pihak berharap agar  masyarakat di Bumi Kamoro dan Amungsa  bisa mendapat setetes emas (Au), perak(Ag) dan tembaga (Cu) di tengah hijaunya hutan dan salju abadi pasca tambang di sana.(<strong>Jubi/Dominggus A Mampioper</strong>)<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
&nbsp;<br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F05%2F18%2Fada-apa-di-terowongan-big-gossan%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/05/18/ada-apa-di-terowongan-big-gossan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ARTON KOGOYA DITEMBAK DUA KALI, DI KAKI DAN DI DADA</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/05/15/arton-kogoya-ditembak-dua-kali-di-kaki-dan-di-dada/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/05/15/arton-kogoya-ditembak-dua-kali-di-kaki-dan-di-dada/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 15:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Benny Mawel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indepth]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=26663</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 14/05 (Jubi) &#8211; Hari Sabtu,  11 mei  2013 jam 09:30 WIT tepat di Jalan... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/05/15/arton-kogoya-ditembak-dua-kali-di-kaki-dan-di-dada/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_26664" class="wp-caption alignleft" style="width: 350px"><img class="size-medium wp-image-26664" title="Korban" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/05/Korban-340x228.jpg" alt="" width="340" height="228" /><p class="wp-caption-text">Jenazah Arton Kogoya saat diperabukan oleh keluarganya (Dok. Jubi)</p></div><br />
<br />
<em>Jayapura, 14/05 (Jubi) &#8211; Hari Sabtu,  11 mei  2013 jam 09:30 WIT tepat di Jalan Yosudarso, depan Warnet Rafi RT 01/RW 06 Distrik Wamena Kota, Jayawijaya, Papua, Arton Kogoya tewas ditembak oleh anggota Batalion756 Wimane Sili yang berada di pos Napua distrik Napua Kabupaten Jayawijaya.</em><br />
<br />
Berikut beberapa keterangan saksi mata yang dihimpun Jubi, terkait penembakan yang dilakukan oleh enam anggota Batalion756 Wimane Sili, Wamena.<br />
<br />
<strong>Identitas Korban:</strong><br />
Nama         : Arton Kogoya<br />
Umur         : 26 Tahun<br />
Alamat         : Jln Yos Sudarso RT 01/RW 06 Distrik Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya<br />
Agama         : Kristen Protestan<br />
Status         : Nikah<br />
Istri         : 1 orang<br />
Anak         : 2 (Perempuan)<br />
Suku         : Lani Papua<br />
<br />
Arton Kogoya adalah Kader Kesehatan gereja di pos Lelam, Kampung Lelam, Distrik Maki Kabupaten Lani Jaya dan Majelis di Gereja Yilan.<br />
<br />
<strong>Saksi  I</strong><br />
&#8220;Saya dari arah Sinakma sedang dorong motor ke arah kota. Sedangkan korban berjalan dari arah Sinakma. Samapi di depan Warnet Rafi, korban bertemu dengan 6 orang anggota TNI dan satu anak dari anggota TNI. Korban yang sedang dalam keadaan mabuk berkata kepada anggota TNI itu, “ Kamu dari mana, kamu mau kemana?” sambil bergaya menantang dan mau memukul  6 anggota TNI itu. Keenam anggota TNI bersama 1 anak dari anggota kemudian mencabut sangkur dan mulai mengurung korban. Karena situasinya terlihat seakan anggota TNI mau menikam korban maka saya dan teman saya menarik korban dan menyuruhnya pulang. Saya yang membawa korban ke rumahnya di Lorong Mata Air. Namun tak sampai dirumahnya. Saya suruh korban pulang dan saya kembali ke jalan utama, jalan Yos Sudarso karena motor saya ada di situ. Saya pikir korban pulang ke rumah. Ternyata tidak, dia kembali lagi ke jalan Yos Sudarso. Saya melihat anggota TNI datang dengan senjata lengkap, jadi saya balik. Sementara saya sedang mendorong korban ke lorong mata air dan menyuruhnya lari, salah satu anggota TNI melihat kami. Anggota TNI ini berteriak, “oh dia ada disana”.  Saya terus mendorong korban untuk lari hingga korban lari ke arah rumah dan saya tetap berdiri di jalan Yos Sudarso. Anggota TNI yang kejar korban itu 4 orang pegang senjata dan 2 orang tidak pegang senjata,  tidak lama kemudian saya dengar bunyi tembakan sebanyak 6 kali.&#8221;<br />
<br />
<strong>Saksi II </strong><br />
&#8220;Saya  biasa main di warnet dari jam 06:00-09:30 malam. Saya lihat ada dua orang anggota TNI yang keluar dari warnet karena ada informasi dari pemilik warnet bahwa ada orang bikin ribut di depan warnetnya. Saya juga keluar. Di luar saya lihat, 6 orang anggota TNI dan 1 orang anak TNI pegang sangkur sedang mengurung korban. Mereka seperti akan menikam korban namun tampak ragu-ragu, karena korban pegang pisau dan batu. Saya bilang kepada anak tentara itu yang bernama Canggi dan 6 anggota TNI untuk menghentikan aksi mereka. Saya dan seorang teman kemudian menarik korban. Teman saya lalu mengajak  korban pulang ke rumah korban. Setelah itu, salah satu anggota tersebut menyuruh saya untuk angkat motor yang ada di pinggir jalan. Saya mendengar salah satu anggota batalion (anggota TNI) bilang hendak ambil senjata di Kodim. Lalu tiga motor berjalan ke Kodim untuk ambil senjata. Satu anggota lainnya menelpon teman-teman mereka di pos Napua. Saya kembali ke dalam warnet lagi. Tidak lama kemudian saya dengar bunyi tembakan 6 kali.&#8221;<br />
<br />
<strong>Saksi III</strong><br />
&#8220;Saya melihat di samping rumah Bapak Yenis Wenda,  aparat (anggota TNI) sedang mengejar korban. Mereka menembak korban di kakinya. Namun korban mengambil batu untuk membalas. Anggota menembak lagi. Tembakan kedua ini mengenai tangan korban hingga tembus ke dada korban. Anggota TNI yang menembak korban masih terus mengejar korban yang berlari ke arah rumahnya. Sampai di depan rumahnya, korban terjatuh dan meninggal. Melihat korban jatuh, para anggota berlari ke arah jalan Yos Sudarso. Masyarakat mengejar keenam anggota TNI ini. Tapi mereka semua kabur dengan motor mereka. Satu motor tak sempat mereka kendarai.<br />
Saat masyarakat melihat korban tewas, sekitar 15 orang mengejar pelaku- pelaku penembakan itu. Tapi mereka tidak bisa menemukan pelaku-pelaku tersebut karena mereka melarikan diri ke Kodim 1702 Jayawijaya. Saya mau keluar tapi karena takut, saya tidak keluar. Tak lama kemudian 3 orang datang angkat korban dan kami yang antar ke RSUD Wamena jam 22:00, Minggu, 12-05- 2013. Saat dokter Santy melihat kondisi korban,  dokter menjelaskan kepada keluarga korban bahwa korban terkena benda tumpul.&#8221;<br />
<br />
<strong>Saksi IV</strong><br />
&#8220;Waktu malam penembakan itu saya di depan jalan Yos Sudarso, tepat di jalan masuk Gang Mata Air. Ada satu anggota TNI yang sambil berdiri di jalan masuk Gang menelpon teman-temannya dan berkata : &#8220;Itu sudah bunyi tembakan. Jadi kalau sebentar masyarakat menyerang keluar kamu siap-siap supaya kita serang dari arah atas (arah sinakma) dan dari Kodim kamu siap-siap saja.&#8221; Saya sempat dengar sendiri dan saya menghindar ke arah rumah warga samping gang situ. Tidak lama<br />
kemudian tentara yang kejar korban itu lari keluar mengendarai motor mereka ke arah Kodim.&#8221;<br />
<br />
<strong>Keluarga korban:</strong><br />
&#8220;Kami di rumah sakit. Karena alat ronsent tidak ada maka kami antar korban ke Apotik Baliem untuk ronsent.<br />
Keluarga  minta ke dokter untuk diotopsi.  Tapi kata dokter Santy, ada prosedur yang mengharuskan adanya surat keterangan tertulis dari keluarga korban, jika hendak diotopsi. Kami, pihak keluarga kemudian menandatangani surat untuk melakukan atopsi. Atopsi yang pertama tidak menemukan timah panas sehingga keluarga korban mengijinkan dokter membedah tubuh korban dari dada sampai perut. Tapi tetap hasilnya tidak ditemukan juga proyektil peluru. Maka kami menyuruh dokter menjahit tubuh korban untuk melakukan pemakaman.&#8221;<br />
<br />
<em>Penjelasan Dandin 1702 dan Danyon 756 Wimane Sili pada hari Minggu, 12 mei 2013 di halaman Polres Jayawijaya.</em><br />
<br />
<strong>Danyon Batalion 756 WMS</strong><br />
&#8220;Atas nama pimpinan batalion Wimane  Sili, saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan anggota saya. Yang jelas anggota kami sudah salah. Maka kami akan mengambil tindakan tegas dan memproses hukum. Sekali lagi saya secara pribadi dan institusi mohon maaf kepada seluruh masyarakat dan keluarga korban.&#8221;<br />
<br />
<strong>Dandim 1702</strong><br />
&#8220;Saya akan menjelaskan kronologis kejadian. Kejadian sekitar jam 08:00 anggota kami berada di warnet. Kemudian korban dalam keadaan mabuk menyerang duluan ke anggota kami dan anggota kami ada yang kena. Maka untuk menyelamatkan diri, anggota kami melakukan penembakan 2 (dua) kali. Tembakan pertama, anggota kami menembak ke arah aspal. Pantulan peluru dari aspal kena kaki dan tembakan ke dua kena dada kiri. Maka kami akan memproses hukum dan pelaku sudah kami tahan untuk proses hukum. &#8220;<em> (Jubi/Benny Mawel) </em><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F05%2F15%2Farton-kogoya-ditembak-dua-kali-di-kaki-dan-di-dada%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/05/15/arton-kogoya-ditembak-dua-kali-di-kaki-dan-di-dada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KRONOLOGIS KASUS PENEMBAKAN 1 MEI 2013 DI SORONG PAPUA BARAT</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/05/01/kronologis-kasus-penembakan-1-mei-2013-di-sorong-papua-barat/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/05/01/kronologis-kasus-penembakan-1-mei-2013-di-sorong-papua-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 12:42:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Victor Mambor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indepth]]></category>
		<category><![CDATA[1 Mei]]></category>
		<category><![CDATA[Represif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=24253</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 1/5 (Jubi) &#8212; Menjelang  01 Mei, aparat TNI dan POLRI kembali melakukan tindakan represif... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/05/01/kronologis-kasus-penembakan-1-mei-2013-di-sorong-papua-barat/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_24256" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-24256" title="sorong tw" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/05/sorong-tw-300x230.jpg" alt="" width="300" height="230" /><p class="wp-caption-text">Jenazah Apner Malagawak dan Tomas Blesya, dua warga yang dilaporkan tewas karena ditembak aparat keamanan pada malam tanggal 30 April 2013 (suarapapua.com)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura, 1/5 (Jubi)<em> &#8212; </em></strong><em>Menjelang  01 Mei, aparat TNI dan POLRI kembali melakukan tindakan represif terhadap Masyarakat Sipil Papua. Akibatnya terjadi korban kekerasan hingga tewas  di Kabupaten dan Kota Sorong, Provinsi Papua Barat.</em><strong><em>
</em></strong><br />
<br />
Dari informasi yang dihimpun tabloidjubi.com, sejak akhir  April, seluruh sudut kota dibanjiri pamflet dan spanduk serta aksi-aksi lain yang bertuliskan selamat merayakan jubelium Kembalinya Papua ke NKRI. Hal ini berkaitan dengan penempatan Kota Sorong sebagai pusat peringatan Kembalinya Papua ke NKRI pada, 1 Mei 2013.<br />
<br />
Tepat Satu hari sebelum tgl 01 Mei, aparat gabungan TNI/POLRI melakukan pawai, konvoi dan terjun payung di kota dan kabupaten Sorong dalam rangka 01 Mei sebagai hari bersejarah di Indonesia. Warga di Distrik Aimas, mengatakan pada 30 April itu, sekitar pukul 20.00 WP aparat gabungan TNI/POLRI menggunakan satu buah mobil Avanza, satu mobil Inova dan satu buah mobil patroli jenis pikc-up milik Kepolisian mendekati sejumlah warga yg sedang berada dalam tenda yg berukuran 6&#215;3. Tenda ini merupakan posko Satgas Papua.<br />
<br />
Menurut warga, aparat gabungan ini tiba-tiba keluar dari mobil dengan senjata lengkap menembak ke arah warga. Penembakan ini mengakibatkan dua (2) orang meninggal dunia dan tiga (3) orang luka-luka. Peristiwa ini terjadi di Jalan Klailin RT 3 Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Jarak dari tempat kejadian ke Mapolres Aimas Sorong sendiri, sekitar 800 meter.<br />
<br />
Data korban dari peristiwa tersebut adalah sebagai berikut :<br />
<br />
01. Apner Malagawak, 22 tahun<br />
Warga Distrik Makbon Kab. Sorong<br />
Jl. Klailin RT 3 Distrik Aimas Kab. Sorong<br />
<strong>Korban tewas dengan luka tembak di ketiak kiri tembus kanan</strong><br />
<br />
02. Tomas Blesya, 28 tahun<br />
Warga Distrik Fkour Kab. Sorong Selatan<br />
Jl. Klailin RT 3 Distrik Aimas Kab. Sorong<br />
<strong>Korban tewas dengan luka tembakan di kepala belakang tembus di kening.</strong><br />
<br />
03. Salomina Klaibin,   37 tahun<br />
Warga Distrik Aimas Kab. Sorong<br />
Jl. Klailin RT 3 Distrik Aimas Kab. Sorong<br />
<strong>Luka tembak di perut, lengan kanan dan paha kanan</strong><br />
<br />
04. Herman Lokden, 18 tahun<br />
Kampung Flek Distrik Fkour kab Sorong selatan<br />
Jl. Klailin RT 3 Distrik Aimas Kab Sorong<br />
<strong>Luka tembak di betis kanan hingga tembus</strong><br />
<br />
05.    Andreas Sapisa, 32 tahun<br />
Warga Kampung batu lobang Distrik Makbon kab Sorong<br />
Jl. Klailin RT 3 Distrik Aimas kab Sorong.<br />
Luka di Ibu jari kaki kiri<br />
<br />
Tiga korban luka-luka di atas masih dirawat di Rumah Sakit milik pemerintah daerah kabupaten Sorong Selebesolu, Jln Klasaman Km 12 Sorong. Sedangkan Korban yang ditahan di Mapolres Kabupaten Sorong sebanyak 7 orang, namun hingga sekarang belum tahu identitasnya. <strong><em>(</em>Jubi/Victor Mambor)</strong><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F05%2F01%2Fkronologis-kasus-penembakan-1-mei-2013-di-sorong-papua-barat%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/05/01/kronologis-kasus-penembakan-1-mei-2013-di-sorong-papua-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HA HA HA HATIKU SUDAH TERLANJUR CINTA PASUKAN MUTIARA HITAM</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/04/25/ha-ha-ha-hatiku-sudah-terlanjur-cinta-pasukan-mutiara-hitam/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/04/25/ha-ha-ha-hatiku-sudah-terlanjur-cinta-pasukan-mutiara-hitam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 06:19:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dominggus Mampioper</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indepth]]></category>
		<category><![CDATA[Jacksen Tiago]]></category>
		<category><![CDATA[ticker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=23121</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 25/4 (Jubi)—Dua minggu lalu, tepatnya pada Enam  April 2013  sebelum keputusan PSSI menunjuk pelatih... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/04/25/ha-ha-ha-hatiku-sudah-terlanjur-cinta-pasukan-mutiara-hitam/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_23123" class="wp-caption alignleft" style="width: 305px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://tabloidjubi.com/2013/04/25/ha-ha-ha-hatiku-sudah-terlanjur-cinta-pasukan-mutiara-hitam/afc-press-konfrense/" rel="attachment wp-att-23123"><img class="size-medium wp-image-23123" title="afc press konfrense" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/04/afc-press-konfrense-295x250.jpg" alt="" width="295" height="250" /></a><p class="wp-caption-text">Coach JF Tiago saat memberikan keterangan pers usai pertandingan melawan South China di Stadion Mandala pada 2011 lalu.(Jubi/dam)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura, 25/4 (Jubi)</strong>—<em>Dua minggu lalu, tepatnya pada Enam  April 2013  sebelum keputusan PSSI menunjuk pelatih Persipura JF Tiago membesut timnas Indonesia, tabloidjubi.com mengontak coach Jacksen yang waktu itu sedang di Jakarta mengurus KITAS atau Kartu Ijin Tinggal Terbatas di Indonesia. Secara bercanda tabloidjubi.com menulis pesan singkat  kepada coach Jacksen, jangan-jangan coach dipanggil untuk melatih  timnas.</em><br />
<br />
“Ha ha ha hatiku sudah terlanjur cinta pasukan Mutiara Hitam,”jawab coach Jacksen melalui pesan singkatnya pada 6 April lalu kepada tabloidjubi.com. Tak beberapa lama waktu berselang ternyata coach Jacksen terpilih melatih kapten timnas Indonesia Boaz T Solossa dan kawan-kawan untuk Pra Piala Asia 2015.<br />
<br />
Prestasi ini patut diacungi jempol bagi pelatih asing asal Brasil Jacksen F Tiago karena selama 20 tahun berkarier di Indonesia mendapat kesempatan melatih timnas  Indonesia . Walau berat tugas yang akan diemban coach Jacksen F Tiago karena Indonesia sudah kalah lawan Iraq dan lawan Saudi Arabia dengan dua pelatih kepala yang berbeda.<br />
<br />
Meski sudah dipilih melatih timnas, ayah kandung dari Matehus Tiago dan Ayub Tiago mengaku belum memikirkan penunjukan membesut timnas Indonesia.<br />
<br />
Badan Tim Nasional memilih Jacksen sebagai pelatih timnas pada Kamis (18/4) dan menurut. Ketua BTN, La Nyalla Matallitti,alasan pemilihan Jacksen sebagai pelatih Boaz T Solossa dan kawan-kawan lantaran  dinilai memiliki pengalaman melatih di Indonesia.<br />
<br />
Ketua Harian Persipura yang juga anggota exco PSSI La Siya mengatakan masakan Arema Indonesia bisa mengijinkan coach RD melatih timnas SEA GAMES masakan manajemen Persipura tak mengijinkan karena ini semua demi kepentingan negara. Sedangkan Sekretaris Umum Persipura M Thamrin Sagala bilang coach JF Tiago akan membesut timnas setelah kompetisi LSI berakhir.<br />
<br />
Pelatih kelahiran Rio de Jeneiro, 28 Mei 1968 ini,  mulai bermain bola berusia tujuh tahun di Ellemantari School atau sekolah setingkat sekolah dasar di Rio de Jeneiro . Jacksen terpilih memperkuat tim sekolahnya mengikuti turnamen antar sekolah. Usia 11 tahun pelatih asal Brasil ini bergabung dengan tim profesional Flamengo Junior untuk memperkuat Brazil mengikuti Turnamen Amerika Cup Junior Tahun 1982.”Saya diundang seorang pemandu bakat untuk bermain di klub Flamenggo. Saya mendapat suatu kehormatan di Flamengo,”kenang Jacksen F Tiago.<br />
<br />
Pada 1990 Jacksen menjadi pemain profesional dan berhasil meraih prestasi di tingkat regional di Rio de Jeneiro. Dua tahun kemudian mantan bomber Persebaya ini memperkuat klub Botafogo meriah runner up Liga Brazil.”Saya bangga menjadi pemain cadangan dalam satu partai, tapi saya sangat bangga dapat memperkuat Botafogo,salah satu klub paling populer di Brazil,”ungkap Jacksen dengan mata berbinar.<br />
<br />
Pelatih yang pernah membawa Persipura dua kali juara ISL ini menyadari jalan hidupnya penuh lika-liku, tapi dia tak pernah melupakan Sang Pencipta dan yang selalu keluar dari mulutnya hanya kata-kata yang memuji Tuhan sebab sampai sekarang dia bisa bertahan karena berkat Tuhan untuk dia dan keluarganya.”Semuanya mengalir bagaikan air di sungai,”ungkap Jacksen seraya bersyukur karena sampai sekarang masih terus menggeluti sepakbola.<br />
<br />
Bagi anak-anak di Brazil bermain bola adalah sebuah kesenangan baik di rumah atau pun di sekolah.”Tidak gaul kalau anak-anak tidak menyepak bola,”kenang dia. Jacksen kecil pun menikmati masa-masa indah bersama teman-teman sebayanya di daerah kelahirannya Rio de Jeneiro. Dia bebas bermain bola, di sekitar rumahnya. Apalagi di kampungnya, animo masyarakat terhadap sepakbola sangat tinggi.”Nama saya terkenal karena walaupun usia muda, tetapi mampu bersaing melalui skill, speed and power dengan lawannya yang tengah beranjak dewasa,”kata Jacksen F Tiago. Satu hal yang tak bisa dilupakannya adalah sewaktu peristiwa kejuaraan Piala Dunia 1978 di Buenos Aires, Argentina.”Aku baru berusia 10 tahun dan aku masih ingat betul bagaimana masyarakat Brazil merayakan kemenangan tim” Samba Brazil” dengan mengecat jalan dan dinding rumah mereka dengan warna kuning biru. “Warna Bendera Brazil,”katanya.”Saat itu orang tuaku membelikan kostum untukku begitu juga teman-temanku yang lain, kostum sesuai pemain favoritnya. Teman-temanku menjuluki aku Amaral.Salah seorang lini belakang Brazil yang juga hitam seperti saya,”katanya.<br />
<br />
Bagi anak anak di Brazil adalah suatu impian untuk memperkuat Klub Flamengo dan bermain di Stadion Maracana. Stadion kebanggaan masyarakat Brazil.”Apabila Flamenggo bermain di Maracana, saya dan teman-teman selalu menonton serta memakai kostum Flamengo,”ujar berguman suatu saat akan bermain di situ bersamaan klub kebanggaannya.<strong>(Jubi/dominggus a mampioper)</strong><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F04%2F25%2Fha-ha-ha-hatiku-sudah-terlanjur-cinta-pasukan-mutiara-hitam%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/04/25/ha-ha-ha-hatiku-sudah-terlanjur-cinta-pasukan-mutiara-hitam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DULU IVAN KOLEV , KINI JACKSEN F TIAGO</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/04/19/dulu-ivan-kolev-kini-jacksen-f-tiago/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/04/19/dulu-ivan-kolev-kini-jacksen-f-tiago/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Apr 2013 14:48:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dominggus Mampioper</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indepth]]></category>
		<category><![CDATA[Jacksen dan Kolev]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=22185</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 19/4(Jubi)-&#8211;Pelatih Ivan Kolev pernah melatih tim Persipura hanya beberapa minggu saja namun akhirnya dipanggil... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/04/19/dulu-ivan-kolev-kini-jacksen-f-tiago/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_22584" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://tabloidjubi.com/2013/04/22/pro-dan-kontra-coach-jacksen-latih-timnas-indonesia/ivan-kolev/" rel="attachment wp-att-22584"><img class="size-medium wp-image-22584" title="Ivan kolev" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/04/Ivan-kolev-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Ivan Kolev baru mau menukangi Persipura terpaksa harus meninggalkan klub kebanggaan masyarakat Papua melatih timnas. Hasilnya Ivan Kolev akhirnya kolaps.(Jubi/dam)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura, 19/4(Jubi)-</strong>&#8211;<em>Pelatih Ivan Kolev pernah melatih tim Persipura hanya beberapa minggu saja namun akhirnya dipanggil untuk Timnas Indonesia. Padahal saat itu mantan pelatih nasional Bulgaria itu sudah mulai menukangi Eduard Ivakdalam dan kawan-kawan.</em><br />
<br />
Kepergian Rahmad Darmawan usai membawa Persipura raih juara Liga Utama 2005-2006 sehingga tim Mutiara Hitam mengincar Ivan Venkov Kolev. Pelatih asal Bulgaria itu mulai menggenjot fisik pemain Persipura dan membawa Bio Pauline ke Mutiara Hitam.<br />
<br />
Sayangnya belum lama menukangi tim Mutiara Hitam, mantan pelatih Sriwijaya FC itu langsung dipanggil melatih timnas Indonesia. Sejak itu Eduard Ivakdalam dan kawan-kawan  mulai gonta-ganti pelatih Antoni Netto dari Brasil yang ditemani Daniel Roekito. Kekalahan beruntun dialami tim Mutiara Hitam, Toni Neto pun ditendang.  Irfan Bhakti dan asistennya M Radja Isa dari negeri jiran pun menukangi Persipura.<br />
<br />
Belakangan M Raja Isa yang semula sebagai  asisten pelatih didaulat menjadi pelatih kepala Persipura. Pertandingan pada 15 Agustus 2008 saat Persipura melawan Persijap Jepara, tim Mutiara Hitam tertinggal 0-1 dari tim tamu. Akibatnya pada menit ke 80, pelatih M Raja Isa kena bogem mentah dari  salah seorang berpakaian seragam Panpel BLI Persipura. Pertandingan langsung terhenti selama lima menit, namun pertandingan pun berlanjut. M Raja Isa menarik keluar Beto dan memasukan Tinus Pae langsung membawa perubahan. Tinus Pae yang diganjal pemain belakang sehingga Persipura mendapat peluang emas jelang akhir babak kedua.<br />
<br />
Bola mati yang diambil kapten tim Persipura Eduard Ivakdalam melakukan umpan silang mengarah ke Ernest Jeremiah dan tandukan Jeremiah tak mampu ditepis penjaga gawang Danang Widhatmoko sehingga menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke 90. Usai pertandingan melawan Persijap, akhirnya Raja ditendang keluar dari Persipura.<br />
<br />
Pelatih Brasil Jacksen F Tiago akhirnya terpilih menggantikan posisi M Raja Isa dan ternyata membawa hasil yang menggembirakan. Persipura berhasil meraih scudetto musim 2008-2009 dan trio striker Persipura, Beto, Boaz dan Ernest menjadi trisula yang ditakutkan.<br />
<br />
Bayangkan saja dari kompetisi musim 2008-2009, trisula ini menorehkan Beto(23 gol) Ernest Jeremiah(16) dan Bochi Top Skore (28 gol). Bahkan pelatih JF Tiago pun mendapat trofi Mario Zagalo Award dari Condefederacao Brasileira de Futebol(CBF) atau Konfereasi Sepakbola Brazil. “Saya sangat terharu dan bangga mendapat piagam ini,”kata mantan striker Persebaya ini.<br />
<br />
Pelatih asal Brasil ini tak meninggalkan Persipura hanya saja Beto, Ernest dan Eduard Ivakdalam tak lagi di Persipura. Bochi langsung memegang ban kapten pasca Ivakdalam pindah ke Persidafon Dafonsoro hingga sekarang.<br />
<br />
Pelatih JF Tiago bersama Boaz dan kawan-kawan pada musim 2010-2011hanya menempati posisi runner up dan ikut Piala AFC. Prestasi Boaz T Solossa dan kawan-kawan di Piala AFC lumayan bagus lolos ke delapan besar. Selanjutnya pelatih JF Tiago mampu membawa Persipura menambah satu bintang menjadi tiga bintang musim 2011-2012. Sayangnya kisruh PSSI dan Persipura tak ikut Piala Champion. Walau masalah ini dibawah ke pengadilan Arbitrase Olahraga di Swiss dan akhirnya Mutiara Hitam menang boleh ikut Champion Asia. Babak play off di Adelaide Australia ternyata Boaz T Solossa dan kawan-kawan kalah sehingga tak melanjutkan kompetisi di Piala Champion Asia.<br />
<br />
Kini saat Boaz T Solossa dan kawan-kawan berada di puncak klasemen sementara dan hendak menutup kemenangan di paroh musim. Pelatih bertangan dingin dari Brazil ini ditetapkan PSSI untuk menukangi timnas Pra Piala Asia 2015. Berat memang pilihan ini, bagi pelatih Jacksen dan juga BTM Ketua Umum Persipura. Antara tugas membawa negara dan menambah bintang empat di kostum Merah Strip Hitam.<br />
<br />
Ivan Kolev mungkin berbeda karena dia baru mau start sudah menerima panggilan tugas menangani timnas Piala Asia 2007 dan kualifikasi Piala Dunia 2010 Zona Asia Oceania. Sedangkan pelatih Jacksen sudah lima tahun bersama Persipura dan sekarang bersama dua pelatih asal Brasil serta dua pelatih asal Papua sedang menuju puncak juara. Target mereka jelas Persipura meraih Bintang Empat dikostum Merah Hitam dan bikin kejutan di Asia.<br />
<br />
Akankah pelatih asal Brasil ini mengikuti jejak Ivan Kolev untuk menukangi tim Merah Putih bersama Kapten Timnas Boaz T Solossa? Tak tahulah tetapi yang jelas pelatih Jacksen kepada wartawan pernah bilang saat ini pelatih dalam negeri coach Rahmad Darmawan dan Nil Maizar termasuk pelatih Indonesia yang terbaik. “Kalau PSSI mau pelatih asing saran saya sebaiknya dari Amerika Latin karena postur dan karakter bermain mereka hampir mirip sehingga tak sulit untuk beradaptasi,”kata Jacksen F Tiago yang juga warga kehormatan Kota Surabaya ini.  Jangan sampai hanya sebuah jebakan karena kans untuk lolos berat dan jika gagal, bisa mengalami nasib yang sama dengan pelatih terdahulu. Bukankah track record  coach JF Tiago selama di Persipura sangat berhasil dan membawa Mutiara Hitam tetap berkilau? Yang jelas semua warga Papua tak mau pelatih asal Brasil ini hengkang dari tim bertajuk Mutiara Hitam. &#8220;Saya punya kontrak dan saya menghormati itu. Jika diminta menjadi pelatih timnas Indonesia, siapa sih yang tidak ingin?&#8221;kata pelatih asal Brasil .<strong>(Jubi/Dominggus A Mampioper)</strong><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F04%2F19%2Fdulu-ivan-kolev-kini-jacksen-f-tiago%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/04/19/dulu-ivan-kolev-kini-jacksen-f-tiago/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERSIBAR DIANGGAP SEBAGAI CIKAL BAKAL  PERSIPURA</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/04/14/persibar-diangap-sebagai-cikal-bakal-persipura/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/04/14/persibar-diangap-sebagai-cikal-bakal-persipura/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Apr 2013 05:19:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dominggus Mampioper</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indepth]]></category>
		<category><![CDATA[persibar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=20981</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 14/4 (Jubi)&#8211;Persatuan Sepakbola Irian Barat (Persibar) yang kelak dikemudian hari bernama Persipura. Persibar ini... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/04/14/persibar-diangap-sebagai-cikal-bakal-persipura/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_20982" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://tabloidjubi.com/2013/04/14/persibar-diangap-sebagai-cikal-bakal-persipura/persibar/" rel="attachment wp-att-20982"><img class="size-medium wp-image-20982" title="Persibar" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/04/Persibar-300x173.jpg" alt="" width="300" height="173" /></a><p class="wp-caption-text">Persibar saat bertanding melawan klub UNTEA, 1963. Persibar atau Persatuan Sepakbola Irian Barat (Jubi/dam)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura, 14/4 (Jubi)</strong>&#8211;<em>Persatuan Sepakbola Irian Barat (Persibar) yang kelak dikemudian hari bernama Persipura. Persibar ini pertama kali tampil pada 1963 bersamaan dengan masuknya Irian Barat ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI).</em><br />
<br />
Hari itu belasan pemuda berkumpul membentuk lingkaran. Mulut mereka komat-kamit  bak melafalkan mantra. HB Samsi satu-satunya pelatih asing di tengah kerumunan pemuda itu. Beberapa buah bola berwarna putih kekuning-kuningan tampak dibelakang mereka.<br />
<br />
Begitulah kutipan dari Tabloid Jubi edisi cetak 1999-2000 lalu saat mewawancarai Gasper Sibi salah satu pelaku dan mantan pemain Persipura era 1960 an.<br />
<br />
Pemuda tanggung itulah yang kemudian hari dikenang sebagai pembuat sejarah sepakbola di Provinsi Irian Barat era 1963 hingga sekarang ini. Saat itu mereka memproklamasikan klub bernama Persibar atau Persatuan Sepakbola Irian Barat. HB Syamsi adalah pelatih yang menyeleksi ribuan bibit sepakbola yang kemudian memperkuat skuad Persibar.<br />
<br />
Para pemuda yang membentuk lingkaran itu adalah Ari Sokoi (penjaga gawang); Dominggus Nay, Tony Marisan, Theo Daat,Yan Ui, Dominggus Waweyai ,Demi Rumbino,Willem Mariawasih,Gasper Sibi,Adolof Hanasbei,Barnabas Youwe, Yan Wader.<br />
<br />
Dengan demikian, lahirnya Persipura hampir berbarengan dengan integrasi Papua ke Indonesia.”Kami tidak lupa akan peristiwa itu. Dokumen-dokumennya masih rapi kami simpan sebagai bukti perjuangan kami mengangkat daerah ini,”kata Gasper Sibi seraya menambahkan perjuangan mereka dengan melahirkan Persibar sama sekali tanpa pamrih upah, apalagi bonus. Semua dilakukan semata-mata dengan fanatisme daerah.<br />
<br />
Berdasarkan sejarah lahirnya Persibar inilah yang menjadi cikal-bakal lahirnya era baru sepakbola di Provinsi  Irian Barat. Tim Persibar melakukan try out ke Pulau Jawa. Bukti tur ini membuka dunia sepakbola di Indonesia kalau ternyata ada bibit-bibit sepakbola dari Papua.<br />
<br />
Tidak tanggung-tanggung empat pemain terbaik Persibar dipanggil ikut seleksi timnas Indonesia, masing-masing, Willem Mariawasih, Barnabas Youwe, Gasper Sibi dan Dominggus Waweyai. Karena Barnabas Youwe sibuk hanya tiga pemain saja yang memenuhi panggilan seleksi di timnas Indonesia.<br />
<br />
Dari tiga pemain itu hanya Dominggus Waweyai yang terpilih memperkuat timnas Indonesia. Pemain ini dikenal dengan sebutan kelinci hitam dari Papua. Selama di timnas Dominggus Waweyai berpasangan dengan Sutjipto Suntoro alias Gareng. “Waweyai punya kemampuan melewati tiga sampai empat pemain,”kata Fred Imbiri mantan pemain Persipura era 1970 an,kepada tabloidjubi.com.<br />
<br />
Sayangnya ketika timnas Indonesia melakukan try out ke negeri Belanda, Dominggus Waweyai tidak kembali bersama timnas Indonesia. Dia menetap dan tinggal ikut kompetisi di Liga Belanda. “Jika ini terjadi maka itulah saat pertama pemain sepakbola Papua berkiprah di Liga Belanda,”kata Gasper Sibi.<br />
<br />
Bagi Jafet Sibi, Ketua Panitia Vanggasbu Cup 2013, tak usah berpikir soal kapan Persipura lahir atau berdiri tetapi yang jelas bagaimana kompetisi Vanggasbu ini bisa melahirkan pemain-pemain berbakat sebagai cikal bakal pemain Persipura. Cita-cita Persipura ke depan adalah jangan lagi mengontrak pemain asing. Cukup saja dengan pemain Papua bisa berprestasi dan bila perlu mengekspor pemain ke klub-klub di luar Papua.<strong>(Jubi/Dominggus A Mampioper)</strong><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F04%2F14%2Fpersibar-diangap-sebagai-cikal-bakal-persipura%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/04/14/persibar-diangap-sebagai-cikal-bakal-persipura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GUBERNUR PAPUA DUKUNG RE &#8211; NEGOSIASI  KK FREEPORT</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/04/12/orang-papua-menunggu-re-negosiasi-kk-freeport/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/04/12/orang-papua-menunggu-re-negosiasi-kk-freeport/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Apr 2013 10:19:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dominggus Mampioper</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indepth]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Papua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=20801</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 12/4( Jubi)&#8212;Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe dalam sambutannya saat membuka Musrembangda Provinsi Papua telah... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/04/12/orang-papua-menunggu-re-negosiasi-kk-freeport/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_20808" class="wp-caption alignleft" style="width: 290px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://tabloidjubi.com/2013/04/12/orang-papua-menunggu-re-negosiasi-kk-freeport/tambanggrabg/" rel="attachment wp-att-20808"><img class="size-medium wp-image-20808" title="tambanggrabg" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/04/tambanggrabg-280x250.jpg" alt="" width="280" height="250" /></a><p class="wp-caption-text">PT Freeport terus menggali gunung-gunung dan bawah gunung di Grasberg sampai 2041(Jubi/ist)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura, 12/4( Jubi)</strong>&#8212;<em>Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe dalam sambutannya saat membuka Musrembangda Provinsi Papua telah menyinggung soal dukungan terhadap langkah Presiden SBY untuk melakukan  Re Negosiasi Kontrak  Karya PT Freeport yang dianggap tidak adil di atas tanah ini.</em><br />
<br />
“ Kita hargai peran dunia usaha, namun kita merasakan masih ada hal yang kurang tepat di dalam pengelolaannya. Dalam waktu dekat, kita akan rumuskan langkah atas re negosiasi kontrak karya itu. Pemerintah Daerah memiliki kepemilikan saham dalam usaha pertambangan yang dikelola oleh Freeport Indonesia maupun investasi lainnya. Prinsip kita adalah <em>win-win solution</em>,” kata Lukas Enembe saat hari ketiga menjadi Gubernur Provinsi Papua, di Kantor Gubernur Dok II, Kamis(11/4).<br />
<br />
Berbeda dengan mantan Gubernur Provinsi Papua dan Provinsi Irian Jaya, Bas Suebu yang pernah bilang kalau PT Freeport Indonesia itu ibarat sapi perah yang tentunya dipelihara baik-baik agar semua bisa kebagian susu<br />
<br />
Namun yang menjadi soal adalah seberapa jauh susu perah dari sapi PT Freeport Indonesia itu bisa dibagi secara baik untuk memenuhi azas keadilan dan kebijaksanaan bagi seluruh tumpah darah di Indonesia khususnya warga Papua. Ataukah pemerataan itu sudah termasuk menjadi sponsor Persipura dengan dana hanya tujuh milyar rupiah?<br />
<br />
Kontrak Karya PT Freeport Indonesia pertama kali dilakukan pada 5 April 1967, sebuah Kontrak Karya milik  sebuah perusahaan pertambangan dari <em>United States of America </em>terhadap wilayah sengketa antara Pemerintah Belanda dan Indonesia bernama West Irian atau irian Barat. Mungkin bagi Indonesia wilayah itu sah sebagai wilayah NKRI sedangkan pemerintah Belanda dan  Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB) termasuk wilayah yang baru menentukan nasibnya pada Penentuan Pendapat Rakyat(Pepera) 1969.<br />
<br />
Pemerintah Indonesia yang diwakili Menteri Pertambangan,Slamet Bratanata dan Perwakilan Freeport menandatangani Kontrak Karya untuk 30 tahun(1967-1997). Namun sebelum Kontrak Karya Pertama berakhir diperpanjang lagi kontrak kedua untuk dua puluh tahun lagi(1997-2017). Areal yang akan ditambang juga semakin luas.<br />
<br />
Bagi orang Amungme Gunung Grasberg dalam bahasa Amungme disebut <em>Nemangkawi</em>, yang diyakini sebagai tempat keramat atau tempat suci bagi suku Amungme.”Tempat arwah nenek  moyang kami berdiam.Di tempat suci itulah. Kami biasa datang berdoa dan berburu.Tapi tempat keramat itu mulai akan dibongkar oleh Freeport,”tutur Moses Kilangin, dalam bukunya berjudul  <em>Moses Kilangin “URU MEKI</em>”.<br />
<br />
Gunung Erstberg yang pertama kali ditambang Freeport, sekarang sudah menjadi lubang mengangah, gunung yang indah itu sudah berbopeng-bopeng. Kini sudah berubah menjadi sebuah danau diketinggian 4000 meter. Danau itu bernama Danau Wilson untuk mengenang Forbes Wilson pemimpin ekspedisi PT Freeport 1960.<br />
<br />
Prof Dr Ikrar Nusa Bhakti dalam tulisannya berjudul,<em> Prahara di Tambang Kita</em>, Kompas,  Kamis 9 Agustus 2012 menyebutkan Kontrak Karya Kedua PT Freeport dilakukan pada 1991 dengan memperluas areal kerjanya. Pada 2012, Freeport ingin memperpanjang konrak karya yang akan berakhir pada 2012 menjadi 2041. Areanya juga diperluas hingga ke Nabire. Freeport bukan hanya menambang bagian atas bumi, melainkan juga sampai ke dalam perut bumi.<br />
<br />
Bila ditinjau dari total jumlah kandungan logamnya, cadangan terbukti tambang Grasberg merupakan tambang nomor tiga terbesar di dunia dari total kandungan tembaganya dan nomor satu di di dunia dari total kandungan emasnya. Saat ini kegiatan eksplorasi bawah tanah terus berlanjut dengan tujuan untuk memperluas cadangan terbukti yang ada dan penemuan cadangan-cadangan baru di wilayah tambang Grasberg-Ertsberg.(<em>Dari Grasberg Sampai Amamapare, Proses Penambangan Tembaga dan Emas Mulai Hulu Hingga Hilir, Armando Mahler dan Nurhadi Sabirin, 2008</em>).<br />
<br />
Guru Moses Kilangin berpesan, kalau ada hasil,bicara baik-baik dengan masyarakat. Perhatikan mereka punya pendidikan, kesehatan, perumahan yang baik,hak-hak masyarakat harus dihargai, dan hormati masyarakat Amungme sebagai penduduk asli sebagai manusia.<br />
<br />
Tim investigasi Aliansi Jurnalistik Independen(AJI) Biro Kota Jayapura dalam pengamatan di Kampung Amamapare, Pulau Karaka, pada April, 2012. Menyatakan kalau masyarakat di sana selama 30 tahun baru membangun sebuah gedung  sekolah dasar secara swadaya. Padahal di depan Pulau Karaka, terbentang pelabuhan Port Site yang selalu mengapalkan ribuan ton konsentrat tembaga dan emas ke luar negeri.<br />
<br />
Primus Kapiayau warga Kamoro di Pulau Karaka dalam buku berjudul <em>Lagu Lama Yang Terus Dinyanyikan</em>, karya jurnalis AJI Kota Jayapura berharap ada perhatian  dari pemerintah dan PT Freeport untuk membangun sekolah yang layak bagi anak-anak di Kampung Amamapare, di Pulau Karaka.<br />
<br />
Yang jelas jangan sampai pada 2041 PT Freeport kembali ke negara asalnya Amerika Serikat sedangkan masyarakat Amungme dan Kamoro yang tinggal di Bumi Amungsa hanya melihat gunung suci sudah berlobang dan  kesedihan serta kemiskinan menyelimuti  suku-suku asli Papua di Bumi Kamoro.<strong>(Jubi/Dominggus A Mampioper)</strong><br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F04%2F12%2Forang-papua-menunggu-re-negosiasi-kk-freeport%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/04/12/orang-papua-menunggu-re-negosiasi-kk-freeport/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MUTIARA HITAM MEMBIDIK POINT  DI LAGA TANDANG</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/04/11/mutiara-hitam-membidik-point-di-laga-tandang/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/04/11/mutiara-hitam-membidik-point-di-laga-tandang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Apr 2013 15:59:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dominggus Mampioper</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indepth]]></category>
		<category><![CDATA[Persipura laga tandang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=20382</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 11/4(Jubi)&#8211;Jelang laga tandang Persipura ke Bandung dan Palembang, beberapa hari terakhir ini. Skuad Mutiara... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/04/11/mutiara-hitam-membidik-point-di-laga-tandang/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_20385" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://tabloidjubi.com/2013/04/11/mutiara-hitam-membidik-point-di-laga-tandang/jft/" rel="attachment wp-att-20385"><img class="size-medium wp-image-20385" title="jft" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/04/jft-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Pelatih JF Tiago, sebelum laha tandang ke Bandung dan Palembang terus memperkokoh lini belakang.(JUbi/dam)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura, 11/4(Jubi)</strong>&#8211;<em>Jelang laga tandang Persipura ke Bandung dan Palembang, beberapa hari terakhir ini. Skuad Mutiara Hitam lebih mematangkan dan memperkuat barisan pertahan. Walaupun sampai saat ini lini belakang Mutiara Hitam yang dikoordinir Octavio Dutra dan kawan-kawan termasuk tim yang paling sedikit mengalami kebobolan. Gawang Joo Jae Hoon baru kemasukan empat gol saja.</em><br />
<br />
Lalu mengapa sampai jelang keberangkatan pada 11 April ke Bandung dan selanjutnya ke Palembang, tim pelatih lebih menitikberatkan pada lini belakang?  Paling tidak sejak awal pelatih kepala Persipura JF Tiago sudah mengantisipasi lini belakang. Pasalnya saat bertandang nanti melawan Bandung Raya maupun Sriwijaya FC , sudah pasti  tuan rumah akan bermain terbuka untuk menerobos lini pertahanan tim Mutiara Hitam.<br />
<br />
Karena target Persipura sendiri dalam melakoni laga tandang harus mencuri point. Sehingga persiapan matang sudah pasti dilakukan. Walau di atas kertas  Bandung Raya meski tak sehebat Persib  Bandung akan tetapi bermain di kandang sendiri sudah pasti akan berusaha untuk memenangkan pertandingan melawan tim Mutiara Hitam pemuncak klasemen.<br />
<br />
Pelita Bandung Raya selama beberapa kali pertandingan selalu memakai striker tunggal atau Gaston Castano sebagai target man. Peran Eka Ramdani dari lini tengah sangat besar untuk memberikan umpan ke lini depan terutama kepada Gaston Castano.<br />
<br />
Ini berarti dalam menghadapi Bandung Raya pertarungan merebut lini tengah sangat vital sekali. Paling tidak kelihaian Gerald Pangkali, Imanuel Wanggai , Zah Rahan dan Lim Jum Sik untuk memotong bola yang akan disuplai ke lini depan. Tugas Imanuel Wanggai dan Lim Jun Sik sangat penting untuk mengwal pergerakan Eka Ramdani dalam mengatur serangan tim tuan rumah. Tentunya Eka Ramdani tidak sendiri tetapi akan ditemani oleh Dolly Gultom dan juga Dane Milavanavic.<br />
<br />
Ferdinando Fairyo mantan pelatih Persipura U15 menyarankan sebaiknya pemain tengah atau second striker harus mencoba melakukan serangan dari lini kedua. “Akurasi tembakan keras dari jarak 40 meter. Saya kira ini bisa menjawab kebuntuan dari lini tengah hanya saja belum dimaksimalkan pemain Persipura,”kata Fairyo.<br />
<br />
Agaknya saran mantan pelatih PON Papua 2012 ini bisa diterima karena melawan Bandung Raya nanti memilki pemain belakang yang berpostur tinggi seperti  Mijo Dadic mampu mementahkan bola-bola atas. Sebaliknya pemain bek tengah Nova Arianto sangat baik dalam menjaga lini belakang, walau terkadang pemain ini juga seringkali lambat dan banyak membikin blunder. Jika serangan anak-anak Mutiara Hitam bervariasi baik dari sisi kiri mau pun kanan dan juga lini tengah tentu tim tuan rumah akan kelabakan meladeni permainan cepat anak-anak Mutiara Hitam di Bandung. Modal awal saat Mutiara Hitam melawan Persib Bandung dengan hasil imbang bisa menjadi pemacu semangat untuk mengalahkan tim tuan rumah, Pelita Bandung Raya.<br />
<br />
Begitu  pula tim tuan rumah Sriwijaya FC juga menargetkan memenangkan laga di kandang dan sekaligus memimpin klasemen paroh musim. Sudah tentu tim asuhan Kas Hartadi ini akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menaklukan Boaz T Solossa dan kawan-kawan saat bermain di Stadion Jakabaring Palembang.<br />
<br />
Peran Ponariyo Astaman sebagai pengatur serangan akan menjadi sangat penting untuk mengumpan bola ke pemain depan Srwijaya FC dua pemain depan masing-masing Tantan dan Samma. Walau pun pemain Hilton Morera dan Boakay Foday bermain di lini tengah tetapi sewaktu-waktu keduanya bisa  mengancam gawang Joo Jae Hoon.<br />
<br />
Tak heran kalau persiapan terakhir sebelum bertolak ke Bandung dan Palembang, tim Mutaiara Hitam lebih menjaga kekuatan lini belakang. Walau demikian kemenangan untuk memperoleh point sempurna juga harus menjadi target. Paling tidak  memaksimalkan serangan melalui wing kiri maupun kanan dan memanfaatkan tendangan keras dari lini tengah untuk mencuri point di dua laga tandang nanti.(Jubi/Dominggus A Mampioper)<br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F04%2F11%2Fmutiara-hitam-membidik-point-di-laga-tandang%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/04/11/mutiara-hitam-membidik-point-di-laga-tandang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ACUB  ZAINAL GUBERNUR IRIAN JAYA YANG TAK DILUPAKAN</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/04/07/acub-zainal-gubernur-irian-jaya-yang-tak-dilupakan/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/04/07/acub-zainal-gubernur-irian-jaya-yang-tak-dilupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Apr 2013 14:19:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dominggus Mampioper</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indepth]]></category>
		<category><![CDATA[acub zainal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=19510</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, 7/4(Jubi)&#8211;Mendiang Acub Zainal, menjadi orang nomor satu di Provinsi Irian Jaya pada 1973-1975. Hanya... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/04/07/acub-zainal-gubernur-irian-jaya-yang-tak-dilupakan/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_19525" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://tabloidjubi.com/2013/04/07/acub-zainal-gubernur-irian-jaya-yang-tak-dilupakan/acub-zainal-2/" rel="attachment wp-att-19525"><img class="size-medium wp-image-19525" title="acub zainal" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/04/acub-zainal1-300x248.jpg" alt="" width="300" height="248" /></a><p class="wp-caption-text">Acub Zainal(1927-2009) mantan Pangdam dan Gubernur Irian Jaya yang membangun olahraga di Papua termasuk Persipura(Jubi/dam)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura, 7/4(Jubi)</strong>&#8211;<em>Mendiang Acub Zainal, menjadi orang nomor satu di Provinsi Irian Jaya pada 1973-1975. Hanya dua tahun saja memimpin Provinsi Irian Jaya, tetapi ayah kandung dari Lucky Acub Zainal mantan bos Arema Malang ini telah membuat gebrakan yang dianggap bertentangan dengan Pemerintah Pusat di Jakarta.</em><br />
<br />
Bayangkan saja pada 16 September 1975, kemerdekaan Papua New Guinea(PNG), Acub Zainal mulai membangun kerja sama budaya dan olahraga antara Provinsi Irian Jaya dan PNG.<br />
<br />
Purnawirawan Brigjen TNI AD yang lahir pada 19 September 1927 dan meninggal pada 4 Oktober 2009, mengundang tim kesenian dan kesebelasan nasional PNG  ke Jayapura. Selain bertanding dan menampilkan kesenian tim dari PNG ini ikut pula  merayakan HUT RI pada 17 Agustus di Jayapura.<br />
<br />
Bahkan tim Persipura sempat mencukur tim nasional PNG dengan skor telak 9-0 di Lapangan Mandala. Sebaliknya tim Irian Jaya  melakukan kunjungan balasan ke PNG untuk merayakan Hari Kemerdekaan PNG pada 16 September di Port Moresby.<br />
<br />
Pertama kali dilantik sebagai Gubernur Irian Jaya menggantikan Frans Kaisiepo pada 1973, yang dilakukan mantan Pangdam XVII Cederawasih ini adalah membangun perumahan pegawai Pemerintah Daerah (Pemda) Irian Jaya di kawasan bukit Entrop. Pasalnya saat menjadi Pangdam XVII Cenderawasih membangun perumahan bagi perwira yang disebut Bumi Cenderawasih(Bucen) I dekat Markas KODIM 1701.<br />
<br />
Selanjutnya membangun perkantoran Gubernur Irian Jaya sementara di permukiman Pemda Kotaraja yang sekarang dikenal dengan nama Cigombong dan Melati. Kedua kompleks Pemda ini dinamakan sesuai dengan perusahaan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut masing-masing PT Cigombong dan PT Melati.<br />
<br />
Setelah perkantoran sementara dibangun, barulah Gubernur Irian Jaya Acub Zainal mulai membongkar bangunan-bangunan tua bekas Perang Dunia Kedua yang pernah dipakai pemerintah Nederlands Nieuw Guinea sebagai Kantor Gubernur. Bagi Acub Zainal, Kantor Gubernur Irian Jaya itu ibarat Gedung Putihnya orang Irian. Jadi tak heran kalau Kantor Gubernur Irian Jaya harus megah dan berlantai dua.<br />
<br />
Pembangunan Kantor Gubernur berjalan lancar dan akhirnya selesai juga bangunan yang letaknya di pantai Dok II. Sejak 1976 kegiatan perkantoran mulai berjalan di kawasan Dok II. Sedangkan perkantoran lama di Kotaraja berubah menjadi permukiman pegawai Pemda Provinsi Irian Jaya. Acub Zainal tak pernah lupa untuk membangun  di setiap permukiman harus  ada lapangan tenis, lapangan sepak bola  dan basket.<br />
<br />
Wajah Kota Jayapura pun mulai dirombak, pasar lama di Terminal Mesran yang dikenal dengan nama Pasar Numbay dipindahkan ke Pasar Hamadi, hanya Pasar Jaya beserta terminal yang tersisa. Belakangan Pasar Jaya terbakar dan bekas terminal kota sudah berubah menjadi kawasan hijau.<br />
<br />
Atas ide dan inisiatif, mantan Pangdam XVII Cenderawasih inilah, mulai membangun Gedung Olahraga (GOR) dan Kantor KONI di APO, Jayapura. Stadion Mandala telah dipugar saat Brigjend Acub Zainal masih menjadi Pangdam XVII, Cenderawasih. Stadion Mandala setelah dikerjakan oleh Zipur Kodam XVII Cenderawasih selanjutnya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Irian Jaya, pada 18 Januari 1973.  Peresmian Stadion Mandala dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono ke IX yang saat itu menjadi Ketua KONI Pusat.<br />
<br />
“Para atlit kalau melihat Acub Zainal berkunjung ke Lapangan Mandala, saat ada TC persiapan PON selalu membuat wajah para atlit cerah dan bersemangat,”kenang Carol Renwarin beberapa waktu lalu. Hal ini membuat mantan petinju dan pelatih nasional ini menyarankan agar nama  Stadion Mandala diganti menjadi Stadion Acub Zainal atau mungkin GOR APO dinamakan GOR Acub Zainal. Sayang usulan  Carol Renwarin belum mendapat res tu dari pejabat  yang berwenang di Provinsi Papua.<br />
<br />
Tak heran kalau Acub Zainal pernah mengirim surat kepada Hengki Heipon kapten Persipura yang berpesan,<br />
<br />
”<em>Kalau ada manusia yang paling bangga pada saat ini, karena Persipura masuk final adalah saya. Saya sangat bangga atas hasil gemilang yang telah dicapai oleh putra-putra Irianku. Meskipun saya kini bukan apa-apa lagi dan tidak berada di irian lagi. Tetapi hatiku selalu berada padamu semua. Cita-citaku, keinginanku ialah Persipura (Putra-putra Irian Jaya) jadi juara Indonesia. </em><br />
<br />
<em>Semoga impianku, impianmu semua akan menjadi kenyataan, ialah pada 19 April 1976 Persipura mengalahkan Persija dengan disaksikan oleh ribuan penonton di Senayan dan didengar oleh jutaan rakyat Indonesia.Tuhan bersamamu putra-putra Irian Jaya. Amien amien amien.” </em><strong>(Jubi/Dominggus A Mampioper</strong>)<br />
<br />
&nbsp;<br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F04%2F07%2Facub-zainal-gubernur-irian-jaya-yang-tak-dilupakan%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/04/07/acub-zainal-gubernur-irian-jaya-yang-tak-dilupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kostum Persipura dari  Burung  Cenderawasih ke Merah &#8211; Hitam</title>
		<link>http://tabloidjubi.com/2013/01/16/kostum-persipura-dari-burung-cenderawasih-ke-merah-hitam/</link>
		<comments>http://tabloidjubi.com/2013/01/16/kostum-persipura-dari-burung-cenderawasih-ke-merah-hitam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2013 11:34:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dominggus Mampioper</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indepth]]></category>
		<category><![CDATA[Kostum :Persipura Merah Hitam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidjubi.com/?p=9699</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura, (16/1)&#8212;Semula kostum Persipura klub kebanggaan masyarakat Papua bercorak burung Cenderawasih. Kaos atau kostum klub... <a class="meta-more" href="http://tabloidjubi.com/2013/01/16/kostum-persipura-dari-burung-cenderawasih-ke-merah-hitam/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_9701" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://tabloidjubi.com/?attachment_id=9701" rel="attachment wp-att-9701"><img class="size-medium wp-image-9701" title="timokapisa action" src="http://tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2013/01/timokapisa-action1-480x339.jpg" alt="" width="480" height="339" /></a><p class="wp-caption-text">Timo Kapisa, pencetak satu gol saat Persipura Plus atau Irian Jaya Selection Melawan Klub Hitachi, di Stadion Senayan, 23 Maret 1973. Sejak itu Persipura mulai mengenakan kostum Merah Hitam sampai sekarang(Jubi/ist)</p></div><br />
<br />
<strong>Jayapura, (16/1)</strong>&#8212;<em>Semula kostum Persipura klub kebanggaan masyarakat Papua bercorak burung Cenderawasih. Kaos atau kostum klub Mutiara Hitam berwarna kuning dan celananya warna coklat sedangkan kaos kaki berwarna kuning. Kemudian berubah menjadi Merah Hitam tatkala tim Irian Jaya Selection atau Persipura Plus melawan klub Hitachi dari Jepang.</em><br />
<br />
Begitulah ungkapan mantan bek Persipura era 1970 an Hengki Rumere yang dikutip <em>tabloidjubi.com</em> dari  buku berjudul, <em>Yosim Samba Sepakbola dari Timur</em>, Februari 2010.<br />
<br />
Pendapat senada juga dikatakan mantan striker Persipura era 1970 an, Gento Rudolf Rumbino, kostum warna cokelat kuning  corak khas  Burung  Cenderawasih akhirnya diganti dengan warna merah hitam. “ Kostum ini mirip-mirip klub asal Italia, AC Milan,”katanya kepada tabloidjubi.com saat berkunjung ke Panti Jompo  Palomo di Sentani, Kabupaten Jayapura. Mantan pemain Persipura era 1970 an ini menjadi penghuni Panti Jompo sejak 2008.<br />
<br />
Dia mengakui kalau kostum Persipura mulai berubah menjadi warna merah hitam ketika mendiang Acub Zainal menjadi Gubernur Irian Jaya pada 1973. “Waktu itu kita usulkan dan Acub Zainal sangat setuju,”kata Gento Rumainum seraya menirukan  pernyataan mendiang Gubernur  Irian Jaya Acub Zainal kalau warna Merah artinya berani dan Hitam artinya hancurkan.<br />
<br />
Lalu sejak kapan kostum ini mulai digunakan?  Gento Rumbino dan Benny Jensenem menyatakan kostum kebanggaan merah hitam ini mulai dikenalkan saat tim Irian Jaya Selection bermain melawan klub  asal Jepang, Hitachi. Majalah <em>Tempo edisi 23 Maret, 1973 </em>pernah memuat artikel berjudul Irian Jaya Lawan Hitachi Jepang.<br />
<br />
Usai bertemu Presiden Soeharto di Istana Negara, mantan Presiden RI ke dua ini memanggil  para pemain Irian Jaya Selection atau Persipura Plus dengan sebutan<em> Pele-Pele  dari Indonesia</em>.  Padahal gelar Mutiara Hitam sendiri pertama kali diberikan kepada Pele, legenda sepakbola dari Brasil. Hanya Pele dan Persipura yang kini memakai gelar Mutiara Hitam. Bukan kebetulan kalau saat ini Persipura dibesut trio Brasil dan dipimpin coach J F Tiago.<br />
<br />
Setelah Persipura atau Mandala Jaya juara Soeharto Cup , 1976, <em>Grup Band The Black Brother</em> membuat syair Persipura Mutiara Hitam. Lagu ini sangat populer memasuki tahun 1977 hingga 1978 di mana saat itu Johanes Auri dan Timo Kapisa mencapai prestasi terbaiknya.<br />
<br />
Timo dan Hengki Heipon, Johanes Auri  mengerti bahasa Belanda sehingga saat Wil Coerver menjadi pelatih timnas kedua pemain asal Papua ini selalu menjadi contoh dalam memberikan peragaan sepak bola bagi pemain Timnas Indonesia.<br />
<br />
Saat menghadapi klub Hitachi di Stadion Bung Karno, tim Irian Jaya Selection kalah tipis dengan skor tipis 2-1. Trio ujung tombak Irian Jaya Selection atau Persipura Plus masing-masing Timo Kapisa, Niko Patipeme dan Gento Rudolf  Rumbino.  Tertinggal satu gol dan akhirnya Timo Kapisa menyamakan dengan suatu tembakan melambung jarak jauh, namun hasil akhir tetap kalah.<br />
<br />
Tim Irian Jaya Selection  atau Persipura Plus selalu merekrut pemain-pemain terbaik dari seluruh tanah Papua. Tak heran kalau Benny jensenem, Koordinator Asosiasi Mantan Pemain  Persipura juga menyebut kalau Persipura adalah etalase etnis  Papua. Karena hampir semua pemain terbaik dari Papua bergabung di klub kebanggaan masyarakat Papua.<br />
<br />
Johanes Auri juga membernarkan pendapat Benny Jensenem. “Saya sebelum bermain di Persipura bersama Marthen Jopari memperkuat Perseman Manokwari dan setelah Acub Zainal  Cup bergabung ke  Persipura Jayapura,”katanya.<br />
<br />
Auri bersama Timo Kapisa(meninggal di Biak pada 9 Juli 2007), Hengki Heipon (kapten tim); Nico Patipeme, Edi Sabenan(mantan bek tengah Persimer Merauke), Jules Matui membuat Persipura waktu sangat disegani di pelataran sepakbola nasional.<br />
<br />
Prestasi Persipura era 1970 an atau awal kebangkitan Persipura dan sepak bola di Irian Jaya tak lepas dari peran mendiang mantan Pangdam XVII Cenderawasih dan Gubernur Irian Jaya Brigjen TNI Acub Zainal.<br />
<br />
Saat itu, Acub Zainal tidak hanya memugar stadion Mandala sehingga memiliki tribun. Tidak hanya infrastruktur, ia juga mendatangkan pelatih dari Singapura, Cho Seng Que, untuk mendorong prestasi kesebelasan setempat Persipura Jayapura.<br />
Pelatih asal Singapura ini menggenjot pemain Persipura dan Irian Jaya Selection di Lapangan Mandala. Sangat keras dan disiplin serta mencintai anak-anak Papua. Bahkan Hengki Heipon sempat ikut training menjadi pelatih di Singapura. “Saya sempat berlatih dan ikut bermain di klub Singapura atas jasa baik pelatih asal Singapura itu,”tutur Hengki Heipon .<br />
<br />
Acub Zainal membangun dasar sepakbola dengan menghidupkan kompetisi tingkat SD  se Kabupaten Jayapura. Waktu itu Sekolah-sekolah dasar (SD) yang menonjol dari SD YPK Dok VIII, SD YPK Hamadi, SD YPK Paulus, SD Ardipura. Bahkan  SD Kristus Raja Dok V dibantai SD Dok VIII yang diperkuat Stepanus Korwa, Mettu Dwaramury, Johanes Beno  dan kawan-kawan dengan skor telak 12-0.<br />
<br />
Lapangan Mandala selesai dipugar pada 1973, berlanjut dengan kompetisi antar Kabupaten yang diikuti pula dengan 9 kesebelasan dari Provinsi Irian Jaya. Di luar dugaan tim Persimer Merauke keluar sebagai juara Acub Zainal setelah difinal menumbangkan Persipura Jayapura yang diperkuat Timo Kapisa, Hengki Heipon dan kawan-kawan. Persimer Merauke dimotori oleh Edy Sabenan dan striker Matius Marisan.<br />
<br />
Kini sepak bola di Papua sudah berkembang sangat pesat. Banyak klub asal Papua mulai bangkit Persiram Raja Ampat, Persidafon Dafonsoro, Persiwa Wamena, berlaga di Indonesia Super Liga. Sedangkan Perseman Manokwari  musim ini bergabung di Indonesia Super Liga(IPL).  Bahkan Persekam Kaiman dan Persikimo Yahukimo peserta baru di Divisi Utama, Badan Liga Indonesia(BLI) bergabung bersama Perseru Serui dan PSBS Biak alias Napi Bongkar.<br />
<br />
Kendala dana masih tetap menjadi momok bagi pembinaan kemajuan sepakbola di Papua, sebut saja Persiwa didukung oleh enam kabupaten dari Pegunungan. Persidafon berlatih tanpa pelatih dan hanya semangat Eduard Ivakdalam dan kawan-kawan bertahan ikut kompetisi ISL. Begitupula dengan Persiram Raja Ampat.<br />
<br />
Beruntung Persipura masih mendapat sokongan dana dari PT Freepor Indonesia musim 2012-2013 karena tim kebanggaan masyarakat Papua ini punya prestasi. Memiliki banyak supporter dan juga punya prestasi delapan besar di Piala AFC 2010-2011 lalu. Konflik PSSI dan KPSI jelas sangat mengganggu pembinaan sepak bola.<br />
<br />
Andaikata tak ada kata sepakat di antara pengurus yang mengaku urus sepakbola dan FIFA jatuhkan sangsi. Bagaimana nantinya nasib klub-klub di Indonesia termasuk klub kebanggaan masyarakat Papua, klub berkostum Merah Hitam.(<strong>Jubi/Dominggus A Mampioper</strong>)<br/><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&href=http%3A%2F%2Ftabloidjubi.com%2F2013%2F01%2F16%2Fkostum-persipura-dari-burung-cenderawasih-ke-merah-hitam%2F&amp;layout=button_count&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:30px"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidjubi.com/2013/01/16/kostum-persipura-dari-burung-cenderawasih-ke-merah-hitam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
