Oknum TNI Yang Diduga Tembak Warga Sipil Diperiksa Intensif
Berita Terkini :
- INI NAMA 38 KORBAN TRAGEDI LONGSOR FREEPORT VERSI FREEPORT
- DITEMUKAN 4 JENASAH LAGI, KORBAN JIWA LONGSOR BIG GOSSAN JADI 12
- PERSIPURA KALAHKAN GRESIK UNITED 0-1
- KABILAH DISTRIK ABEPURA REBUT LAGI JUARA
- HONOR KPPS PILKADA GUBERNUR PAPUA DIBAYARKAN
- ORANG KAMPUNG JUGA BISA JADI PENGELOLAH
- BELUM SATUPUN PARPOL KEMBALIKAN BERKAS
- TIM EVAKUASI FREEPORT TEMUKAN LAGI 2 KORBAN JIWA
- KAMPUNG HOMFOLO TAK KESULITAN AIR BERSIH LAGI
- SATELIT ORARI MAMPU MENEMBUS BELAHAN DUNIA
Jayapura (2/1) — Seorang oknum TNI yang diduga menembak tujuh nelayan di Pulau Papan, Kampung Waigama, Distrik Misool Utara Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (20/12) lalu sekitar pukul 18.00 WIT diperiksa intensif tim POM Sorong.
Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Jansen Simanjuntak saat dikonfirmasi tabloidjubi.com mengatakan, kasus tersebut tinggal menunggu hasil otopsi. Oknum TNI yang diduga melakukan penembakan saat ini ditahan di Den POM Sorong.
“Kasus di Raja Ampat tinggal menunggu hasil otopsi. Oknum TNI yang kemungkinan menjadi tersangka sudah ditahan dan sedang di periksa secara intensif di Den POM Sorong. Sesuai perintah Panglima jika yang bersangkutan terbukti bersalah akan diproses hukum seberat beratnya. Saya tidak mendahului proses hukum, tapi keinginan Panglima seperti itu,” kata Jansen Simanjuntak kepada tabloidjubi.com, Rabu (2/1).
Jansen menjelaskan, kronologis keterlibatan oknum TNI tersebut diawali laporan warga, dimana mereka diresahkan adanya oknum masyarakat yang melakukan pengeboman ikan di laut, meski sudah diperingati berulang kali.
“Pada hari itu, oknum prajurit sedang bersama masyarakat mendengar adanya nelayan yang melakukan pengeboman ikan di laut. Sehingga oknum prajurit itu bersama masyarakat mencari nelayan yang melakukan pengeboman ikan. Setelah jarak dekat, yang bersangkutan memperingatkan oknum nelayan, tapi justru dilempar dengan bom ikan, sehingga oknum prajurit memberikan tembakan peringatan ke udara beberapa kali,” jelasnya.
Namun lanjut Jansen, karena nelayan itu terus melempar bom ke arah long boat oknum prajurit TNI, sehingga oknum itu mengarahkan tembakan ke arah mesin perahu yang digunakan para nelayan itu.
“Namun namanya laut, pasti terjadi goncangan dan berakibat tembakan justru mengenai salah satu nelayan yang akhirnya tewas di tempat. Oknum tersebut menjadi panik, sehingg akhirnya seperti yang kita ketahui bersama seperti sekarang,” tandas Jansen Simanjuntak.
Insiden penembakan itu sendiri menewasakan empat orang yakni, La Tula (13), La Nuni (55), La Jaka (30) dan La Edi (20). Sementara tiga korban luka tembak adalah La Amu (20), La Udin (30) dan La Diri (20). (Jubi/Arjuna)
Related Posts




