Satpol PP Jayapura Usir Pedagang Papua
Berita Terkini :
- PENGUNJUNG MENGELUH SITUASI PASAR YOUTEFA
- PAKAGE: SBY MIMPI TAHAN PAPUA
- JAYAWIJAYA INGIN DIJADIKAN PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
- DPD GARNITA MALAHAYATI NAS DEM JAYAWIJAYA RESMI DILANTIK
- 22 PEMAIN SSB BATIK FC IKUT SELEKSI RAGUNAN
- POLDA PAPUA SELIDIKI DUGAAN PENCUCIAN UANG AIPTU
- HINGGA SORE, RAPAT PLENO BELUM USAI
- SSB BATIK FC WAKILI PAPUA IKUT KEJURNAS
- PENYELESAIAN DENDA ADAT AKAN DITUANGKAN DALAM PERDA
- BUPATI DEIYAI AKAN RANGKUL LAWAN POLITIK
Jayapura (7/1) – –Sejumlah mama-mama pedagang asli Papua yang berjualan di sekitar jalan Irian dan depan kantor Bank Papua, diusir satuan petugas polisi pamong praja (Satpol PP) kota Jayapura. Pengusiran berlangsung sejak Kamis, 3 Desember 2012 lalu.
Hal ini disampaikan sekretaris Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap), Robert Djitmau melalui pesan pendeknya kepada tabloidjubi.com via telepon, Senin (7/1).
Menurut Robert, para pedagang diusir dari tempat jualannya. “Mama-mama pedagang yang jual noken diatas trotoar depan kantor Bank Papua. Tidak hanya mereka, mama-mama pedagang lainnya yang berjualan di jalan irian juga diusir,” ungkapnya.
Lajut dia, sampai saat ini, pemerintah kota Jayapura masih melarang pedagang berjualan di dua lokasi itu. Lantaran diusir, para pedagang sementara berupaya mencari tempat jualan baru. Alasan pengusiran, kata Robert, hingga kini belum diketahui. “Iya, informasi pengusiran mama-mama pedagang Papua itu betul. Mama-mama pedagang telepon saya kasitahu,” kata koordinator Solpap, pendeta Dora Balubun saat dikonfirmasi tabloidjubi.com.
Dora mengaku, mendapat informasi pengusiran dari sejumlah mama-mama pedagang Papua yang mendagangkan jualannya di jalan Irian. “Saya dapat informasi dari mama-mama yang jualan di jalan Irian. Tapi, kami belum cek mereka,” ungkapnya. Ia berjanji, solidaritas yang dimpimpinnya akan mengecek langsung dilokasi. Alasan pengusiran juga akan dicek dan ditanya langsung ke pedagang.
Balubun menduga, satpol PP meminta mama-mama pedagang mendagangkan barang daganganganya di pasar sementara pedagang Papua bersama rekan-rekanya di pasar tersebut. “Memang benar mereka harus gabung sama-sama. Tapi, pasar sementara tidak cukup. Kalau kondisi sudah demikian, tidak bisa dipaksakan,” tuturnya. (Jubi/Musa)




