DPRP Bantah KPU Lakukan Verifikasi Ulang
Berita Terkini :
- PERSIAPAN PORPROV, KONI YAPEN GELAR KOORDINASI
- PEMIMPIN LOKAL MADANG TEMUI PEMPROV PAPUA
- KOGOYA KORBAN TINDAKAN KRIMINAL ANGGOTA TNI
- KP3 LAUT JAYAPURA GAGALKAN 73 BOTOL CAP TIKUS
- PENEGAKAN PERDA NOMOR 15 TAHUN 2011 BUKAN MENAKUTI WARGA
- KELULUSAN SISWA SMA/MA DI JAYAPURA CAPAI 99,93 PERSEN
- KESAKSIAN AI TENTANG AKUNTABILITAS DAN PELANGGARAN HAM OLEH POLISI DI PAPUA
- JACKSON DAN RUDI MASWI AKAN TUKANGI TIMNAS
- JACKSON HARAP PRESTASI PELATIH DAN TIM HARUS DIHARGAI MEDIA
- WARGA KAWANUA PERSEMBAHKAN PATUNG BOLA DI KOTA JAYAPURA
Jayapura (8/1)— Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) membantah jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua kembali menverifikasi tujuh pasangan Bakal Calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang mendaftar dan diverifikasi di DPRP lalu.
“Dalam pernyataan saksi ahli yang dihadirkan saat sidang gugatan pasangan Bas-John dengan tergugat KPU Papua bahwa, salah jika KPU melakukan verifikasi ulang. Itu keliru. KPU tidak menverifikasi, hanya melihat kelengkapan berkas. KPU tidak membongkar semua, hanya memeriksa kelengkapan dokumen,” kata Waket I DPRP, Yunus Wonda, Selasa (8/1).
Untuk itu menurutnya, saksi ahli yang datang dan memberikan tanggapan dalam sidang gugatan itu, harusnya mempelajari terlebih dahulu masalah Papua sebelum memberikan tanggapannya. “Yang harus kita garis bawahi, masih ada UU 21 berlaku di Papua. Aturan sudah jelas, jadi jangan menafsirkan dengan pikiran kita hanya untuk membuat situasi Papua tidak kondusif,” ujarnya.
Terkait pemaparan visi-misi pasangan calon di DPRP 11 Januari mendatang dijelaskan Yunus Wonda, akan dilakukan secara terbuka. Untuk itu masyarakat diharapkan datang melihat dan mendengar apa yang disampaikan kandidat mereka.
“Kami akan pertemuan dengan KPU untuk bersama-sama membicarakan agenda ini, karena ini agenda kita bersama. Tanpa Pansus pun kan agenda ini digelar di DPRP. Kami akan bicarakan dengan KPU setiap kandidat punya waktu berapa menit. Setelah itu kami bicarakan dalam Bamus. Pemaparan visi misi ini terbuka untuk publik. Masyarakat diharapkan datang melihat dan mendengar kandidat mereka karena ini bagian dari penyampaian program kerja calon mereka,” tandas Yunus. (Jubi/Arjuna)




