Tag Archives: AIDS
Ketua Pelaksana Harian KPA Kota Jayapura, H Nuralam (Jubi/Sindung)
Jayapura, 21/5 (JUBI) – Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Jayapura, H Nuralam mengancam akan mempublikasikan ke media lokal sebagai bentuk punishment bagi yang tidak mengindahkan panggilan pemeriksaan kepada staf yang berisiko tinggi.
“Kita akan publikasi ke media jika surat yang berulangkali kepada pemilik bar dan panti pijat membandel terhadap panggilan kepada staffnya yang berisiko tinggi, karena kita tidak main-main,” kata Nuralam yang juga Wakil Walikota Jayapura, ke tabloidjubi.com, Selasa (21/5).
Menurutnya, langkah ini merupakan langkah akhir, jika langkah yang dilakukan tak digubris oleh pemilik bar dan panti pijat yang ada, meskipun hal tersebut belum ditemukan selama
MRAN 2013 (JUBI/APRILA)
Jubi (19/5) – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua bekerja sama dengan PKBI Papua, YHI Papua dan JOTHI Papua menggelar Malam Renungan AIDS Nusantara yang berlangsung di Panti Pijat Anggrek, Expo Waena, Minggu (19/5).
“Kami sadar bahwa penyakit HIV/AIDS ini sudah membuat resah Masyarakat Kota Jayapura. Untuk itu kami menganjurkan kepada semua pramu pijat agar memeriksakan dirinya di Pusat Kesehatan Reproduksi (PKR) sedini mungkin,” kata Rika Imbiring, Ketua Panti Pijat Kota Jayapura.
Malam renungan ini diawali dengan kesaksian seorang perempuan Papua pengidap HIV/AIDS, Martenci yang menceritakan kisah sedihnya saat mengetahui dirinya menderita penyakit mematikan ini saat anaknya sakit dan panas anaknya tidak turun-turun. Selain itu, juga diisi
Daud Taudufu (Jubi/Roberth Wanggai)
Jayapura, 24/4, (Jubi) – Youth Centre atau forum muda yang dibentuk di tingkat klasis GKI Jayapura diharapkan sebagai media yang dapat memposisikan persoalan HIV/AIDS bagi kaum muda dan remaja.
Hal itu ditegaskan Ketua Harian KPA Kota Jayapura, Binton Nainggolan, saat melakukan pertemuan bersama pengurus Youth Centre tingkat Klasis GKI Jayapura dan pengurus KPA Kota Jayapura, Rabu, (24/4) di ruang rapat Klasis GKI Jayapura-Papua.
“Kondisi terakhir di kota Jayapura, kurang gencar masalah HIV dibicarakan, terutama di tingkat pemuda untuk kampanye HIV. Perlu ada penyegaran,” harap Binton Nainggolan sebagaimana diungkapkan Ketua Youth Centre Klasis GKI Jayapura, Daud Taudufu.
Itu sebabnya kata Daud Taudufu, tahun ini Youth Centre akan dibangkitkan
T.G. Buctarbuctar (Jubi/Mawel)
Sentani, 19/3(Jubi)—Menurut Direktur Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat (YPKM) Papua, T.G. Buctrabuctar, suara jurnalis bisa menjadi peyebab meningkatnya penyebaran HIV/AIDS, tetapi juga bisa menekan angkat lajunya perkembangan virus mematikan manusia itu.
Sebab menurut Buctarbuctar, jika pemberitaannya provokatif, jurnalis bisa menjadi peyabab penyebaran AIDS. Sebaliknya, pemberitaan yang persuasif bisa memberikan dampak positif terhadap masyarakat. Masyarakat bisa memahami dampak positif dan negatifnya penyakit mematikan ini.
“Wartawan turut berperan penting. Informasi yang terus menerus sangat mempunyai dampak besar kepada masyarakat,” kata Buctrabuctar kepada jurnalis disela-sela diskusi peningkatan pelayanan kesehatan dan HIV/AIDS
Ilustrasi
Jayapura (4/2) – Tahun 2013 ini, Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Provinsi Papua di Jayapura bakal fokus untuk mengadvokasi ibu dan anak. Lembaga ini akan fokus untuk mendampingi ibu melahirkan yang mengidap HIV.
Ikatan ini berupaya agar anak yang dilahirkan sang ibu tak tertular (HIV). Hal ini dikemukakan ketua IPPI Papua di Jayapura, Julia Hutapea kepada tabloidjubi.com di Abepura, Senin (4/2). Menurutnya, advokasi itu merupakan salah satu program setahun oleh ikatannya. “Ini satu program dari kami untuk ibu dan anak. Kami berupaya agar ibu yang sudah terinfeksi agar anaknya tidak terinfifeksi ,” kata Julia.
Advokasi kepada ibu melahirkan, kata Julia, lebih kepada mereka (ibu melahirkan) yang sudah terinfeksi penyakit HIV-AIDS. Program yang bakal dikembangkan
Ilustrasi
Jayapura, (20/12) – Salah satu isu strategis dalam rencana strategis (Renstra) Penanggulangan HIV dan AIDS Provinsi Papua Tahun 2012-2016 adalah HIV sudah berada di populasi umum dan perempuan rentan terinfeksi HIV dari pasangannya. Bila kaum perempuan sudah terinfeksi, dampaknya adalah anak-anak yang akan dilahirkan.
Kampanye HIV di Tanah Papua sejak tahun 2010 mengangkat tema ‘Kitorang Pangaruh, Mari Betanggung Jawab Untuk HIV’. Kampanye ini fokus pada kelompok sasaran laki-laki usia 15-49 tahun. Mengapa laki-laki ? Beberapa survey terkait perilaku menyebutkan laki-laki memiliki perilaku berganti-ganti pasangan seks, tidak mau menggunakan kondom serta enggan melakukan periksa HIV dan IMS.
Laki-laki kategori 4 M (Mobile Men with Money and Macho). Laki-laki yang suka
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Josef Rintak. (Doc.Jubi)
Jayapura (15/12) — Empat wilayah kabupaten/kota di Papua memiliki jumlah penderita HIV/AIDS tertinggi. Keempat kabupaten/kota itu adalah Kabupaten Mimika, Kota Jayapura, Kabupaten Nabire dan Kabupaten Merauke.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Josef Rinta mengatakan, untuk Kabupaten Merauke di saat kabupaten lainnya mengalami peningkatan, jumlah penderita HIV/AIDS di wilayah itu tetap stabil
“Kabupaten Merauke bertahan karena dia bisa menjaga pertumbuhan sehingga tetap stabil. Saat kabupaten lain naik, mungkin Merauke menurun karena dari sisi kuwantitas tetap tidak bertambah. Kota Jayapura kenapa besar, karena banyak kasus rujukan, dirujuk ke provinsi sehingga Kota Jayapura menjadi penerima beban dari daerah-daerah
Logo JAPI (Dok.JAPI)
Jayapura (15/12) – Satu lagi organisasi baru hadir di wilayah Papua dan Papua Barat. Nama organisasi itu adalah Jaringan Aksi Perubahan Indonesia (JAPI) wilayah tanah Papua. Berikut profil lahirnya jaringan tersebut.
Berdasarkan data yang diterima tabloidjubi.com dari Jaringan itu, Jumat (14/12) malam, sebelumnya, sudah terbentuk JP12 (Jaringan Perubahan 12 Propinsi) di Cisarua, Bogor pada November 2012, dalam pelatihan program psikososial ODHA dan penguatan wilayah. Namun, seiring dengan kebutuhan aktivis ODHA ditiap Propinsi JP12 berubah nama setelah kembali didiskusikan dengan aktivis ODHA di Jakarta dan PR PKBI DKI Jakarta.
Jaringan ini terbentuk dengan visi terwujudnya CS (Care, Support and Treatment) yang komprehensif bagi orang dengan HIV dan AIDS di Indonesia
Pose anggota JAPI bersama aktivis HIV-AIDS di Sentani usai kegiatan HAS (Dok.JAPI)
Jayapura (15/12) – Ketua JAPI (Jaringan Aksi Perubahan Indonesia) wilayah tanah Papua, Andre mengaku, pemerintah kabupaten Jayapura sudah menerima keberadaan JAPI di Papua. Respon mereka terhadap jaringan tersebut cukup baik.
“Dari diskusi dan perkenalan teman-teman yang tergabung dalam JAPI ke Pemerintah Kabupaten Jayapura, mereka sangat respon dan menerima baik kehadiran JAPI,” kata Andre kepada tabloidjubi.com, Jumat (14/12) malam. Respon dibuktikan dengan kegiatan peringatan hari HIV-AIDS (HAS) sedunia yang digelar pada 1 Desember 2012 lalu, bersama JAPI. Selain peringatan, JAPI juga sudah melakukan kegiatan-kegiatan menyangkut ODHA bersama instansi terkait di kabupaten itu.
“Waktu tanggal
Ilustrasi HIV-AIDS (IST)
Jayapura (4/12) — Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Papua di Jayapura menyesali sikap Komisi Penanggulan AIDS (KPA) Provinsi Papua. Komisi ini dinilai mengabaikan kumpulan organisasi ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS).
Demikian disampaikan ketua IPPI Papua di Jayapura, Julia Hutapea kepada tabloidjubi.com di Abepura, Selasa (4/12). “Sebenarnya bukan menyesal tapi sebal terhadap sikap KPA Provinsi. Karena, kesannya malas tau,” kata Julia.
Julia mengaku, sebal karena permintaan pengaduan dana bantuan melalui proposal yang diajukan oleh IPPI ke KPA Provinsi untuk meminta bantuan dana kegiatan menjelang hari HIV-AIDS sedunia, 1 Desember 2012 lalu diabaikan. KPA beralasan semua anggaran dialihkan untuk membiayai kegiatan hari AIDS sedunia, 1 Desember.
Padahal,