Tag Archives: Guru
Kepala Disdikpora Papua, James Modouw (Jubi/Alex)
Jayapura, 13/5 (Jubi) - Keterisolasian suatu sekolah membuat guru enggan hadir untuk mengajar. Sesuai data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua, angka keseluruhan ketidakhadiran guru sekolah sebesar 33,5 persen atau satu dari tiga guru.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua James Modouw mengaku, tingkat ketidakhadiran guru di sekolah terjadi karena tingkat keterisolasian suatu sekolah.
“Semakin terisolir suatu suatu sekolah pada suatu wilayah, akan semakin tinggi ketidakhadiran guru atau Kepala sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua James Modouw kepada wartawan, di Jayapura, Senin (13/5).
Dia menjelaskan, sampai saat ini jumlah guru SD/MI berkualitas
Pertemuan Walikota Jayapura dengan para guru (Jubi/sindung)
Jayapura,2/5(JUBI)- Dari pertemuan secara langsung kepada ratusan guru seusai pelaksanaan Upacara bendera dalam angak Hari pendidikan Nasional di Kota Jayapura, Walikota mendegar keluh dan kesah guru dan PBM yang ada di sekolahnya.
“Ini saya lakukan untu1234k mendengar secara langsung keluh kesah dari para guru, lugas dan bebas tekanan dan siapapun dan mereka bebas menyampaikan hati nurani mereka kepada saya sebab mereka yang memberikan ilmu untuk mencerdaskan bangsa kedepan,” ujar Benhur Tommy Mano usai menggelar pertemuan hearing bersama ratusan guru dan staff sekolah dalam rangka hari pendidikan nasional di kantor Walikota Jayapura, Kamis (2/5)
Tommy Mano ini dilakukan sebagai bentuk upaya menjaring komunikasi yang
Para guru yang sedang dilantik beberapa waktu lalu. Jubi/Ans
Merauke (24/4) - Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengungkapkan, gaji para guru sangatlah besar. Untuk mereka yang baru lulus, gajinya berkisar sekitar empat juta rupiah.
Sedangkan guru yang sudah lama bertugas, gajinya diatas sepuluh juta. Namun sayangnya, mereka tidak menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagaimana biasa terutama di kampung kampung lokal yang dihuni oleh orang asli Papua.
Hal itu disampaikan Bupati Merauke saat melakukan tatap muka bersama para kepala dinas dari setiap satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Swisbelt Hotel, Selasa (23/4).
“Terus terang, kita semua ini berdosa. Karena kegiatan pendidikan di kampung-kampung lokal, tidak berjalan sama sekali. Orang Papua bisa menuntut kita, lantaran
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lanny Jaya, Christian Sohilait. (Jubi/Arjuna)
Jayapura, (17/4) Jubi – Sebanyak 15 orang guru eksakta dari Kabupaten Lanny Jaya, Papua dikirim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat ke Surya Institute, guna mengikuti pelatihan selama tiga bulan dengan biaya sebesar Rp 5 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lanny Jaya, Christian Sohilait mengatakan, hal ini dilakukan pemda setempat, guna meningkatkan mutu guru eksakta di kabupaten tersebut. Program mengirim guru ke Surya Institute baru dilakukan tahun ini.
“Setelah program ini selesai Juni mendatang, akan dievaluasi, apakah lebih efektif dan efisien jika instruktur dari Surya Institute yang didatangkan ke Lanny Jaya ataukah mengirim lagi guru ke sana untuk pendidikan,’’ kata
Kadis Pendidikan Lanny Jaya, Christian Sohilait. (Jubi/Arjuna)
Jayapura, 13/4 (Jubi) – Sejumlah kendala kerap menjadi masalah bagi guru yang bertugas di wilayah pedalaman atau kabupaten pemekaran di Papua.
Di Kabupaten Lanny Jaya, Papua ada beberapa masalah yang menjadi kendala dalam dunia pendidikan di sana. Kepala Dinas Pendidikan Lanny Jaya, Christian Sohilait mengatakan, wilayah tersebut tidak kekurangan guru. Hanya saja ada tiga masalah utama di kabupaten itu.
“Kami tidak kekuarang guru. Di sana ada 380 orang guru untuk semua tingkatan. Guru pendatang hanya sekitar 20 orang. Selebihnya putra asli. Yang jadi kendala ada tiga masalah besar. Pertama sarana dan prasarana. Misalnya mulai dari rumah guru hingga meja kursi tidak ada. Ada yang sekolahnya memang rusak,” kata Christian
Anak-anak SD di salah satu kampung (Jubi/Ans)
Merauke, 11/4 (Jubi) – Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Vincentius Mekiuw mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterima dari Kepala Distrik Tabonji, Patris Maturbongs, kegiatan belajar mengajar anak-anak di delapan SD disana, tidak berjalan sama sekali. Sementara, para guru sendiri tetap mengikutsertakan anak-anak dalam ujian akhir sekolah yang sedang diselenggarakan.
“Saya minta para guru jangan melakukan pembodohan terhadap anak-anak asli Papua. Kenapa harus memaksakan mereka untuk mengikuti ujian akhir. Sementara mereka tak pernah mendapatkan ilmu pengetahuan dengan baik. Apa salahnya para guru melaporkan kepada saya jika kegiatan belajar mengajar tidak berjalan selama ini. Sehingga, bisa diambil
Anggota DPR Papua, Adolf Alpius Asmuruf. Jubi/Ans
Merauke, 19/3 (Jubi)—Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Adolf Alpius Asmuruf mengungkapkan, dirinya baru pulang melakukan reses dan berkunjung di Kabupaten Mappi. Disana, banyak permasalahan yang ditemukan mulai dari kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam menjalankan tugas sehari-hari, ketidakhadiran para guru di sekolah-sekolah dan juga fasilitas di pasar yang sangat memprihatinkan.
Kepada tabloidjubi.com, Selasa (19/3), Adolf mengungkapkan, dirinya sempat berkunjung ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ketup. Disana, para guru yang berstatus PNS, tidak pernah menjalankan tugasnya sebagaimana biasa. Sehingga beberapa warga yang meskipun dengan berbagai keterbatasan ilmunya, mengambil inisiatif untuk mengajar.
Kondisi
Markus Dike S.Th guru agama Kristen Prostentan SD Kwadeware, kampung Kwadeware, Distrik Waibu, Kab. Jayapura, Papua. (Jubi/Mawel)
Sentani, 17/3 (Jubi)—Kekurangan guru menjadi persoalan utama bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil di Kabupaten Jayapura. Apalagi jika ada guru memilih tinggal di perkotaan dengan alasan tak memiliki perumahan di kampung.
Menurut salah satu guru Agama Kristen di SD YPK Kwadeware, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, Markus Dike, persoalan dan tantangan yang dihadapi beberapa sekolah di sekitar Danau Sentani, Kabupaten Jayapura adalah kurangnya guru yang mengajar di dalam kelas.
“Misalnya saja di sekolah kami ini, sebelum pindah ke Kwadeware banyak mengalami kekurangan. Mulai dari persoalan sarana dan prasarana seperti gedung sekolah
SMK Negeri 3 Jayapura. (Jubi/Arjuna)
Jayapura, 16/3 (Jubi) – Meski sudah berusia 50 tahun, namun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Jayapura masih kekurangan guru teknik. Guru yang ada saat ini kebanyak guru sipil.
Kepala sekolah SMK Negeri 3 Jayapura, Melkianus Mawene mengatakan, dari segi jumlah guru, sudah mencukupi. Namun dari segi guru spesialis atau teknik, masih kurang.
“Contohnya tenaga pengajar jurusan bangunan, yang banyak adalah sipil murni, sementara yang dibutuhkan adalah guru spesialis atau guru teknik. Standarisasi SMK untuk bidang tertentu masih kurang. Misalnya jurusan geologi pertambangan, kami butuh empat guru, yang ada hanya dua. Bidang gambar bangunan juga hanya dua orang guru spesialis. Sementara yang dibutuhkan enam orang,” kata Melkianus Mawene,
Kepala Satpol PP Kota Jayapura, Dominggus Rumaropen (Jubi/Sindung)
Jayapura, 8/3 (Jubi)—Tak hanya siswa-siswi sekolah yang akan menjadi target penertiban Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jayapura, tapi juga para guru yang berkeliaran pada saat jam sekolah.
Penertiban ini akan dimulai pada Senin (11/3) depan. Hal itu dikemukakan Kepala Satpol PP Kota Jayapura, Dominggus Rumaropen seusai melakukan sosialisasi kepada para siswa-siswi di SMU 4 Jayapura, Jumat (8/3). “Hal ini menjawab keresahan dari orang tua murid di Kota Jayapura lewat beberapa media baik elektronik maupun cetak bahwa anak-anak sekolah kota ini banyak berkeliaran baik di mall ataupun warnet-warnet yang ada,” ungkap Rumaropen ke tabloidjubi.com.
Dikatakan hal ini juga menjawab pengajuan permohonan