;

7:40 pm - Friday May 24, 2013

Tag Archives: Jurnalis

KOMISIONER HAM PBB DESAK INDONESIA BUKA AKSES JURNALIS INTERNASIONAL KE PAPUA

Written by | May 3, 2013 | 1
Pena Pers (IST)
Pena Pers (IST) Jayapura, 3/5 (Jubi) – Insiden kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan Papua tanggal 30 April dan 1 Mei 2013 lalu, mengundang PBB untuk berekasi. Salah satu dari reaksi PBB itu adalah desakan agar Indonesia membuka akses bagi jurnalis internasional ke Papua. Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia melalui rilis yang diterima tabloidjubi.com, Kamis (03/05), menyatakan keprihatinan atas larangan kebebasan berekspresi yang terjadi di Papua. “Selama misi saya ke Indonesia bulan November lalu, saya menyatakan keprihatinan untuk aktivis Papua yang dipenjara karena larangan kebebasan berkespresi secara damai,” kata Pillay dalam rilis Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia. Pillay yang menjabat

WARTAWAN JAYAPURA KEMBALI TURUN JALAN

Written by | March 5, 2013 | 0
Wartawan Jayapura Saat Melakukan Aksi Demo. (Jubi/Arjuna)
Wartawan Jayapura Saat Melakukan Aksi Demo. (Jubi/Arjuna) Jayapura, 5/3 (Jubi) – Untuk kesekian kalinya, puluhan wartawan cetak dan elektronik baik nasional maupun lokal yang di Kota Jayapura dan sekitarnya kembali menggelar aksi demo damai di Taman Imbi, Kota Jayapura, Selasa (5/3). Aksi ini sebagai bentuk dukungan moril atas kasus kekerasan yang dialami wartawan Paser TV, Nurmila Sari Wahyuni yang dianiaya aparat Desa Rantau Panjang, Paser,  Kalimantan Timur hingga keguguran, Minggu (3/3). Dalam aksinya wartawan yang dimotori AJI Kota Jayapura dan IJTI Papua mengutuk keras apa yang dilakukan aparat Desa Rantau Panjang tersebut. “Wartawan dalam menjalankan tugas liputan di lapangan dilindungi Undang-undang Pers. Sangat disayangkan seorang aparat negara yang ada ditingkat

BELASAN ANGGOTA AJI KOTA JAYAPURA IKUT UKJ

Written by | February 9, 2013 | 0
Suasana UKJ Anggota AJI Kota Jayapura (Jubi/Musa)
Suasana UKJ Anggota AJI Kota Jayapura (Jubi/Musa) Jayapura (9/2) –Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) yang diselenggarakan oleh AJI Kota Jayapura, adalah UKJ Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pertama yang diselenggarakan secara mandiri dengan inisiatif  sendiri dan juga dibiayai oleh AJI Jayapura sendiri. Sebanyak 19 orang wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jayapura, Papua, mengikuti Uji Kompetensi Jurnalistik (UKJ). Belasan kuli tinta ini datang dari beberapa media lokal dan nasional di Jayapura. Pantauan tabloidjubi.com, UKJ berlangsung di Hotel Numbay Jayapura. Pekerja pers yang mendaftar untuk mengikuti ujian 19 orang. Namun, mereka yang datang dalam ujian sebanyak 16 orang. Media-media yang mengikuti ujian adalah tabloidjubi, suara perempuan papua

TPN-OPM NILAI JURNALIS INDONESIA SIARKAN PROPAGANDA TNI/POLRI DI PAPUA

Written by | January 31, 2013 | 1
Kop-Surat TPN-OPM (http://www.wpnla.net/mawel)
Ilustrasi (http://www.wpnla.net/mawel) Jayapura 31/1,(Jubi)— Setelah melakukan klarifikasi pemberitaan di media mengenai penyerahan diri  Daniel Kogoya, Kepala Staf Umum TPN-OPM, Teryanus Sato menilai jurnalis Indonesia di Papua ikut memainkan propaganda politik kolonial Indonesia. Propaganda itu terlihat dari pemberitaan media tentang infomasi yang tidak benar dan tidak jelas. “TPN-OPM Markas Pusat menegaskan bahwa semua jurnalis yang pernah muat berita tentang Daniel Kogoya menyerah kepada NKRI atau Dany Kogoya cs insaf, segera memberitakan kembali bahwa Daniel Kogoya ini Kepala Staf dari Komando Pertahanan mana? Mengapa? Karena semua wartawan yang telah menulis artikel tentang Daniel Kogoya belum menyebutkan Keasatuan dan Kepala Staf dibawah Komando siapa,” tulis Teryanus

IJTI Papua Kecam Aksi Teror Wartawan DI Kaimana

Written by | January 21, 2013 | 0
Chanry Andrew Suripatty  (Jubi/Eveerth)
Chanry Andrew Suripatty (Jubi/Eveerth) Jayapura, (20/1) — Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Papua mengecam tindakan teror terhadap dua  orang wartawan yang terjadi di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, pada tanggal 18 Januari 2013. Kecaman ini dituangkan dalam surat IJTI PAPUA Kecam Aksi Teror Terhadap Sejumlah wartawan di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat No. 01/ IJTI-PAPUA/ I / 2013. Ketua Bidang Advokasi & Kesejahteraan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Papua, Chanry Andrew Suripatty mengatakan, kasus pengancaman terhadap beberapa Jurnalis di Papua Barat adalah buntut dari pemberitaan tentang dugaan Indentitas  palsu yang disandang oleh Bupati Kaimana Drs. Matias Mairuma yang sempat diberitakan oleh beberapa media di Papua Barat. “Atas kasus pengancam

Akibat Pemberitaan, Dua Wartawan Kaimana Diteror

Written by | January 21, 2013 | 0
Chanry Andrew Suripatty, dalam suatu liputan di Singapura (Jubi/Ist)
Chanry Andrew Suripatty, dalam suatu liputan di Singapura (Jubi/Ist) Jayapura, (20/1) — Dua wartawan yakni Yakob Onweng (Wartawan Fajar Papua) dan Dominika Hunga Andung (Wartawan Radar Sorong) diketahui mendapat teror secara fisik akibat pemberitaan yang dilakukan. Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Bidang Advokasi & Kesejahteraan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Papua, Chanry Andrew Suripatty, melalui press release yang diterima Tabloidjubi.com, Minggu (20/1) malam. “Kekerasan terhadap jurnalis dan media kembali terjadi. Sejumlah wartawan di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, menjadi korban pengancaman oleh warga Kaimana, atas tulisan yang berkaitan dengan identitas palsu Bupati Kaimana, Drs. Matias Mairuma. Dua wartawan yakni Yakob Onweng (Wartawan Fajar

AJI Jayapura Klarifikasi Data RSF Tentang Adanya Penculikan Jurnalis di Papua

Written by | December 27, 2012 | 0
Ilustrasi
Ilustrasi Jayapura, (27/12)—”Hingga tahun 2012 kami tidak pernah menerima laporan adanya penculikan terhadap jurnalis di Papua dan tidak pernah pula mempublikasikan adanya laporan penculikan terhadap jurnalis di Papua.” Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jayapura mengklarifikasi data Reporters sans frontières [RSF] (Reporters  Without Borders), organisasi jurnalis internasional yang berkantor pusat di Paris yang setiap tahun mengeluarkan index kebebasan pers internasional. Data yang dikeluarkan oleh RSF tahun 2011 itu selain menyebutkan dua jurnalis tewas di Papua hingga tahun 2011 dan 18 diserang (assaulted) juga menyebutkan lima jurnalis diculik di Papua. “Kami tidak tahu data itu darimana. Yang jelas, kami tidak pernah mendapatkan laporan adanya penculikan

2012, 12 Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Terjadi di Papua

Written by | December 27, 2012 | 2
Wartawan-Demo1
Wartawan Jayapura Saat Demo Menolak Kekerasan Terhadap Jurnalis. (Jubi/Arjuna) Jayapura (27/12) — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jayapura mencatat sepanjang tahun 2012 ini, ada 12 kasus kekerasan atau intimidasi terhadap wartawan di Papua dan Papua Barat. Jumlah ini mengalami peningkatan siginifikan dari tahun sebelumnya dimana pada tahun 2011 lalu hanya ada tujuh kasus. “Ditahun 2011, AJI hanya mencatat tujuh kasus. Sementara ditahun 2012 ada 12 kasus meski tingkat kekerasannya lebih tinggi dari tahun lalu, dimana adanya upayah pembunuhan terhadap jurnalis di Papua dan Papua Barat. Sepanjang tahun 2012 kekerasan terhadap wartawan lebih banyak dilakukan polisi. Empat kasus dilakukan polisi, tiga kasus oleh masayarakt sipil dimana tiga diantaranya dilakukan secara berkelompok,

Wartawan Papua Belajar Membaca APBD

Written by | December 12, 2012 | 0
Suasana pelatihan membaca APBD untuk jurnalis (Jubi/Victor M)
Suasana pelatihan membaca APBD untuk jurnalis (Jubi/Victor M) Jayapura (12/12)—Pelatihan bagi wartawan untuk membaca anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) di Papua. Ternyata tidak semua awak media massa di Papua memahami dan mengerti seluk beluk APBD. Bahkan  banyak yang kurang mengetahuinya terutama menyangkut noumenklatur, perundang-undangan, dan tahapan dalam proses APBD, serta dibutuhkan pula independensi awak media dalam membongkar kasus-kasus yang mengitari masalah APBD. Luna Pieter dari Bhakti Makassar mengatakan pers atau media selama ini menulis tentang APBD hanya mengedepankan normatif dibanding yang paling substansi menyangkut kontrol untuk publik ketahui. Dikatakan yang paling menonjol di Papua, kecilnya ruang independen untuk kontrol media ke penggunaan APBD, sebagaimana

Menlu janjikan tinjau akses jurnalis asing ke Papua

Written by | December 11, 2012 | 1
Marty Natalegawa (Dok. Jubi)
Mentri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa (Dok. Jubi) Jayapura, (11/12)—Wilayah Papua yang selama ini tertutup bagi jurnalis asing akan ditinjau kembali oleh Menteri Luar Negeri Indonesia. Kepada sekelompok jurnalis asing di Jakarta, Senin (11/12), Marty Natalegawa, Mentri Luar Negeri Indonesia mengatakan ada 35 jurnalis asing yang telah diberikan akses ke provinsi Papua sepanjang tahun 2011-2012. Namun para jurnalis asing ini memahami bahwa tidak semua jurnalis asing bisa melakukan liputan di Papua. Tercatat oleh mereka, tujuh jurnalis asing telah dideportasi dari Papua karena dilarang melakukan kerja jurnalistik. Terakhir, jurnalis ABC harus masuk Papua dengan cara menyamar sebagai turis. Marty menanggapi pernyataan jurnalis asing ini dengan janji akan meninjau kasus jurnalis

Switch to our mobile site