;

2:18 am - Thursday June 20, 2013

Tag Archives: Kampung

90 PERSEN KAMPUNG DI PAPUA BELUM MILIKI KANTOR

Written by | May 6, 2013 | 0
Kabiro Pemerintahan Kampung Papua, Helly Weror (Jubi/Alex)
Kabiro Pemerintahan Kampung Papua, Helly Weror (Jubi/Alex) Jayapura, 6/5 (Jubi) - Menurut Kepala Biro Pemerintahan Kampung Provinsi Papua Helly Weror, dari 4766 pemerintahan kampung yang ada di Provinsi Papua, 90 persen belum memiliki kantor kampung dan balai kampung. “Walaupun pemerintah Pusat telah memberikan kemudahan bagi Provinsi Papua dalam hal pemerintahan kampung. namun kemudahan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk membangun kantor kampung maupun balai kampung, karena salah salah satu syarat pembentukan pemerintahan kampung adalah pemerintah kampung harus membentuk pemerintahannya dan melengkapi persyaratan termasuk kantor kampung, batas wilayah, pengisian jabatan dalam pemerintahan kampung. Namun yang ada sekarang adalah pengisian jabatan dalam pemerintahan

MENCARI MODEL PEMBANGUNAN KAMPUNG

Written by | April 5, 2013 | 0
Abas Allo
Akbar Sillo (Jubi/Mawel) Sentani, 5/4 (Jubi) - Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Jayapura mengadakan lokakarya Singkronisasi Petunjuk Teknis Pembedayaan Kampung. Lokakarya ini bertujuan mencari model kerjasama terpadu pembangunan kampung. “Kita ingin ada singkronisasi dalam pembangunan pemberdayaan masyarakat kampung,” kata Akbar Sillo, Fasilitator Lokakarya, ke wartawan di Hotel Sentani Indah, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (5/4). Dalam usaha singkronisasi, lokakarya ini melibatkan sejumlah pihak yang berkepentingan dengan pembangunan kampung. “Pesertanya ada dari LSM dan pemerintah. Pemerintah kabupaten dalam hal ini BPMK, pemerintahan kampung dan pendamping Respek,” tambahnya. Melalui lokakarya ini, pemerintah bersama pihak-pihak yang terlibat menjatukan

PEREDARAN UANG DI KAMPUNG SANGAT BESAR

Written by | February 2, 2013 | 0
Wakil Bupati Merauke, Sunarjo. Jubi/Ans
Wakil Bupati Merauke, Sunarjo. Jubi/Ans Merauke, 1/2 (Jubi)—Wakil Bupati Merauke, Sunarjo mengungkapkan, kebijakan pengalokasian anggaran ke seluruh kampung baik yang bersumber dari Alokasi Dana Kampung (ADK), PNPM Mandiri-Respek, telah memberikan suatu kontribusi baik terutama dalam mendorong partisipasi dan peran masyarakat aktif masyarakat untuk membangun diri dan kampungnya. Hal itu disampaikan Wabup yang ditemui tabloidjubi.com, Jumat (1/2). Menurutnya, kontribusi tersebut dapat dilihat secara nyata hampir di semua kampung dan kelurahan yakni masyarakat secara swadaya dan penuh kebersamaan, membangun infrastruktur  jalan, jembatan, sumur air bersih, sarana prasarana peribadatan, MCK dan kegiatan lain. Disamping itu, lanjut Wabup, manfaat lain yang diperoleh adalah masyarakat

Pendamping Gerbangku Harus Betah dengan Masyarakat di Kampung

Written by | January 7, 2013 | 0
Ketua BPSE Yasanto, Jago Bukit. Jubi/Ans
Ketua BPSE Yasanto, Jago Bukit. Jubi/Ans Merauke (7/1)—Ketua BPSE Yayasan Santo Antonius (Yasanto) Merauke, Jago Bukit meminta kepada para Pendamping Gerakan Pembangunan Kampungku (Gerbangku) agar harus betah tinggal bersama masyarakat di kampung. Sehingga kegiatan pembangunan terutama dana ratusan juta yang diturunkan setiap tahun, dapat digunakan dan atau dimanfaatkan dengan baik. Demikian disampaikan Jago ketika ditemui tabloidjubi.com diruang kerjanya, Senin (7/1). Menurutnya, peran dari seorang pendamping, sangatlah penting. Karena harus bisa memberikan pemahaman yang baik kepada aparat kampung tentang bagaimana pengelolaan dan pemanfaatan dana ratusan juta yang diturunkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke. Diharapkan juga agar para pendamping memahami secara baik dan

Guru SD Telah Lakukan ‘Pembunuhan’

Written by | December 11, 2012 | 0
Kadis Pendidikan Merauke, Vincent Mekiuw. Jubi/Ans
Kadis Pendidikan Merauke, Vincent Mekiuw. Jubi/Ans Merauke (11/12)—Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Vincentius Mekiuw menegaskan, para guru sekolah dasar (SD) yang bertugas di kampung-kampung, telah melakukan ‘pembunuhan.’ Vincentius Mekiuw  beranggapan demikian karena kebanyakan guru di kampung tidak pernah menjalankan tugas dan tanggungjawab dengan baik untuk mendidik anak-anak asli Papua di daerah pedalaman. Penegasan itu disampaikan Vincent saat memberikan materi pada seminar sehari yang berlangsung di Unmus beberapa waktu lalu. “Kita semua harus mempunyai hati dengan anak-anak asli Papua. Mereka harus diberikan perhatian dengan baik untuk mendapatkan ilmu pengetahuan seperti anak-anak lain dalam kota maupun lokasi transmigrasi,” pintanya. Lebih

Tobati dan Injros Akan Jadi Kampung Wisata Pemancingan

Written by | December 11, 2012 | 0
Ondoafi Kampung Injros, Nico Meraudje. (Jubi/Arjuna)
Ondoafi Kampung Injros, Nico Meraudje. (Jubi/Arjuna) Jayapura (11/12)—Dua kampung tertua di Kota Jayapura, yakni Kampung Injros dan Kampung Tobati dicanangkan sebagai kampung wisata pemancingan pada tahun 2013 mendatang. Ondoafi atau Kepala suku Kampung Injros, Nico Meraudje mengatakan, pencanangan tersebut salah satunya dikarenakan ikan yang dulunya banyak disekitar kedua kampung itu sudah mulai menjauh lantaran banyaknya limbah sampah dari yang berasal dari Kota Jayapura. “Jadi kita berpikir kita harus ke sektor pariwisata, guna bisa menjamin kehidupan masyarakat setempat yang sebagaian besar sebagai pencari ikan untuk dijual. Saat ini di sekitar Tobati dan Injros ikan sudah jarang karena banyaknya sampah dari wilayah Kota Jayapura,” kata Nico Meraudje kepada tabloidjubi.com,

Guru di Kampung Akan Ditarik ke Kota

Written by | December 9, 2012 | 0
Kadis Pendidikan Merauke, Vincent Mekiuw sedang beri materi. Jubi/Ans
Kadis Pendidikan Merauke, Vincent Mekiuw sedang beri materi. Jubi/Ans Merauke (9/12)—Guna memberikan kesempatan kepada para guru yang selama ini betah di kampung untuk menjalankan tugasnya, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke mengambil sikap dengan menarik mereka ke kota. Sedangkan dari kota, otomatis harus bersiap-siap untuk ditempatkan di daerah pedalaman. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Vincent Mekiuw pada kegiatan seminar yang diselenggarakan oleh Unmus Sabtu (8/12). “Memang kita akan menarik guru dari kampung, sehingga mereka juga mendapatkan kesempatan agar melanjutkan studi ke bangku perguruan tinggi. Sehingga nantinya mengikuti ujian kompetisi sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah pusat,” katanya. Olehnya,

Kampung Kayu Pulau Menjadi Terminal Sampah

Written by | December 8, 2012 | 0
Ribuan botol mineral bercampur baur dengan sampah lainnya merubah pantai Kampung Kayu Pulau yang tadinya indah dipandang, menjadi tidak sedap dipandang (Jubi/Roberth Wanggai)
Ribuan botol mineral bercampur baur dengan sampah lainnya merubah pantai Kampung Kayu Pulau yang tadinya indah dipandang, menjadi tidak sedap dipandang (Jubi/Roberth Wanggai) Jayapura (8/12)–Kampung Kayu Pulau hampir setiap hari dikirimi sampah dari ribuan kubik dari pemukiman warga Kota Jayapura. Sebab walau sudah dibersihkan, dalam sekejap mulai dari kantong plastik, kertas, potongan kayu, hingga botol-botol bekas air mineral menjadi pemandangan tak sedap di kampung yang terletak berdekatan dengan pelabuhan Port Numbay itu.   Kondisi tersebut membuat warga Kayu Pulau cemas akan sumber penghidupan mereka, terutama mengganggu kehidupan terumbu karang dan juga tempat berenang serta mata pencaharian mereka sebagai nelayan yang ada di sekitar bibir pantai. Kondisi itu juga

Pembangunan Rumah Guru Diprioritaskan

Written by | December 6, 2012 | 0
Para guru di Kabupaten Merauke. Jubi/Ans
Para guru di Kabupaten Merauke. Jubi/Ans Merauke,  (5/12)—Wakil Bupati Merauke, Sunarjo mengungkapkan, pemerintah setempat akan memberikan prioritas terhadap pembangunan rumah dinas bagi para kepala sekolah (Kepsek) maupun guru yang akan bertugas di kampung-kampung. Sehingga mereka juga betah tinggal dan menjalankan serta melaksanakan tugasnya dengan baik. “Memang salah satu permasalahan yang sering terjadi dan mengakibatkan para guru kurang betah tinggal di kampung, lantaran tidak ada rumah dinas. Setelah satu atau dua hari menumpang di rumah masyarakat setempat, otomatis akan tidak betah tinggal. Ketika ada urusan di kota, maka iapun memilih tak akan pulang lagi,” katanya saat melantik para Kepsek di Swissbelt Hotel, Selasa(4/12). Pemerintah, lanjut Sunarjo, berkomitmen

PGRI Merauke Ditantang

Written by | December 5, 2012 | 0
Wakil Bupati Merauke, Sunarjo. Jubi/Ans
Wakil Bupati Merauke, Sunarjo. Jubi/Ans Merauke (5/12)— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke menantang para guru yang tergabung dalam wadah atau organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk memberikan kontribusi pemikiran demi pengembangan pendidikan di daerah ini terutama di kampung-kampung. PGRI boleh saja memperjuangkan apa yang menjadi hak para guru, tetapi ingat juga dengan kewajiban yang harus dilaksanakan. Permintaan itu disampaikan Wakil Bupati Merauke, Sunarjo dalam sambutannya pada pelantikan para Kepsek di Siswbell Hotel, Selasa (4/12). Menurutnya, jika hak para guru diperjuangkan, harus dilihat juga dengan kewajiban, sehingga menjadi lebih seimbang. Salah satu contoh konret adalah apakah selama ini PGRI ikut melakukan monitoring terhadap para guru di kampung-kampung.

Switch to our mobile site