;

10:00 am - Sunday May 19, 2013

Tag Archives: Penembakan

DIAZ GWIJANGGE: INSIDEN AIMAS SARAT REKAYASA

Written by | May 17, 2013 | 0
Anggota DPR RI Asal Papua, Diaz Gwijangge. (Jubi/Arjuna)
Anggota DPR RI Asal Papua, Diaz Gwijangge. (Jubi/Arjuna) Jayapura, 17/5 (Jubi) - Anggota DPR RI asal Papua, Diaz Gwijangge mengindikasi adanya rekayasa dalam kasus insiden tewasnya dua warga sipil di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat 31 April lalu. “Saya lihat ada rekayasa di sana. Sayang skenario itu tidak berjalan baik sehingga ada korban dan kembali Papua jadi sorotan dunia internasional. Ini yang tidak diantisipasi. Papua saat ini jadi sorotan dunia internasional. Itu fakta yang tidak bisa disembunyikan,” kata Diaz Gwijangge, Jumat (17/5). Diaz Gwijangge juga mempertanyakan mengapa harus pihak kepolisian yang melakukan investigasi di Aimas. Menurut dia, harusnya yang melakukan investigasi adalah tim independen agar tidak terjadi kecurigaan akan adanya kecurangan. “Kenapa

ARTON KOGOYA DITEMBAK DUA KALI, DI KAKI DAN DI DADA

Written by | May 15, 2013 | 7
Jenazah Arton Kogoya saat diperabukan oleh keluarganya (Dok. Jubi)
Jenazah Arton Kogoya saat diperabukan oleh keluarganya (Dok. Jubi) Jayapura, 14/05 (Jubi) – Hari Sabtu,  11 mei  2013 jam 09:30 WIT tepat di Jalan Yosudarso, depan Warnet Rafi RT 01/RW 06 Distrik Wamena Kota, Jayawijaya, Papua, Arton Kogoya tewas ditembak oleh anggota Batalion756 Wimane Sili yang berada di pos Napua distrik Napua Kabupaten Jayawijaya. Berikut beberapa keterangan saksi mata yang dihimpun Jubi, terkait penembakan yang dilakukan oleh enam anggota Batalion756 Wimane Sili, Wamena. Identitas Korban: Nama         : Arton Kogoya Umur         : 26 Tahun Alamat         : Jln Yos Sudarso RT 01/RW 06 Distrik Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya Agama         : Kristen Protestan Status         : Nikah Istri         : 1 orang Anak

DPR RI : APARAT KEAMANAN STOP TEMBAK RAKYAT PAPUA

Written by | May 12, 2013 | 0
Anggota DPR - RI utusan Papua, Diaz Gwijangge (Jubi/Eveerth)
Anggota DPR – RI utusan Papua, Diaz Gwijangge (Jubi/Eveerth) Jayapura, 12/5 (Jubi) – Terkait tindakan aparat keamanan di Tanah Papua yang kadang bertindak arogan terhadap kegiatan Papua merdeka, maka perlu adanya pendekatan persuasif, bukan kekerasan hingga tembak mati. Demikian disampaikan Anggota DPR RI, Diaz Gwijangge ke tabloidjubi.com, di Jayapura, Minggu (12/5). Diaz menyesali tindakan aparat keamanan yang menembak mati warga Papua saat perayaan kemerdekaan bangsa Papua tanggal 1 Mei lalu di Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat.“Aparat keamanan di Papua sudah mengetahui persoalan Papua merdeka dan persaoalan apa saja, dan demonstrasi sudah mengerti, namun dalam Penangananan sering dibawa masalah pribadi. Seharusnya, melihat persoalan dari sistem hukum yang berlaku,

DI WAMENA, OKNUM TNI TEMBAK MASYARAKAT SIPIL

Written by | May 12, 2013 | 1
Ilsutrasi Penembakan. (IST)
Ilsutrasi Penembakan. (IST) Jayapura, 12/5 (Jubi) – Seorang masyarakat sipil di Wamena, Papua, Arton Kogoya (27 tahun), berprofesi sebagai Mantri Kesehatan di Desa Lelam, Distrik Gapura, Kabupaten Lany Jaya terkena tembakan yang dilepaskan oknum anggota TNI. Insiden itu terjadi, Sabtu (11/5) sekitar pukul 22.34 WIT. Kapendam Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Infantri Jansen Simanjuntak membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, kronologis kejadian bermula dimana tiga orang anggota TNI dari Batalyon Infantri 756 Wamena yakni Serda Agus yang juga Wadan Pos Napua, Pratu Sitanggang dan Prada Haryono pergi ke pasar Sinakma Wamena untuk membeli makan di warung Wonogiri dengan menggunakan dua motor dan berpakaian preman serta membawa senjata. “Ketika ketiga anggota tersebut

SULIT DIBUKTIKAN, DANI KOGOYA BEBAS DEMI HUKUM

Written by | May 11, 2013 | 0
Dabi Kogoya, bebas demi hukum (Dok. Jubi)
Dani Kogoya, bebas demi hukum (Dok. Jubi) Jayapura, 11/05 (Jubi) – Dani Kogoya, tertuduh pelaku penembakan di Nafri, Abepura, Papua, yang menewaskan empat orang, malam ini (Sabtu, 11/05) dibebaskan demi hukum. Dani menurut pengacara HAM Papua, Gustaf Kawer, SH dibebaskan karena tidak ada perpanjangan penahanan lagi dari Pengadilan Tinggi (PT) sementara sidang masih harus berjalan untuk pemeriksaan saksi-saksi. “Dani Kogoya bebas demi hukum karena masa penahanan habis sementara sidang masih harus berlanjut. Dan tidak ada perpanjangan masa tahanan. Jadi tidak ada alasan untuk menahan dia lagi” kata kata Gustaf Kawer, pengacara HAM Papua kepada Jubi, Sabtu (11/05). Lanjut Kawer, peradilan Dani Kogoya ini tidak jelas. Tidak ada putusan yang dijatuhkan, sementara masih

JANGAN TEMBAK RAKYAT LALU BILANG OPM

Written by | May 10, 2013 | 5
Ilustrasi Penembakan  (IST)
Ilustrasi Penembakan (IST) Jayapura, 10/5 (Jubi) – Berbagai persoalan penembakan terus saja terjadi di Papua, bahkan stigma Organisasi Papua Merderka (OPM) menjadi senjata utama untuk terus membunuh rakyat Papua, yang seharusnya tidak terjadi. Hal tersebut disampaikan Aktivis Pegiat HAM Papua, Dorus Wakum, menyikapi adanya berbagai polemik yang terjadi, terutama peristiwa penembakan tanpa perlawanan di Aimas Kabupaten Sorong pada tanggal 1 Mei lalu. “Kebanyakan di katakan OPM, lalu apakah semua orang Papua yang dibunuh dikatakan OPM, sehingga membenarkan tindakan membunuh orang asli Papua. Karena itu, jangan tembak rakyat lalu berkata bahwa mereka adalah OPM,” ujar Dorum Wakum, kepada tabloidjubi.com, via handpone, di Jayapura, Jumat (10/5). “Polisi bukan TNI, sehingga

INSIDEN PENEMBAKAN DI SORONG TELAN SATU KORBAN JIWA LAGI

Written by | May 7, 2013 | 16
Dua jenazah korban tembakan aparat keamanan di Soong, 30 April lalu. (Suarapapua.com)
Dua jenazah korban tembakan aparat keamanan di Soong, 30 April lalu. (Suarapapua.com) Jayapura, 06/05 (Jubi) – Insiden penembakan terhadap warga Sorong di Distrik Aimas pada tanggal 30 April 2013 lalu, hari ini menelan korban jiwa lagi. Salomina Kalaibin, seorang ibu berusia 42 tahun malam ini (Senin, 6/5) meninggal dunia setelah dioperasi tanggal 3 Mei karena peluru yang bersarang di perutnya. Salomina Kalaibin, menurut seorang aktivis LSM di Sorong bernama Fredi, meninggal dunia di Rumah Sakit Sele Bessu, Sorong pukul 22.00 WIT. “Ibu dioperasi tanggal 3 Mei karena peluru yang bersarang di perutnya dan juga mengenai tangan kanannya. Tapi tadi dia sudah meninggal sekitar pukul 20.00 WIT.” kata Fredi kepada Jubi, Senin (6/5) malam. Menurut Fredi, peluru yang bersarang

MENGUTUK APARAT KEAMANAN YANG SEWENANG-WENANG

Written by | May 6, 2013 | 0
Ilustrasi Polidi di Papua (Jubi/Timoteus)
Ilustrasi Polisi di Papua (Jubi/Timoteus) Jayapura, 6/5 (Jubi) – Tindakan oknum aparat keamanan yang menewaskan dua warga sipil di Sorong, Papua Barat dikecam sejumlah aktivis Papua. Aksi Orang Asli Papua (OAP) pada 1 Mei 2013 lalu untuk merefleksikan dan mengenang ‘aneksasi’ hendaknya dilihat dari perspektif sejarah dan kebebasan berekspresi. “Bukan malah dihadapi dengan peluru dan kekerasan. Jadi kami kutuk aparat yang sewenang-wenang,” kataKetua Gerakan Rakyat Demikratik Papua (Garda-P), Bovit Bofra ke wartawan di Padangbulan, Kota Jayapura, Papua, Senin (6/5) siang. Sedangkan Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengklaim penembakan yang berujung pada tewasnya Abner Malagawak (22 tahun) dan Thomas Blesua (28 tahun), 1 Mei 2013 di Distrik Aimas, Sorong, Papua Barat

POLISI KLAIM PENEMBAKAN SORONG SESUAI PROSEDUR

Written by | May 4, 2013 | 4
Dua jenazah korban tembakan aparat keamanan di Soong, 30 April lalu. (Suarapapua.com)
Jenazah Yang Diduga Korban Penembakan. (Suarapapua.com) Jayapura, 4/5 (Jubi) – Pihak kepolisian mengklaim penembakan yang menewaskan dua warga Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat, Abner Malagawak (22) dan Thomas Blesua (28), 1 Mei lalu udah sesuai prosedur. Juru Bicara Polda Papua, Kombes Pol I Gede Sumerat Jaya mengatakan, penembakan itu sesuai prosedur yang diatur undang-undang yakni pasal 48 dan 49 KUHP, dimana saat polisi terancam sesuai diskresinya bisa melakukan pembelaan dengan mengeluarkan tembakan melumpuhkan. “Polisi terpaksa harus melakukan pembelaan diri dengan mengeluarkan tembakan, karena ratusan massa yang menggelar aksi demo menyerang menggunakan senjata tajam. Massa anarkis, menyerang anggota yang sedang berpatroli, serta membakar mobil Wakapolres Aimas,

POLISI SELIDIKI PENEMBAKAN NELAYAN DI SORONG

Written by | May 4, 2013 | 0
Humas Polda Papua, Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya. (Jubi/Arjuna)
Humas Polda Papua, Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya. (Jubi/Arjuna) Jayapura, 4/5 (Jubi) – Aparat kepolisian masih menyelidiki tewasnya seorang nelayan di Kota Sorong, Papua Barat La Bila (16) yang diduga akibat ditembak orang tak dikenal (OTK), saat sedang melaut di sekitar Pulau Batanta yang merupakan wilayah Kabupaten Raja Ampat, Jumat (3/5). Juru Bicara Polda Papua, Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya membenarkan adanya penembakan tersebut. Menurutnya, hingga kini pelakunya masih dalam penyelidikan. “Ya kemarin ada kejadian seorang nelayan atas nama LALD umurnya 16 tahun dan meninggal dunia. Menurut informasi yang kami terima karena ditembak. Tapi kami masih melakukan penyelidikan kebenaran informasi itu,” kata I Gede Sumerta Jaya, Sabtu (4/5). Berdasarkan informasi yang dihimpun

Switch to our mobile site

%d bloggers like this: