;

6:27 pm - Monday May 20, 2013

Tag Archives: Polsek

Camat Elelim Bersama Warga Sepakat Amankan Ternak

Written by | December 3, 2012 | 0
Warga Elelim Menandatangani Kesepakatan Kadangkan Ternak Babi di Kantor Distrik Elelim
Yalimo, (3/13)—Unsur pemerintah, adat, gereja, perempuan, pemuda dan TNI/Polri menandatanggi kesepakatan amankan ternak babi yang berkeliaran di ibu  kota kabupaten Yalimo. Kesepakatan ini dibuat untuk menjaga keindahan ibu kota Kab. Yalimo. “Amankan ternak supaya tidak berkeliaran di kantor dan tegah kota,” kata camat Elelim, Hengky Sambom, kepada warga masyarakat dalam pertemuan terbuka di kantor distrik Elelim, beberapa waktu lalu. Sejumlah unsur yang hadir menyetujui ajakan Kepala Distrik itu. Kepala kampung Yabema, Saul Waliaggen, menyatakan, babi memang perlu dikadangkan. “Wam (babi) itu emas orang Papua. Kadangkan saja, kalau berkeliaran bunuh saja,” katanya serius. Lanjut Saul, warga jangan membunuh babi dengan alasan lain. “Jangan bunuh wam karena alasan

Polisi Tetapkan Enam Tersangka Penyerangan Polsek Pirime

Written by | December 3, 2012 | 0
Ilustrasi Tersangka. (IST)
Ilustrasi Tersangka. (IST) Jayapura (3/12) — Enam orang ditetapkan polisi sebagai tersangka penyerangan Polsek Pirime, Selasa (27/11) lalu. Keenam orang tersebut yakni, KW (40), LK (22), TW (24), GK (35), DTT (45) dan TT (17). Mereka ditangkap saat aparat gabungan melakukan penegejaran di Kampung Muaragame, Distrik Pyramid, Kabupaten Jayawijaya Papua, Kamis (29/11) sekitar pukul 16.00 Wit. Humas Polda Papua, AKBP I Gede Sumerta Jaya mengatakan, setelah menjalani pemeriksaan di Polres Jawijawa, keenam orang itu akhirnya ditetapkan sebagai tersangka karena ada keterkaitan dengan jaringan kelompok yang melakukan penyerangan ke Polsek Pirime. “Keenam orang itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka ada keterkaitan dengan kelompok yang melakukan penyerangan ke Polsek Pirime.

Polsek Pirime Diserang Karena Kurang Anggota

Written by | December 3, 2012 | 0
Humas Polda Papua, I Gede Sumerta Jaya. (Jubi/Arjuna)
Humas Polda Papua, I Gede Sumerta Jaya. (Jubi/Arjuna) Jayapura (3/12) — Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengaku salah satu penyebab Kepolisian Sektor (Polsek) Distrik Pirime Kabupaten Lanny Jaya, Papua bisa diserang dan dibakar kelompok bersenjata, karena kurangnya personil yang bertugas didaerah itu. Juru bicara Polda Papua, AKBP I Gede Sumerta Jaya menuturkan saat ini anggota yang bertugas di Polsek Pirime hanya delapan orang. Saat polsek diserang, hanya ada empat orang yang bertugas. “Anggota yang lainnya saat itu sedang lepas dinas. Harusnya untuk  Polsek seperti di Pirime itu, minimal 21 orang anggota yang bertugas di sana,” kata I Gede Sumerta Jaya, Minggu malam (2/12). Menurutnya, jika dikatakan kekurang personil, hal itu memang terjadi di Polsek Pirime. Padahal

Lagi, Bangunan Empat Polsek Yalimo Ditolak

Written by | December 3, 2012 | 0
Sebby Sambom (IST)
Sebby Sambom (IST) Jayapura (2/12) — Lagi-lagi pembangunan empat kantor kepolisian sektor (polsek) di Kabupaten Yalimo, Papua ditolak. Kali ini, penolakan datang dari aktivis pembela Hak Asasi Manusia (HAM) Papua. Sebelumnya dikabarkan, pembangunan empat polsek itu ditolak oleh mahasiswa setempat yang mengatasnamakan diri dari Forum Peduli Pembangunan Yalimo. Sebby Sambom, aktivis HAM Papua di Jayapura lewat siaran persnya yang diterima tabloidjubi.com, Minggu (2/12) malam menyatakan, atas nama Tuhan dan Rakyat bangsa Papua dari Suku Yali besar Activis HAM Pro Independence, ia dan kawan-kawannya dengan tegas menolak pembangunan empat Polsek di Wilayah Tanah Adat Suku Yali di Kabupaten Yalimo. Masih dalam siaran persnya menyatakan, Activis HAM Pro Independence juga menolak militer

Ketua Umum KNPB sudah diketahui keberadaanya

Written by | December 3, 2012 | 0
Victor Yeimo (abc.net.au)
Victor Yeimo (abc.net.au) Victor Yeimo saat ini sedang berada bersama keluarganya untuk menenangkan diri. ““Pagi tadi kami sudah mendapatkan kabar dari keluarganya bahwa keadaan dia (Victor Yeimo) aman-aman saja, dan saat ini dia sedang ingin istrahat dulu untuk beberapa saat,” kata Wim Medlama, Jubir Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Senin (03/12) pagi tadi. Seperti diberitakan tabloidjubi.com, Victor Yeimo sejak dibebaskan oleh pihak kepolisian usai diperiksa tak diketahui keberadaannya. Nomor HP Yeimo juga tak bisa dihubungi. Beberapa aktivis KNPB, termasuk jubir KNPB juga tidak mengetahui keberadaan Yeimo hingga tadi malam, Minggu (02/12). “Sejak kemarin, kami cari dimana keberadaan ketua umum kami dengan kedua temanya tapi belum dapat. Semua tempat yang kami tahu

Ketua Umumnya masih belum ditemukan, besok KNPB akan datangi Polda

Written by | December 2, 2012 | 2
Victor Yeimo saat diamankan di Perumnas II Waena (westpapuamedia.info)
Victor Yeimo saat diamankan di Perumnas II Waena (westpapuamedia.info) Jayapura, (2/12)—Keberadaan Victor Yeimo dan dua rekannya, Hukum Kiman dan Ebel Sala masih belum jelas hingga hari ini, Minggu (2/12). Sampai Minggu malam, anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) masih mencari tahu dimana keberadaan ketua umum mereka, Victor Yeimo. Yeimo, telah dibebaskan oleh polisi setelah diperiksa di Polsek Abepura, terkait aksi demo 1 Desember yang yang dilakukan oleh KNPB. Namun sejak Yeimo dibebaskan Sabtu sore, ia belum melakukan kontak dengan aktivis KNPB lainnya. “Tadi setelah diamankan di Polsek Abe kemudian diambil keterangan, menurut Kapolres akan dilepas karena belum dapat dilakukan penyidikan lebih lanjut.” kata Kabid Humas Polda Papua, AKBP I Gede Sumerta Jaya kepada

Kelompok Puron Wenda Klaim Serang Polsek Pirime

Written by | November 30, 2012 | 0
Ilustrasi kontak senjata. ist
Ilustrasi Jayapura (30/11) — Kelompok yang mengaku TNP/OPM Pimpinan Puron Okiman Wenda mengklaim pihaknyalah yang melakukan penyerangan dan pembakaran Polsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Papua yang menewaskan tiga orang polisi, Selasa (27/11) lalu. “Penyerang yang terjadi hari Selasa (27/11) di Distrik Pirime, itu dari TPN/OPM asli dibawah pimpinan Puron Okiman Wenda, panglima Tinggi OPM Papua Barat untuk wilayah Pegunungan Tengah. Jam 06.00 WIT kami kepung Distrik Pirime dan kami menembak anggota polisi yang ada di Polsek, termasuk Kapolsek. Jadi bukan dibakar. Tidak ada perlawanan karena kami langsung kepung. Ada yang masuk kebawah tempat tidur. Ada satu anggota yang sementara menaikkan bendera sekitar pukul 06.30 WIT yakni Jefri Rumkorem dan kami tembak juga,” kata orang

Mahasiswa Yalimo Tolak Pembangunan Empat Polsek

Written by | November 30, 2012 | 1
Ilustrasi Polisi di Papua (Jubi/Timo) Jayapura (29/11)—Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Yalimo, Papua yang tergabung dalam Forum Peduli Pembangunan Yalimo menolak pembangunan empat pos polisi yang akan dibangun di daerah itu. Mereka menilai, pos polisi itu bukan kebutuhan masyarakat.   “Itu bukan kebutuhan masyarakat. Masih ada kebutuhan masyarakat yaitu pendidikan, kesehatan dan pelayanan yang maksimal,” kata Koordinator Forum Peduli Pembangunan Yalimo, Leo Himan, kepada wartawan di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (29/11).   Menurut Leo,  sejak Yalimo ada, masyarakat Yalimo berada dalam kondisi aman dan damai. “Orang lewat Yalimo ke Wamena tengah malam pun tidak ada kejadian luar biasa, malah sangat aman, jadi keamanan diperlukan tapi belum saatnya,”

Anum Siregar: “Siklus Kekerasan di Papua Masih Terjadi”

Written by | November 28, 2012 | 0
Latifa Anum Siregar. (Doc.Jubi)
Latifa Anum Siregar. (Doc.Jubi) Jayapura (28/11) — Terjadinya aksi penyerangan dan pembakaran Polsek Pirime Kabupaten Lanny Jaya, Papua yang mengakibatkan tiga anggota polisi meninggal dunia, Selasa (27/11) sekitar pukul 06.00 WIT mendapat tanggapan dari berbagi pihak. Direktur Aliansi Demokrasi Papua (ALDP), Anum Latifah Siregar menilai, kejadian ini kian menggambarkan jika siklus kekerasan dan balas dendam masih terus terjadi di Papua. “Kalau menurut saya siklus kekerasan dan saling membalas masih terjadi di Papua. Kita harap siapapun pelaku yang membakar Polsek Pirime bisa segera tertangkap agar masyarakat yang tidak bersalah tidak jadi korban dan keluarga korban merasa ada keadilan,” kata Anum Siregar kepada tabloidjubi.com, Rabu (28/11). Namun menurut Anum, lebih

Imparsial ‘Mengutuk’ Pembakaran Polsek Pirime

Written by | November 27, 2012 | 0
Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti. (IST)
Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti. (IST) Jayapura (27/11) — The Indonesian Human Rights Monitor (Imparsial) ‘mengutuk’ aksi kekerasan dan pembakaran Polsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Papua oleh Orang Tak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan tiga anggota polisi tewas, Selasa (27/11) sekitar pukul 06.00 pagi. Direktur eksekutif Imparsial, Poengky Indarti menegaskan, pihaknya mengutuk terjadinya kekerasan dengan cara pembunuhan dan pembakaran terhadap Kapolsek Pirime, AKP Rolfi Takubesi dan  dua anggotanya Brigadir Jefri Rumkorem  serta Brigadir Daniel Makuker. “Kekerasan yang dilakukan pelaku sangat bertentangan dengan semangat bersama untuk menjadikan Papua sebagai tanah damai. Kami berharap aparat bisa segera menangkap para pelaku dan membawanya keproses hukum,”

Switch to our mobile site

%d bloggers like this: