;

2:29 am - Monday May 20, 2013

Tag Archives: TNI

ARTON KOGOYA DITEMBAK DUA KALI, DI KAKI DAN DI DADA

Written by | May 15, 2013 | 7
Jenazah Arton Kogoya saat diperabukan oleh keluarganya (Dok. Jubi)
Jenazah Arton Kogoya saat diperabukan oleh keluarganya (Dok. Jubi) Jayapura, 14/05 (Jubi) – Hari Sabtu,  11 mei  2013 jam 09:30 WIT tepat di Jalan Yosudarso, depan Warnet Rafi RT 01/RW 06 Distrik Wamena Kota, Jayawijaya, Papua, Arton Kogoya tewas ditembak oleh anggota Batalion756 Wimane Sili yang berada di pos Napua distrik Napua Kabupaten Jayawijaya. Berikut beberapa keterangan saksi mata yang dihimpun Jubi, terkait penembakan yang dilakukan oleh enam anggota Batalion756 Wimane Sili, Wamena. Identitas Korban: Nama         : Arton Kogoya Umur         : 26 Tahun Alamat         : Jln Yos Sudarso RT 01/RW 06 Distrik Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya Agama         : Kristen Protestan Status         : Nikah Istri         : 1 orang Anak

SATU ANGGOTA TNI TERLUKA DALAM INSIDEN PENEMBAKAN DI SORONG

Written by | May 2, 2013 | 6
KABID HUMAS POLDA PAPUA, KOMBES POL I GEDE SUMERTA JAYA (Jubi/Alex)
KABID HUMAS POLDA PAPUA, KOMBES POL I GEDE SUMERTA JAYA (Jubi/Alex) Jayapura, 01/05 (Jubi) – Satu anggota TNI dilaporkan terluka dalam insiden antara aparat keamanan dan warga di Jalan Klailin RT 3 Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Insiden yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIT, Selasa 30 April 2013 ini, menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Polisi I Gede Sumerta Jaya juga mengakibatkan mobil Wakil Kepolisian Resor Kabupaten Sorong dirusak warga. “Di lokasi kejadian, tiba-tiba mobil Avansa no polisi BK 129 GW, yang membawa Wakapolres Kabupaten Sorong Kompol Yudhi Pinem dan mobil lainnya yang sedang menuju lokasi diserang menggunakan alat tajam berupa parang dan panah.” kata I Gede Sumerta

TAK ADA PENYELUNDUPAN 36 BUTIR PELURU DI TIGI BARAT

Written by | April 16, 2013 | 1
Warga Distrik Tigi Barat saat pertemuan (Jubi/Markus You)
Warga Distrik Tigi Barat saat pertemuan (Jubi/Markus You) Deiyai, 16/4 (Jubi) — Masyarakat di Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, Senin (15/4) kemarin dibuat tegang lantaran tersiarnya isu bahwa seseorang telah menyelundupkan amunisi berupa 36 butir peluru. Isu penyelundupan itu dicium pihak keamanan. Aparat gabungan Polri dan TNI diturunkan ke Kampung Tenedagi untuk menyita dan mengungkapnya. Namun isu itu tak terbukti. Kepala Kampung dan Tokoh Gereja bersama masyarakat setempat justru kaget dengan isu yang disebarkan oknum tertentu. Mereka kepada aparat keamanan yang tiba di Tigi Barat dengan segala peralatan perang, katakan, tidak ada gerakan tambahan yang dilakukan oleh warga kampung. “Kemarin situasinya memang sempat tegang, tapi isu itu sebetulnya sangat tidak benar.

LAKUKAN SWEEPING, APARAT KEAMANAN DI PANIAI DITUDING CABULI WARGA SIPIL

Written by | March 21, 2013 | 2
Ilustrasi (Jubi)
Ilustrasi (Jubi) Jayapura, 20/03 (Jubi)-Asian Human Rights Commission (AHRC) menyebutkan aparat keamanan Indonesia (gabungan TNI dan Polri) menangkap secara sewenang-wenang 6 warga Paniai. Tak hanya itu, 4 oknum aparat keamanan ini disebutkan telah mencabuli seorang wanita hamil. Di malam hari, tanggal 7 Februari 2013, disebutkan oleh AHRC dalam rilis persnya kepada tabloidjubi.com, Rabu (20/03) malam, pasukan gabungan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Militer Indonesia masuk ke kampung Ipakiye di Distrik Paniai Timur, Papua. Pasukan gabungan ini terdiri dari anggota Brimob Papua Kepolisian Resort Paniai dan Batalyon 753 TNI. Tujuan operasi gabungan ini untuk menemukan anggota kelompok pro-kemerdekaan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Sekitar pukul 21.30 pasukan gabungan

PUTUSAN 12 TAHUN PENJARA, OTAK INTELEKTUAL PEMBUNUHAN PENDETA BELUM DIUNGKAP

Written by | March 11, 2013 | 0
Suasana Saat Sidang Dakwaan. (Jubi/Arjuna)
Suasana Saat Sidang Dakwaan. (Jubi/Arjuna) Jayapura, 11/3 (Jubi) — Sertu Irfan, oknum anggota TNI Kodim 1711/Boven Digoel, dinyatakan terbukti bersalah menembak mati pendeta Frederika Metalmeti (38), pada 21 November 2012. Atas kesalahan tersebut, Sertu Irfan divonis 12 tahun penjara dikurangi massa tahanan 120 hari. Anggota TNI ini juga dipecat sebagai anggota TNI. “Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pembunuhan, karena itu dihukum pidana pokok 12 tahun kurungan penjara, dikurangi massa tahanan, dan hukuman tambahan dilakukan pemecatan dari dinas militer,” tegas Hakim Ketua, Letkolsus Priyo Mustiko (TNI-AU), saat membacakan putusan di Mahkamah Militer III-19 Jayapura, Papua, Senin (11/3/2013) siang tadi, seperti dilansir suarapapua.com. Meski

WEST PAPUA REPORT MARCH 2013 by WEST PAPUA ADVOCACY TEAM (WPAT)

Written by | March 11, 2013 | 3
Caption by ETAN - TNI 753 Btn interrogating locals in Sinak ( Malanesia.com via West Papua Media)
Caption by ETAN – TNI 753 Btn interrogating locals in Sinak ( Malanesia.com via West Papua Media) Jayapura, 11/3 (Jubi-Etan)-This is the 107th in a series of monthly reports that focus on developments affecting Papuans. This series is produced by the non-profit West Papua Advocacy Team (WPAT) drawing on media accounts, other NGO assessments, and analysis and reporting from sources within West Papua. This report is co-published by the East Timor and Indonesia Action Network (ETAN). Back issues are posted online at http://www.etan.org/issues/wpapua/default.htm. Questions regarding this report can be addressed to Edmund McWilliams at edmcw@msn.com. If you wish to receive the report directly via e-mail, send a note to etan@etan.org. The Report leads with “Perspective,” an opinion

PH TERDAKWA PENEMBAK PENDETA AJUKAN PLEDOI

Written by | March 8, 2013 | 0
Suasana Saat Sidang Dakwaan. (Jubi/Arjuna)
Suasana Saat Sidang Dakwaan. (Jubi/Arjuna) Jayapura, 8/3 (Jubi)—Penasehat Hukum (PH) terdakwa penembak pendeta Fredrika Metelemeti (38), Sertu IR mengajukan pledoi atau pembelaan terhadap kliennya atas tuntutan 15 tahun penjara dari Oditur Mahkamah Militer III-19 Jayapura. Pada sidang lanjutan dengan agenda pembelaan terdakwa yang dipimpin Hakim Ketua Letkolsus  Priyo Mustiko, S.SH, Hakim Anggota Letkol CHK Bambang Indrawan, SH dan Mayor Laut KH Vence Bulo, SH di Mahmil III-19 Jayapura, Jumat (8/3), PH terdakwa menggunakan hak pembelaan. Dalam pembelaannya, PH meminta majelis hakim dapat meringankan hukuman terdakwa, sebab terdakwa mengakui semua perbuatannya dalam proses persidangan yang telah berjalan sekitar dua bula. “Terdakwa tidak berbelit-belit dalam memberikan kesaksian,

PENEMBAK PENDETA DITUNTUT 15 TAHUN PENJARA

Written by | March 7, 2013 | 0
Suasana Sidang Pembacaan Tuntutan Terdakwa. (Jubi/Arjuna)
Suasana Sidang Pembacaan Tuntutan Terdakwa. (Jubi/Arjuna) Jayapura, 7/3 (Jubi) – Oknum anggota TNI Kodim 1711/Boven Digoel, Sertu IR, terdakwa dalam kasus pembunuhan Pdt. Frederika Metelmeti (38), 21 November 2012 lalu dituntut 15 tahun penjara. Dalam tuntutannya saat sidang di Mahkamah Militer III-19 Jayapura, Kamis (7/3), Oditur Mayor LKH Yuli Wibowo menuntut terdakwa dengan pidana 15 tahun, dikurangi masa tahanan dan di pecat dari Militer, karena dianggap telah dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain. Dalam persidang yang dipimpin Hakim Ketua, Letkol Sus, Priyo Mustika tersebut terungkap, terdakwa menembak korban kemudian memukul tubuh korban dengan gagang senjatanya. Sesuai hasil visum, RSUD Boven Digoel, korban meninggal pukul 00.00 WIT. “Terdakwa secara sah terbukti

DIDUGA OKNUM TNI ANCAM TEMBAK WARGA WARIS

Written by | March 7, 2013 | 0
Ilustrasi TNI (subpokjerman.wordpress.com)
Ilustrasi TNI (subpokjerman.wordpress.com) Sentani, 6/3 (Jubi)—Salah satu warga Waris, Kabupaten Keerom berinisial MS melaporkan dugaan dua oknum militer (anggota TNI) yang mengancam akan membunuh dirinya. “Cepat kasih selesaikan sambil mengarahkan moncong senjata kepada saya,” kata Tunyanan Niko, Aktivis HAM dari Sekretariat Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) Fransiskan, Papua yang mendapat laporan, menirukan cerita korban ke tabloidjubi.com, Selasa (5/3) di Kantor SKPKC Fransiskan Papua, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Menurut Niko, seperti yang dilaporkan korban MS, ancaman itu terjadi, Jumat (22/2) pukul 11:00 WIT saat korban dalam perjalanan bersama empat orang di dalam satu truk dari arah Kantor Distrik Waris menuju Kampung Kem Amu. Dua orang

TNI Vs OPM DI BUMI HITAM, LUKA BAGI RAKYAT HITAM

Written by | March 7, 2013 | 4
Rickson M.P. Edowai, ST., S.Kom (Dok Pribadi)
Rickson M.P. Edowai, ST., S.Kom (Dok Pribadi) Oleh : Rickson M.P. Edowai, ST., S.Kom * Rezim militer Orde Baru Soeharto menjadikan Papua sebagai daerah kekuasaan militer, terutama Angkatan Darat (AD). Kesan seperti itu sangat terasa karena instansi militer dan para petinggi militer di Kodam dan jajarannya mendominasi ranah politik dan jalannya pemerintahan di Papua. Cengkraman AD atas Papua kian kuat karena adanya dwifungsi ABRI dan dijadikannya Papua sebagai Daerah Operasi Militer (DOM). Dengan semangat berdwifungsi, obsesi utama semua pimpinan militer Indonesia, khususnya di jajaran Kodam Trikora dan di Pemda Papua menghancurkan apa yang mereka sebut gerombolan bersenjata OPM. Obsesi penghancuran OPM itu juga dimotivasi oleh kepetingan ekonomi dan politik. Secara politik petinggi

Switch to our mobile site

%d bloggers like this: