Tag Archives: Wamena
Matius Murib
Wamena, 14/5 (Jubi) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua melakukan pantauan dan investigasi, atas adanya kejadian penembakan warga sipil oleh oknum anggota TNI di Wamena pada Sabtu (12/5).
Beranggotakan dua orang perwakilan dari Komnas HAM Papua melakukan investigasi dengan mendatangi pelaku dan meminta keterangan dari pihak TNI, dalam hal ini Dandim, Danyon 756/WMS maupun masyarakat.
“Setelah peristiwa terjadi, Komnas HAM langsung pantau dan investigasi yang intinya mencari tahu fakta-fakta cerita dari peristiwa itu,” ujar salah satu Perwakilan Komnas HAM Papua, Matius Murib kepada wartawan di Polsek KP3 Bandara Wamena, Selasa (14/5).
Dari hasil investigasi selama kurang lebih dua hari, Komnas HAM Papua menemukan sejumlah fakta misalnya
Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon R. Banua (ILUSTRASI)
Wamena, 14/5 (Jubi) - Buntut pertikaian antara masyarakat sipil dan oknum anggota TNI yang mengakibatkan ada korban meninggal dunia di Wamena baru-baru ini, masyarakat di Kabupaten Jayawijaya dihimbau agar tetap menjaga situasi kondusif.
Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon R. Banua, ke wartawan, Selasa (14/5), di mana, pasca penembakan yang terjadi ada isu-isu yang berkembang dan hal ini diharapkan Jhon Banua tidak ditanggapi secara serius.
“Dengan kejadian yang terjadi hari Sabtu (12/5), permasalahannya sudah kita adakan pertemuan dengan pihak keluarga korban maupun dari Batalyon di Polres Jayawijaya pada hari Minggu (13/5), kita sudah lakukan pertemuan ini dan sudah ada solusinya dengan situasi yang ada,” ujar
Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya (Jubi/Arjuna)
Jayapura, 9/3 (Jubi) – Kepolisian Resort Wamena, Papua menangkap tiga warga sipil atas nama Tinius Kiwo (23 tahun), Wurin Tabuni (46 tahun ), dan Kiwenus Tabuni (30 tahun) di Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Papua, Kamis, 7 Maret 2013 lalu, karena diduga membawa senjata.
Kepala Bidang hubungan masyarakat Polda Papua, Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya melalui pesan pendeknya via telpon ke tabloidjubi.com, Sabtu (9/3), mengaku memang ketiga orang tersebut diamankan Kepolisian Resort Wamena karena saat dirazia, mereka gemetar, sehingga dikira ada kaitannya dengan kelompok sipil bersenjata. Tetapi setelah didalami, ternyata nihil.
“Itu memang diamankan karena saat razia dia gemetaran jadi dikira ada kaitannya dengan kelompok sipil bersenjata.
Miras Yang Disita Polisi. (Jubi/Arjuna)
Jayapura, 23/1 (Jubi) - Kepolisian Sektor Bandara Udara Sentani, Kabupaten Jayapura menggagalkan pengiriman 141 botol miras jenis Wiski Robinson dan Vodka ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Rabu (23/1).
Kapolsek Bandara Udara Sentani Ipda Abraham Soumilena mengatakan, polisi menemukan miras siap kirim itu di Bandara Udara Sentani sekitar pukul 11.30 WIT. Namun saat itu pemilik atau yang akan mengirim miras tidak berada di tempat.
“Selain itu penerima juga tidak ada alamatnya. Miras itu terdiri dari 48 botol Wiski Robinson dan 93 botol Vodka. Modusnya dimasukkan kedalam karton dan diisi dengan serbuk gergaji sebagai lapisan. Mungkin agar jangan pecah,” kata Abraham Soumilena, Rabu (23/1).
Menurutnya, sesuai aturan miras adalah barang
Kondisi Perempuan dan anak-anak di Kurulu (AJI Papua)
AJI Papua
Tim Penulis : Cunding Levi, Nurmalina Umasugi dan Ayu Hamsina
Siang itu sebuah mobil carry warna putih memasuki sebuah gang yang tidak diberi nama jalannya oleh warga sekitar. Carry itu berhenti persis di depan Puskesmas Kurulu yang berjarak kurang lebih 200 meter dari jalan utama. Puskesmas Kurulu dibangunan diatas lahan seluas 100 meter persegi, 50 meter dari lokasi Puskesmas terdapat dua bangunan sekolah yakni SMP Yiwika dan SMA Yiwika yang 70 % bangunannya rusak.
Disebelah kiri Puskesmas melintang kebun milik warga sekitar. Di depan Puskesmas terdapat satu bangunan kantor Distrik Kurulu dan satu pos keamanan anggota TNI yang bertugas di Kurulu. Didepan bangunan Puskesmas, berdiri tegak plang bertuliskan Puskesmas
Gustaf Kawer (Dok. Jubi)
Jayapura (6/1)—Keluhan Keluarga Simeon Daby, ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mengenai tidak adanya pengacara yang mendampinggi Simeon ditangapi Tim Pengacara Koalisi Untuk Penegakan Demokrasi Untuk Papua, Gustaf Kawer. Kawer mengatakan pihaknya siap mendampingi persidangan Simeon Daby. Kesiapan tim Koalisi untuk demokrasi itu tidak bisa terwujud, menurut Gustaf, terkendala dana.
“Kalau dampingi mereka (setiap persidangan Aktivis KNPB), sejak awal kita sudah ada kemauan. Problemnya adalah kami tidak punya dana operasional ke Wamena,” kata Gustaf menanggapi keluhan keluarga Simeon Daby tentang proses penahanan, pembuatan BAP dan penyerahan dari tahanan polisi ke tahahan kejaksanan tanpa didampingi pengacara, Kamis (2/1).
Sementara itu, anggota
Salah satu guru di SD Yiwika menunjukkan alat peraga yang dibuat muridnya (AJI Papua)
AJI Papua
Tim Penulis : Cunding Levi, Nurmalina Umasugi dan Ayu Hamsina
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang mencerminkan kualitas sumber daya manusia. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki maka akan semakin mudah seseorang untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan penyerapan kemajuan teknologi. Namun ungkapan itu belum untuk menggambarkan pendidikan di Kampung Yiwika, Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya yang bejarak kurang lebih 20 kilometer dari Kota Wamena Ibukota Kabupaten Jayapura.
Dibangun pada tahun 1961 oleh Misionaris, SD YPPK Yiwika sampai saat ini beum mendapat perhatian Pemerintah, baik Pemerin-tah provinsi Papua atau bahkan Peme-rintah Kabupaten Jayawijaya.
Kapolda Papua, Paulus Waterpauw. (Jubi/Arjuna)
Jayapura (17/12) — Pasca tertembaknya Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat Port Numbay, Hubertus Mabel, Minggu (16/12), Wakapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw bertolak ke Wamena guna menemui para tokoh masyarakat, agama dan adat yang ada di sana.
Paulus Waterpauw mengatakan, hari ini (Senin, 17/12) dirinya didampingi Kabid Propam akan menuju ke Wamena untuk melakukan koordinasi dengan sejumlah tokoh adat, agama dan masyarakat agar kejadian penembakan tersebut tak ditunggangi pihak lain.
“Jadi kami akan lakukan konsolidasi terhadap situasi itu sendiri. Saya pikir sudah cukup aman, yang dikooperatif oleh para tokoh-tokoh dan sebagainya terus Propam juga akan melakukan upaya-upaya internal untuk meyakini laporan-laporan
Alm. Hubertus Mabel (kiri) saat siaran KNPB pers bersama Buchtar Tabuni dan Alm. Mako Tabuni (Dok. KNPB)
Jayapura, (17/12)—Akibat kebrutalan aparat keamanan, masyarakat lari ke kampung terdekat untuk menyelamatkan diri.
Paska penyisiran aparat keamanan yang berakhir dengan penangkapan Hubert Mabel, seorang pemimpin Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Kampung Abusak, Kurulu, Minggu (16/17), dilaporkan bahwa sebagian warga Kampung Kolima di distrik Distrik Hubikosi, Wamena telah meninggalkan kampung untuk menyelamatkan diri dan keluarga mereka. Warga terpaksa meninggalkan Kampung Kolima, karena sebelum penangkapan Hubert Mabel di Kampung Abusak, enam orang telah ditangkap di Kolima.
Hal ini disampaikan oleh sumber tabloidjubi.com dari Wamena melalui melalui situs laporan warga,
Alm. Hubertus Mabel (kiri) saat siaran KNPB pers bersama Buchtar Tabuni dan Alm. Mako Tabuni (Dok. KNPB)
Jayapura, (17/12)—”Masyarakat lihat semua. Bagaimana Hubert mau rebut senjata sedangkan Polisi sisir masuk dengan kekuatan penuh? ” kata Yeimo.
Victor Yeimo, Ketua Umum KNPB mengkonfirmasi tewasnya pengurus KNPB, Hubertus Mabel, di Wamena. Hubert tewas setelah ditangkap oleh polisi bersama Natalius Alua.
“Hubertus Mabel, pengurus Komisariat Militan KNPB Pusat di Wamena siang tadi pukul 12.00 tewas setelah ditembak polisi. Malam ini mayat sedang diantar oleh Polisi dari RSUD Wamena. Ketua KNPB Baliem Simion Dabi, dan Ketua KNPB Yalimo Wene Gombo juga ditangkap kemarin (15/16).” kata Victor Yeimo kepada tabloidjubi.com, Minggu (16/12) malam.
Menurut