Kekayaan Perairan Kampung Friwen dan Daerah Perlindungan Laut Kordiris – Raja Ampat

 

Oleh : Tresia S. Tururaja
Staff Dosen Jurusan Ilmu Kelautan, FPPK UNIPA-Manokwari

Kabupaten Raja Ampat, sudah sangat terkenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia pada saat ini. Kepulauan yang terbentang di area seluas kurang lebih 4,6 juta hektar ini berada di bagian paling barat pulau Papua. Terumbu karang yang tersebar di Kepulauan Raja Ampat umumnya tersebar di seluruh kawasan dimana salah satu yang terbesar berada di Distrik Waigeo Selatan.
Kampung Friwen yang termasuk dalam Distrik Waigeo Selatan, terletak disekitar 0o 18.676 LS dan 130o 21.677 BT dengan luas ±18,54 ha. Lingkungan pesisir Kampung Friwen sebagaimana kampung pulau lainnya memiliki ekosistem daratan dan lautan yang kedua-duanya saling mempengaruhi dengan bentuk pulau memanjang dari timur ke barat.
Apa saja yang bisa kita jumpai disana? Perairan Pulau Friwen sangat khas karena memiliki berbagai jenis ikan baik itu ikan ekonomis penting seperti maming (Napoleon), kerapu, cakalang, bubara, tenggiri dan hiu. Ada juga ikan-ikan non ekonomis penting seperti samandar (ikan yang hidup disekitar lamun), kakatua (Scarus sp), puri (Stylophorus comersonii) dan ikan karang lainnya seperti gotila, ikan kapas kapas, dan ikan oci. Hasil laut non ikan seperti lobster, suntung, lola, teripang, dan pia-pia (tiram yang tidak menghasilkan mutiara hanya diambil cangkangnya saja), dan berbagai jenis moluska yang dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi.
Bagaimana dengan hutan mangrove dan lamun yang dimiliki Kampung Friwen? Pada bagian utara Pulau Friwen mangrove didominasi oleh jenis Rhizopora sp, Avicenia sp, Bruguiera sp dan Sonneratia sp. Sedangkan padang lamun yang mengelilingi perairan Kampung Friwen terdiri dari jenis Enhalus acoroides, Cymodacea rotundata dan Halophila ovalis.  
Ternyata, sungguh melimpah kekayaan yang tersembunyi dibalik keidahan perairan Kampung Friwen. Ekosistem terumbu karang diperairan Kampung Friwen dan Daerah Perlindungan Laut (DPL) Kordiris tergolong sangat baik. Khusus karang lunak (soft coral) lebih mendominasi perairan Kampung Friwen, selain itu ada pula beberapa jenis karang keras (hard coral) seperti Foliaceous, Massive, Acropora branching. Sedangkan pada DPL Kordiris, selain ketiga jenis karang keras tadi, ada pula Encrusting dan Free living.
Beranjak dari kelimpahan sumber daya alam yang dimiliki, tentu saja hal ini merupakan modal yang besar untuk membangun daerah serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya yang kehidupannya sangat tergantung dari sumberdaya yang ada di ekosistem pesisir.
Beberapa kegiatan eksploitasi sumber daya terumbu karang yang tidak ramah lingkungan seperti penggunaan bahan peledak, sianida, serta pengambilan batu karang untuk bahan bangunan, menyebabkan terjadinya kerusakan yang diindikasikan dengan menurunnya keragaman jenis-jenis karang. Oleh karena itu, pengelolaan sumberdaya terumbu karang perlu dilakukan untuk mempertahankan keanekaragaman terumbu karang yang ada di Kepulauan Raja Ampat. Mari kita semua menjaganya agar kekayaan alam ini dapat diwariskan kepada anak cucu kita kelak.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *