Acub Zainal dan Suport Kepada Persipura

   

Image

Persipura harapan raih scudetto 2008

Jubi-Memang almarhum Brigjen (Purn) Acub Zainal sangat dikenal dalam persepak bolaan di Indonesia tetapi bagi masyarakat Papua dia adalah pelopor dan pendorong semangat sepak bola di Papua. Bahkan ketika sudah tidak lagi menjabat Gubernur Irian Jaya dia selalu memberikan semangat dan motivasi kepada anak anak Mutiara Hitam ketika hendak berlaga di Perserikatan PSSI.

 

Mantan gelandang dan pemain Persipura era 1970 an yang pernah memperkuat Persipura saat final melawan Persija Jakarta 1976, Benny Yensenem menyimpan surat dari almarhum Acub Zainal kepada tim Mutiara Hitam untuk berjuang melawan Persija di final dalam laga merebut juara di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan.

 

Adapun isi surat yang peroleh Jubi dari Benny Yensenen  di Jayapura belum lama ini  sebagai berikut,

  

 Bandung, 18 April 1976.

  

 Hengki Heipon, kapten Persipura

  

  1. Kalau ada manusia yang paling bangga   paling pada saat ini, karena Persipura masuk final adalah saya. Saya   sangat bangga atas hasil gemilang yang telah dicapai oleh putra putra   Irianku, meski pun saya kini bukan apa apa lagi dan tidak berada di Irian   lagi.Tetapi hatiku selalu berada padamu semua. Cita cita ku keinginan ku   ialah Persipura (Putra putra Irian Jaya) jadi juara Indonesia.   Semoga impian ku impian mu semua akan menjadi kenyataan, ialah pada   tanggal 19 April 1976 Persipura mengalahkan Persija dengan disaksikan oleh   ribuan penonton di Senayan dan didengar oleh jutaan rakyat Indonesia.   Tuhan bersamamu putra putra Irian Jaya.Amien amien amien.
  2. Hengky, sekedar beberapa nasehat dari   saya untuk mu dan pemain pemain Persipura lainnya ialah:

 

A.       Jangan mau mengalah kepada putusan wasit yang nyata nyata merugikan kesebelasan kita.

 

B.       Bermain dengan penuh keyakinan bahwa Persipura akan menang. Permainan dengan semangat yang tinggi kalau perlu mati di lapangan. Jangan emosi, jangan kena pancing oleh macam macam taktik dan tingkah laku kotor dan buruk lawanmu, sekali lagi jangan emosi!!

 

C.       Jaga ketat, Risdiyanto,Andi Lala, Iswadi Idris( tugaskan orangnya siapa). Lapangan tengah jangan kosong(kuasai). Jangan beri kesempatan pemain Persija menembak ke gawang kita. Sapu bersih tiap pemain Persija yang ini berani membawa bola dimuka garis finalty. Sekali lagi jangan emosi!!!

 

D.       Tiap kesempatan yang ada apalagi dekat dengan finalty lawan-shoot tendang langsung ke gawang lawan (15-20 meter)-Yafet –Auri- Timo dan lain lain. Sesungguhnya kiper Persija tidak begitu hebat. Apalagi bola rendah. Hati hati offside sistem mereka. Bola harus selalu di kaki kita  operkanlah cepat ke kawanmu. Harus berani tabrakan (body touch). Main keras tetapi bukan kasar, sekali lagi jangan emosi!!!. Serangan dilakukan dari arah kelemahan musuh.(kiri kanan atau tengah)(Dari pertahanan musuh yang lemah).

 

E.        Setiap pemain Persipura harus yakin bahwa sekarang kesempatan untuk menjadi juara Indonesia. Tiap pemain Persipura harus bermain semaksimal mungkin.

 

3.    Hengky, selamat berjuang ! Kau dan kawan kawan mu pasti menang!

 

4.  Sampaikan pertanyaan saya kepada seluruh pemain Persipura sebelum   meninggalkan asrama menuju lapangan: Siapa yang akan menang Persija atau   Persipura ? Jawablah keras!

      

 

Aku yang bangga,

 

 

 

Kawanmu

 

 

 

Ttd

 

 

 

(Acub Zainal)

 

 

 

Ternyata melalui selembar surat yang ditulis tangan oleh mantan Gubernur Provinsi Irian Jaya itu  memberikan semangat dan motivasi yang  tinggi bagi anak anak Persipura Mutiara Hitam untuk bertanding bersama kapten Hengki Heipon.

 

Tak heran kalau tim bertajuk Mutiara Hitam Persipura boleh masuk final lawan Persija pada Senin, 19 April 1976. Sebelum masuk ke final, Persipura berhasil mengandaskan PSMS Medan dalam pertandingan yang hanya berlangsung 26 menit karena PSMS Medan mengundurkan diri akibat memprotes gol offside di menit ke 26. Persipura dinyatakan menang WO 5-0 sehingga skor akhir menjadi 6-1.

 

Grand final dilakukan di stadiun Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta , pada Senin 19 April 1976 Persipura mengandaskan Persija dengan skor 4-3. Adapun gol gol tersebut masing masing dilesakan oleh kanan luar Persipura Nico Patipeme (11), striker Persipura Jakobus Mobilala (27),  alm Pieter Atiamuna (31) dan alm Timo (67).Sedangkan Persija Jakarta masing masing dicetak oleh alm Iswadi Idris(41 dan 90) , Risdianto (36).

 

Sejak 1976 merupakan salah satu puncak prestasi dari tim Mutiara Hitam. Baru 26 tahun atau pada 2007 lalu, Eduard Ivakdalam bersama Boas Solossa dan kawan kawan kembali mempersembahkan gelar juara Liga Indonesia 2007 kepada masyarakat Kota Jayapura dan Papua. Di dalam final 2007 lalu Persipura berhadapan lagi dengan Persija. Dalam final gol gol dicetak oleh Boas T Solossa (17), Korinus Fingkreuw (83) dan Ian Luis Kabes( 101).Sedangkan Persija dilesakan oleh Agus Indra (9), Francis Wewengkang (54).

 

Adapun tulisan ini hanya sekedar mengenang kembali purnawirawan Jenderal berbintang satu Acub Zainal atas jasa jasanya terhadap kemajuan sepak bola di Papua.

 

Mudah mudah tim Mutiara Hitam Persipura yang kini menempati posisi teratas dalam Super Liga Indonesia (LSI) 2008 akan mempersembahkan mahkota kemenangan bagi kepergian sang Jendral pada 4 Oktober lalu di Jakarta pada usia yang ke 81. Selamat Jalan Bapak Acub Zainal, jasa mu akan memberi motivasi bagi kemajuan sepak bola di Papua guna menyumbang potensi pemain bola bagi Indonesia, Asia dan Eropah.(Dominggus A Mampioper)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *