Peningkatan Kapasitas Guru SMK Se Papua

Image

Peningkatan kapasitas para guru bagi Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Pertanian (Foto : Juana Mantovani)

Untuk Rumpun Teknologi Industri dan Pertanian

JUBI— Peningkatan kapasitas para guru bagi Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Pertanian untuk guru sekolah menengah rumpun pertanian  serta Pendidikan dan Pelatihan Otomotif untuk guru sekolah menengah rumpun teknologi dan industri. Pendidikan dan  Pelatihan tersebut dilaksanakan pada tanggal 20 hingga 24 oktober 2008. Kegiatan dipusatkan pada dua SMK yang ada di Jayapura yaitu SMK Negeri 4 Jayapura  untuk teknologi pertanian dan SMK Negeri 6 Jayapura untuk teknologi otomotif. Pendidikan dan pelatihan diikuti oleh  guru-guru SMK yang ada di Papua.

Salah satu masalah pendidikan yang tengah dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. Sampai dengan saat ini mutu pendidikan khususnya Pendidikan Dasar dan Menengah masih belum memuaskan. Peningkatan mutu pendidikan telah dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai hal. Mulai dari penyempurnaan kurikulum pendidikan hingga peningkatan kapasitas guru. Kurikulum yang diberlakukan oleh pemerintah yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (2004)/KBK disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP-2006)/ Kurikulum Yang Disempurnakan (KYD). Pada dasarnya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan hampir sama dengan kurikulum sebelumnya, hanya saja pada kurikulum ada penambahan beberapa mata pelajaran yaitu Muatan Lokal dan Pengembangan diri (ekuivalen dengan 2 jam mata pelajaran) yang sesuai dengan karakter dan kebutuha dari sekolah yang bersangkutan. Kedua mata pelajaran ini dimasukkan dalam rangka penyiapan siswa jika dia terjun ke masyarakat setelah dia menyelesaikan studinya.

Melengkapi pemenuhan kebutuhan peningkatan mutu pendidikan, tentu tidak akan maksimal hasilnya jika kualitas guru tetap pada level sama seperti sebelumnya. Menjawab kebutuhan tersebut maka perlu adanya pendidikan dan pelatihan, lokakarya tentang Kurikulum Yang Disempurnakan serta kegiatan lain yang ditujukan untuk para tenaga pendidik. Ini diharapkan akan dapat memberikan kontribusi besar pada peningkatan kualitas pendidikan. Guna meningkatkan kapasitas tenaga pendidik pemerintah Indonesia secara umum dan pemerintah provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan dan Pengajaran bekerja sama dengan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Pendidikan  (PPPPTK) atau biasa disebut Vocatioal Education Development Center (VEDC) Malang membentuk Papua Workstation. Program ini telah berlangsung selama 4 (empat) tahun. “Secara umum tujuan dari program tersebut adalah untuk pengembangan Sumber Daya Manusua (SDM di Papua, khususnya guru-guru SMK Se-Papua.

Dalam melaksanakan programnya Papua Workstation melakukan berbagai kegiatan antara lain adalah Pendidikan dan Pelatihan bagi guru-guru SMK se-Papua dan Papua Barat,” papar  Rinson Sitanggang, ST, MT – Manager of Papua Workstation. Kali ini peserta pelatihan berjumlah 41 orang terbagi menjadi dua rumpun. 20 orang rumpun  pertanian dan 21 orang rumpun teknologi otomotif, dengan menggunakan pembagian waktu 40 % dibanding 60 % untuk teori dan praktek. Namun tidak menutup kemungkinan jika para guru telah mampu memahami materi yang diberikan maka perbandingan tersebut berubah menjadi 30 % dibanding 70 %.

Program pendidikan dan pelatihan pada kali ini ditujukan untuk para guru SMK rumpun teknologi otomotif dan rumpun pertanian. Secara khusus tujuan pendidikan dan pelatihan bagi guru SMK rumpun teknologi otomotif adalah peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman tentang teknologi  otomotif bagi guru-guru SMK. Hal ini sangat  dibutuhkan guna mendukung realisasi kemandirian sebagai tenaga pengajar yang profesional sesuai dengan perkembangan teknologi dalam dunia kerja. “ Materi pelatihan kali ini untuk guru-guru kelompok teknik adalah Penguasaan Air Conditioning (AC) Mobil berbagai motor bensin dan mendiagnosa/ memperbaiki kesalahan konstruksi Air Conditioning (AC) Mobil sesuai prosedur adalah merupakan modal dasar untuk mengatasi masalah kerusakan yang terjadi pada Air Conditioning (AC) kendaraan bermotor,” jelas Rinson yang  juga penanggung jawab pendidikan dan pelatihan tersebut. Hasil yang diharapkan adanya peningkatan kompetensi  guru dalam pemahaman tentang Air Conditioning (AC) Mobil dan tersedianya bahan ajar dan latihan soal untuk Air Conditioning (AC) Mobil.

“Hasil yang diharapkan dalam Pendidikan dan Latihan ini, kompetensi yang dimiliki guru akan semakin meningkat. Karena ilmu yang disampaikan disini relatif baru. Umumnya para guru kurang tahu, sehingga pada saat disampaikan para guru sangat tertarik sekali, “ papar Rinson. Teknologi ini bermanfaat untuk masa depan. Saat sekarang ini AC bukan barang mewah lagi,” tambahnya.
Penguasaan keahlian teknologi produksi pertanian bagi guru-guru SMK kelompok pertanian, khususnya tanaman sayuran di wilayah provinsi Papua nampaknya masih perlu dikembangkan  dalam upaya menyiapkan sekolah sebagai Pusat Pengembangan Pelatihan Kejuruan Terpadu (P3KT) atau sebagai School Based Community (SBC). Tujuan dari penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pertanian  bagi  guru-guru rumpun pertanian ini  adalah peserta mampu membudidayakan tanaman sayuran (lombok, bawang merah, kacang panjang dan sawi) dan menganalisa usaha tani tanaman sayuran serta  mampu memproduksi tanaman sayuran.

Menurut  Achmad Nizar, salah satu Instruktur dari VEDC untuk budi daya tanaman sayur, “ Pelatihan kali ini peserta  menggunakan mulsa plastik perak, yang mana keuntungannya adalah mengurangi pertumbuhan gulma pengganggu tanaman dan mengurangi penguapan.” Dalam mempraktekkan teori yang didapat pada pelatihan ini, peserta dapat membandingkan hasil panen pada lahan yang menggunakan mulsa plastic perak dan yang tidak menggunakan mulsa plastik.

Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan tersebut didukung sepenuhnya oleh sekolah yang menjadi tempat dimana program tersebut berlangsung. SMK Negeri 4 Jayapura dan SMK Negeri 6 Jayapura sebagai sekolah rujukan menyediakan tempat serta sarana dan prasarana pendukung. Antara lain penyediaan lahan dan bibit tanaman untuk pelatihan budidaya tanaman sayur dan fasilitas pendukung lainnya, sedangkan SMK Negeri 6 menyediakan semua fasilitas yang dibutuhkan oleh para peserta pelatihan otomotif. “Kami menyediakan lahan dan menyiapkan bibit-bibit yang akan dijadikan simulasi dalam proses pelatihan ini”, ujar Dina Ansaka- kepala SMK N 4 Jayapura.

“Keuntungan yang diperoleh bagi guru-guru, Workstation ini tidak semua provinsi ada. Hanya ada di Papua, mengapa dilakukan di Jayapura ? dari segi biaya bisa dihemat dibandingkan jika para guru dikirim ke VEDC. Guru  yang dilatih lebih banyak, bayangkan berapa biaya jika harus mengirim guru senanyak ini ke Malang selain itu jika kemampuan guru meningkat maka kepercayaan diri mereka semakin tinggi sehingga motifasi mengajar pun akan semakin meningkat,” jelas Wesley Lumbanradja. Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Jayapura. “Tentunya kegiatan ini sangat mendukung kurikulum yang sedang diberlakukan oleh pemerintah pada saat ini,” sambung kepala SMK N 6 ini.

“Selain itu konsentrasi guru akan lebih bagus. Para guru hanya terfokus pada pelatihan, tidak memikirkan jalan-jalan,” imbuh Rinson. “Tolok ukur keberhasilan pelatihan ini dapat dinilai bahwa para peserta mampu menyelesaikan masalah yang diperolehnya. Misalnya untuk pelatihan otomotif. Kemarin ada beberapa mobil yang dibawa ke bengkel sekolah ini, dan para peserta mampu mengatasi kerusakan AC yang ada di mobil tersebut. Maka itu sudah bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan para peserta.” (Juana/Makawaru da Cunha)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *