Dupiad Fakfak Futsal Club

 

Image

Dupiad Futsal Club saat berlatih (Dok Dupiad)

 

Jelang Indonesia Futsal League 2009

JUBI- Futsal merupakan salah satu cabang olah raga yang saat ini sedang berkembang sangat pesat di seluruh penjuru dunia. Indonesia merupakan salah satu dari beberapa negara yang juga sangat aktif dalam membangun dan mengembangkan olah raga tersebut.

Walaupun terhitung olah raga yang sangat baru, namun perkembangan futsal di Indonesia patut kita acungi jempol terhadap
keseriusan PSSI dalam membentuk sebuah Badan Futsal Nasional yang nantinya di harapkan dapat
membantu dalam hal perkembangan olah raga tersebut.
Secara signifikan kita dapat melihat bahwa Futsal di Indonesia telah mencapai sebuah titik peningkatan yang sangat drastis. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, mulai dari siswa sekolah dasar sampai mahasiswa, selebritis sampai eksekutif bahkan di tingkat Professionalpun futsal bukanlah barang baru. Bahkan mulai dari Sabang sampai Merauke pun Futsal se akan-akan sudah menjadi sebuah kegiatan rutin yang wajib di mainkan. Berbagai event/turnamen futsalpun akhir-akhir ini banyak di selenggarakan demi perkembangan futsal ini.
Mulai dari event tingkat RT/RW, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi. Bahkan Futsal pun telah memiliki
sebuah event professional di level nasional yaitu Indonesia Futsal League (IFL) yang di adakan secara rutin setiap tahunnya oleh PSSI melalui Badan Futsal Nasional (BFN).
Sejak tahun 2007, Indonesia Futsal League tersebut untuk pertama kalinya di laksanakan sekitar medio Maret – Agustus 2007 di 5 Kota di Indonesia dan di akhiri dengan Final Four di Senayan Jakarta. Peserta di IFL 2007 lalu yaitu :
(1). Biangbola – Jakarta,
(2). Mastrans Departemen Perhubungan – Jakarta,
(3). Electric PLN – Yogyakarta,
(4). Swap – Bogor,
(5). Cosmo – Jakarta,
(6). Pro Duta – Bandung.

Dan ternyata, dalam  Indonesia Futsal League (IFL) ini terselip satu klub futsal dari Tanah Papua yang sekaligus menjadi satu-satunya tim Futsal dari luar Pulau Jawa yang terdaftar dan bertarung dalam event tersebut. Ya, Dupiad Fakfak nama klub tersebut.
Dupiad Fakfak – Papua Barat Futsal Club  merupakan salah satu klub Futsal yang berasal dari Bumi Cenderawasih. Berbagai ajang yang diikuti seperti Yamaha Cup Indonesia 2008, Sosro Cup 2007, My Futsal National Tournament 2008 dan beberapa ajang Futsal lainnya mampu menyihir klub ini menjadi sebuah klub yang di segani. Dengan harapan demi perkembangan Futsal di Tanah Papua sehingga klub ini berani untuk melangkahkan kakinya di ajang Futsal tertinggi di Indonesia. Melalui dari beberapa babak pra kualifikasi yang di ikuti sehingga mereka mampu untuk menunjukkan bahwa klub ini layak untuk masuk dalam jajaran klub Professional di Indonesia.
Bakat-bakat para pemain dalm klub inipun tergolong kelas wahid dalam memainkan Futsal Modern
dan secara tidak langsung pun ikut menyumbang atlitnya untuk masuk dalam Tim Nasional Futsal
Indonesia. Sebut saja Jailani Ladjanibi yang mana sejak tahun 2005 sampai dengan sekarang masih tetap di percaya memperkuat Tim Nasional Futsal Indonesia adalah merupakan salah satu produk pemain berbakat yang terlahir. Sangat sayang rasanya apa bila para-para pemkain berbakat dalam Futsal tersebut tidak dapat berkembang untuk mengikuti Liga yang kastanya paling tinggi di Indonesia tersebut.
“Dengan tekad demi kebangkitan Futsal di Tanah Papua, kami siap untuk berjuang kembali di pentas
Indonesia Futsal League III Tahun 2009 yang akan di gelar medio April 2009 mendatang.” Hal ini di ungkapkan Ian Suginto, Asisten Manajer Dupiad Fakfak Futsal.
Setelah menyelesaikan putaran Final Four IFL 2008 lalu, saat ini PSSI di bawah bendera Badan Futsal Nasional tengah mempersiapkan Indonesia Futsal League III yang di rencanakan akan bergulir mulai bulan April 2009 mendatang. 10 kontestan yang direncanakan untuk masuk dalam Kompetisi Futsal tertinggi di tanah air ini terdiri dari 7 klub lama yaitu Electric PLN Jakarta (Juara 2008), Biangbola Jakarta (Juara 2007), Mastrans Jakarta, Swap Bogor, Pelindo II Jakarta, My Futsal Jakarta, Dupiad Fakfak Papua, dan akan di tambah dengan 3 klub baru yang akan melaksanakan pra kualifikasi dan play off.
Kompetisi di IFL 2009 ini sistem pertandingannya sama dengan gelaran IFL sebelumnya yaitu akan diadakan babak penyisihan di beberapa kota yang nantinya menjadi tuan rumah dan selanjutnya 4 klub peringkat teratas akan di adu dalam Babak Final Four untuk menentukan Juara.
Dupiad Fakfak merupakan tim pertama yang berasal dari Luar Pulau Jawa saat ini sedang melakukan persiapan-persiapan untuk jelang Kick Off di bulan April mendatang.
“Tekad kami adalah hadir kembali di IFL 2009 ini untuk menunjukkan kepada seluruh pecinta Futsal Tanah Air bahwa Futsal telah berkembang pesat di Bumi Cenderawasih, sehingga nantinya kami yang berada di Tanah Papua ini bisa merasakan perhatian khusus dari Badan Futsal Nasional untuk masalah pembinaan dan sebagainya. Mudah-mudahan dengan hadirnya kami nantinya bisa lebih menggairahkan gemar Futsal di kalangan generasi muda Papua dan secara tidak langsung di harapkan agar punggawa-punggawa Timnas Futsal Indonesia di banjiri oleh bakat-bakat Futsal dari Tanah Papua,” ungkap Ian.
Sejauh ini persiapan yang kami lakukan yaitu dengan melakukan pendekatan-pendekatan intensif
kepada beberapa instansi yang nantinya bisa membantu kami guna melakukan registrasi ulang yang akan berakhir akhir Februari mendatang. Dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kompetisi ini kurang lebih 800 juta. “Jujur saja bahwa di IFL 2008 lalu kami mampu berjuang sekuat tenaga untuk bisa tampil membawa nama Bumi Cenderawasih di pentas Futsal dengan skala nasional seperti ini tanpa ada bantuan dari pihak manapun. Dana yang kami keluarkan untuk mengikuti kompetisi tersebut layaknya pendanaan di sebuah klub professional adalah merupakan tambal sulam dari Manajemen. Sangat di sayangkan bahwa Pemerintah di sini sepertinya menutup mata bahkan sangat terasa mereka tak mau tahu dengan keberadaan kami. Kami hanya ingin diperhatikan, dibina, diasuh karena kami yakin suatu saat nanti kami adalah merupakan satu aset yang bisa berprestasi membawa nama daerah.
Di pentas Indonesia Futsal League 2009 mendatang target Dupiad Fakfak adalah merasakan Gelar Juara. Dengan tantangan ke depan yang semakin besar ini Dupiad merasa perlu mempersiapkan tim  sebaik mungkin.
“Rencana untuk merekrut 3 orang pemain Timnas Futsal Indonesia yaitu Socrates Matulessy, Afif Tamimi dan Jailani Ladjanibi semoga bisa tercapai karena mereka adalah merupakan tiga pilar utama Timnas yang mampu memainkan Futsal Modern sehingga nantinya di harapkan ilmu yang mereka miliki bisa juga di salurkan kepada pemain-pemain kami yang berasal dari sini. Apa lagi Jailani Ladjanibi adalah merupakan atlit Timnas Futsal pertama yang berasal dari Tanah Papua yang juga merupakan produk pemain futsal berbakat yang pernah kami miliki namun saat itu kami belum berada di pentas IFL, sehingga saat itu di IFL 2007 sampai 2008 ini ia bermain di klub Electric PLN Jakarta.” lebih lanjut Ian menjelaskan potensi yang mereka miliki.
Untuk meraih itu semua tentunya memerlukan usaha dengan kerja keras dan tentunya dukungan financial. Beberapa waktu ke depan pihak manajemen Dupiad Fakfak ingin mengajukan diri kepada Badan Futsal Provinsi Papua
yang dipimpin oleh Bapak Komarudin Watubun,SH dan Max Olua yang baru saja terbentuk untuk bisa mengadopsi Dupiad menjadi binaan mereka. Ataupun ke daerah-daerah lain yang lebih bisa memperhatikan mereka.
Menurut Ian, ini adalah momentum yang sangat bagus demi kebangkitan Futsal di Tanah Papua.
“Semoga Badan Futsal Provinsi Papua bisa menerima kami sebagai anak kandung mereka. Jangan lagi kami di telantarkan seperti IFL 2008 oleh daerah kami. Rencana kami nantinya apabila kami bisa di terima maka kami akan mengusung nama Port Numbay Futsal.” jelas Ian.
Tentunya bukan hanya ingin di adopsi saja Dupiad juga berencana untuk  menggelar event-event futsal yang bisa membangkitkan Futsal di Tanah Papua demi pembinaan bibit-bibit pemain handal. (Victor Mambor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *