Awas! Pertahanan Grendel Arema

Image

Arema (IST)

 

JUBI – Sistem pertahanan grendel yang diterapkan Arema saat menghadapi tuan rumah Persiwa cukup berhasil mengantisipasi serangan bertubi tubi dari Edi Foday dan Benoit. Kalau saja mereka berdua lebih tenang mungkin saja gawang Arema yang dikawal oleh M Yasir sudah dua kali kebobolan.

Beruntung terjadi pelanggaran hingga anak anak Badai Pegunungan bisa memenangkan pertandingan melalui tendangang finalty Piter Rumaropen. Pertahanan grendel Arema yang dikoordinir oleh Suroso, A Aron Nguimbet dan Eric Setiawan, Beny Wahyudi harus ditembus dengan serangan individu baik dari kiri mau pun kanan. Keberhasilan Persik menundukan Arema 2-1 karena mampu menembus system grendel Arema apalagi Budi Sudarsono merobek system pertahanan grendel yang rapat. Permainan ala Arema ini mengingatkan pertandingan antara Persipura dan Persela Lamongan di mana hampir semua pemain Persela bertahan dan menyisakan Marcio Souza sendirian di depan. Pola ini juga hampir mirip dengan Arema yang akan mengandalkan Emelue Serge dan Komang Mariawan atau Souleman Toure di depan saat melakukan serangan balik. Selebihnya mereka akan bertahan dan menutup segala lini guna menahan laju penyerangan dari Beto, Jeremiah dan Ian Luis Kabes atau Tinus Pae.
Tugas Jeremiah dan Beto harus berani melakukan terobosan guna membuka peluang bagi Ian Luis Kabes atau Tinus Pae untuk menjaringkan bola ke gawang M Natsir. Kalau penetrasi yang dilakukan terus menerus mampu menembus pertahanan Arema yang rapat tidak tertutup goal akan semakin terbuka. Kemenangan besar yang diraih Persipura bukan jaminan untuk meraih scudetto karena perjalanan kompetisi masih panjang. Karena itu keseimbangan antara pemain perlu dilakukan. Pelatih Jackson Tiago juga harus melakukan rotasi pemain tidak secara drastic tetapi minimal jelang sepuluh menit terakhir saat tim unggul dari lawan. Tinus Pae yang mengganti Beto saat menjamu Persik Kediri belum menunjukan perform terbaik karena kelihatannya masih demam panggung dan minim jam terbang hingga kurang koordinasi dengan Boas mau pun Jeremiah. Bahkan beberapa peluang terbuang percuma dan pergerakan tidak memperhatikan arah  akibatnya kehilangan bola. Agaknya terlalu dini untuk menvonis Tinus Pae sebab kompetisi masih berlangsung lama. Beberapa pemain yang jarang diturunkan hendaknya diberi tempat untuk mengasah ketajaman serta menambah jam terbang.
Pelatih Jackson juga harus mengingatkan pemain agar mematuhi aturan hingga tidak memperoleh kartu. Pasalnya kartu kuning yang diterima Boas dan Beto seharusnya tidak perlu terjadi kalau saja mereka mencoba untuk menahan luapan kegembiraan yang merugikan tim. Akibatnya kedua pemain harus istirahat karena akumulasi kartu. Beruntung dalam laga melawan Persik Kediri, Persipura berhasil mengandaskan tim Macan Putih dengan skor telak 5-0. Mudahan sukses ini akan berlanjut saat tim Mutiara Hitam menjamu Arema pada Minggu (19/10) tanpa kehadiran Boas Solossa.
Keberanian untuk menggantikan kapten Persipura jelang sepuluh menit terakhir dengan Imanuel Wanggai atau Paolo Rumere merupakan langkah positif guna melepaskan ketergantungan kepada Edu mau pun pemain bintang lainnya. Jangan terlalu tergantung sama pemain pilar hingga rotasi pemain atau pergantian pemain penting bagi keseimbangan tim saat lagi selanjutnya nanti.
Kemenangan melawan Persela Lamongan yang juga mengandalkan pertahanan grendel bisa menjadi salah satu strategi untuk skuad asuhan Jackson Tiago memenangkan pertandingan walau tanpa kehadiran Boas Solossa.(Makawaru da Cunha dan Dominggus A Mampioper)

Prakiraan pemain :

Arema :
M.Yasir (g), Suroso (c), A.Aron Nguimbet, Erick Setiawan, Beni Wahyudi, Achmad Bustomi, Hendra Ridwan, E Pello Benson, Arief Suyono, Emelue Serge, I Komang Mariawan.
Cadangan : Dadang Sudrajat (g), Ricki P Hari, Fandi Mochtar, Zulkifli, M Sembiring U, Roni Firmansyah, Souleman Traore.

Persipura : Jendri Pitoy (g), Jack Komboi, Victor Igbonefo, Bio Pauline, Ortisan Solossa, Ricardo Salampesy, Gerald Pangkali . Eduard Ivakdalam (c ), Beto, Jeremiah, Tinus Pae.
Cadangan : Firmansyah (g), Ian Luis Kabes, David da Rocha, Heru Nerly, Stevie Bonsapia, Paolo Rumere, Ardiles Rumbiak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *