Persipura dan Persik Kediri Tekad Raih Poin Penuh

Image

Persik Kediri (IST)

 
JUBI—Tim Mutiara Hitam Persipura Jayapura dan Persik Kediri bertekad meraih poin penuh dalam lanjutan Super Liga Indonesia (SLI) saat bentrok di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (15/10).

Penegasan ini disampaikan Pelatih Persipura Jackson F Tiago dan Asisten Pelatih Persik Kediri Sukrian dalam jumpa wartawan di Aula Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (14/10). Menurut Asisten Pelatih Persik Kediri Sukrian, Persipura adalah tim yang bagus. Karenanya, pihaknya berusaha untuk meningkatkan fighting spirit anak asuhnya guna mengimbangi anak-anak Papua. “Kami tak ingin menjadi bulan-bulanan dari Persipura sebagaimana yang dialami Persija Jakarta,” ujar Sukrian.
Sukrian menjelaskan, pihaknya menyertakan 18 pemain dalam lawatannya ke Papua minus striker Budi Sudarsono yang mengalami cedera saat laga melawan Arema Malang beberapa hari lalu.
Senada dengan Sukrian, Pelatih Persipura Jackson F Tiago menandaskan, Persik Kediri adalah tim yang selalu tampil mumpuni bila bermain di luar kandang. Untuk itu, dia telah mengintruksikan anak asuhnya untuk bermain fight untuk menjaga posisinya di puncak klesemen. “Walaupun hanya satu gol, tapi kamu berusaha untuk memenangkan pertandingan nanti,” tukas Jackson.
Perihal absennya bomber Alberto “Beto” Gonzales yang terkena akumulasi kartu kuning, pelatih asal Brazil ini mengatakan, dirinya telah mempersiapkan pemain pengganti untuk mengisi posisi yang ditingkalkan Beto. “Kami juga telah mengantisipasi kemungkinan pemain mengalami over confidence setelah menang berturut-turut di laga-laga sebelumnya,” ujar Jackson yang berjanji akan menampilkan permainan terbaik saat jumpa Persik Kediri.

Atribut Parpol Ditertibkan
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Panitia Pelaksana mengatakan, pihaknya akan menertibkan penonton yang mengenakan pakaian Parpol tertentu atau membawa spanduk politik ketika menyaksikan laga Persipura melawan Persik Kediri. Karena, menurut dia, setiap arena pertandingan mesti bebas dari statemen spanduk atau tulisan apapun yang bersifat provokatif, anarkis dan politik. “Apabila tuan rumah melanggar aturan ini, maka bisa kena denda Rp 20 Juta dari PSSI,” tukasnya. “Kalau ada yang tak mematuhi aturan ini, maka saya akan mengusirnya dan menurunkan atribut partai yang dipasangnya.” (Makawaru da Cunha/Dominggus A. Mampioper)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *