10 Tahun Masa Pelayanan Dan Pengabdian

Image

Staff MdM bersama ibu-ibu dan anak-anak di distrik Mulia, Puncak jaya ( Foto : Dok MdM)

 

Médecins du Monde Puncak Jaya, Papua, Indonesia

 

JUBI – Langkah awal saat memulai program di puncak jaya tahun 1998 menjadi tolak ukur keberadaan MDM dalam pelayanan selama sepuluh tahun hingga kini di daerah pegunungan Papua.
 
Program bantuan darurat bagi korban bencana kekeringan El Nino di daerah Paniai menjadi pintu perjalanan pelayanan MDM dalam upaya membantu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan akses bagi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Puncak Jaya dan daerah-daerah perkampungan yang masih sangat terisolir dan hanya dapat diakses dengan berjalan kaki tersebut. Bagi MDM sendiri, tidaklah mudah untuk dapat melewati semua tantangan dan hambatan baik dari dalam maupun luar yang kadang-kadang menghadirkan berbagai macam persoalan dan bahkan membuat kemungkinan pelayanan menjadi benar-benar terhenti. Tetapi disamping semua itu, MDM tetap eksis dan berperan penting dalam menunjang dan membantu proses peningkatan kualitas dan penyediaan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat pegunungan di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Indonesia.

Terlaksananya semua pelayanan dan program MDM hingga kini tak lepas dari keterlibatan semua rekan kerja dan pemangku jabatan terkait pelayanan kesehatan di kabupaten Puncak Jaya. Terlebih masyarakat Puncak Jaya sendiri yang dengan setia bersedia membuka tangan dan menerima keberadaan MDM serta membantu pelayanan MDM hingga di daerah-daerah yang terjauh sekalipun.

Mengapa Puncak Jaya?
Dengan sekitar 150.000 penduduk, Puncak Jaya merupakan suatu daerah multi-kultural. Indikator-indikator kesehatan menunjukkan hubungan tingginya jumlah bayi dan angka kematian ibu (89/1000 kelahiran dan 1500/100.000)1. Sensus Departemen Kesehatan yang terbaru menunjukkan terdapat 2.4 % rata-rata prevalensi HIV/AIDS di Papua.2
Melalui suatu penelitian antroplogi mendalam yang dilakukan pada tahun 2001-2002 oleh seorang antropolog internasional untuk kepentingan penjajakan kebutuhan pelayanan kesehatan, maka didapatilah satu kebutuhan yang mendalam terhadap pelayanan kesehatan dasar dan pencegahan penyakit menular seksual. Berdasarkan hasil tersebut, maka MDM kemudian mengorientasikan programnya dalam program jangka panjang Pelayanan Kesehatan Dasar dan Pencegahan Penyakit Menular dan itupun setelah mengalihkan pogram bantuan darurat bencana kepada LSM lokal Primari, rekan kerja MDM sejak kehadiran MDM pertama kali di Papua hingga saat ini.

Program Pelayanan Kesehatan Dasar dan Pencegahan Penyakit Menular Serta Konsultansi
Saat ini MDM sedang melaksanakan program jangka panjang 3 tahun Pelayanan Kesehatan Dasar dan Pencegahan Penyakit Menular (yang mana akan berakhir pada bulan Desember 2009).
Penguatan peran kader desa dan dukun bayi, peningkatan akses rujukan serta kualitas pelayanan kesehatan melalui pelatihan-pelatihan berkesinambungan terus dilakukan disamping program pencegahan infeksi menular seksual dan HIV/AIDS serta promosi pencegahannya.
Puskesmas Keliling menjadi solusi pelayanan jangkauan lapangan yang efekif bagi masyarakat selain juga bagi kader desa dalam menindaklanjuti perannya di desa secara langsung paska pelatihan. Pelayanan Puskesmas keliling MDM telah dimulai sejak bulan Oktober 2007 dengan melibatkan 9 desa di 6 distrik (3 distrik Kabupaten Puncak Jaya dan 3 distrik Kabupaten Puncak).
Bagi program pencegahan infeksi Menular seksual dan HIV/AIDS, MDM bekerja bersama koalisi SAN! serta terlibat secara aktif dalam mendukung pengorganisasian VCT RSUD Mulia.
Di bawah pengawasan bersama MDM dan FOKER LSM Papua, seorang konsultan sedang bekerja dalam mengembangkan materi-materi KIE HIV/AIDS yang diadaptasikan pada kekhususan budaya masyarakat pegunungan. Diharapkan dengan adanya hasil konsultansi ini dapat mempermudah komunikasi promosi pencegahan bagi masyarakat di daerah pegunungan secara khusus dan secara umum bagi masyarakat Papua.

Dukungan Advokasi
Mempromosikan pelayanan kesehatan melibatkan 2 hal; melakukan pelayanan kesehatan itu sendiri dan memberikan kesaksian perihal permasalahan kesehatan yang terjadi.  Artinya, kita harus sedapat mungkin mempengaruhi pembuat kebijakan demi tercapainya peningkatan pelayanan kesehatan.
Sebagai bagian dari program advokasinya, MDM berusaha mengkomunikasikan permasalahan kesehatan dengan membuat  film dokumenter situasi kesehatan di Puncak Jaya  dan rencana Annual Meeting bersama Pemerintah Daerah dan para pemangku jabatan kesehatan serta semua mitra kerja bidang kesehatan.
Perjalanan puskesmas keliling MDM ke desa-desa
Kami yakin, dengan keterlibatan semua pihak, maka tidaklah mustahil jika kita dapat membuat perubahan yang signifikan terhadap situasi kesehatan masyarakat khususnya di daerah pegunungan.

Tentang MDM
– MDM (Médecins du Monde ) atau Dokter Dunia adalah lembaga kesehatan internasional non pemerintah dan non religi yang berasal dari Perancis, didirikan pada tahun 1980.
– MDM bekerja berdasarkan moto ‘membantu masyarakat riskan di seluruh dunia dalam memperoleh pelayanan kesehatan dan haknya untuk hidup sehat’
– MDM berkantor pusat di Paris Perancis dan saat ini telah memiliki lebih dari 90 program yang tersebar di 54 Negara termasuk Indonesia. Programnya di dukung oleh para sukarelawan expat dan lebih dari 1300 staff nasional di negara-negara tempat MDM bekerja.
– MDM bekerja di Indonesia sejak tahun 1998. kini memiliki kantor perwakilan negara di Jakarta dan kantor program kegiatan di Jayapura.

Detail Kontak:
Kantor  perwakilan Negara di Jakarta
Kantor Perwakilan Program Papua di Jayapura : Medecins du Monde, jln. Angkasa Indah III / 15, RT2/RW II – Angkasapura, Jayapura, Telp;(  0967 )
 543933

(Footnotes)
1 Profil Kesehatan 2006, Dinas Kesehatan Kabupaten Puncak Jaya, 2006
2 Risk Behavior and HIV prevalence in Tanah Papua, a collaboration between the Statistic Indonesia and The Ministry of Health, Jayapura, 2006

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *