Banyak kalangan Menentang Rencana Merger Antara Ps Freeport dan Persemi

Timika-Adanya rencana penggabungan antara Persatuan Sepak Bola Mimika (PERSEMI) dengan Persatuan Spak Bola Freeport Indonesia  ditentang banyak kalangan dari pengurus sendiri hingga beberapa pemilik klub sepak bola yang berada di bawah bendera PERSEMI Mimika.
 
Sebagaimana diketahui rencana merger (gabung) antara PERSEMI Mimika dengan PS Freeport Indonesia yang saat ini sudah sama-sama berada di Divisi II, yang mencuat dalam sebuah rapat pertemuan antara Pengurus cabang (Pengcab) PSSI Mimika bersama tiga utusan tim lainnya yaitu Persemi , Ps Freeport serta Ps Concenrating Tembagapura di RM Pinang Sungkulan beberapa waktu lalu. Banyak kalangan tidak setuju bahkan menentang rencana tersebut.
Pelatih Kepala Persemi Mimika yang juga penasehat teknik Persemi, Bill Rahawarin saat ditemui di kediamannya Rabu 22/4,menegaskan bahwa adanya rencana Pengcab PSSI Mimika bersama dua pengurus yaitu Persemi dan Ps Freeport untuk bergabung bersama dalam kompetisi tahun ini harus dapat dilihat dari sisi AD/ART masing-masing Klub Perserikatan yang tentunya mengacu pada AD/ART PSSI, agar tidak terjadi tumpang tindih.
Kata Bill bahwa niat dari PS Freport Indonesia untuk bergabung dengan Persemi Mimika perlu mendapat persetujuan dari seluruh Tim yang merupakan klub resmi yang ada di Persemi, sebab PERSEMi itu bukan milik Pengurus tetapi klub.
“Klub bisa saja keberatan dan mengeluarkan somasi,dengan kepengurusan Persemi yang baru terpilih terhadap rencana merger tersebut. Seharusnya PS Freeport berbesar diri, kalau alasan pendanaan dari manajemen PT. FI tidak lagi berlanjut, seharusnya rela untuk menjualnya kepada tim atau kabupaten lainnya.” tegas Bill.
Sementara itu Gustaf Puy yang juga masih tercatat sebagai pengurus dan pernah menukangi tim Persemi beberapa kali, mengatakan tidak setuju bila kedua tim harus bergabung menjadi satu. Sebab bagaimanapun PS Freeport merupakan tim professional sementara PRSEMi berasal dari tim perserikatan. Bila ini terjadi maka bagaimana cara pengaturan pembiayaan? Pemda Mimika saja dalam membiayai Persemi sudah setengah hati. Lain halnya bila pihak manajemen sepakat untuk membantu membiayai gabungan dua tim tersebut. Selain itu untuk nama yang akan digabung nantinya bagaimana?
Wilem Simopiaref  pemilik Klub AMBBI juga mempertanyakan rencana merger tersebut, menurut Wilem bila ada rencana seperti itu, seharusnya bukan diputuskan oleh pengurus Pengcab, Persemi dan Ps Freeport akan tetapi harus minta persetujuan seluruh klub yang ada di bawah bendera Persemi Mimika, ungkapnya.
 
Menjelang Putaran Divisi II  Bulan Mei  Persemi Belum Ada persiapan
Tim PERSEMI Mimika hingga saat ini belum melakukan persiapan menjelang putaran divisi II. Sering terlambatnya persiapan tim Persemi menjadi biang kegagalan demi kegagalan. Kurangnya respon dari Pemda serta  mengambangnya status kepengurusan Pengcab PSSI Mimika, termasuk Persemi Mimika yang hingga saat ini belum mendapat SK dan belum adanya pengukuhan dari Pengda PSSI Papua, semakin menambah hitam catatan Kabupaten Mimika yang merupakan salah satu kabupaten dengan APBD terbesar di Papua.
Bill rahawarin  kepada wartawan mengatakan, bahwa sering gagalnya Tim Persemi Mimika selama ini, salah satu faktornya adalah start yang terlambat. Persemi selalu compang-camping dalam persiapan, sehingga selalu menjadi sorotan ketika gagal dalam mengikuti berbagai event. Padahal materi pemain cukup banyak dan berpotensi untuk berprestasi bila diatur secara professional. (Husyen Abdillah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *