Edisi 21

Mengapa pribumi tewas dihari bangsa bangsa pribumi International? Mungkin saja karena semangat untuk membangkitkan harga diri bangsa bangsa pribumi di negara merdeka seperti Indonesia dibalas dengan rasa curiga.  Artinya, kewajiban negara untuk  melindungi dan memberi rasa aman bagi semua warga di negara yang demokratis masih jauh dari harapan.
Sudah berapa lama hak hidup warga masyarakat pribumi dirampas atas nama stabilitas dan keamanan negara. Pengibaran bendera Bintang Kejora berkali kali menelan korban bahkan diperkuat lagi dengan Peraturan Pemerintah No:77/2007. PP ini justru menambah kuat bagi pihak aparat  untuk menindak para pengibar bendera Bintang Kejora. Mama-mama pribumi penjual tas anyaman ikut  terimbas hanya karena mereka memproduksi hasil kerajinan tangan berlambang Bintang Kejora.
Padahal, cara-cara persuasif terus menerus disebut sebagai cara menangani Bintang Kejora. Jelas penembakan dan penangkapan bukanlah cara yang persuasif melainkan tindakan represif yang bisa menebalkan rasa tidak percaya masyarakat terhadap negara. Apalagi jika siapa yang menembak dan mengapa sampai menembak tidak kunjung terungkap.
Naik turunnya bendera Bintang Kejora jelas tak bisa menggoncangkan seluruh negara Kesatuan RI. Justru sebaliknya masyarakat pribumi terus menjadi korban tanpa ada rasa peduli atau pun dituding separatisme. Sampai kapan hak hidup warga pribumi bisa bertahan? Tak tahulah tetapi yang jelas kalau masih ada rasa curiga teradap masyarakat pribumi tentunya korban akan terus berjatuhan.

Redaksi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *