Edisi 22

Tanggal 6 Juni 2006 Menteri Keuangan Norwegia Kristin Halvorsen mengumumkan divestasi yang dilakukan Freeport McMoRan. Pengumuman ini sekaligus menyatakan keputusan pemerintah Norwegia untuk menjual saham dan obligasi senilai 116 juta NOK didasarkan atas hasil penyelidikan Dewan Etika dana pensiun.
Tanggal 9 September 2008, kembali Pemerintah Norwegia melalui menteri keuangannya mengumumkan divestasi di Rio Tinto Company, perusahaan yang menjadi mitra Freeport di pertambangan Grassberg. Keputusan Pemerintah Norwegia ini juga karena rekomendasi Dewan Etika negara tersebut.
Tidak ada yang aneh dalam sebuah skema industri yang melibatkan dana miliaran dolar. Investasi ataupun divestasi bisa terjadi dalam hitungan hari, jam bahkan menit. Keuntungan besar yang bisa diraih, menjadikan industri ini seperti sulap saja. Namun penting bagi kita untuk mencermati mengapa sebuah investasi yang menjanjikan keuntungan besar tiba-tiba harus ditarik oleh pemiliknya?
Ya, dewan etika pemerintah Norwegia setelah melalukan riset terhadap penggunaan dana pensiun pemerintah Norwegia yang dikeluarkan dalam sebuah dokumen rekomendasi tanggal 15 Februari 2008 akhirnya berkesimpulan bahwa dana pensiun yang diinvestasikan di Rio Tinto Company telah ikut menyebabkan kerusakan lingkungan di sekitar Grassberg.  Kerusakan yang terjadi juga akan memberikan konsekuensi negative terhadap kehidupan dan kesehatan masyarakat setempat. Selain itu, kerusakan yang diakibatkan oleh produksi tambang di Grassberg merupakan pelanggaran terhadap peraturan nasional dan standard internasional. Atas pertimbangan ini, Pemerintah Norwegiapun memutuskan kerjasamanya dengan Rio Tinto Company.  
Siapa selanjutnya?

Redaksi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *