Edisi 23

Menambang, menambang dan menambang……….
Sepertinya, mengeruk isi perut bumi di Papua akan terus menjadi trend bisnis modal besar di Papua, selain tentu saja bisnis Kayu dan Minyak Sawit. Mulai dari Jayapura hingga Raja Ampat, perusahaan-perusahaan tambang berlomba mengeruk isi perut bumi Papua. Pejabat setempat seenaknya mengeluarkan ijin  untuk menambang tanpa menghiraukan masyarakat yang telah hidup beratus-ratus tahun di atas tanah yang dikeruk isinya.
Apa yang sebenarnya ada dalam benak para pejabat tersebut? Apakah mereka tidak pernah belajar dari konflik-konflik yang terjadi sebelumnya? Konflik yang terjadi  antara perusahaan dan masyarakat, yang masih menyisakan luka bukan saja pada masyarakat setempat, tapi juga pada orang Papua.  Sekarang, kebijakan yang mereka buat bukan saja mengakibatkan konflik antara masyarakat dengan perusahaan tapi juga antara masyarakat sendiri. Terlebih lagi, merusak lingkungan.
Menjadi pejabat di Papua memang impian banyak orang. Apalagi di era Otsus seperti sekarang ini. Tapi impian ini sepertinya tidak diimbangi dengan visi dan misi membangun Papua yang kuat. Padahal, Papua sangat membutuhkan pejabat atau pemimpin visioner yang mampu mempercepat ketertinggalan Tanah Papua dari daerah lainnya. Bukan pejabat yang malah membuat Papua semakin terpuruk dari yang pernah terjadi.
Jika demikian, apa lagi yang akan diwariskan bagi generasi Papua selanjutnya? Yang sekarang saja tidak bisa dinikmati. Apalagi di  masa depan, ketika semuanya sudah habis!

Redaksi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *