Edisi 26

HAM EKOSOB seringkali diabaikan seolah-olah tidak ada dan tak perlu diingat lagi. Namun sebenarnya akar  persoalan dibalik kejahatan dan pelanggaran HAM di tanah Papua seringkali berawal dari  sengketa tanah, sumber daya alam, lingkungan hidup dan perampasan hak hak adat masyarakat asli Papua.
Sangat jarang terdengar hak hak Ekosob bagi masyarakat yang hidup  di sekitar tambang terbesar di tanah Papua. Mereka seringkali dituduh penggangu ketertiban dan harus disingkirkan. Padahal faktanya ruang kehidupan mereka terganggu karena investasi pertambangan.
Begitu pula ketika awal reformasi dan gaungnya sampai ke tanah Papua hingga warga Papua secara tegas berteriak merdeka. Saat itu pula illegal loging mulai marak. Sialnya persoalan politik dipakai untuk membungkus masalah lingkungan dan hak hak dasar orang Papua.
Ironisnya salah satu cara yang paling gampang untuk mengabaikan semua hak hak dasar adalah dengan sedikit memelintirnya ke arah situasi politik (Sipol) sehingga begitu gampang diredam oleh penguasa di negara ini.
Sampai kapan pelanggaran hak hak Ekosob terus diangkat dan diperjuangkan? Kuncinya adalah pada negara yang berkewajiban memberikan rasa aman bagi warganya. Bukan sebaliknya menakut nakuti mereka atau secara sengaja mengabaikan hak Ekosob demi kepentingan kelompok yang lebih besar terutama para pemilik modal baik dalam maupun luar negeri.
Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *