Edisi 27

AGAKNYA  bencana tak pernah lepas dari kehidupan umat manusia, ibarat waktu ia selalu berjalan seiring dengan mengikuti putaran bumi. Hari ini Manokwari, kemarin gempa di Nabire dan mungkin akan berpindah pindah ke lokasi lainnya baik di Papua mau pun luar Papua.
Tanah Papua secara geologi memang berada di antara beberapa  lempengan Pasifik, Asia dan Australia. Kondisi geografis yang rentan ini menyebabkan Papua akan selalu berhadapan dengan situasi bahaya. Namun demikian sebesar apapun suatu bencana minimal bisa dikendalikan dengan bagaimana menyiapkan diri untuk mengantisipasi rawannya bencana tersebut.
Di sisi lain ada juga bencana yang disebabkan oleh kelalaian manusia sendiri terutama dalam melanggar aturan yang telah disepakati. Peringatan dini tentang perubahan iklim terkadang dianggap sepele dan tidak menaati aturan sehingga kapal angkutan laut bisa tenggelam diterjang badai karena kelebihan muatan.
Kondisi ini semakin diperparah lagi dengan tidak adanya keseimbangan lingkungan dimana aktivitas pembangunan dilakukan justru merusak hutan dan alam sekitarnya.
Ironisnya pada kondisi demikian pihak lain yang disalahkan, sehingga tak heran kalau ada pertanyaan kepada Sang Ilahi, kenapa peristiwa ini terjadi? Padahal semua itu terjadi karena ulah manusia sendiri yang selalu mengunglangi kesalahan yang sama.
Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *