Edisi 28

DULU perang suku di Papua timbul karena masalah masalah yang menyangkut ekonomi sosial, lingkungan dan religi. Masalah religi sangat erat kaitannya dengan kepercayaan akan makna dibalik perang suku itu. 
Karena itu, tak heran kalau sebuah perang suku jaman nenek moyang dulu pasti akan berakhir dengan sebuah ritual perdamaian bagi sesama suku yang bertikai. Pasalnya dibalik ritual adat mereka percaya bahwa arwah nenek moyang menjadi saksi dalam upacara upacara adat.
Kini semua telah berubah dan perang sukupun ikut pula terkontaminasi karena ada gejala pembiaran dari berbagai pihak yang ingin memancing di air keruh. Celakanya, sesama orang Papua yang terlibat pertikaian antar warga baik di Kwamki Lama Kabupaten Mimika maupun di Kimberly Tembagapura tak menyadari atau sudah terlanjur ikut terlibat. Investasi bermodal besar akan selalu meminggirkan masyarakat setempat. Bahkan mereka sejak dulu tinggal dengan damai dan tenang. 
Berbagai masalah pelik pun muncul, baik dalam bentuk konflik yang dibesar besarkan jadi perang suku, masalah lingkungan hidup yang tertutupi karena pertikaian antar warga dan kepentingan kepentingan sesaat.  
 
Redaksi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *